
Aulia dan Thoriq seketika tertegun setelah mendengar penuturan Betrand yang sangat memilukan hati itu. Rasanya air mata mereka ingin mengalir begitu saja.Tapi bagi Aulia, ia harus menahan semua itu karena masih ada pernyataan adiknya yang harus ia perjelas.
Dengan lembut, Aulia memegang pipi Betrand lalu menatap bola mata sang adik lantas bertanya...
" Adek tahu tidak siapa orang yang nyulik Betrand ? " tanya Aulia dengan pelan.
Betrand menggeleng dengan pelan seraya berkata...
" Tidak tahu Kak " jawab Betrand disertai dengan tatapan mata polosnya.
Aulia hanya terdiam sambil menatap Betrand dengan iba. Jauh dalam lubuk hatinya, ia merasa sangat bersalah karena telah meninggalkan Adiknya sendiri sehingga Betrand pun menjadi seperti itu.
Dengan penuh rasa sesal, Aulia memegang kedua tangan adiknya dengan lembut lalu ia pun meminta maaf.
" Betrand... Maafin kakak ya Dek. Kakak seharusnya nggak ikut perkemahan itu " sesal Aulia sambil menunduk dengan lirih.
Dengan cepat, Betrand langsung memeluk sang kakak.
" Tidak Kak. Ini bukan salah Kakak ! " bantah Betrand sambil mengelus punggung Aulia.
Thoriq yang sedari tadi menyaksikan percakapan kakak beradik ini seketika dibuat terenyuh dengan perhatian serta kasih sayang diantara mereka. Melihat itu semua, dia seakan - akan merasa terpanggil untuk turut membagikan perhatian dan kasih sayangnya untuk kakak beradik tersebut.
Melihat sahabatnya itu terus menyalahkan dirinya atas kejadian yang telah menimpa Betrand, Thoriq pun menjadi sangat tidak tega. Karena itu ia pun lantas menghibur Aulia.
" Ul, benar kata Betrand ! Ini semua bukan salah kamu kok " ucap Thoriq sambil mengelus-elus punggung sahabatnya itu.
Aulia hanya terdiam sambil memeluk adiknya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, ia melepaskan pelukannya dari Betrand dan Aulia terdiam cukup lama. Melihat kegundahan di hati sahabatnya, Thoriq pun lantas bertanya kepada Betrand tentang orang yang membuatnya celaka begitu.
" Betrand masih inget gak ciri - ciri orang yang nyulik adek ? " tanya Thoriq dengan lembut sambil memegang tangan adik sahabatnya itu.
" Masih Kak, mereka itu dua orang ; ada satu orang yang berbadan besar, satunya lagi agak berisi. Terus... mereka itu brewokan ! " jelas Betrand panjang lebar.
Thoriq hanya mengangguk mendengar semua itu. Dia terdiam selama beberapa detik, lantas berkata lagi kepada Betrand...
" Jadi misalnya kalau Betrand lihat mereka di mana saja, lekas beritahukan ke kakak ya ataupun Kak Aulia ! " nasihat Thoriq sambil membelai kepala Betrand.
" Iya Kak "
Aulia yang mendengar semua itu langsung tersenyum. Kemudian ia bertanya lagi kepada sang adik perihal gubuk tua tempat adiknya itu disekap.
" Oh iya...Betrand tadi bilang kalau disekap di gubuk tua. Betrand masih inget gak letak gubuk tua itu di mana ? " tanya Aulia dengan menatap adiknya dengan serius.
Aulia dan Thoriq yang melihat Betrand tengah kebingungan itu lantas menghentikan niat mereka untuk mencari tahu tentang gubuk tua yang menghantui pikiran mereka.
" Betrand... Sudah Dek,kalau gak inget jangan dipaksakan ya ! " ujar Aulia dengan mengalihkan perhatian sang adik.
Betrand hanya mengangguk pelan sambil menatap Aulia dan Thoriq yang tersenyum lebar kepadanya. Dalam hatinya, dia merasa menyesal dan sangat bersalah karena entah kenapa ia tak bisa mengingat dengan jelas semua kejadian yang hampir merenggut nyawanya itu.
Beberapa detik kemudian...
Rasa yang sangat nyeri dan tak tertahankan tiba - tiba menusuk kepalanya. Seketika wajah Betrand menjadi sangat pucat dan dengan pelan dia memegang kepalanya yang seketika membuat penglihatannya menjadi terputar - putar.
Aulia dan Thoriq yang melihat hal itu langsung menjadi panik.
__ADS_1
" Kenapa sayang ? " tanya Aulia dengan memegang tangan Betrand yang sedang memegangi kepalanya.
" Sakit Kak " ringis Betrand dengan lemas.
Dengan cepat Aulia dan Thoriq pun membawa Betrand kembali ke ruang IGD.
" Tahan sebentar ya Dek ! " hibur Aulia sambil mendorong kursi roda adiknya dengan cepat.
Setelah sampai di ruang IGD...
Dengan cepat Aulia langsung memanggil dokter untuk segera menangani adiknya.
Setelah itu...
" Gimana Dok ? " tanya Thoriq dengan muka yang sangat panik melihat keadaan adik sahabatnya itu.
" Tidak apa - apa Dek. Untuk sementara waktu, saya mohon agar adik itu tidak memaksakan ingatannya,Dek ! " nasihat Dokter Widy sambil tersenyum.
" Baik Dok, terima kasih " balas Thoriq dengan tersenyum ramah.
🌷🌷🌷
Aulia yang mendengar percakapan Thoriq dengan Dokter Widy langsung tersenyum lega ketika Betrand dikatakan baik - baik saja.
" Betrand... Istirahat dulu ya Dek ! Jangan dipaksain ingatannya ya Sayang ! " nasihat Aulia lantas mengecup pipi sang adik.
Betrand hanya tersenyum tipis lalu berusaha membuat matanya tertidur.
__ADS_1
Sepasang sahabat ini lantas beradu pandang ketika melihat sosok malang itu sudah masuk ke alam mimpinya. Ada secercah harapan di hati mereka agar kondisi Betrand lekas membaik dan peristiwa yang telah menimpanya itu tidak menjadi trauma baginya. Ya... Meskipun mereka dibuat campur aduk dengan tragedi penculikan Betrand oleh orang - orang yang tak berperi kemanusiaan.