Bento : The Real Bright Star

Bento : The Real Bright Star
Siapakah Dalang dibalik Tragedi Penculikan Betrand ?


__ADS_3

Kurang lebih sekitar 10 menit, akhirnya kami sampai di rumah. Tapi suasananya sangat sepi, ya... maklum aja Bunda dan Ayah sudah berangkat ke kantor.


" Bunda sama Ayah belum pulang dari kantor ya Ul ? " tanya Om Arif ketika kami sudah keluar dari mobil.


" Iya Om " jawab Aulia dengan tersenyum tipis.


" Kira-kira pulangnya kapan ? " tanyanya lagi.


" Ga menentu sih Om, tapi biasanya pulang tengah malam " balas Aulia dengan pelan.


Ada nada kesedihan dari suaranya itu. Ya... Gimana gak sedih ? Bayangkan ya, Aulia hanya seorang anak kecil berumur 12 tahun dan di usianya yang masih terbilang sangat belia itu ia sudah harus mengurus adiknya yang masih sangat kecil.


" Oh gitu ya... Yasudah masuk sana Nak, ajak Adikmu " balas Ayah Thoriq dengan terlihat prihatin.


" Ya Om. Ayo Dek ! " ucap Aulia dengan pelan lantas menyuruh Betrand masuk ke dalam rumah.


" Bye Aulia...!" seketika Aulia langsung menoleh dan ia melihat Thoriq, sahabatnya itu tengah melambaikan tangan ke arahnya dengan senyuman khasnya.


" Iya Riq, bye... ! " balas Aulia dengan tersenyum simpul lantas berjalan kembali menuju pintu rumahnya.


Setelah di dalam rumah dengan telaten Aulia kembali mengurus kebutuhan sang adik.


Hmm...


Sebelumnya aku ingin bertanya...


Bagaimanakah perasaan kalian saat membaca novel ini ?


Tidakkah kalian sedih dengan tulisanku ini ?


Tentang sepasang kakak beradik, Aulia dan Betrand yang menjalani hari-harinya dengan penuh perjuangan dan ketegaran yang begitu besar. Sang kakak di umurnya yang masih sangat belia, yang harusnya menghabiskan waktunya untuk bermain dan bersenang-senang tapi malah sudah harus berlagak seperti orang tua sepenuhnya untuk Betrand.


Singkat cerita...


Setelah Aulia membereskan semua barang-barang miliknya dengan sang adik, ia lalu menyiapkan kebutuhan yang lainnya untuk adiknya; seperti sarapan.

__ADS_1


Dengan cekatan ia membuat sarapan simple berupa sereal yang dicampur dengan susu untuk Betrand.


Dengan lembut, Aulia meletakkan sarapan itu di depan Betrand. Lalu dengan penuh kasih sayang ia berkata kepada adiknya...


" Silahkan dimakan adik kecilku ! " ujarnya sambil membelai kepala Betrand.


" Makasih ya Kak " balas Betrand dengan tersenyum tipis.


" Siap ! Sama-sama Sayang " jawab Aulia dengan terkekeh lantas mencium pipi sang adik.


Betrand hanya terdiam dengan perlakuan sang kakak yang menurut dia sangat penuh cinta kasih itu. Meskipun Betrand hanyalah anak kecil,tapi dia benar-benar tahu betul dengan perasaan kakaknya sekarang ini. Beberapa detik kemudian, ia menatap mata indah sang kakak yang kini tengah duduk di depannya. Betrand melihat dari sorot mata teduh itu ada kesedihan begitu dalam yang tersembunyi dibaliknya. Dibalik senyuman simpul Aulia, Betrand tahu kakaknya kini tengah merasakan beban yang begitu berat. Ia tahu Aulia tengah bingung dengan kecelakaan yang telah menimpa dirinya beberapa waktu yang lalu. Entah kenapa sang kakak sepanik itu dengan kecelakaan yang telah menimpanya ?


Betrand tak mengerti, tapi ia merasa mungkin ingatannya itu bisa menjawab semua kegundahan hati sang kakak. Seketika wajah Betrand menjadi murung melihat semua itu.


Hufftt...


Lagi dan lagi, bagi Betrand semua ini ada salahnya. Seandainya saja dia bisa mengingat semua kejadian yang telah menimpanya itu dengan sangat jelas. Sudah tentu ia takkan membuat risau hati sang kakak.


Melihat wajah Betrand yang terlihat sedih, lantas Aulia pun meraih tangan mungil adiknya seraya mengelus pipi mulus Betrand.


" Kok mukanya sedih gitu sih ? Ayo dimakan sarapannya Dek ! " ucap Aulia dengan lembut.


Aulia hanya tersenyum tipis melihat adik semata wayangnya itu. Seketika tatapannya menjadi nanar ketika matanya menangkap bekas luka di pelipis sang adik, dan karena dari itu semakin membuat hatinya bertambah pilu. Dari wajah eloknya, ada guratan kesedihan nan penuh kebingungan karena kecelakaan beberapa hari yang lalu yang hampir merenggut nyawa Betrand. Sebenarnya bukan kecelakaan itu yang membuatnya sedih, tapi awal dibalik sebelum kecelakaan itu terjadi. Ya... Tentang orang-orang yang teganya menyiksa adik kesayangannya itu.


Mata Aulia kini dibuat berkaca-kaca ketika harus dihadapkan dengan semua kenyataan memilukan hati itu. Tentang peristiwa yang belum selesai masalahnya !


' Ya Tuhan... Ada apa sebenarnya dengan semua ini ? Seakan-akan ada orang yang memang berniat untuk menyelakai Betrand. Tapi siapa ? Dan bagaimana kami harus mencarinya, sementara Betrand sama sekali tak bisa mengingat peristiwa itu dengan runtut ?


Ya Tuhan... Berikan kami petunjuk agar kami bisa mengetahui yang sebenarnya dari semua ini ' batin Aulia dengan terus menatap sang adik yang asyik menyantap sarapannya.


' Hufftt... Aku benar-benar tak tahu dengan masalah semacam ini. Tapi ini semua demi adikku, Betrand. Aku akan berusaha untuk menguak misteri dibalik semua kejadian yang telah menimpanya. Bunda dan Ayah ? Hmm... Sepertinya mereka takkan peduli ' batin Aulia sambil menyandarkan tubuh langsingnya di kursi meja makan.


' Apa coba maksud mereka nyulik Betrand ? Sampai-sampai Betrand kecelakaan, untungnya cuma ingatannya yang direnggut sedikit ' batin Aulia sangat geram ketika teringat lagi dengan penuturan sang adik yang meskipun tidak sepenuhnya jelas itu.


Beberapa menit kemudian...

__ADS_1


" Kak...? " panggil Betrand dengan pelan.


" Eh iya Dek ? Sudah habis sarapannya ya. Minum dulu ya " sontak Aulia pun tersadar dari lamunannya dan kembali mengurus sang adik.


Setelah itu...


" Oh iya... Betrand mau mandi ga ? Badannya gak panas kan Dek ? " tanya Aulia lantas menempelkan tangannya ke kening Betrand.


" Mau mandi Kak, badan aku gak panas kok ! " balas Betrand dengan antusias.


" Yasudah...Tapi mandinya pakai air hangat ya Dek, kan tubuh Betrand belum fit. Tunggu sebentar ya Sayang, kakak buatin air hangat dulu " ujar Aulia lantas berlalu.


Dengan penuh kasih sayang, ia terus mengurus kebutuhan adiknya dengan seorang diri.


Sampai akhirnya, setelah Betrand mandi ia menyuruh adik semata wayangnya itu untuk beristirahat.


" Nah... sekarang Betrand istirahat aja ya Sayang. Ini ada buah-buahan untuk Betrand, nanti dimakan ya biar ingatannya lekas pulih " nasihat Aulia sambil meletakkan sepiring potongan buah apel untuk sang adik.


" Iya Kak... Terima kasih ya " ujar Betrand hanya tersenyum tipis.


" Baik adik kecilnya kakak. Istirahat ya Dek, kakak keluar dulu " lanjut Aulia sambil melambaikan tangannya kepada Betrand.


🍁🍁🍁


' Hufftt... Urusan Betrand sudah selesai, saatnya ngurus diri sendiri deh ! ' batin Aulia dengan tersenyum simpul lantas melangkahkan kakinya ke luar dari kamar sang adik.


Benar-benar seorang kakak yang hebat, bukan ?


🍁🍁🍁


Begitu dulu ya untuk part ini.


Jangan lupa like, vote dan berikan kritik serta sarannya ya.


Jangan lupa juga untuk mampir ke novelku yang satu " My Best Friend is My True Love Ya "

__ADS_1


Ditunggu lho...


Terima Kasih 😉💙


__ADS_2