
Sementara itu...
Jono dan Doni dibuat kesal lagi lantaran malam sudah tiba, namun sosok malang yang mereka anggap sebagai
'mesin uang ' itu tak kunjung terlihat juga. Padahal ia sudah pergi dari tadi pagi tapi tak pernah kembali lagi.
Dengan muka garangnya, mereka terus menyusuri jalanan yang masih dipenuhi hiruk - pikuk kendaraan yang berlalu lalang. Sudah hampir 1 jam mereka terus menyusuri jalanan yang kini mulai lengang, tapi sama sekali tak terlihat tanda - tanda keberadaan sosok anak kecil yang mereka cari itu.
" Sudah tengah malam begini, tapi belum kelihatan juga si bocah tengil itu ! Awas aja kalau sampai ketemu, minta dihajar tuh dia ! " ujar Doni dengan muka yang sangat berang.
" Sialan !!! Pasti kabur lagi tuh anak ! " umpat Jono dengan amarah yang meledak - ledak.
Di tengah kemurkaan mereka itu...
Tak jauh dari tempat mereka berdiri...
Di sebuah warkop yang masih buka ada 4 pemuda yang tengah asyik berbincang-bincang.
Dan tanpa sengaja, Jono mendengar apa yang mereka bicarakan...
" Kasihan banget ya anak yang tadi kecelakaan itu ! " tutur salah satu pemuda yang berbadan gempal yang langsung di tanggapi dengan teman yang duduk di sebelahnya.
" Iya tuh, sampe - sampe darahnya gak berhenti keluar " timpalnya dengan nada lirih.
" Kasihan banget ya...! Apalagi dia ngamen di usia yang masih sangat muda terus ketabrak lari lagi ! " sambung temannya yang lain yang tengah menyeruput teh miliknya.
Mendengar pemuda - pemuda itu membahas sosok anak kecil yang mengamen, tanpa pikir panjang Jono langsung menghampiri mereka sambil menggebrak meja. Untungnya pengunjung di warkop itu hanya mereka, tak ada yang lain !
Segerombolan pemuda itu hanya melongo kebingungan dengan tingkah Jono yang tak jelas itu. Jono menatap satu - persatu muka para pemuda itu dengan penuh selidik. Mereka hanya menundukkan kepala melihat orang asing yang menatapnya dengan sangat tak bersahabat.
Tak lama kemudian...
Tanpa hati nurani sedikit pun, lagi - lagi Jono menggebrak meja yang ada di depan empat pemuda itu. Mereka hanya terdiam lantas beradu pandang dengan teman - teman yang lain.
" Haha... Muka lo semua kok jadi tegang gitu sih ? " Jono tertawa terbahak - bahak, seakan - akan dirinya sangat bahagia karena telah membuat orang lain menjadi terdiam ketakutan.
Segerombolan pemuda itu hanya bisa terdiam melihat tingkah orang yang mereka pikir sudah gak waras itu.
" Eh... Gua denger, lo pada ngomongin anak kecil lagi ngamen ! Di mana dia sekarang ? " tanya Jono dengan nada keras bak berlagak angkuh.
__ADS_1
Di sisi lain...
Doni yang mendengar suara Jono yang keras itu langsung menoleh ke tempat di mana Jono berdiri tadi.Tapi ia tak lagi melihat temannya itu ada di sana.
" Busett... Dimasa - masa sulit kek gini, malah menghilang tuh anak ! Tapi suaranya kedengaran, di mana dia ? " desis Doni lantas mengedarkan pandangannya mencari asal suara Jono dan dia pun melihat temannya itu tengah berada dalam warkop dengan 4 pemuda di dekatnya.
" Ngapain dia di sana ? " geram Doni dengan raut muka sebal melihat tingkah temannya itu.
Lantas ia pun menyusul Jono ke warkop itu dengan muka yang sangat sebal, rasanya ingin dia segera ' ******* - ***** ' badan temannya yang sangat besar itu.
" Sialan !!! Ngapain lagi lo disini ? Gak tau ya kita ini ada kerjaan ? " hardik Doni sambil memukul bahu Jono dan alhasil temannya itu pun merintih kesakitan.
" Woyy... Sialan lo ! Gue ada disini karena dapat petunjuk ! " rintih Jono sambil memegang bahunya.
" Oh ya, tumben ! " balas Doni dengan remeh.
Jono langsung mendekatkan mulutnya ke telinga Doni lantas membisikkan sesuatu.
" Gue tadi denger mereka ini ngomongin tentang sosok anak kecil yang lagi mengamen. Nah gue samperin, siapa tahu kita dapat petunjuk ! "
Jono langsung tersenyum lebar mendengar ide brilian temannya itu. Beberapa detik kemudian, mereka langsung tertawa terbahak - bahak seakan - akan tak peduli dengan orang - orang di sekitarnya yang merasa terganggu dengan tingkah mereka.
" Eh...Lo tadi pada ngomongin anak kecil yang ngamen kan ? Terus di mana dia sekarang ? " gertak Doni.
" Ya Bang, anak kecil yang sering ngamen itu tadi dia ketabrak mobil " jelas salah satu pemuda yang berambut pirang.
Sontak, Doni dan Jono pun langsung beradu pandang. Setelah itu Doni memastikan kalau anak kecil yang sedang mereka bicarakan itu bukan ' mesin uang ' mereka.
" Tunggu - tunggu...Anak kecil yang kalian maksud itu laki - laki kan ? Terus ciri - cirinya gimana ? " tanya Doni dengan suara yang mulai merendah.
" Iya Bang, dia laki - laki. Ciri - cirinya kulitnya lumayan putih dan tubuhnya agak kurus..." jelas pemuda itu sambil mengingat - ingat sesuatu.
" Eh... Satu lagi Bang, anak itu punya suara yang merdu banget ! " celetuk pemuda yang bertubuh gempal.
" Serius ? Terus dia dibawa ke mana ? " lanjut Doni dengan muka yang mulai panik. Entah karena apa ?
" Iya...Serius Bang ! Sekarang dia sudah dibawa ke rumah sakit yang ngga jauh dari sini kok Bang " balas pemuda bertubuh gempal itu.
" Oalah, ayo Jon...! " Doni langsung menarik Jono untuk cabut dari tempat itu.
__ADS_1
🌾🌾🌾
Setelah mereka sudah agak jauh dari warkop itu...
" Wah...! Gawat nih Jon, harus kita hubungin si Bos " ujar Doni yang dengan gesit langsung menelepon sang majikan.
" Ada masalah apa lagi kalian ? " desis sang majikan di seberang sana.
" Aduh, gawat ini Bos ! Si bocah tengil itu tadi ketabrak mobil ! " jelas Doni dengan panik.
" Yang serius ? " tanya sang majikan.
" Iya Bos " jawab Doni.
" Hahaha... Bagus ! " sambut sang majikan yang terdengar tertawa terbahak - bahak.
Doni langsung kebinngungan mendengar tawa sang majikan, ia berpikir majikannya itu akan marah mendengar semua kejadian tersebut.
" Kok ketawa sih Bos ? " tanya Doni keheranan
" Haha...Kerja yang bagus ! Sekarang tugas kalian sudah selesai, jadi ga usah cari dia lagi ! Memang itulah yang saya mau ; melihatnya menderita seperti itu. Haha... " ujar sang majikan yang ternyata jauh lebih ' iblis '.
" Oh gitu ya Bos. Siap ! Haha... " balas Doni lantas tertawa lega.
Setelah telepon ditutup...
" Gimana Don ? " tanya Jono sambil menatap wajah temannya itu yang sudah terlihat jauh lebih bahagia.
" Kata Si Bos, kita gak usah lagi cari - cari si bocah tengil itu ! Katanya kecelakaan itu memang yang Si Bos mau " jelas Doni dengan wajah sumringah.
" Oalah... Akhirnya ! Haha... " timpal Jono.
Setelah itu...
Dua pria penculik itu langsung kembali ke basecamp - nya disertai tawa menggelegar yang mengiringi langkah kaki mereka. Ya, tanpa ada sedikit pun rasa kasihan dan bersalah terhadap perlakuan mereka kepada sosok anak kecil yang tak berdosa itu yang kini terbaring lemah tak berdaya.
Ya... Meskipun Betrand sudah bebas dari dua pria ' iblis' serta gubuk tua itu yang bagaikan neraka yang membakar jiwanya, tapi perlakuan mereka kepada anak kecil tak berdosa itu tak bisa dimaafkan begitu saja.
Pantaskah mereka bersenang - senang ? Sementara di belakang, mereka tak sadar bahwa perlakuannya telah melangggar hak - hak anak dan peri kemanusiaan.
__ADS_1
Sadarlah wahai manusia - manusia biadab !