
"Lah,,," menghembus napas kasar. "Kirain beneran cewek cantik dari belakang. Ternyata tante-tante." ujar Gina. Saat melihat Saka membawa orang tersebut menuju dirinya.
"Tan, kenalin. Ini pacarku. Gina, dan ini teme" ucap Saka membuat Gina tersipu malu. "Dan ini, Tanteku. Adik dari Ayahku." seru Saka.
"Dan ini suaminya, Om Syahril. Juga Adik sepupuku yang cantik bernama Shadiqa."
Sarah begitu antusias saat mengetahui keponakannya udah punya pacar.
"Tante kira, selama ini keponakan-keponakan tante gak normal loh. Ini udah punya pacar saja." ucap Sarah.
"Oh ya. Tadi Tante ke rumah. Tapi gak ada orang. Bunda mu kemana?" tanya Sarah.
"Bunda dan Bapak pulang kampung Tan. Sekarang aku sendirian di rumah. Mungkin 2 atau 3 hari lagi mereka kembali." jelas Saka.
"Wah parah ini Iqbal. Kok gak bilang-bilang sih." ujar Syahril.
"Kan Om baru kembali dari umrah. Gimana sih." ucap Saka.
"Ooo ... iya, Om lupa." kekeh Syahril.
Syahril pergi umrah sendiri. Karena dia menginginkan ketenangan setelah mengetahui fakta keluarganya. Niatnya ingin membawa Sarah serta. Namun dilarang Bu Fatma. Karena Shadiqa masih membutuhkan ASi Ibunya. Jadinya, pergilah Syahril sendirian. Tapi dia berjanji akan membawa Sarah serta Bu Fatma untuk pergi bersama-sama.
"Gina tinggal dimana?" tanya Sarah.
"Di kosan Tante. Dekat-dekat sini juga" sahut Gina.
"Kapan-kapan main ke rumah ya." ucap Sarah. "Nanti Tante ceritakan tentang Saka." bisik Sarah.
"Boleh Tante." sahut Gina antusias.
"Minta antar sama Saka. Oke. Sekalian ajak temannya juga." ucap Sarah. Intan yang mendengar tentangnya di sebut pun tersenyum ke arah Sarah.
"Intan tinggal dimana?" tanya Sarah.
__ADS_1
"Kami satu kosan Tante." sahut Intan. Sarah hanya mengangguk-angguk kepala.
Setelah berbasa-basi Sarah juga Syahril duduk di meja yang terpisah dari Gina. Karena dia juga tidak ingin mengganggu kenyamanan Gina.
"Hampir saja, jantung gua copot. Ngelihat Saka meluk cewek." bisik Gina.
"Gitu aja cemburu." balas Intan.
"Namanya juga cinta Intan. Makanya jatuh cinta. Biar tau bagaimana rasanya cemburu." kesal Gina. "Penampilan lo juga. Harus di ubah. Jangan apa-apa kemeja terus." omel Gina.
"Heumm ..." sahut Intan.
🍁🍁🍁🍁🍁
Di tempat lain. Nadin yang kecewa pada Anwar memutuskan untuk bertemu Winda. Dan dia menceritakan kejadian yang di alaminya. Juga meminta bantuan Winda untuk memberi perhitungan pada Pak Faisal yang telah menyiksanya. Mendengar nama Faisal. Winda langsung menolak, karena tidak berani.
Nama Faisal cukup terkenal di bar yang sering Winda kunjungi. Karena biasanya Faisal mampu membayar wanita penghibur dengan sangat mahal. Namun bayarannya dengan rela terluka di seluruh tubuh. Bahkan Winda mengatakan. Jika ada temannya yang di siksa hampir meninggal.
Namun, tidak ada satupun yang berani melaporkannya. Karena dia orang kaya. Lagipula dia mampu membeli hukum yang ada.
Di rumah orang tua Nadin. Burhan memutuskan untuk melaporkan Anwar pada atasannya. Juga akan meng-upload vidio tersebut ke media sosial. Agar Anwar dipecat dari kerjaannya. Itupun atas persetujuan Anita. Mama dari Nadin. Sedangkan Nadin, tidak diberitahukan kan tentang vidio tersebut.
Keesokan harinya. Anwar di panggil oleh atasannya. Karena semalam vidio yang di unggah oleh sebuah akun baru di laman facebook viral. Pasalnya wajah Anwar juga Rasti terpampang jelas. Anwar yang semalam habis melakukan pesta bersama Rasti tidak membaca isi chat di WA-nya. Akibat semalam dia mabuk-mabukan. Karena kata Rasti, itu bisa menghilangkan stress akibat memikirkan vidio mereka.
Atasan dari Anwar atau Pak Camat. menanyakan tentang vidio tersebut. Dan Anwar mengakui kalau yang berada di vidio tersebut memang dirinya. Karena Anwar berpikir. Dengan dia jujur mungkin akan membuat hukumannya sedikit lebih ringan. Namun siapa sangka. Hukuman tetaplah hukuman. Dia terancam di pecat. Karena telah melakukan perbuatan Zina. Apalagi orang-orang mengetahui jika Anwar masih menjadi suami dari Nadin.
Sedangkan Bu Fatma yang mengetahui Anwar melakukan perbuatan tercela di larikan ke rumah sakit. Memang, dulu saat mengetahui Anwar melakukan itu dengan Nadin dia mendukung. Namun sekarang dia sudah sadar. Apa yang dilakukan oleh Anwar adalah kesalahan. Bu Fatma malu. Sebab yang memberitahunya adalah teman-teman pengajiannya.
Unggahan vidio tersebut sampai pada Adit juga Saka. Adit malah tidak berimbas apapun di hidupnya. Karena dia tidak terlalu memperdulikan Ayahnya. Walaupun sudah memaafkannya. Berbeda dengan Saka. Dia sangat tertekan. Bahkan semenjak vidio tersebut beredar membuat dia tidak masuk kerja. Bahkan Gina di abaikan. Sebab Saka mengira, jika Gina pasti jijik terhadapnya ulah orang tuanya.
Sarah berulang kali menghubungi Anwar. Dia ingin menanyakan dan memberitahu tentang ibunya. Namun Anwar seperti kehilangan jejak. Bahkan di rumahnya tidak ada orang. Saat menghubungi Nadin pun Sarah terkejut. Karena baru mengetahui fakta. Kalau Nadin bukanlah istei sari Mas-nya lagi.
Rasti malah bersikap tidak peduli. Apalagi di lingkungan tempat tinggalnya, tidak ada satu orangpun yang menanyakan tetang vidio tersebut. Dia hanya mendapatkan sedikit teror dari orang tuanya. Namun dia mengatasi dengan memblokir nomor orang tuanya.
__ADS_1
Sedangkan Nadin sangat marah, juga bahagia. Marah karena dia mengira jika Anwar pasti melakukan hal tersebut semenjak dia masih menjadi istrinya. Seolah-olah dia lupa. Kalau dia sendiri juga melakukannya dengan orang lain. Nadin bahagia, karena dengan adanya vidio tersebut bisa membalas sakit hatinya. Yaitu dengan mempermalukan Anwar juga menghilangkan pekerjaannya.
🍁🍁🍁🍁🍁
"Apa kita minta bantuan Syahril aja? Untuk mengungkapkan siapa yang meu upload vidio tersebut?" ujar Iqbal. Dia kasihan melihat Saka yang sudah dua minggu semenjak vidio tersebut viral murung. Dan tentu tidak masuk kerja.
Vina menghembuskan napas kasar " Entahlah, coba Mas beri pengertian padanya, sebagai sesama lelaki. Aku sudah ngomong. Tapi masih saja dia sedih." ucap Vina.
"Baiklah, bagaimana dengan Adit?"
"Dia terlalu sibuk di kafe. Katanya dia tidak sempat untuk memikirkan Ayahnya." ucap Vina. Karena dia selalu menanyakan kabar Adit. "Mas bicaralah, dengan Saka. Minggu besok Mas cobalah ke tempat Adit. Mungkin dia juga butuh sosok Mas. Karena dulunya kalian memang sudah dekat. Iqbal menganggukkan kepalanya. Dan langsung naik ke lantai atas menuju kamar Saka. Karena sekarang mereka lagi berada di depan televisi. Atau ruang keluarga.
"Saka, bolehkah Bapak masuk?" ucap Iqbal setelah mengetuk pintu.
"Masuklah." sahut Saka dari dalam.
Saka terlihat sedang duduk lesehan di balkon kamarnya. Dia sedang menatap jauh keluar.
"Pak, aku malu."
Iqbal, mengambil posisi duduk tepat di samping Saka.
"Sampai sekarang, banyak orang yang masih mengirimkan vidio Ayah ke nomorku. Bahkan sekarang aku takut menghidupkan handphone ku." keluh Saka.
"Aku sebagai anak, merasa sangat malu. Bahkan untuk menunjukkan muka ku di depan umum." ucap Saka mulai mengeluarkan air matanya.
"Kamu tau? Jika orang tua memang bisa melakukan kesalahan. Karena dia juga manusia. Tapi kamu sebagai anak, rangkul lah dia. Bawa dia agar bisa kembali seperti dulu. Bapak tidak membela Ayahmu. Bapak hanya ingin kamu bangkit. Mungkin dengan beredarnya vidio tersebut. Ayahmu menjadi pribadi yang lebih baik. Atau mungkin karena malu dia akan berubah untuk melakukan zina tersebut." papar Iqbal.
"Kamu dan Adit juga bisa mengambil pelajaran dari kejadian ini. Agar kalian berdua jangan pernah mendekati zina. Sebab itu perbuatan haram. Bapak harap kamu jadilah seperti dulu. Kasihan Bunda mu. Dia sangat sedih melihat mu bersedih." kata Iqbal.
Saka baru menyadari. Jika Bunda pasti sangat terluka melihat sikapnya belakangan ini. Apalagi saat Bundanya berbicara padanya. Di hatinya, bahkan sempat menyalahkan bundanya karena pernah menikah dengan Ayahnya. Sehingga melahirkan dirinya.
Saka pun, buru-buru bangkit. Keluar kamar untuk mencari Bundanya. Saat mendengarkan suara berisik dari arah depan, Saka langsung menuju ke sana dengan setengah berlari.
__ADS_1
Deg ..