
"Mau apa kamu ke sini hah?" teriak Saka pada Rasti. Ya, Rasti berkunjung ke rumah Iqbal.
"Belum puas kamu, mempermalukan keluarga aku? Sekarang kamu pergilah." bentak Saka.
"Aku ke sini mau ketemu Iqbal. Bukan kalian berdua." tunjuk Rasti pada Vina dan Saka.
Iqbal yang baru turun dari lantai atas langsung menuju dimana terdengarnya suara keributan.
"Ada apa?" tanya Saka saat melihat Vina dan Saka berada di teras.
"Mas," panggil Rasti berlari memeluk Iqbal.
Iqbal, Vina dan Saka terkejut dengan perlakuan Rasti.
"Lepaskan Rasti." namun Rasti malah memeluk semakin erat. Saka yang sedang emosi langsung menarik paksa tubuh Rasti hingga terlepas.
"Kamu siapa sih? Hah ... Selingkuhan Ayahku? Gak cukup sama Ayahku? Sekarang mau merayu Bapak ku juga? Kamu itu hanya mantan istrinya. Mantan." teriak Saka lantang sambil menarik paksa Rasti yang memeluk Iqbal. Ya Saka tau jika Rasti adalah mantan Iqbal. Karena itu juga diberitakan dalam kasus viral tersebut.
Namun nama Iqbal tidak terlalu disorot. Sebab mereka sudah lama bercerai. Juga keluarga Rangga. Mereka sudah tidak memperdulikan Rasti. Semenjak kejadian saat pembagian warisan.
"Mas ..." rengek Rasti, pura-pura terjatuh akibat tarikan Saka. Dia berharap agar Iqbal iba.
Vina memilih diam. Dia ingin melihat bagaimana tindakan yang di ambil Iqbal. Sedangkan Saka yang sedang emosi di genggam tangganya oleh Vina. Sebagai pertanda jangan ikut campur.
"Mas ... Aku ingin kembali. Ku mohon, terimalah aku." mohon Rasti pada Iqbal. " Aku janji, gak akan banyak nuntut. Juga akan menjadi istri yang baik. Dan akan jadi adik madu yang baik untuk Vina." memutar arah ke arah Vina. Dan menggenggam tangan Vina.
"Ku mohon Vina, sesama wanita. Tolong restui kami. Aku gak bakalan cemburu. Jika nanti cinta Iqbal dan juga waktunya lebih banyak sama kamu." namun Vina masih terdiam. Dan menarik tangannya dari genggaman Rasti.
"Mas ..." rengek Rasti, melihat Iqbal tidak merespon apapun.
"Pergilah, karena aku jijik terhadapmu. Lagipula Vina sudah sangat sempurna saat menjadi istriku. Dia tidak pernah menghinaku akibat kekuranganku. Lantas, atas dasar apa aku harus menduakan nya. Andai ada seribu gadis baik-baik yang menawarkan diri menjadi istriku. Maka akan aku tolak demi Vina. Apalagi kamu, Yang dengan mudah memberikan tubuhmu pada sembarangan lelaki." cemooh Iqbal. Namun membuat Vina tersenyum dengan ungkapannya.
__ADS_1
"Mas, aku janji akan taubat. Andai Mas beneran menerima ku kembali. Aku akan berhijab sama seperti Vina!" seru Rasti.
"Andai pun kamu lebih baik dari Vina. Tetap aku tidak akan pernah kembali padamu. Jadi pergilah, jangan pernah menampakkan diri dihadapan ku. Apalagi keluargaku." cetus Iqbal.
Rasti terjatuh, sambil memohon dengan memegang lutut Iqbal. "Berikan aku kesempatan Mas." mohon Rasti.
"Pergilah Rasti. Atau aku akan melaporkan mu pada polisi. Dengan tuduhan mengganggu kenyamanan kami." mendengar ancaman Iqbal, Rasti buru-buru bangkit meninggalkan kediaman Iqbal. Karena bagaimanapun penjara adalah hal yang ditakutinya.
"Maaf ..." ucap Iqbal memeluk Vina. "Maaf, jika kamu merasa tertekan dengan kejadian ini." menangkup pipi Vina.
"Terimakasih Mas, aku senang mendengar semua ucapan mu tadi." memeluk Iqbal kembali. Sedangkan Saka begitu bahagia melihat Bundanya bersama orang yang tepat. Kemudian dia pergi meninggalkan orang tuanya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Ditempat lain, Syahril sedang menyelidiki siapa akun yang menyebarkan vidio tersebut pertama kalinya. Dia kasihan melihat Bu Fatma yang mengalami stroke ringan akibat mengetahui vidio tersebut.
Sekarang Syahril, sudah berada di pemukiman pemulung. Saat mengetahui yang pertama kali menyebarkan vidio tesebut adalah anak-anak SMP. Dia terkejut. Saat di tanyai dari mana mereka mendapatkan vidio tersebut. Bocah itu mengaku ada orang yang menyuruh mereka. Namun mereka diberi imbalan uang sejumlah 5 juta. Serta masing-masing handphone satu. Untuk dua orang.
"Gak tau, sebab dia memakai masker juga kacamata hitam." sahut anak tersebut bernama Ikhsan.
"Terus dia kesini naik apa?"
"Naik ojek." jawab teman Ikhsan bernama hafid.
"Tukang ojeknya kalian kenal?"
"Gak juga. Sebab baru pertama kali lihat. Lagipula, setelah turun menemui kami. Orang tersebut pulang jalan kaki." jelas Ikhsan. Sambil memakan es krem. Karena sekarang mereka sudah berada didepan Indoapril. Syahril mengajak kedua anak tersebut untuk membeli beberapa cemilan juga es krem.
"Pinjam handphonenya boleh? Om mau lihat vidio tersebut."
Syahril menghapus vidio yang berada di handphone tersebut. Dia juga mengatakan. Jika ada orang yang sama menemui mereka kembali. Segera untuk memberi tahunya. Syahril telah meninggalkan nomornya pada ponsel Ikhsan dan Hafid. Syahril juga merekam semua pembicaraan mereka. Karena mungkin suatu hari nanti akan diperlukan.
__ADS_1
Setelah merasa semua cukup untuk bertanya-tanya sama Ikhsan dan Hafid. Syahril, akhirnya pamit pergi.
"Aku gak mungkin tega, membiarkan anak-anak tersebut disalah kan, atas kasus pencemaran nama baik. Mereka hanya korban." gumam Syahril. Menatap anak-anak tersebut meninggalkan indoapril.
Setelah pulang ke rumah. Syahril menceritakan semua yang diketahuinya pada Sarah. Namun respon Sarah malah diluar dugaan Syahril. Semula Syahril berpikir jika Sarah akan minta menemui anak-anak tersebut. Nyatanya Sarah malah membiarkannya. Karena dia terlalu marah pada Anwar, Mas-nya. Sebab sampai sekarang Anwar hilang tanpa kabar.
🍁🍁🍁🍁🍁
Anwar resmi dipecat secara tidak terhormat. Dia tidak mendapatkan gaji pensiun. Gara-gara vidio tersebut. Bengkelnya pun sudah sepi. Sekarang dia tinggal di rumah kontrakan milik istri pertama Boy. Boy merupakan teman tongkrongan dan kerja Anwar. Dia di sana memilih untuk menyendiri. Dia menunggu sampai orang-orang lupa akan vidio tersebut.
Anwar memilih menggantikan nomornya. Karena dia tidak ingin ada orang yang menerornya gara-gara vidio tersebut.
"Andai aku tau, siapa yang merekam vidio itu. Pasti akan aku buat dia menyesal." batin Anwar.
Anwar terus memantau komentar orang-orang tentang vidio tersebut melalui akun palsunya. Bahkan sekarang, ada yang membagikan vidio saat dia di pecat. Sungguh miris. Banyak orang-orang yang mendukung, dan setuju agar dia di copot dari jabatannya. Bahkan orang-orang lupa pada kerja kerasnya selama ini.
Keuangan Anwar makin berkurang. Apalagi pendapatan di bengkel yang mulai sepi. Dia pun, enggan keluar. Untuk makan saja, dia order dari aplikasi.
Akhirnya, dia memberanikan diri untuk menghubungi Saka. Karena dia yakin, jika Saka masih memiliki rasa peduli di bandingkan dengan Adit. Panggilan pertama tidak dijawab.
Anwar tak putus asa. Dia terus mencoba menghubungi Saka. Hingga akhirnya, entah berapa panggilan, akhirnya Saka menjawab.
"Hallo." sapa Saka dari seberang.
"Hallo, nak. Ini Ayah."
Tut ... tut ... panggilan diputuskan sepihak oleh Saka.
"Kurang ajar." kata Anwar.
"Angkat lah, ada yang ingin Ayah katakan. Penting!" Anwar mengirim WA pada Saka.
__ADS_1