Bercerailah, Bunda

Bercerailah, Bunda
Pelajaran untuk Anwar


__ADS_3

Anwar masih saja bergoyang tak tentu arah. Dia tidak memperhatikan sekitarnya sebab dengan bergoyang dia bisa melupakan semua masalah yang sedang di deritanya. Saat ada seorang gadis mendekati Anwar yang bergoyang. Anwar pun menyambutnya dengan memegang pinggang sang gadis. Gadis itu pun senang dengan sambutan yang di beri Anwar. Dia pun mulai memeluk pinggang Anwar dan menghayati setiap gerakannya.


Namun, tanpa Anwar sadari, gadis tersebut memasukkan satu plastik kecil serbuk putih yang telah di siapkan, ke dalam kantong Anwar. Anwar mengira jika gadis tersebut mencoba merayunya dengan memasukan tangan ke kantongnya. Makanya Anwar membiarkan saja apa yang di lakukan gadis tersebut. Sampai akhirnya Anwar memberanikan diri memeluk gadis tersebut.


Setelah beberapa menit menari, gadis tersebut pamit dengan mengatakan mau minum. Anwar pun melanjutkan goyangannya. Sampai akhirnya gadis tersebut menghilang di kerumunan orang-orang.


Tak lama kemudian suara musik di matikan, tentu saja membuat orang-orang yang menari kebingungan.


"Kami polisi, di harapkan untuk kerja samanya. Bagi kalian semua untuk jangan meninggalkan tempat ini terlebih dahulu." ujar seseorang polisi dari atas tempat DJ menyetel musiknya.


Setelah pengumuman tersebut, sekitar dua puluh lima polisi memeriksa setiap pengunjung laki-laki. Dan sekitar dua puluh polwan memeriksa para perempuan yang berada di sana. Tentu saja perempuan di periksa di tempat terpisah.


Sampai akhirnya tiba giliran Anwar. Anwar yang masih pusing akibat minumannya pun di periksa. Saat petugas memeriksa kantong belakangnya. Terdapat satu bungkus kecil narkoba jenis sabu-sabu. Lanjut, polisi juga mendapatkan di sela sepatu Anwar. Akhirnya Anwar di bawa ke dalam mobil dengan beberapa orang lainnya.


Anwar sedang tidak sadarkan diri, karena tadi dia tidak sengaja muntah ke baju polisi. karena marah dan jijik. Polisi tersebut, langsung memukul belakang leher Anwar sampai ia pingsan. Makanya dia tidak melawan saat di bawa ke mobil.


Keesokan harinya, Anwar tersadar. Ia di penjara,  kemudian dia berteriak-teriak memanggil polisi.


"Kenapa kamu teriak-teriak hah." omel salah satu polisi.


"Kenapa saya bisa di sini?" teriak Anwar. "Lepaskan saya." menghentak-hentakkan besi penjara.


Para polisi yang berada di luar tertawa melihat perilaku Anwar.


"Kamu itu bandar narkoba. Makanya kami tangkap." seru salah satu polisi.


"Bandar? Kalian salah paham. Aku tidak pernah menyentuh benda haram tersebut." lantang Anwar.


"Semua bandar akan mengaku seperti itu." kekeh polisi.

__ADS_1


"Tenang lah, nanti kalian semua akan di beri hak untuk menyewa pengacara."


Akhirnya Anwar dan beberapa orang lain cuma bisa menunggu. 


"Aku baru lihat kamu, bandar baru? Apes sekali, baru pertama kali mulai udah ketangkap." kekeh seorang pemuda yang semalam juga ikut ketangkap.


"Aku bukan bandar. Aku pasti di jebak. Semalam aku mabuk, jadi gak tahu kalau aku di jebak." bela Anwar.


"Alasannya basi, itu semua sudah pernah kami pakai. Kenalkan nama ku Alex." mengulurkan tangan pada Anwar.


"Anwar. Kalian kenapa bisa di sini."


"Sama seperti mu juga. Semalam di tangkap, tidak ada yang memberitahuku kalau semalam akan di gerebek. Aku di tangkap lagi uhuhu sama cewek." ujar nya sambil terkekeh. "Oo ya, kenalkan, ini Ammar dia juga bandar besar. Di tangkap sudah biasa bagi kami." ujar Alex mengenalkan seorang lagi penghuni yang bersama-sama mereka.


"Tapi, aku beneran bukan peredar ataupun pemakai. Aku pasti di jebak."


"Kenapa mahal sekali. Aku gak ada uang sebanyak itu." keluh Anwar.


"Karena aku akan mengaku, kalau kamu aku jebak. Namamu akan bersih. Tapi, otomatis hukuman ku akan bertambah. Bagaimana?" tanya Alex.


"Baik lah, tapi janji aku bebas."


"oke, tapi jika kamu membohongiku. Awas saja. Akan aku cari dan buat mu, menyesal pernah lahir ke dunia." ancam Alex.


"Terus, uangnya aku kirim kemana?" tanya Anwar takut. Dia merasa ngeri dengan ancaman Alex.


"Tenang, nanti akan ada anak buah ku yang jemput uang tersebut." ungkap Alex. Sedangkan Ammar hanya menyimak pembicaraan dua orang manusia di dekatnya.


Siang hari mereka di suruh keluar dari penjara. Mereka di sidang, di tanyai beberapa pertanyaan oleh tim penyidik. Saat tiba giliran Anwar. Dia mengatakan kalau dia di jebak. Dia pergi ke club murni hanya untuk melepaskan beban hidup. Anwar juga mengatakan kalau semalam dia mabuk berat. Karena baru pertama kali merasakan minuman haram tersebut.

__ADS_1


Sebelumnya Alex pun, sudah di wawancarai dia juga mengatakan kalau dia menjebak Anwar. Sebab, dia melihat Anwar mencoba merayu pacarnya. Makanya dia marah melihat sikap Anwar tersebut.


Dua hari berselang, Anwar di bebaskan. Karena di lihat dari cctv, Alex memang ada di dekat Anwar. Juga Anwar memeluk seorang gadis yang di akui pacarnya Alex. Saat gadis tersebut di periksa dia juga mengaku mendekati Anwar karena sedang bertengkar dengan Alex.


Akhirnya Anwar bebas, ponsel dan semua barang-barang seperti dompet, di kembalikan. Saat ponselnya di hidupkan. Terdapat banyak panggilan dari Nadin, juga Anita.


Anwar langsung melihat aplikasi WA, Nadin, mengucapkan terimakasih karena Papanya sudah di tangkap. Sedangkan Anita, memohon pada Anwar untuk mencabut gugatan dari kantor polisi. Anwar tersenyum puas saat mengetahui Burhan di penjara.


Anwar kembali ke rumah lamanya, dia ingin mengambil uang untuk bayaran Alex. Anwar sangat bersyukur bertemu orang sebaik Alex. Sebab karena Alex lah, dia terbebas dari segala tuduhan. Tanpa Anwar sadari, kalau itu semua adalah rencana Alex. Dia memang sering menjebak orang-orang. Kemudian dia meminta bayaran, dengan berdalih membantu orang yang terjebak. Sang gadis yang memasukkan obat-obatan ke saku Anwar pun, beneran kekasih Alex. Namun, saat gadis tersebut tidak tertangkap. Sebab di kamera cctv tidak terlihat saat ia memasuki barang tersebut.


Anwar sempat di masukkan ke berita online, tentu saja Sarah, Adit dan Saka syok dengan berita tersebut. Namun, karena di terbukti di jebak. Maka baik anak-anaknya dan Sarah tidak terlalu khawatir.


Anwar menyerahkan uang sebesar tiga ratus juta untuk orang suruhan Alex. Tidak lupa pula Anwar mengucapkan terimakasih.


"Untung aku bertemu dengan Alex, jadi nama baik ku tetap terjaga." gumam Anwar, setelah kepergian orang tersebut.


"Mas," panggil Nadin.


"Ada apa." tanya Anwar.


"Papa, kena serangan jantung di dalam penjara. Sekarang dia sudah dibawa ke rumah sakit. Aku ingin Mas mencabut gugatan Papa." mohon Nadin.


"Itu bukan urusan aku. Lagian, bukan kah, kamu juga setuju jika Papa mu di penjara?" tanya Anwar.


"Semula ia, tapi sekarang aku gak tega. Dia bahkan belum sadarkan diri Mas." kata Nadin dengan berlinang air mata.


"Itu bukan urusan ku, atau kamu mau memberiku uang sebesar tiga ratus lima puluh juta? Baru aku akan mencabut gugatannya." tawar Anwar.


"Mas ..."

__ADS_1


__ADS_2