
Hari pernikahan telah tiba, satu tarikan Nafas mampu di selesaikan Galang dengan sempurna dan tegas dan kini telah Saah menjadi Suami Mahreen.
Entah mengapa,ada perasaan aneh di hatiku saat aku mengucap ikrar suci di depan Yang Kuasa.Padahal ini hanya pernikahan sandiwara,tapi entah lah mungkin hanya perasaan ku saja. Apa karena Ayah bu Mahreen sendiri lah yang menikah kan kami??
Aku juga tidak menyangka, Bu Mahreen akan secantik ini. Tubuh nya yang kecil sangat cantik memakai kebaya.
Acara Pernikahan kami sangat meriah,meski hanya di hadiri dua belah pihak keluarga dan para tetangga saja. Kami memang sengaja tidak mengundang teman teman kami.
Capek sekali rasa nya seharian ini, aku memilih istirahat duduk di teras mencari angin segar..biar keringat ku hilang.sedang kan Mahreen masih sibuk beberes di dalam.
"Apa kamu Suami Mahreen?" tanya pria dengan berbadan tegap dengan potongan cepak baru saja datang bersama anak bayi dan istri nya.
"Benar..saya suami bu Mahreen! eh Mahren! Anda ???" Aku masih bingung.
"Dani!" teriak ibu dari dalam langsung keluar menghampir nya
"Ibu!" Pria ini langsung mencium tangan ibu di ikuti dengan istri nya.
"Kenapa Baru datang! padahal kami semua menunggu mu Dan.." Tanya ibu dengan heboh,karena mertua ku ini memang sedikit Rampong.
"Ibu kan tahu sendiri..aku tidak bisa Cuti tahun ini..mana Mahreen bu!"
"Di dalam! oh iya kenalin Dan..ini adik ipar mu!" ibu memperkenalkan kami, kemudian kami saling berjabat tangan dan berkenalan.
"Mahreen!" Panggil Mas Dani seraya masuk ke dalam rumah.
"Mas Dani!" Mahreen langsung berhamburan memeluk nya.
aku tidak menyangka dibalik kejudesan bu Mahreen ternyata ada sifat lembut di diri nya.
rasa nya aku iri karena aku tidak punya saudara, jadi aku nggak bisa ngerasain moment seperti ini.
Mas Dani datang menghampiri ku, setelah selesai ngobrol dengan Mahreen dan Keluarga. Aku melihat Mahreen tertawa cekikikan saat menggedong keponakan nya.
"Galang! bagaimana Kau bisa kenal dengan Adiku??" duduk di sebelah ku
"Di kantor Mas.." Jawab Galang cengengesan
"Sudah kenal berapa lama dengan Mahreen??"
Galang terlihat seperti orang Linglung saat mendengar pertanyaan dari mas Dani karena ia takut ketahuan "O..itu! E.. nggak lama! iya nggak lama!"
__ADS_1
"Kan ada hitungan nya!" Mas Dani sepertinya Curiga, Maklum saja dia kan seorang Polisi jadi dia bakalan tahu Kalau Galang berbohongg,makanya dia sangat hati hati saat menjawab setiap pertanyaan dari Mas Dani
"Belum ada satu bulan Mas..tapi aku sudah merasa cocok dengan bu Mahreen eh! Mahreen!"
Dani menaik kan alis nya "Bu Mahreen??"
" jadi gini mas?? aku di kantor manggilnya bu Mahreen.. jadi terbawa sampai saat ini.."
"Oh..Aku titip Mahreen, Jangan pernah mempermain kan atau menyakitinnya..kalau tidak ingin ku tembak kepala mu!"
Deeg nyaliku menciut ketika mendengar mas Dani ingin menembak kepalaku. " aku tahu usiamu lebih mudah dari Mahreen, Tapi walau Bagaimanapun kau adalah imamnya. Jadi bawa adik ku kedalam Rumah tangga yang sakinah,mawaddah dan warahmah."
"InsyaAlloh Mas.. semampu nya aku akan membahagia kan Mahreen" jawab Galang tanpa di sadari.
"Usia bukan patokan untuk menunjukan sikap dewasa seseorang..Jadi Jaga Mahreen baik baik.Ingat! jika saja aku melihat Mahreen menangis karena mu..aku tidak hanya akan menembak kepala mu! tapi juga memutilasi mu!"
Hah! Galang terpelonjak kaget, Ternyata Kakak nya lebih galak dan sadis dari Bu Mahreen.
Galang memasuki kamar pengantin, di sana tidak ada kelopak mawar atau hiasan apapun yang bertengger di atas kasur.
hanya spreinya saja yang diganti, makanya kelihatan lebih rapi.
Mahreen memelototi Galang saat Pria didepan nya membuka Resleting celana.
bukan menghentikan tangannya Justru Galang dengan percaya diri melepas celananya didepan mahreen dengan santai. Kini tinggal celana boxer yang menempel di badan nya.
"Galang! tutup ih!" pekik Mahreen Malu sambil menutup mata nya.
"Biasa aja kali Bu? kita kan sudah menikah.."
"Aku tahu itu! tapi kamu kan bisa membuka celana di kamar mandi.."
"Hehehe habis gerah sih bu? jadi nggak tahan pengen lepas celana" jawab Galang tak Berdosa.
Mahreen bersungut sungut berdiri menyalakan kipas Angin. Aroma khas Wangi dari tubuh bu Mahreen membuat ku nyaman, saat melewati ku.
"Cepetan sana Mandi!" perintah nya sambil memungut celana yang kuletakan kan begitu saja di lantai dan memasukan nya ke dalam keranjang kotor.
baru kali ini aku melihat Bu Mahreen dari jarak paling dekat. Kulit nya putih bersih, mata nya bulat coklat dan hidung nya mancung, serta rambut nya polos hitam di kucir kuda. Dengan poni di depan nya.
Bu Mahreen jauh dari kata Perawan Tua. Bagiku dia mirip anak SMA.
__ADS_1
"Cepat Mandi! jangan melihat ku seperti itu.." usir bu Mahreen dengan bersemu merah.
Bisa bisa nya aku membayangkan bu Mahreen.
"Bu Mahren!" teriak Galang dari dalam kamar .
"Kenapa?"
"Tolong ambilkan Sarung ku bu! aku lupa membawa nya tadi.."
Mahreen berdiri di depan pintu kamar Mandi membawa kan sarung untuk Galang.
"Santai aja Bu.. jangan malu gitu.." Kata ku pada Bu Mahreen.
Sedikitpun Bu Mahreen tak menjawab.
setelah mandi aku melihat bu Mahreen tidur miring membelakangi arah kamar Mandi.
Lalu aku datang duduk di samping nya dan ku juntaikan kaki ku ke lantai.
"Bu Mahreen?" sambil ku raih pundak nya.
"Hmmm apa lagi Galang!"
"Ini gimana dong Bu?" Kata ku sambil menunjuk Junior yang berdiri tegak.
"Galang! jangan macem macem! Nggak ada malam pertama di antara kita! ingat pernikahan kita hanya sandiwara!"
Langsung ku bekap mulut nya "Bu Mahren mau?? satu isi rumah ini tahu?? Kalau kita hanya membohongi mereka!" Ucapku berbisik di telinga nya.
Seketia Mahreen mengecilkan nada suara nya "Lepas! Lepas!" memukuk mukul lengan ku
"Bu Mahren tuh yang punya pikiran cabul! saya nggak akan melakukan apa pun sama bu Mahreen.Lagian saya punya pancar yang nanti nya akan saya nikahi bu.. Ibu tenang aja.."
"Terus ngapain kamu....." kata Bu Mahreen sambil melihat ke arah Junior ku yang masih berdiri tegak.
"Saya Lupa bawa ****** *****..gimana dong Bu??"
"Nih!"Mahreen memberi Galang selimut. "Tidur sana di sofa! muat kan kalau untuk kamu tidur!"
"Apa??? masak sih selama nya saya harus tidur di sofa bu??"
__ADS_1
Mahreen menarik nafas panjang. "Besok kita pindah ke Apartemenku..Bilang saja itu Apartemen milik mu..karena keluarga ku nggak ada yang tahu,kalau aku punya Appartement..Biar kita bisa lebih leluasa melakukan apa pun yang kita mau ..Tanpa mereka tahu..dan mereka nggak akan uriga."
Enak banget punya istri mandiri kayak Bu Mahreen andai saja Raisha seperti Bu Mahreen.