
Mahreen berusaha untuk bersikap sewajarnya saja.agar Galang tidak curiga.
"Pulang Jam berapa tadi??" tanya Galang mengambil nasi..
"Jam 5.." mahreen masih mengunyah tak bersemangat melihat wajah Galang.
Hanya suara cendok dan garpu saja yang terdengar di antara mereka
perasaan canggung terlihat sangat jelas.
Setelah seleesai makan,Mahren segera pergi untuk mengambil bahan tesis yang kemarin ia bicarakan.
"Ini bahan tesis..dan hasil nya, sudah aku Rangkum jadi satu..tinggal ngasih aja ke Pak Basuki" Mahreen meletak kan nya di meja
"Makasih ya Reen!" Spontan mencium pipi Mahreen.
"Dasar Buaya!!!!" teriak Mahreen memukul mukul bahu Galang."Aaaaa" Mahreen berteriak kegelian.
Tangan usil Galang menggelitiki pinggang Mahreen "Habis nya dari tadi kamu cemberut terus sih!"
"Aaw! udah Galang! ckxkxkxk Galang udah.." Mahreen terus cekikikan kegelian.
Bukan nya berhenti Galang terus menggelitiki tanpa Jeda.. Hingga membuat Mahren mendorong Galang.
Alhasil mereka ter jatuh, membuat Mahreen terduduk dalam pangkuan Galang dengan nafas nya yang masih ngos ngosan..
Hidung mancung mereka saling bersentuhan..Jantung Mahreen kembali berdetak.
Sebagai Pria yang sudah cukup umur, Galang juga merasakan desiran yang membuat Junior nya bangun.apa lagi saat ini posisi mereka pas banget.
"Ga..Langg.." Kata Mahreen terbata kemudian mengedarkan Pangdangan nya.
Galang semakin nakal menggoda Mahreen. Menahan tubuh nya saat akan beranjak.
"Galang!" Mahreen melotot
Galang malah memeluk erat tubuh Mahreen menahan Hasrat nya yang sedang bergejolak. "Bentar doang!" Wajah Galang sudah terlihat Memerah dan tegang.
Gimana coba, Mahreen enggak baper. Dasar Galang buaya!
"Kamu sakit??" Mahreen sedikit khawatir.
"Nggak!" Masih memeluk erat Mahreen Bahkan Galang menenggelam kan kepala nya di dada Mahreen.
Mahreen kaget dan jantung nya semakin berdetak lebih kencang, Bingung harus ngapain
"Ya udah..lepas! kamu kenapa sih Lang!" Mahreen berpura pura untuk biasa saja.
"Masuk dalam Mode On nih!! Junnior ku berdiri tegak! karena kamu senggol!"
"Dasar Ngeres!" Mahreen memaksa berdiri dan melepas kan pelukan Galang.
Semakin hari hubungan mahreen dan Galang Kian dekat dan intens. kemanapun mahreen pergi pasti selalu ada galang. Perhatian Perhatian kecil yang Galang berikan mampu membuat Mahreen tenggelam dalam angan bahagia.
"Sudah paham belum sama Bab ini?" tunjuk Mahreen.
"Susah! udah berkali kali dibaca tapi nggak ngerti juga!" kata galang sambil mengemut ujung bolpoint
"Bebal banget sih jadi anak! maka nya fokus Lang! fokus!"
__ADS_1
"Maka nya..ijinin aku ketemu Raisha! udah 2minggu aku nggak ketemu sama dia!"
"Kamu itu mau belajar apa pacaran sih! makaa nya selesaikan dulu! setelah itu! terserah kalau kamu mau ketemu Riasha!" Wajah Mahreen sudah mulai menegang.
"Kenapa sih? tiap mau ketemu Raisha selalu di persulit!"
"Ya udah terserah! kalau kamu mau ketemu!"
"Aku udah berusaha semaksimal mungkin..memang susah Bab ini!"
"Terus??? sekarang mau kamu Gimana??
"Lama lama nggak profesinal deh Reen!"
"Nggak profesional gimana maksud kamu! Emang kenyataan nya kamu nggak bisa kan?"
"Terus nggak gitu dong cara nya! ini itu nggak boleh! aku capek!" Galang membentak Mahreen kali ini.
Mahreen hanya diam mengalah mencoba untuk lebih sabar.
Seperti biasa Mahreen menyiap kan makan malam, Galang menuruni anak tangga sambilmenggulung kemeja nya..
"Makan malam udah siap Lang.." kata Mahreen dari arah meja makan
"Makan aja dulu! aku mau keluar sebentar.." balas Galang datar.
Mahreen hanya memicing kan mata nya.
tak lama kemudian Galang kembali membawa beberapa Paper Bag dan kembali ke kamar nya.
Mahreen segera membuka pintu karena seperti nya ada tamu.
"Ya.." Mahreen pura pura tidak tahu kalau manusia yang ada di depan nya ini adalah Raisha.
"Galang ada di rumah bu??"
"Ada..,temen nya Galang????"
"Saya Raisha bu! pacar Galang?" Raisha langsung nyelonong masuk,
"Raisha tunggu!" kata bu Mahreen
"Kenapa bu??"
"Tunggu di luar saja..biar saya panggil kan.."
"Tapi Bu????" Raisha menghentikan langkah
"Tidak baik..perempuan malam malam masuk kedalam Rumah seorang Pria.. biar nggak ada Fitnah.."
"Terus bu Mahreen sendiri???"
"Saya disini hanya memberi bimbingan! dan atas seijin Orang tua Galang!" Jelas bu Mahreen kata kata nya mampu membuat hati Raisha tersinggung
Bu Mahreen jangan di lawan, biar kecil kalau berdebat pasti menang
"Tunggu di Luar saja..biar saya Panggil kan"
"Raisha!" Galang menuruni anak tangga.
__ADS_1
"Kenapa berdiri.." imbuh nya Lagi.
"Udah di Luar aja!" pinta Raisha dengan kesal.
Mahreen menghirup nafas dalam dalam mencoba menahan Rasa sakit.Mungkin kah Mahreen mulai cemburu?????.
"Udah lepas" Raisha menghempas kan tangan Galang.
"Kamu kenapa sih Sha.. kamu dateng cuma mau buat marah??"
"Gimana aku nggak Marah! tuh bu Mahreen nyebelin banget! lagian ngapain juga sih ngelarang ngelarang aku! kayak orang tua kamu aja!"
"Mungkin bu Mahreen..."
"udah belain aja terus! udah deh aku mau pulang!"
"Raisha tunggu?"
"Jangan pernah nemuin aku lagi! kalau kamu masih berhubungan sama Bu Mahreen!"
"Gimana aku nggak berhubungan sama dia! kamu akan Tahu! Aku bimbingan nya sama Bu Mahreen!"
"Ya aku tau! tapi dia udah keterlaluan! dari kampus kesini aku naik kendaraan online Lang! tapi apa????? malah aku disuruh nunggu di luar!! aku udah diem ya Lang selama ini! ngedengirin satu kampus ngegosipin kamu sama Bu Mahreen! sekarang dia sok berkuasa! ngatur ngatur...! mau ketemu kamu aja susah nya minta ampun!".
"Oke! aku minta maaf..nanti biar aku ngomong sama bu Mahreen.."
"Nggak usah! kita break aja sementara Waktu!"
"Raisha tunggu!"
Namun Raisha tak mengindahkan panggilan Galang..
Galang mengusap kasar wajah nya,masuk kedalam rumah.
"Mahreen!" penggil Galang
"Kenapa??"
"kamu bener bener keterluan tau nggak!"
"Keterlaluan gimana!"
"Ngapain kamu ngelarang masuk Raisha!"
"Lang! gimana aku nggak ngelarang! dia datang langsung nylonong masuk naik ke kamar kamu! Kalian ini nggak ada ikatan apapun! aku cuma menghindari Fitnah.. apa akau salah!"
"Jelas salah! dia itu Raisha! Raisha bukan orang lain! tapi Riasha itu pacar ku!"
Mata mahreen mulai berkaca kaca, hatinya teramat sakit karen dibentak bentak oleh Galang.
"Aku istri kamu! aku lebih berhak atas apa yang terjadi di rumah ini! Mana Janji kamu untuk menghargai pernikahan ini! "Kesabaran Mahreen mulai habis.
"Istri??!! ya dalam sandiwara benar kamu istriku! bukan di kenyataan! Pernikahan macam apa yang kamu maksud Reen! aku hanya mencintai Raisha!"
Kali ini kata kata Galang berhasil membuat hati Mahreen tersayat.
"Aku tahu Galang! aku ini hanya sebatas istri sandiwara! dan aku tahu ini Rumah mu! Mulai sekarang! Lakukan apapun yang kamu mau! asal aku nggak di rumah!!" Mahreen mengusap air mata nya dengan kasar, karena sudah tidak bisa di bendung lagi,
"Kenapa! kamu cemburu?!! Ingat! kita hanya bersandiwara! kamu nggak boleh suka atau cinta sama aku!" jelas Galang.
__ADS_1
"Aku tahu! aku faham! Dan aku tahu! bagaimana aku harus menempatkan diri!" Lalu Mahreen masuk ke dalam kamar. Menangis merasakan patah untuk kesekian kali nya.