
Seperti biasa, dua anak manusia yang sedang mencari jalan hidup sedang sibuk dengan kesibukan masing masing.
Mahreen terlihat sudah cantik,rapi dan wangi siap untuk berangkat ke kantor. Begitu pun dengan Galang.
Namun masih ada hawa saling menjaga jarak bagi Mahreen.
Entah apa yang ada di dalam fikiran anak kolot ini. Meski sebenar nya ia masih sangat merasa bersalah pada Mahreen.
Tapi bisa di akui..Meski cengengesan Galang memiliki sisi yang tidak semua orang mengerti. Yakni dewasa dalam memperlakukan wanita.
Mata mereka saling bertemu,tatapan tajam Mahreen sangat sulit di arti kan, ketika melihat Ponsel Galang terus saja berdering dari tadi , dilayar ponsel tertulis nama Raisha❤
Mahreen tersenyum kecut, menyirat kan ketidakpercayaan nya pada Galang. padahal semalam baru saja ia mengatakan,jika ingin menjalani Pernikahan ini dengan sebaik mungkin
"Aku sengaja tidak mengangkat nya!" Jelas Galang.
"Itu urusan kamu!" kekesalan Mahreen tidak bisa di tutupi lagi, sambil mengunyah roti.
Galang tetap cuek, meneruskan kegiatan nya mengolesi roti tawar dengan selai Nanas.
"Kenapa nggak di angkat? sakit telingaku! dari tadi ngederin ponsel kamu yang terus berbunyi!" peringat Mahreen.
"Angkat saja kalau mau!" Jawab Galang dengan sepele,kemudian mulai mengunyah roti.
"Galang!" pekik Mahreen.
"Udah biarin aja! entar kalau capek juga mati sendiri..."
Mahreen cepat cepat mengunyah roti nya agar cepat selesai.. Karena semakin melihat Galang, hati nya semakin tak karuan. Bahkan kali ini Mahreen tidak bisa mengartikan maksud hati nya sendiri.
Setelah sarapan nya habis, Mahreen segera mengambil tas nya untuk berangkat ke kantor.
Bari saja ia membalikan badan, Galang sudah mengangkat telfon dari Raisha. Sontak membuat hati nya semakin kesal.
Galang hanya bisa menatap Kekesalan yang terpancar di wajah cantik Mahreen saat diri nya menoleh ke belakang, karena ternyata Mahreen sudah berada tepat dibelakang nya
Akhir nya Mahreen berangkat ke kantor sendiri tanpa berpamitan dengan membawa perasaan nya yang sangat gondok.
__ADS_1
Galang tak bisa mencegah kepergian nya ,karena sedang sibuk menerima telfon dari Raisha. Galang benar benar dibuat Risih oleh Raisha, kalau tidak di angkat pasti Raisha tidak akan berhenti menghubungi nya.
"Apa lagi yang kamu mau Sha!"
"Lang! aku mau kita ketemu..kamu sengaja kan ngehindarin aku??"
"Nggak! mau ngapain lagi?? apa nggak jelas keputusan ku semalam? sudah nggak ada apa apaa lagi di antara kita!"
"Kamu nggak bisa gitu dong Lang! mutusin aku secara sepihak!"
"Kamu bener bener keterlaluan Sha! nggak tahu malu..masih berani mengatakan ini sama aku!" Galang sudah sangat Emosi,karena setiap sanggahan Raisha hanya akan membuat nya terbayang, dimana disaat Raisha sedang menikmati malam bersama Samuel.
"Harus berapa kali aku bilang Galang! aku khilaf.. kamu nggak adil kalau mutusin aku hanya karena Samuel! aku beneran mabuk nggak inget apa apa...!" Raisha masih bersikeras menjelas kan pada Galang.
"Cukup Raisha! gampang banget kamu bilang khilaf! Mungkin aku masih bisa memaafkan kamu..tapi aku nggak mau balikan apa lagi nerusin hubungan ini!"
"Lang! kita harus ketemu..aku bisa ngejelasin semua nya..kita udah jalan 4tahun Lang?? pokok nya aku nggak mau putus sama kamu! kamu bilang kamu cinta...kamu tulus sama aku?"
"Jangan mimpi kamu Sha!" Galang langsung menutup ponsel nya. Dengan nafas nya yang masih naik turun karena emosi nya benar benar dikuras Oleh Raisha.
"Mahreen!" pekik Galang, Langsung mencari Mahreen dengan buru buru langsung mengunci pintu menuju parkiran. Tapi sayang setelah sampai disana ia tidak menemukan keberadaan Mahreen.
Aku melihat nya dari balik kaca..sambil ku resapi dan ku renungi. Dia sangat lincah,energik dan cantik. Bahkan kata sempurna pantas ku berikan untuk Mahreen, Tapi sayang Manusia nggak ada yang sempurna.
Maski sebenar nya hatiku sakit dan kecewa karena hubungan yang kujaga 4tahun lama nya harus kandas karena penghianatan. Tidak ada salah nya aku mencoba untuk menjalani hidup bersama Mahreen.
Selain Dewasa,cantik dan Smart. Mahreen juga bisa menyelesaikan tugas nya sebagai istri dengan baik. Aku mantab ingin menjalani ini semua dari awal.
Meski masih ada Raisha di hati ku,tapi aku juga merasa hangat dan tenang saat bersama Mahreen. Terasa kosong saat jauh dari dia,padahal dia sangat menyebal kan.
Dan satu lagi, aku sangat tidak suka saat Mahreen dekat dekat sama teman sejawat nya itu. Pak dosen Witan siapa lah itu.
Lantas aku kembali ke ruangan ku, setelah hampir 2jam lama nya. Mahreen mengirimi ku pesan Whatsapp, ternyata pesan nya berisi Kata Sandi pintu Apartemen.
Aku langsung bergegas menuju ruangan nya aku Yakin Mahreen kesal saat melihat ku menerima telfon dari Raisha tadi pagi. Pasti dia salah mengartikan nya Lagi.
Marah??? kenapa Mahreen marah? apa Mahreen menyimpan perasaan padaku? berati Mahreen cemburu?. Kenapa aku tidak peka. Atau hanya aku saja yang kepedean.
__ADS_1
"Mau kemana Lang?"
"Aduh! nanya nanti saja Lah Pa??" aku terburu buru
"Galang! mau kemana??"
Aku berhenti, dan menarik nafas dalam dalam menjawab pertanyaan Papa,agar Papa cepat pergi
"Mahreen Pa!"
"Mahren?? sudah pulang..ada kegiatan di kampus..tadi udah ijin sama Papa.."
"Apa! kenapa papa ngijinin Mahreen pergi?"
"Emang nya kenapa?" Papa mengernyitkan dahi nya,
"Harus nya Papa bilang dulu dong sama Galang? Aku kan suami nya Pa!"
"Dasar anak kurang ajar!" Papa muali berkacak pinggang "Disini siapa Boss nya Hah? jadi nggak perlu ijin sama kamu! Lagian kamu belum jadi ahli waris saja sudah belagu sama Papa.."
"Aduh Pa.. aku kan suami nya..."
"Suami itu di Rumah! kalau di kantor..kamu itu tetap bawahan Mahreen..jadi nggak perlu ijin sama kamu!"
"Papa rese banget sih! bikin emosi Galang aja..tau Gini, Galang ikut Meeting tadi"
"Ya Tuhan? kamu ini bebal sekali sih Lang? memang nya kamu siapa di kantor ini?? hahaha setatus Manager aja masih Magang.." ejek Papa.
"Aduh! aku ini sebenar nya anak Papa nggak sih? terus saja Papa membully Galang..Liat aja nanti!"
"Anak yang kurang di harapkan? Gimana lagi..titipan Tuhan seperti kamu kan tetal harus dijaga..kalau Papa boleh minta..Pap milih dituker aja..biar nggak punya anak kayak kamu.."
"Nanti aku bilangin sama Mama! biar Papa nggak dikasih jatah malam ini hahahaha" ejek Galang.
"Galang!" Papa langsung berhenti tertawa "Apa kamu sedang ada masalah sama Mahreen?" tanya Papa kali ini serius.
"Apa? Masalah?? Enggak lah pa.."
__ADS_1
"Jangan bohong sama Papa..Selesaikan masalah mu dengan bijak, Ya begitulah Rumah Tangga..Papa harap kamu bisa jadi suami yang baik untuk Mahreen? Papa yakin kamu bisa.. Usia bukan menjadi patokan siapa yang lebih pantas untuk bersikap Dewasa..inget Lang.." sambil menepuk pundak ku.
Begitulah Papa ,meski sering beradu Argument.Senear nya Papa sanga menyayangi Galang.