
sesampainya di rumah, Mahreen langsung menghempaskan tubuh mungil nya di atas ranjang. kebetulan papa dan mama juga sudah pulang.
Kali ini rasa sakit dan kecewa Mahreen sudah tidak bisa ditawar lagi, ia memilih untuk mengemasi barang barang nya ke dalam koper sambil berderai air mata.
Sungguh jauh dari kata pernikahan, padahal mereka sudah menjalani hari hari bersama kurang lebih nya hampir 6bulan.
. Sekarang atau pun nanti mereka juga akan berpisah.
Dengan hati yang mantab, Mahreen memilih meninggal kan Rumah ini dan ingin mengakhiri semua sandiwara yang pada akhir nya hanya membuat diri kecewa.
##
"Raisha! Raisha!" panggil Galang langsung Masuk ke dalam area kos kostan Raisha dan berdiri tepat di Ambang pintu Kamar Raisha.
"Galang!" Raisha langsung berhamburan memeluk Galang.
Dengan wajah merah padam dan dingin, Galang melepas kan pelukan Raisha dengan kasar.
"ih.. .apa'an sih Lang! aku kan kangen sama kamu.. " Mencoba memeluk lagi namun di tolak Galang .
"kamu kenapa sih Lang??" dengan tak tahu malu nya, Raisha masih berani sok manja menggelendoti Galang. "Masuk dulu yuk! aku buatin minum!"
"Nggak usah!"
"Terus ngapain kamu kesini?? cuma mau berdiri doang di depan pintu?????"
"Jelas kan semua nya! antara kamu dan Sam??"
"Aku???? Samuel??? kenapa?kan cuma temen doang..lagian kan dia temen kamu?? aneh banget sih!"
__ADS_1
"Raisha.. jelas kan!" Galang ngotot
Raut Wajah Raisha seketika berubah ,saat ia menyadari Jika Galang sudah dalam mode serius.
"Sayang..aku harus ngejelasin gimana lagi sih?? beneran Lho?? aku cuma ngobrol doang sama dia..itupun kalau ketemu..dikampus pula?" sanggah Raisha menyakin kan Galang sambil menggenggam tangan nya.
"Apa ini Raisha..Jelas kan! Jelas kan Raisha!" teriak Galang sambil menunjukan ponsel nya, karena kesabaran nya sudah habis.
Diam diam Samuel mengirimi Galang potret nya bersama Raisha
Raisha kaget seketika wajah nya menjadi pucat.Saat ia melihat kelakuan kotor nya yang selama ini di sembunyi kan dari Galang. Foto mesra nya saat minum di diskotik Bahkan Foto panas nya saat berada di atas ranjang bersama Samuel.
"Lang! dengerin aku dulu.." Raisha mencoba menenang kan Galang.
Galang sudah terlanjur kecewa menolak setiap sentuhan dari Raisha dengan mengibas kan tangan nya.."Kamu masih mau mengelak Ha!" bentak Galang.
"Sandiwara apa lagi Raisha! bagaimana kamu bisa di Jebak! sedang kan kamu sendiri menikmati! kamu kira aku bodoh! dijebak itu cukup sekali Raisha! bukan berkali kali!"
"Oke! oke! kali ini aku salah! Aku minta maaf..aku mau memperbaiki semua.."
"Semudah itu kamu bilang maaf ke aku Sha! dimana hati kamu! bahkan Nggak hanya Samuel aja yang nidurin kamu!" Galang meraup wajah nya dengan kasar. "Aku nggak nyangka kamu serendah ini Sha!"
"Aku khilaf Lang! maka nya maafin aku! Samuel hanya pelarian di saat kemarin aku sedang ada masalah sama kamu.. percaya sama aku.." Raisha masih ngotot ingin meyakin kan Galang.
"Siapa laki laki selain Samuel yang udah nidurin kamu Raisha!" Galang sudah tidak tahan sehingga membentak Raisha dan membuat nya kaget.
"Nggak ada Lang?? percaya sama aku.."
"Bohong! siapa Raisha! Karena Samuel sendiri bilang..kamu udah nggak Virgin saat kamu tidur sama dia! kata kan!"
__ADS_1
Raisha sudah terpojok dan mulai ketakutan melihat Galang "Elkan.. pacar ku di waktu SMA, sampai kami berpisah karena beda Kampus.."
"Keterlaluan kamu Raisha! Selama ini aku menjaga kesucian dan menghormati kamu! agar aku tidak menodai mu..Agar kamu menjadi perempuan terhormat sampai aku mendapat kan mu secara Halal..tapi apa yang kudapat kan??? kamu tega menghianati ku sejauh ini ..bermain api dengan Samuel! teman dekat ku sendiri Sha! mungkin saja jika karena kesalahan dan hanya dengan pacar di masa SMA saja kau melakukan hubungan terlarang itu..aku masih bisa memaaf kan mu.."
Raisha mulai menangis memohon ampunan pada Galang ,bersujud di kaki nya. Namun Galang sudah terlanjur kecewa dan sakit hati
"Sudah lah Sha! mungkin benar..kita tidak berjodoh! dan aku tidak bisa menyenang kan mu!" Galang mengangkat bahu Raisha agar berdiri. "Mulai saat ini kita sudah tidak ada hubungan apapu lagi Sha!" tak terasa air mata Galang jatuh, dengan buru buru ia segera mengusap nya.
"Nggak Lang! aku nggak mau pisah sama kamu! berikan aku kesempatan aku lagi.. apa harus kevirginan yangmenjadi tolak ukur sebuah cinta?? ini semua nggak adil Lang!" pinta Raisha.
"Nggak Sha! itu hanya alibi mu saja!sekarang aku baru sadar..kamu sudah terlalu jauh membohongi dan menyakiti perasaan ku! dan kamu sendiri nggak bisa nerima aku apa ada nya..kamu hanya mencintai apa yang aku punya!
"Itu semua nggak benar Lang!" Raisha membela diri. "Aku tulus..aku sayang... aku cinta sama kamu..kalau aku nggak menggertak kamu kayak kemarin..mungkin kamu nggak akan seperti ini sekarang! percaya samaa aku!"
"Bukan kamu tapi???" Galang tiba tiba teringat dengan Mahreen, dan langsung pergi meninggal kan Raisha.
"Galang! Galang! dengerin aku!" teriak Raisha namun tidak di hiraukan oleh Galang.
"aku nggak mau putus dari kamu!"
Raisha meraup wajah nya dengan Frustasi.
Saat ini perasaan Galang benar benar Risau dan tidak tenang, ingin cepat cepat sampai Rumah. Beberapa kali menyuruh Pak Supir untuk menambah kecepatan.
"Ini sudah ngebut Mas!"
"Ayo Pak..cepet.!" wajah Galang terlihat sangat khawatir.
"Reen! Mahreen!" teriak Galang memasuki rumah mencari cari keberadaan Mahreen.
__ADS_1