Bertemu Jodoh Yang Aneh

Bertemu Jodoh Yang Aneh
Baru


__ADS_3

jujur aja nih! semalam aku nggak bisa tidur padahal sudah ku paksa, sesekali ku tengok Galang yang sudah tertidur pulas.


Bagaimana aku bisa tidur , ini kali pertamanya aku tidur bersama seorang Pria. Nanggung banget mau tidur lagi..karena sudah jam 4pagi.


Aku memilih untuk Mandi sekalian nunggu kewajiban ku sebagai seorang yang Beragama. Mandi keramas pasti segar pikir ku. Sekalian aja ,mumpung Galang masih tidur.


"Bu Mahren!" panggil Galang, padahal baru saja aku membuka baju.


"Apa Lang!" teriak ku dari dalam kamar mandi.


"Sudah selesai belom??"


"ini bocah!" batinku.


"Bu Mahreen!"


"Belum!"


"Cepetan! aku kebelet!"


Akhir nya aku mandi secepat mungkin,sial Gara gara terburu buru giliran aku yang lupa bawa handuk. Mau minta tolong Galang tapi malu..Mau pake baju yang tadi ku pake..terlanjur basah. Jadi nya cuma mondar mandir di dalam kamar mandi.


"Bu cepetan dong! nggak tahan nih!" Galang menggedor pintu kamar mandi.


"Eh iya! iya!" aku kaget.


"Cepetan dong Bu!"


"Iya!" ku buka Pintu


Galang hampir masuk tapi masih bisa kucegah, kutahan pintu nya.


"Aku mau buang air kecil bu Mahreen!" tegas galang mencoba membuka pintu yang sedang kutahan.


"Iya! boleh minta tolong sebentar?? Ambilkan handuk ku.." pintaku dengan Malu.


"Hahahah ngapain Malu??n.Kita kan udah Saah jadi nggak dosa!" Ledek Galang cekikian.


"Galang!" aku melotot bisa bisa nya si anak kolotan ini menggoda ku di pagi buta begini, setelah mememberiku handuk bukannya masuk kedalam kamar mandi ,tapi malah diam mematung di depan pintu.

__ADS_1


"Sana masuk! katanya tadi kebelet!" usirku saat aku keluar sudah mengenakan handuk, sebenar nya aku malu. Maka nya aku cepat2 mengambil slimut , asal sambar aja.


Slimut yang dipakai Galang semalam,


"Mau ngeliat bu Mahreen ganti baju.." Goda galang sambil cengengesan, aku jadi salah tingkah.


"Ayo bu sholat subuh!" ajaK Galang Usai dari kamar Mandi, ternyata dia juga ikut Mandi


"Emang nya kamu bisa jadi Imam??" sambil ku lempar Sarung,kuambil lagi dari Lemari. Untung saja ada beberala Sarung di Lemari ku.


"Gini gini..saya pernah mondok satu bulan bu.. Meski nggak Finish sih??? dari kecil saya selalu ikut ngaji dan SekolahQur'an setiap Sore! jadi saya paham.."


"Ya sudah ayo!"


aku nggak nyangkaGalang bisa mengimami salat subuh kami. Aku tidak bisa memalingkan muka saat Galang membuka peci nya, rambut nya yang basah menambah teduh diwajah Fotocopian nya Zain Malik ini alias Galang.


Baru saja kami keluar dari kamar, Suara ibu sudah ricuh memenuhi isi Rumah ini.


Mas Dani juga bersiap untuk kembali ke Bandung. Sedang kan Ayah, juga bersiap untuk Bimbingan sama Maahasiswa nya.


Aku mengutarakan keinginan ku untuk pindah dari Apartement.


"Apartement????" sahut ibu


"Benar bu, Saya punya Appartement untuk kami tinggali berdua.." Galang menimpali,


Ibu dan Ayah mengijinkan kami untuk berpisah dari Mereka.


"Capek nya!" Mahreen menghempaskan tubuh mungil nya di atas sofa sambil membuka peniti Jilbab nya.


Galang ikut duduk di sebelah nya


"Jadi aku tidur dimana Bu??"


"Tuh!" Mahreen menunjuk kan kamar mereka. "Kamu disebelah kiri, aku disebelah kanan"


"Oke!"


Mahren masih menikmati posisi terwenak nya sambil meregang kan otot otot nya.

__ADS_1


"Kapan Bu Mahreen beli Apartement ini"


"3tahun yang Lalu,kurang enam bulan lagi lunas nih cicilan nya!"


"Oooo. Bu Mahreen!" tanya Galang lagi


"Hmmm apa Lang?"


"Jaga rahasia ini ya Bu?? jangan sampe orang orang dan Raisha Tahu...bisa hancur Reputasi saya Bu?? Tujuan saya menikah kan hanya untuk mendapat kan jabatan dari Papa agar bisa menikah dengan Raisha". Galang memperjelas lagi, Entah ada perasaan yang aneh saat Mahreen mendengar permintaan Galang.


"Terserah! Kamu pikir?? saya mau apa??? dengan pernikahan dengan ini! saya juga pengen cepet selesai dalam bersandiwara! biar nggak kebanyakan nanggung dosa!" Lalu berdiri dari duduk nya.


"Bu Mahreen!" Galang mencengkram tangan Mahreen kemudian ikut berdiri..


"Benar! kita sudah sangat berdosa yang pertama kita berdosa karena mempermainkan ibadah pernikahan, Yang kedua kita berdosa karena membohongi orang tua kita!"


"Benar apa yang kamu bilang" Jawab Mahreen tak bersemangat.


"Maka dari itu Bu..saya memutuskan untuk menghargai pernikahan ini, Meski kita menikah hanya untuk tujuan kita masing masing..bukan karena cinta dan juga bukan karena ibadah.. Setidak nya Agar Dosa kita tidak bertambah banyak."


Mahreen masih diam tidak mengerti dengan maksud Galang.


"Usiaku memang lebih muda 3tahun dari Bu Mahreen. Tapi pernikahan ini Saah dimata hukum dan Agama, Aku tetap menjadi kepala Rumah Tangga di rumah ini dan akan menjadi pemimpin Bagi Bu Mahreen! selama kita masih terikat dalam pernikahan"


"Menghargai Pernikahan ini???"Mahreen masih tak mengerti.


"Mulai sekarang aku akan memanggil nama mu saja, karena kau adalah istriku. dan Panggil aku dengan kata Mas.. karena aku sudah menjadi suami Mu..bu Mahreen" tegas Galang serius, Mahreen hanya terdiam melihat keseriusan Galang. Ia tidak menyangka Galang bisa sedewasa ini.


"Aku sudah memikirkan ini sebelum kita beneran menikah Mahreen!" Ada Perasaan aneh saat Galang hanya memanggil nama nya saja.


Mahreen masih diam, menelan dan memahami setiap kata yang keluar dari mulut Galang.


"Tapi kalau kamu masih belum bisa memanggil ku dengan kata Mas nggak Apa apa..aku Ridho, jadi kamu nggak berdosa..tapi aku akan tetap memanggilmu dengan Mahreen saja..lebih enak di dengar.."


"Beri aku waktu untuk membiasan semua inj Lang?"


"Baik lah nggak masalah. Setidak nya Hargai pernikahan sementara kita ini, Berikan Ruang agar kita bisa saling mengisi..walau akhir nya nanti kita akan berpisah..mendapat kan tujuan kita masing masing.."


"Baik lah..aku mengerti, terimakasih atas pengertian mu.."

__ADS_1


Mahreen ersenyum menertawakan diri nya sendiri


__ADS_2