Bertemu Jodoh Yang Aneh

Bertemu Jodoh Yang Aneh
Nasib


__ADS_3

Tidak sengaja Pelipis ku membentur kepala bu Mahreen saat kami sama sama menarik sealtBelt. Bau bu Mahreen sangat wangi, dan aku suka aroma nya


"Aduh! Maafin saya ya bu!" dengan sepontanitas aku mengelus elus pelipis nya,karena ku lihat Bu Mahreen sedang kesakitan. Mata kami bertemu sesaat.


"Singkir kan tangan mu!" kata nya sambil menyingkir kan tangan ku dengan tatap nya yang Indah.


"Biar saya saja yang nyetir..kalau ibu capek.."


"Aku masih kuat menyetir mobil!" balas bu Mahreen.


Hanya keheningan di antara kami, aku seperti bocah yang sedang ikut emak nya pergi naik mobil dasar bu Mahreen!


Seperti biasa, aku menunggu ditaman Kampus saat bu Mahreen mengajar.


Disana aku melihat Sam dan Raisha sedang duduk mengobrol. Sam juga sama seperti ku, Mahasiswa yang nggak kelar kelar lulus nya, tapi seperti nya sebentar lagi akan Lulus menyusul ku.


Sam juga anak orang kaya, beda nya dengan ku adalah semenjak di semester 11 semua Fasilitasku di ambil Papa karena aku tak kunjung Lulus,Bahkan aku di suruh Papa hidup di kost kostan katanya biar Prihatin dengan uang seadanya. Tapi ya gitu deh..sama saja.


Sedang kan Sam tetap diberi Fasilitas Papa nya, mobil dan uang. Maka nya dia jadi Playboy banyak cewek cewek di kampus ini yang terkena Jerat nya.


"Raisha!" sapa ku.


Raisha hanya menatapku dan mencebikan bibir nya, kelihatan banget nggak suka dengan kedatangan ku.


"Aku pamit dulu ya Sam!" Raisha langsung pergi.


Aku tidak bisa mencegah kepergian nya.


"Ngapain disini Lang??"


"Biasa ikut ngampus bu Mahreen?"

__ADS_1


"Bu Mahreen Dosen Cantik yang perawan tua itu?"


"Nggak sopan itu nama nya Sam!"


"Hahah gaya Lo Lang?? ngapain??? bukan nya udah Lulus Lo ya?"


"Mandat dari bokap! Gue harus belajar sama bu Mahreen?"


"Ooooh..."


Jam mengajar sudah selsai, Bu Mahreen sudah terlihat dari kejauhan, aku pun segera mengikuti nya.


"Bu Mahreen!" Pak Witan menarik pergelangan tangan bu Mahren.


"Pak Witan!"


"Saya mau bicara..."


"Dengar kan saya dulu Bu Mahreen!"


"Ada apa lagi Pak!" terlihat jelas wajah sebal bu Mahreen.


Tanpa berbasa basi, aku langsung menghampiri mereka dan Aku langsung menghempaskan tangan Pak Witan yang menarik pergelangan tangan bu Mahreen. "Bukan seperti ini cara memperlakukan perempuan Pak!"


"Kamu!" Pak Witan menatap ku tajam "Bukan nya kamu Mahasiswa yang-"Pak Witan tidak menerus kan kalimat nya


"Ya Pak..saya Mahasiswa yang nggak Lulus Lulus! tapi saya bisa memperlakukan Perempuan dengan baik"


"Galang! sudah.." Bu Mahreen menarik ku,tanpa sengaja lengan ku menyenggol buah dada nya. Mata bu Mahreen langsung melotot, Lalu menarik ku masuk ke dalam mobil.


"Lupakan masalah Pak Witan Tadi." kata bu Mahreen dengan ekspresi nya datar sambil menyetir

__ADS_1


"Memang nya Bu Mahreen punya hubungan apa sama Pak Witan" tanya ku penuh kekepoan


"Bukan urusan kamu!! Dengar kan???? Dengab kata saya yang tadi???"


"Biasa aja kali Bu???? Nggak usah jutek gitu??" goda ku, agar suasana lebih lentur.


Bukan nya Lentur, tapi Bu Mahreen justru menatapku dengan wajah mrengut. Benar benar menyebal kan..pantas saja dia betah menjomblo, mana Ada Pria yang berani mendekati nya.


"Oh Ya bu.. besok saya pinjam mobil nya ya??" ijin ku Sok kenal sok dekat. Siapa tahu kali ini bisa melenturkan suasana.


"Buat????" jawab nya lempeng, tanpa melirik ku.


"Buat Jemput Raisha bu.." jawab ku dengan cengengesan.


"Nggak boleh! Lagian besok kamu masih harus belajar..Kamu mau cepet Lulus nggak sih Lang!!"


aku hanya terdiam dengan wajah memelas dan tak berani bertanya lagi pada Bu Mahreen.


Ada ada saja kelakuan bocah di samping ku ini, bisa bisa nya masih memikirkan perempuan disaat genting seperti ini.


Hallo dasar bocah labil!! Karir dan kepintaran ku sedang di pertaruh kan disini. Dengan menghela nafas dalam ,dengan terpaksa menanyakan apa sebenar nya Maksud bocah ini


"Memang nya kamu nggak punya mobil!" tanya ku...


"Ibu kan tahu! semua Fasilitas saya di ambil Papa?? tuh cuma di kasoh Motor Jelek!" jawab nya merengut.


"Ya udah pake motor kamu aja.."


"Masalah nya..Raisha nggak mau naik motor bu..Malu kata nya!"


"Galang.. Galang? IQ mu benar benar jongkok!!" Ejek bu Mahreen.

__ADS_1


Aku hanya menatap kesal pada bu Mahreen.


__ADS_2