
"Galang! ini bukan akal akalan mu saja kan?" tanya Papa tidak percaya.
"Serius Pa.. aku mau Ta'aruf sama Bu Mahreen!" pinta Galang penuh keyakinan
"Jangan main main kamu Lang! memang nya Bu Mahreen mau sama kamu!"
"Galang serius Pa??"
"Papa nggak percaya!"
"Pa! Kali ini Galang serius??? Galang merasa Bu Mahreen adalah Wanita yang tepat untuk anak semata wayanh mu ini..yang sedang mencari tujuan Hidup Pa??" Pinta Galang memelas penuh sesal "Galang bener bener ingin berubah.."
"Galang! bu Mahreen itu lebih Dewasa dari kamu! dia pintar! Rapi! tanggung jawab! nggak seperti kamu! Amburadul!" Papa masih tidak bergeming dengan pendirian nya.
"Pa! Galang benar..Bu Mahreen pasti bisa membimbing anak kita satu satu nya untuk menjadi manusia yang lebih baik! Usia mereka hanya beda 3tahun saja Pa! Lagian Bu Mahren nggak kelihatan tua kok??" Sahut Mama membela Galang anak Kesayangan nya. Mama Setuju dengan pemikiran Galang, Karena Mama sudah capek menasehati anak nya yang sangat kotlot dan pemalas.
"Masalah nya Ma?! di anak kamu! Bagaimana kalau permintaan nya ini Hanya akal akalan nya saja! Papa Malu kalau sampai Galang mempermainkan bu Mahreen! Mama tahu sendiri kan kelakuan Galang!"
"Kan Ma!?! Papa nggak pernah mau percaya sama Anak sendiri!" Galang mengadu pada Mama penuh belas kasih Lalu memeluk nya.
"Papa! kata nya Papa mau melihat Galang berubah! disaat anak sudah mau berubah! E..malah Papa yang kolotan gini!" Mama membela Galang mati matian
__ADS_1
"Mama! Bu Mahreen itu perempuan baik baik dan berkelas..setahu Papa Bu Mahreen belum pernah pacaran..dia hanya fokus belajar dan bekerja! Mama tahu sendiri kan bagaimana kemampuan Bu Mahreen?? Kasihan jika hanya di oermain kan Galang!"
"Terus menurut Papa Anak kita Galang nggak Pantes gitu??? sama Bu Mahreen! orang anak seganteng ini Kok!" bela Mama sambil mengacak ngacak Pipi Galang dengan gemas. Galang tertawa puas penuh kemenangan.
"Ya Alloh! Ya Nabi ku! Mama ini kenapa sih?? bukan itu Ma.. Papa cuma nggak Mau mengorban kan orang lain demi Tujuan Galang! anak mu ini kan banyak akal bulus nya.." Tandas Papa serius menjelas kan.
"Pacaran sama Raisha nggak boleh! kata nya Matre! Giliran minta Ta'aruf sama Bu Mahreen juga nggak boleh! sebener nya Papa mau ngelihat aku berubah nggak sih! atau jangan jangan memang Papa nggak ikhlas nih ngasih Harta Papa ke Galang? Gara gara dulu Nenek Buyut Jual sawah! ladang dan sapi nya!" Jawab Galang mengkompori Mama,
"Pa! Galang itu anak kita satu satu nya Pa..Papa tega banget sih! lihat anak sendiri Nelangsa! harus nya Papa Dukung dong!" Mama memeluk Galang..sedangkan Galang mencebikan bibir nya tertawa terbahak bahak mengejek Papa yang di omeli Mama.
Papa sudah tidak tahan lagi,langsung mangangkat sandal untuk memukul Galang.
"Ya sudah! Jika kamu serius ingin menikahi bu Mahreen dengan cara Taa'ruf..Secepat nya Papa akan melamarkan nya untuk mu! Tapi ingat Galang! Jika kamu menikahi Bu Mahreen hanya karena hanya untuk mendapat kan Ahli waris Perusaahan Papa! seperti yang ada di novel novel itu..Papa tidak akan memberikan Harta Papa sepeserpun untuk kamu! Bahkan Papa akan mencoret nama kamu dari daftar Kartu Keluarga! Pernikahan itu Sakral! dan Pernikahan itu ibadah! bukan untuk mainan atau akal akal bulusan saja!" Peringat Papa dengan tegas.
"Betul! kali ini Mama setuju dengan Papa Lang! Meski kamu anak semata wayang Mama..Mama tidak akan membela kamu dalam kesalahan!" imbuh Mama.
Hati ku mendesir setelah mendengar Peringatan dari Papa.Karena ada benar nya Juga omongan Papa. Tapi itu nanti Lah..Yang penting aku dapat Jabatan dulu dari Papa.
Masalah dosa, nanti bisa dibagi dua.Kan bu Mahreen Juga mendapat keuntungan dari sandiwara ini.
Jantung ku hampir copot dari rongga dada, Saat aku membuka pintu ternyata sudah ada bocah tengil duduk di kursi kerja ku.. Aku mengernyit, Nggak biasa nya Galang sudah ada di kantor jam segini.
__ADS_1
Biasa nya kan seenak perut nya sendiri..mentang mentang ini Kantor Bapak nya. Aku jadi nggak semangat setelah melihat wajah nya yang mirip Zayn Malik itu.
Ganteng sing memang, tapi amit amit IQ. nya rendah banget. "Galang! duduk di kursi orang lain tanpa permisi nama nya tidak sopan!" tegur ku sambil meletakkan tas di atas meja "Cepat pergi, saya mau bekerja..".
Galang malah tersenyum cengengesan sambil melipat kedua tangan nya. "Galang!" perintahku lagi.
" santai dong Bu?? coba kacamatanya dilepas pasti Bu Mahreen terlihat lebih muda.."
"Bukan urusan mu!"
" kalo nggak gitu coba kacamatanya diganti dengan model terbaru..Pasti aura kecantikan ibu Mahreen bakalan terpancar. .."
kutarik nafas dalam-dalam agar aku bisa lebih sabar menghadapi Bocah Tengil didepanku ini. omongan-omongan yang tidak penting sering diucapkan. kalau saja Galang bukan anak dari Pak Santosa mungkin sudah aku bejek-bejek kepalanya.
"Diam! atau tidak akan ada bantuan!"
" let's perjanjian yang sudah disepakati tidak bisa di dibatalkan apalagi secara sepihak Bu mahreen.."
pantas saja papanya sendiri tidak mempercayakan perusahaan ini kepadanya Galang memang benar-benar menyebalkan. pekerjaan nya tidak pernah selesai. aku hanya menatap tajam pada nya " Besok aku Papa dan Mama akan datang ke rumah ..untuk Melamar Bu Mahreen?" Lalu Galang menceritakan semua nya.
aku nggak habis pikir Galang punya ide sekonyol ini.
__ADS_1