Bertemu Jodoh Yang Aneh

Bertemu Jodoh Yang Aneh
Menantu


__ADS_3

Mahreen mendelik kesal , Gara gara drama pagi ini ia harus terlambat. Mahreen paling tidak suka jika harus berdesak desakan dengan karyawan lain


"Galang! Apa'an sih!" saat tangan nya di gandeng Galang.


"Udah bu Mahreen diem aja!" bisik Galang menggelandang tangan Mahreen


"Galang Lepas!"


"Tuh!" pandangan nya tertuju pada Papa yang sedang memperhatikan mereka di pintu Lobi "Udah diem! akting itu harus totalitas!" Mahreen hanya bisa mengikuti Galang, lanjut membelai Jilbab Mahreen


"Sial ni bocah! berani nya megang megang kepala!" batin Mahreen.


Papa tersenyum kepada mereka.


Mahreen terlihat sangat tidak nyaman ketika berdesak desakan di dalam Lift, Galang segera memasang badan karena tidak tega melihat ya, Lalu Menarik tangan Mahreen dan mimindah posisi .Kini Badan Galang yang menjadi penghalang.


Mahreen dapat merasakan aroma Maskulin yang wangi dari badan Galang, seperti Aroma terapi yang membuat nyaman.


"Mau keluar apa disini saja bu!" ingat Galang Nyinyir, saat semua orang berhamburan keluar dari Lift.


aroma Maskulin Galang benar benar membuat nya nyaman. "bu Mahreen!" peringat nya lagi


"Ehh, iya!" jawab Mahreen kaget dari Lamunan


"Ehhhmmm! nyaman ya!" Ledek galang lagi mengikuti langkah Mahreen.


"Mahreen! udah bener nggak sih nih Laporan nya?" Kata Galang menunjukan hasil kerja keras nya hari ini.


"Dasar anak kolotan! tadi panggil ibu! sekarang nama saja! bikon sakit telinga! Coba! bawa sini?" Mahreen meminta dan memeriksa nya, Galang membungkuk mensejajar kan posisi nya dengan Mahreen yang duduk ki kursi kerja nya,memperhatikan bimbingan Mahreen dengan serius. Hati Mahreen tidak seperti biasa nya entah mengapa.


Jarak mereka sangat dekat, Galang Fokus pada bibir Mahreen yang terlihat seksi saat menjelas kan detail demi detail.


"Lang...." Galang masih melamun.. "Galang!" Mahreen mecubit pinggang Galang. "Denger nggak sih!"


Galang cengengesan karena malu.

__ADS_1


beberapa Saat kemudian Pak Bagas selaku manager datang menemui Mahreen.


Galang memperhatikan seksama bagaimana tangan dingin Mahreen menghandle semua pekerjaan. Ada perasaan kagum di hati nya.


"Tidak bisa Pak Bagus! jika hal ini masih berlanjutt..Jelas tidak membawa keuntungan pada perusahaan ini!" kata Mahreen serius..


"Tapi investor jelas lebih tertarik bu.."


"Kita bisa mengecover agar labih inovatif lagi Pak .. saja tidak setuju! karena tujuan kita mencari keuntungan..bukan sekedar kerja sama!" Kekeh Mahreen.


Galang benar benar kagum melihat kepawaian Mahreen dalam pekerjaan. Benar benar ulet.


"Luar biasa! Prok! Prok!" kata Galang sambil bertepuk tangan memuji Mahreen.


"Maksud nya??" Mahreen menatap Galang.


"Kami memang Luar biasa..,keren banget! aku saja pusing! dengan pekerjaan ini.."


Mahreen hanya tersenyum. "Kamu mau ikut nggak?? aku mau keruangan Pak Santosa"


"Nggak! Pasti nanti Papa ceramah! malas aku!


"Eh! Aku lupa!"


"Kenapa Lagi??" Kata Mahreen sambil memberes kan buku buku.


"Harus nya aku memanggil Memanggil nama mu saja..Bahaya kalau Papa sampai tahu!"


"Terserah kau saja! nih.." kata Mahreen sambil memberikan bekal nasi.


"Apa ini??"


"Bekal, udah makan aja dulu..aku naik ke ruang Pak Santosa dulu.."


"Bekal??! ngapain bawa bekal kita bisa beli di Luar aja kan??"

__ADS_1


"Emang nya kamu punya Duit???? lagian jajan di luar tuh kebanyakan nggak sehat! Kita nggak tahu tingkat kebersihan nya!" Mahreen terus nerocos, " Dan satu lagi kalau Jajan kita nggak tahu kan?? berapa takaran micin yang di gunakan??"


"Bisa banget ya kamu mikir sampe kesitu.." jawab Galang membuka bekal.


"Hmmm kebanyakan Micin juga nggak bagus..maka nya IQ kamu rendah!" sial LagI Lagi Galang yang kena.


Galang sangat takjub dengan Mahreen, ia berfikir kapan Mahreen menyelesaikan ini semua. Bener bener Idaman pikir nya. Menu 4 sehat 5 sempurna ada semua di dalam bekal yang dibawa, masih ada tambahan 2kotak susu Youghurt.


"Enak!" kata Gallang saat mencicipi Bekal makanan nya.


"Masuk SAja Reen!" kata Papa saat Mahreen mengetuk pintu.


"Siang Pak.." sapa Mahreen sambil membungkukan badan,kemudian menggeser kursi dan duduk.


"Maaf ya..mengganggu jam istirahat kamu" Kata Papa


"Tidak Pak..,maaf ada paa Ya??? Pak Santosa memanggil saya?" Mahreen tersenyum ramah.


"Santai saja..Mulai sekarang panggil saja dengan kata Papa Reen..sekarang kamu menantu di keluarga Santosa.., Pakai ini" Jelas Papa sambil menyodorkan beberapa Kartu Debit dan Kredit.


"Apa ini Pak! e.h..Pa!" Masih kaku karena belum terbiasa.


"Itu Card.."


"Mahreen tau Pa..tapi untuk apa??"


"Bawa saja..Gunakan untuk keperluan kalian..kamu kan tahu..Galang belum bisa memberimu Nafkah yang selayak nya.."


"Pa..Mahreen tau keadaan Galang eh! Mas Galang!" Mahreen terlihat kikuk "InsyaAlloh Mahreen menerima nya Pa...Mahreen belum begitu butuh" Mahren kembali menyodorkan card nya.


"Nggak Reen! bawa saja..Papa Tahu Galang pasti sangat merepot kan Mu..Yang Sabar ya Reen! Papa minta Tolong ubah pola pikir Galang. Papa titip Galang ya Reen "


"InsyaAlloh Pa.."


"Hanya kamu yang bisa merubah Galang Reen.. Papa mohon, ubah Galang!" Kata Papa penuh permohonan, membuat Hati Mahreen bergetar. Terselip perasaan bersalah di hati nya, Kare sebenar nya mereka telah membohongi Papa.

__ADS_1


"Jangan bilang ke Galang,kalau Papa memberimu Card ya?? pakai saja sesuka hati mu..Jangan sungkan! itu hadiah untuk mensntu Papa!"


"Baik Pa.. trimakasih".


__ADS_2