Bertemu Jodoh Yang Aneh

Bertemu Jodoh Yang Aneh
ada apa dengan Galang


__ADS_3

Mahreen berjalan selayak nya nyonya di keluarga Santosa. Berjalan di atas karepet merah dengan tegap, mengangkat wajah nya yang teduh namun berkelas..mampu menjadi pusat perhatian.


Dengan Galang yang selalu menggandeng pinggang Mahreen.


"Jangan terlalu rapat! aku nggak nyaman!" bisik Mahreen sambil memberi senyuman kepada semua orang yang menyapa nya.


"Kenapa Grogi ya!"


"Nggak lucu tau!"


Sebenar nya Galang merasa takjub dengan Kecantikan Mahreen di malam ini.


Mahreen mengenakan gaun berwarna basah dengan jilbab yang terlihat elegan dan mewah


Banyak orang yang memuji kecantikan nya.


Mahreen pergi untuk mengambil minuman karena tenggorokan nya terasa haus. dari tadi menjamu para tamu


"Mahreen!" terdengar suara memanggil Nama nya.


"Witan!" Mahreen menoleh ke sumber suara


"Kamu disini juga???" tanya Witan tak percaya


"Kamu sendiri????" Mahreen balik bertanya


"Kamu kan tahu aku Konsultan di Perusahaan Oto Grop!" Witan membawa segelas minuman.


Mahreen tersenyum manis


"Kamu sangat cantik Mahreen..."puji Witan


"Terimakasih atas pujian nya..," jawab Mahreen malu malu.


"Gimana kalau kita duduk sana..emang nggak capek dari tadi berdiri? ajak Witan sambil menunjukan meja dan kursi yang kosong.


"Boleh..kebetulan aku capek banget!" Mahreen berjalan menuju kursi kosong bersAma Witan.


Di seberang sana ada Galang yang dari tadi mencoba mencari Mahreen..hingga pada Akhir nya Mata tajam nya menemukan Mereka.

__ADS_1


Witan dan Mahree nampak serius mengobrol namun santai..bisa terlihat jelas di mata Galang


"Reen Besok ada waktu senggang nggak??"


"Kenapa???"


"Mau ngajak makan aja..." ajak Witan tersenyum ganteng.


"Kayak nya belum bisa deh Wit!"


"Kenapa?? kenapa sih kamu selalu nolak ajakan ajakan aku.. apa Kamu masih marah??? mengenai Amanda..aku benar benar sudah nggak ada hubungan apa pun.." jelas Witan.


"Bukuan begitu Wit?? masalah nya.."


"Masalah nya! sekarang kita harus pulang!" tiba tiba Galang datang memotong percakapan mereka dengan menarik tangan Mahreen.


Mahreen mendongak kaget, wajah nya berubah menjadi merah dan khawatir. tidak mungkin rasa nya jika diri nya harus mengatakan yang sebenar nya pada Witan.


Witan tak hanya diam, langsung beranjak dengan ekspresi tidak terima.


"Kenapa Pak? saya hanya mengajak bu Mahreen pulang! karena sudah malam.." Peringat Galang


"Kalau kamu mau..Aku bisa mengantarmu Reen.." tawar Witan,tidam memperdulikan akan kehadiran Galang.


Witan adalah sosok pria yang serius namun pendiam dan teduh..bisa menempat kan diri dimana pun ia berada.


"Terimakasih atas kebaikan nya Pak Witan! tapi saya rasa tidak perlu! bu Mahreen harus pulang bersama saya, karena datang nya kesini juga bersama saya" tukas Galang.


"Galang!" Mahreen menatap tajam, merasa tidak enak pada Witan.


"Kami pamit Pak Witan!" Galang tersenyum mengejek sambil menggandeng paksa tangan Mahreen.


Mahreen sedikit kesulitan mengikuti langkah Galang, Dan masih harus tersenyum pada tamu tamu yang menoleh ke arah nya dan menyapa mereka.


"Masuk!" perintah Galang membuka Pintu mobil. Mahreen memilih untuk mengalah mengikuti perintah Galang


"Braakkkkkkkk!!!!" Galang menutup pintu mobil dengan kasar, Membuat Mahreen kaget.


Mahreen hanya bisa mengernyitkan kening nya.."Ada apa dengan anak ini??" batin nya.

__ADS_1


Galang duduk di kursi kemudi dengan kasar,


"Kamu kanapa sih Lang?? pelan pelan nyetir nya" Mahreen memberanikan diri untuk bertanya..


"Siiiiiiiiiiittttttttttttttttt" Galang sengaja meRem mobil dengan mendadak.


"Aduh! Galang!" Mahreen hampir terpental dibuat nya.


"Galang!" pekik Mahreen.


Galang kemudian melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang dan santai.


"Lain kali jangan seperti itu..aku nggak suka!"


"Jangan seperti itu gimana maksud nya??" Mahreen langsung menoleh ke arah nya, tidak terima dong Seolah kesalahan terjadi akibat ulah nya.


"Masih tanya??? nggak dewasa banget!" Galang menyunggingkan sudut bibir nya mengejek Mahreeen..


"Nggak dewasa gimana?? kamu aneh tau nggak!"


"Apa pantas seorang menantu Santosa duduk berdua..hanya berdua saja di meja kosong! bersama pria lain! aku kira kamu lebih dewasa dari aku!! Ingat Mahreen! kamu kesini sama suami kamu! Suami! saah dimata Agama dan hukum! " Galang mempertegas lagi ucapan nya.


"Lang..aku tadi nggak sengaja ketemu Witan! ya udah cuma duduk aja.. "


"Semua orang yang ada disini tahu..Kalau kamu Istriku! seharus nya kamu menemani ku menyapa tamu..bukan nya duduk mojok berduaan sama Witan! kamu tahu nggak apa akibat nya?? Kamu menggiring opini negatif untuk pernikahan dan keluarga kita!" kata Galang dengan wajah nya yang kecut.


"Lang..aku cuma duduk ngobrol doang! nggak ngapa ngapain! " jelas Mahreen tidak terima.


"Emang nya aku nggak denger apa! dia muji muji kamu! bilang aja kamu suka di puji sama dia!" Galang menahan rasa Kesal nya.


"Kamu aneh! nggak jelas! kalu untuk kepentingan kamu sendiri! kamu selalu membawa Pernikahan kita untuk menjadi tameng pembenaran buat diri kamu sendiri! Sedangkan saat kamu bersenang senang dengan dunia Kamu sendiri! kamu selalu berdalih kalau pernikahan ini hanya lah sebatas pernikahan Sandiwara! kamu nggak Fair!" Mahreen megeluarkan semua unek unek nya dengan santai namun tegas.


"Mahreeen!" bentak Galang


"kenapa? ada yang salah sama ucapan aku?? Apa aku pernah mempersalah kan hubungan mu dengan Raisha? perempuan yang selalu kamu puja?? Kamu pernah nggak mikirin gimana perasaan aku..saat kamu menggelontorkan banyak uang untuk memenuhi keinginan teman teman kamu Raisa??" Mahreen semakin mempertegas.


Galang terdiam beku.


"Aku hanya duduk ,ngobrol sama Witan..itupun karena kami ketemu secara kebetulan..kamu mengJudges aku segitu nya..." Mahreen tersenyum menertawakan Galang.

__ADS_1


__ADS_2