Bertemu Jodoh Yang Aneh

Bertemu Jodoh Yang Aneh
Kecewa.


__ADS_3

Tidak ada yang melerai mereka, karena kebetulan tempat mereka jauh dari Pos Security, tidak ada Rasa sakit yang paling menyakit kan yang pernah Mahreen rasakan selama hidup nya selain sakit karena penghinaan yang baru saja ia dengar.


Padahal dia tidak pernah berurusan ataupun mengganggu kehidupan Samuel, tapi mengapa Samuel bisa setega ini merendah kan diri nya.


Harga dirinya habis di injak injak oleh manusia yang seharus nya menghormati Mahreen.


Mahreen langsung berlari,ketika Galang mencoba mendekati nya "Mahreen tunggu!" Galang terus mengikuti langkah kaki Mahreen dengan tergesa gesa.


Mahreen tak memperdulikan Galang lagi, karena perasaan nya benar benar hancur dan marah, tapi ia tidak bisa berbuat apa apa.


Mahreen berlari menuju parkiran sambil menahaan air mata nya agar tidak jatuh , setelah sampai disana ia baru sadar bahwa hari ini Mobil nya sedang dibawa Galang.


Muka cantik nya berubah menjadi Merah padam ,terlihat jelas Guratan kekecewaan yang sangat dalam..


dengan segenap dan Sekuat tenaga menahan agar air mata nya agar tidak jatuh.


"Mahrenn?? kamu baik baik saja?" tanya Witan kebetulan juga ada disana.


Mahren hanya mengangguk angguk kan kepala nya dan mencoba tersenyum ditengah guncangan dahsyat di dalam hati nya.


Witan bukan lelaki bodoh, ia tahu bahwa saat ini Mahreen sedang tidak baik baik ssja. Ia bisa melihat jika Mahreen sedang menahan tangis kemudian Ia mendekati Mahreen "Mahreen! kamu kenapa???"


"Aku baik baik aja kok Wit!" Kata Mahreen bergetar


"Kamu sedang ada masalah??? wajah mu terlihat sangat sedih??" kata Witan


"Mahreen!" Galang datang menarik lengan Mahreen,tak perduli lagi kalau di depan nya sedang ada Witan.


Mahreen masih diam sambil memberontak,


"Dengerin aku dulu!" Galang masih mecoba membujuk agar Mahreen mau mendengar kan.

__ADS_1


"Kamu harus dengerin penjelas aku dong Reen!"


Mahreen menarik nafas panjang mencoba untuk tenang "Galang! lepas kan tangan saya!"


"Nggak! dengerin aku dulu!" Bocah kolotan ini memang susah di atu,r, bersikekeh r tidak mau melepaskan lengan Mahreen.


Mahreen nampak tidak nyaman, terus mencoba melepas kan diri. "Galang please!" pinta Mahreen.


"Galang! lepas kan Mahreen! Apa apan ini! kamu bisa dapat Sanksi dari Kampus! karena sudah berbuat tidak sopan dengan dosen kamu!" Kata Witan


"Dosenn????? kenapa anda perduli sekali dengan Mahreen!" Emosi Galang kembali berapi api.


"Galang!" bentak Mahreen


"Kita pulang sekarang!"


"Nggak mau!"


"Mahreen! Please.. dengerin penjelasan aku dulu!" Tanpa Aba Aba Galang langsung memeluk tubuh mungil Mahreen.


Kemudian Galang melepaskan pelukan nya"Saya berhak melakukan apapun atas Mahreen! Karena Mahreen isrti saah saya Pak Witan! Saah di mata Agama dan Negara ini!" Galang kehilangan kendali.


"PLAAAAKKKKKKK!" Mahreen menampar Galang,"Cukup Galang!" bentak Mahreen sambil meneteskan air mata, karena sudah tak tahan lagi untuk membendung nya.


witan terdiam beku, tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Kenapa?? memang itu kenyataan nya! kalau kamu nggak mau pulang sama aku..Aku akan berteriak mengatakan semua nya Agar semua orang yang ada di kampus ini tahu! bahwa kita telas Saah menikah!"


Mahren menutup telinga dengan kedua tangan nya, terus mengeluar kan air mata namun tak bersuara. Witan tidak tega melihat Mahreen dan mencoba untuk mendekati nya.


"Tolong biar kan kami menyelesaikan masalah kami Pak!" tegas Galang agar Witan tidak mencampuri urusan mereka.

__ADS_1


"Sekarang kita pulang... kita selesaikan masalah kita di rumah. Aku nggak mau.... ada kesimpulan dari sudut pandang kamu saja..dengerin penjelasan aku..,!" Kemudian Galang memberikan kunci tepat di telapak tangan Mahreen.Dan mengajak Mahreen untuk mengambil mobil,


Mahreen buru buru membuka pintu mobil, belum sempat menutup nya kembali, Galang lebih dulu cekatan masuk kedalam mobil.


"Keluar!" bentaK Mahreen sudah tidak tahan


"Nggak mau!"


"Keluar saya bilang!"


"Nggak mau! nggak mungkin aku ngebiarin kamu pulang sendiri dalam keadaan seperti ini!"


"Galang! Saya bilang keluar! ini mobil saya!" Mahren benar benar Muak melihat wajah Galang dan ingin segera bercerai.


"Kamu istri ku Mahreen!"


"Istri dalam sandiwara! keluar! aku benci sama kamu!"


"Kamu benci sama aku! Aku berantem sampai babak belur gini??? demi siapa?? demi membela kamu Reen??" Jelas Galang.


"Bukan untuk membela aku..! tapi karena kamu Marah! mendengar Raisha-" Belum saja kalimat nya selesai.Galang langsung membungkan mulut mahreen dengan Mulut nya


"Emmmmmppppttttt" menyesap dalam, Agar Mahreen lebih tenang


"Plaaaaakkk!" lagi-lagi mahreen menampar pipi galang dengan frustasi. Galang meringis kesakitan sambil memegangi pipi nya.


Mahreen memukul mukul stir mobil nya, meletak kan kepala nya di sana,menangis tanpa bersuara.


Galang tahu, mengerti betapa kecewa nya Mahreen saat ini. Karena saat ini ia juga sedang kecewa karena merasa dihianati Raisha, meski belum tahu yang sebenar nya.


"Oke..aku turun, aku keluar dari Mobil? tapi please..jangan menyimpul kan masalah ini sendiri..hanya sesuai dari sudut pandang kamu saja.. Tunggu di rumah..hati hati dijalan.." Pamit Galang keluar lalu menutup pintu mobil d.

__ADS_1


setelah itu Galang terlihat menelpon seseorang untuk menjemput dirinya dan langsung pergi.


"


__ADS_2