
Galang menceritakan semua nya saat tadi menemui Raisha dengan memelas,terlihat jelas Guratan kekecewaan di wajah nya.
"Jadi perempuan seperti itu yang menjadi idaman mu Ya Zayn Malik?? Pantas saja Papa mu nggak menyetujui hubungan mu itu.." ledek Mahreen sambil memindah chanel tv dengan remot di tangan nya.
"Jangan meledeku seperti itu" Galang mencebikan bibir nya, memohon perhatian dari Mahreen
"Terus?? udah deh!! .. cari saja yang lain.." jawab Mahreen masih sepele
"Nggak bisa Bu.. Raisha itu..."
"Sudah! sudah! jangan kau ceritan masalah mu yang tidak penting itu.. jangan Lupa janjimu?? selesaikan dengan baik belajar mu! karena seminggu ke depan aku sibuk dengan urusan KAmpus!" Mahreen sudah malas mendengar masalah Galang yang sama sekali tidak penting bagi nya.
"Bu Mahreen! eh Mahreen.. tega sekali sih!"
"Bukan nya aku tega! kamu terlalu bebal untuk masalah hal sepele! Fokus saja untuk membuat laporan..setelah itu kita akan belajar mengenai Perusahaan Papa mu!"
"Tapi bagiku Raisha... "
"Sudah! sudah! Jadi lah Pejuang Cinta selama nya..walau nggak tahu kapan Merdeka nya! Yang jelas selesaikan saja dulu masalah yang berhubungan dengan kantor!" Mahreen berdiri dari duduk nya.
"Mau kemana?" tanya Galang kayak Bocah mau di tinggal Emak nya.
"Tidur!"
Walaupun dia Judes nya amit amit..setidak nya Mahreen mau menerima ku apa ada nya yang sedang jadi gembel se gembel gembel nya ini.
"Jangan Lupa! besok jangan sampai bangun kesiangan! kalau nggak mau aku tinggal!" teriak Mahreen dari dalam kamar.
"Iya! Crewet banget sih jadi orang!" Gerutu Galang, berdiri dari duduk menuju kamar nya.
__ADS_1
"Coba di ulang sekali Lagi Lang! yang keras!" Teriak Mahreen membuka pintu,tapi hanya kepalanya saja yang kelihatan.
"Enggak! nggak ada! ini Lho sinetron nya! balas Galang berbohong buru buru masuk kamar nya.
Ke Esoka hari nya.
"Lang! Galang! ayo bangun!" Mahreen mengetuk pintu kamar Galang,namun nggak ada jawaban. Mahreen mengetuk dan memanggil Galang berulang ulang.
"Hmmmmmm" Sahut nya dari dalam, setelah lama di panggil baru menyahut.
"Bangun! udah jam setengah 6!" perintah Mahreen dari balik pintu
"Bentar lagi Bu! Aku masih ngantuk!" terdengar suara Galang parau dan masih malas. Bocah Labil, sekarang manggil dengan sebutaN Bu lagi..terserah kau saja lah!
"Aku ini bukam Mama mu! yang harus mengingat kan mu dalam segala Hal! udah siang ! kamu belum sholat subuh kan!" masih setia dibalik pintu. Pagi pagi cukup menguras emosi.
"Udah! tapi balik tidur lagi. Hoaaaam!"
Galang nggak menyaut..Mahreen seperti emak yang sedang membangun kan anak nya. Amunisi Kesabaran sudah habis. kebetulan kamar nya juga nggak dikunci jadi Mahreen langsung Nylonong masuk ke dalam kamar.
Astaga! benar benar seperti kapal pecah! Sajadah saja masih berserak belum dilipat, buku tergeletak dimana mana, serta banyak baju yang bergantungan di dinding.
Mahreen memunguti celana yang tergeletak di lantai, bahkan ****** ***** Galang juga berserak di lantai.
Mahreen mendengus kesal, "Galang kamu jorok banget sih!" emosi sudah mulai menyala sambil menunjukan ****** ***** yang dipegang Mahreen.
Ternyata Galang sudah bangun namun masih santai tidur di kasur nya,Terbangun mencium aroma wangi Mahreen yang sudah cantik siap untuk bekerja. "Hehee itu masih bersih kok bu..cuma buat sholat subuh aja.." Jawab nya cengengesan.
Mahreen tidak sabar melihat Galang malas malasan di atas kasur, dengan cepat Mahreen menyibakan selimt Galang " Bangun! nanti kita terlambat! kamu tahu kan jarak Appartement sama kantor!" Wajah Mahreen sudah dalam mode serius.
__ADS_1
"10 menit lagi ya Bu! aku masih ngantuk!"
" Galang! cepetan bangun! kamu harus disiplin! Gimana mau jadi pemimpin kalau kamu kayak gini!" Benar benar menguras emosi nih anak.
"5 menit deh Bu!"
"Galang" teriak Mahreen kesal, tanpa berbasa basi Mahreen langsung menarik tangan Galang "Ayo bangun! dasar pemalas!" tapi sayang, tubuh mungil nya tidak mampu mengangkat berat badan Galang, Bukan nya Galang terbangun
Malah Mahreen yang jatuh terjerembab menindih Galang.
"Awwwww!" teriak Mahreen
"Aduuuuuuuh....."Pekik Galang menatap mata bulat perempuan yang sedang menindih nya. Mahreen bingung dengan ekspresi wajah Galang. "Saya nggak mau terlambat ya Lang!"
"Iya bu.. tapi bu Mahreen sedang menindih Junior saya ..." Galang meringis sambil menunjuk arah Junior.
Mahreen melotot dan langsung bangun,merasa sangat malu, kemudian merapikan baju nya.
"Bu Mahreen kan tau, Nih!" Galang menunjukan Junior dibalik sarung nya "Aku nggak pake CD,malah ditindih! kan sakit..gimana kalau cidera Bu..belum pernah Praktek sama sekali nih bu!"
"maaf..saya nggak sengaja Lang!" Mahreen merasa sangat malu
dan langsung beranjak keluar dari kamar nya.
Baru saja sampai di depan pintu, Galang suda memanggil nya lagi.
"Bu?"
"Apa?" tanpa menoleh ke Arah Galang dengan membawa setumpuk barang yang berserakan tadi.
__ADS_1
"Tanggung jawab dong!"
"Galang! cepetan bangun! kalau jam 6 kamu belum siap! kamu berangkat ke kantor sendiri!" Ancam Mahreen.