
Entah, Hari ini aku terus memikir kan Mahreen. Aku yakin,kata nya Perempuan Dewasa tapi nggak bijak banget menghadapi suatu situasi seperti ini. Ku akui dia pintar dalam berbagai mata pelajaran dan masalah di kantor.
Tapi sayang Mahreen tidak menguasai di bidang perjalanan hidup. Apalagi mengenai Asmara, pantas saja dia betah menjomblo. Seharus nya dia bisa menanyakan dulu..bukan ngambek kayak bocah begitu..Atau hanya perasaannku saja ya???.
Dari pada pikiran ku nggak tenang, lebih baik aku menyus dan menjemput nya di kampus. Kebetulan Sebagian aset ku yang disita oleh Papa sudah di kembalikan.salah satu nya mobil Fortuner yang dulu sering ku bawa ke kampus.
Aku sengaja menunggu nya di parkiran dekat Parkir kusus dosen.
Aku menunggu di depan mobil ku, berdiri bersender di depan mobil.
"Galang!" pekik Raisha dengan tidak tahu malu, aku heran sama perempuan ini..sebenar nya terbuat dari apa mental nya.
Aku hanya terdiam saat Raisha berhamburan memeluk ku,
"Kamu pasti mau nemuin aku kan??? aku tuh yakin banget! kamu nggak mungkin mutusin aku!"
"Lepas Raisha!" perintah ku tanpa menyentuh nya.
"Nggak mau! aku kan sudah bilang..aku nggak mau putus dari kamu.. nggak ada manusia yang sempurna Lang?!" Raisha masih tetap memeluk Galang meski tidak di respon. Terus saja mengoceh sambil terus membuat alasan untuk meyakin kan Galang.
Mahreen menatap nya nanar dari dalam mobil, bersama Witan. Hati nya terasa diremas. Sejauh apa pun Mahreen menghindari Galang, kenyataan nya ia tidak bisa berlari dan memanipulasi takdir. Ia harus menerima Takdir bahwa sesungguh nya ia Memang sudah jatuh cinta pada Galang.
"Mahreen? kamu baik baik saja kan?" tanya Witan sambil mengamati raut wajah Mahreen
"Baik!" kata Mahreen menutupi perasaan nya yang sedang kacau.
"Kamu mau turun dulu atau???"
"Kita langsung saja berangkat ke Bandung..nggak perlu berhenti!"
"Kamu yakin??? kita sampai bandung butuh waktu 5 sampai Jam lho Reen?"
__ADS_1
"Nggak masalah! justru kita bisa istirahat dulu.."
"acara nya masih besok jam 10 pagi"
"Nggak apa apa Wit..udah ayo berangkat!"
Witan melajukan mobil nya dengan pelan,karena masih berada di dalam lingkungan kampus.
Galang semakin tersudut, saat ia melihat Mahreen sedang mendapati diri nya di peluk oleh Raisha. "Lepas Raisha!" Galang menghempaskan tangan Raisha dengan kasar. Lalu dengan cekatan menghadang mobil Witan.
"Turun!" teriak Galang, sedang kan Raisha hanya bisa diam keheranan melihat ulah Galang.
"Anak itu benar benar keterlaluan!" gerutu Mahreen kemudian melonggar kan sealt Belt nya.
"Biar aku aja yang turun..." tambah Witan.
"Jangan..aku nggak mau dia berbuat macem macem..ini kampus Wit.."
pinta nya dengan halus dan sopan..ia tidak mau menurun kan Reputasi nya hanya karena masalah pribadi.
"Matikan dulu mesin mobil nya!" pinta Galang perasaan nya memanas saat melihat Mahreen duduk berada satu mobil dengan Wita.
Ya! Witan juga Dosen yang masih muda, selain pandai ia juga Rupawan., Salah satu dosen tervaforit bagi kaum mahasiswi.
"Galang!" pekik Mahreen.
"Kenapa?" Lalu Galang mendekati Mahreen dari balik kaca. "Pulang sama aku aja! ayo turun!"
"Nggak bisa..malam ini aku harus ke Bandung besok pagi ada Seminar.." jelas Mahren.
"Galang! ayo pulang! Bimbingan nya bisa dilanjutin besok..!" Tiba tiba Raisha nylonong begitu saja menggelendoti lengan nya, sehingga membuat Mahreen semakin kepanasan.
__ADS_1
Galang bingung harus berbuat apa, karena sampai saat ini Raisha belum tahu jika diri nya sudah menikahi Mahreen yang notaben nya adalah Dosen yang menjadi guru mereka.
Disisi lain Galang tidak ingin mencela Reputasi Mahreen karena jika ia mengakui saat ini pasti Raisha dan orang orang akan mencerna nya secara negatif. Waktu nya saja yang belum tepat untuk menjelas kan semua nya. Akhir nya Galang membiar kan Mahreen pergi begitu saja.
"Saya permisi..."Pamit Mahreen menelan perasaan yang pahit.
Disepanjang perjalanan Mahreen hanya bisa memejam kan mata nya namun tidak tidur.
Fikiran nya melayang kemana mana, bisa bisa nya hati nya di tarik ulur oleh Pria yang lebih muda dari nya.
"Kamu beneran nggak apa apa kan Reen??" Witan kembali meyakin kan.
"Ya..." jawab Mahreen tak bersemangat.
"Kamu cemburu????"
"Enggak lah!"
"Syukur lah..seperti nya memwang dia nggak pantes buat kamu Reen..jauh bertolak belakang sama kamu, bisa bisa nya berpelukan di depan kampus! padahal dia masih saah berstatus suami!"
"Udah deh Wit..jangan di bahas! itu urusan dia.. kita lihat aja kedepan nya.."
"Aku siap menunggu kamu Reen.. "
"Hahaha nggak mempan Wit?? kamu salah tempat kalau mau menggombal! hahah"
"Serius Mahreen! kamu yang nggak pernah ngganggep aku serius..."
"Sudah sudah.. nanti kalau kamu capek, bangunin aja ya? biar kita gantian bawa mobil nya..aku tidur dulu..perjalanan masih jauh!"
"Mahreen aku serius! tolong pertimbangkan apa yang aku ucap kan tadi..aku janji bakal ngejaga kamu.. "
__ADS_1
Mahreen pura pura tidur tidak menggibris Witan.