Bertemu Jodoh Yang Aneh

Bertemu Jodoh Yang Aneh
Hampir saja.


__ADS_3

"Kenapa Lang?? jelek amat Mukam mu" tanya Mahreen sambil mengamati Wajah Galang, Lalu menggeser kursi dan kini saling duduk berhadapan di meja makan .


"Enak aja!" Sambil menatap kesal pada Mahreen.


"Masaaa?? muka mu lebih mirip sama Pak Kartono satpam Kampus!" ledek Mahreen kemudian menyerutup teh yang masih menggebul asap nya.


"Pak Kartono kamu bilang?? tetep aja kamu cemburu kalau Raisha ngedeketin aku.."


"Galang!" Mahreen mulai kesal.


"Hahah tuh! Muka mu langsung kayak mak lampir!"


Mahreen langsung melempar kacang tepat di wajah nya, kemudian beranjak.


"Mau kemana!"


"Tidur!" jawab Mahreen tanpa menoleh.


" Kamu cemburu?" tanya Galang masih duduk ,memperhatikan Mahreen yang terus berjalan.


"Nggak! jangan Ge Er!" nada Mahreen sudah meninggi


"Mama minta cucu!"


Mahreen menghentikan Langkah nya seketika, dan membalikan kan badan nya. "Nggak Lucu!"


"Kamu pikir aku becanda?" Lalu Galang beranjak dan mendekati Mahreen.


"Lang..saat ini bukan waktu yang tepat untuk bercanda!"


"Kamu kira aku bercanda?? Mama terus mendesak..Agar kita cepat memberi nya cucu!"


"Saya belum siap!"


"Kapan kamu siap nya... Saya.. saya.. kamu bilang?? disini bukan Kampus..Nggak perlu pake bahasa Formal.."


"Saya tahu.. maksud nya aku tahu! tapi aku belum siap?" jawab Mahreen terlihat ragu ragu.


"Kenapa??? kamu belum percaya sama Aku?? Harus gimana lagi aku menjelas kan semua nya, Aku memilih untuk mencintai kamu Reen! kamu gimana sih? nggak dewasa sama sekali!"

__ADS_1


"Galang! aku nggak dewasa gimana??"


"Mas Galang! panggil aku mas Galang! aku tahu umurku lebih muda dari mu..Tapi disini aku kepala Rumah tangga! dan aku pemimpin! Hormati aku sebagai suami!"Tegas Galang Dengan perasaan kesal, Lalu memilih meninggal kan Mahreen.


"Mas Galang! kamu mau kemana!" panggil Mahreen.


"Tidur!" jawab Galang menaiki anak tangga.


Mahreen segera menyusul langkah Galang dan mengikuti nya. "Kamu Marah sama aku?"


"Menurut mu? aku harus Gimana?? aku harus memaksa kamu gitu?? Agar percaya sama aku?"


"Bukan gitu Maksud ku mas??"


"Terus apa?? kamu selalu menganggap pernikahan ini sebuah perjanjian bukan?? dan kamu nggak pernah percaya sama aku??? satu lagi! Kamu selalu menganggap kamu lebih dewasa dari ku!"


Mahreen nggak bisa menjawab pertanyaan Galang. "Nggak gitu juga kali!" balas nya masih setia mengikuti langkah kaki Galang


"Lalu apa tujuan kita meneruskan hubungan pernikahan ini? kalau tidak ada kepercayaan??" Kini Galang sudah berada tepat didepan pintu sambil memegang Gagang pintu.


"Aku..Aku..." Mahreen Gugup sehingga membuat nya tak bis lagi meneruskan kata kata nya


"Fine! kalau kamu memang belum siap! karena berbagai alasan kamu! aku nggak bisa maksa!" Kemudaian Galang membuka pintu.


"Aku setuju Dengan permintaan Mama" Kata Mahreen dengan ekspresi yang Gugup.


Wajah Galang kini berubah "Setuju??"


Mahreen mengangguk kan kepala nya.


"Setuju apa???" tanya Galang lagi.


"Itu..permintaan Mama?"


"Yang mana?" Goda Galang


"Yang tadi, yang kamu omongin.." Mahreen terlihat malu malu.


"Apa Sih Reen! yang jelas dong!"

__ADS_1


"Cucu! Aku setuju dengan permintaan Mama ,yang meminta cucu dari kita!"


"Hahhahaah!" Galang tertawa terbahak bahak.


"Ih! Malah ketawa:" Mahreen memukul mukul pundak Galang dengan Gemas. "Kamu ngeledekin aku kan!!!"imbuh nya lagi.


"Hahahah Aw! aduh pelan pelan dong Reen!" Kata Galang menenpis pukulan kecil dari Mahreen. Kemudian Galang merengkuh pinggang langsing nya, membawa Mahreen lebih dekat.


Menempel kan pada tubuh nya. Mata Mahreen membelalak ,merasakan Gesekan tubuh Galang. Jantung nya berpacu lebih debat,


Dengan Halus Galang membelai pipi mulus Mahreen, baru kali ini ia bisa menatap lekat dari jarak yang amat dekat.


"Kamu benar benar cantik!" Bisik Galang Lirih sambil terus membelai pipi halus itu, sehingga membuat sang pemilik pipi menjadi salah tingkah.


"Percaya sama aku..aku udah nggak punya perasaan apapun sama Raisha.." Bisik Galang kemudian mencium pipi itu.


Seperti terhipnotis, Mahreen hanya mengangguk menuruti naluriah Galang sebagai laki laki.


"Kita mulai dari awal ya..Kita jalani pernikahan ini seutuh nya.." bisik Galang lagi lalu mencium hidung mancung milik Mahreen.


Mahreen mulai terbawa suasana, terbang tinggi keangkasa menikmati sentuhan Galang dalam alunan cinta.


"Aku mencintai mu..."Nafas Galang sudah terdengar berat.. Kemudian Menghissaap Bibir manis nya, Dengan lembut Galang menuntun Mahreen agar membuka mulut nya, menuntt nya lebih jauh untuk membalas Cumbuuaan nya. Nafas memburu, Hasrat mulai menguasai kedua nya.


Baru saja Mahreen membalas cumbuuan dari Galang


"KRIIIING!!!! KRING! KRING!" tiba tiba ponsel Galang berbunyi, sehingga membuyarkan Hasrat di antara mereka.


"Bentar! aku angkat telfon nya dulu..Seperti nya Ada hal penting yang mau Papa omongin.." Galang segera menjauh dari Mahreen.


Mahreen tersenyum konyol ,dengan apa yang telah terjadi , "Selamat..selamat Aku selamat dari Harimau yang kelaparan!" kata Mahreen sambil mengelus dada nya.


"Reen! kamu tidur duluan... Papa minta laporan kemarin.."


"Hah! emang kemarin belum kamu kerjain?"


"Hehe..belum..maka nya Papa marah marah nih" jawab Galang sambil cengengesan.


"Apa!" Mata Mahreen melotot. "Kamu bener bener teledor! itukan laporan penting! Gimana sih!"

__ADS_1


"Udah..jangan ikutan marah! kita lanjutin besok ya? inget! Cucu Mama harus gera Rilis!"


"Galang!!" teriak Mahreen dengan kesal.


__ADS_2