
"Reen..gimana kalau besok kita Jalan? terus mampir ke Rumah Mama..." ajak Galang menjelang tidur.
"Jalan?? kemana???" Jawab Mahreen menarik Slimut.
Lalu Galang mengubah posisi nya, kini menghadap Mahreen dengan tangan nya uang menjadi tumpuan. Mahreen segera mengambil kuda kuda, berjaga jaga takut Galang akan melakukan sesuatu pada nya.
"Itung itung kencan!"
"Hahaha kencan?? dasar Labil! Sok Romantais!" Mahreen lalu membalikan badan nya, bermaksud untuk membelakangi Galang.
Namun sayang, usaha nya tak berhasil. Galang lebih dulu berhasil menarik pundak nya.
"Mau ngapain! sini kita ngomong dulu.."
"Ngomong apa lagi??" Jawab Mahreen Gugup.
"Kok ngomong ala sih! kan besok kita mau kencan.."
"Geli tau nggak, aku denger nya.. hahahah"
"Jadi kamu nggak mau?"
"Kamu ngambek???"
"Malas aku ngomong sama kamu?" Galang mengubah posisi nya.
"Gitu aja ngambek! iya besok kita Jalan!"
"Nah gitu dong! lagian selama kita menikah..kita belum pernah pergi berdua.."
"Iya!! nggak perlu di ulang ulang terus kali.."
"Oh Ya! kenapa Rektor tiba tiba manggil kamu???" tanya Galang kembali membalikan badan nya, dan kini mereka sudah saling berhadapan beradu dalam.satu selimut.
Jarak mereka sangat dekat, Mata cantik Mahreen membuat Hati Galang teduh. Ada perasaan canggung diantara mereka terlebih Mahreen.
"Aku juga nggak tahu.. seperti nya ada Mahasiswa yang melapor ke pihak kampus.."
__ADS_1
"Kok bisa sih???"
"Ya mana aku tahu????"
Galang membelai wajah Mahreen, "Udah tenang aja..Yang penting sekarang kan udah nggak simpnag siur!" Lalu mulai mendekat kan wajah nya.
"Mau... Mau Nga..Hmmmmmppp!" Mahreen kalah telak tanpa perlawanan.
Galang tiba tiba menerobos pertahanan Mahreen, menyatukan bibir nya dengan penuh Gairah.
Seperti nya alam sedang berpihal pada nya, hembusan angin di iringi hujan mulai menyapa bumi.Menambah Hening dalam Gelora yang menggelora.
Perasaan Mahreen sudah tak bisa digambar kan lagi,
Dengan perlahan tapi pasti, Galang terus menelusuri leher putih yang menurut nya sangat menggoda.
"Maas...Aku???" kata Mahreen dengan segala perasaan nya.
"Please..aku sudah tidak bisa membendung nya lagi.." pinta nya dengan lembut.
Galang mulai menanggal kan celana boxer nya..Kini benae benar dalam mode ON.
"Kriiiiiiiiiing! Kriiiing! Kriiiiing" Bel Rumah berbunyi.
"Sial!!" umpat Galang dengan kesal. "Pakai lagi baju Reen!" sambung nya Lagi.
Bel Rumah, kembali berdering. Garang menuruni anak tangga sambil memakai kaos nya.
"Dari tadi Mama nunggu di Luar! tapi nggak kamu buka buka!" omel Mama langsung nerocos, padahal pintu baru dibuka.
"Mama! ngapain Mama malem malem kesini!" jawab Galang dengan kesal dengan mengikuti dari belakang.
"Memang nya kenapa??? emang nggak boleh kalau Mama mampir???" Mama langsung duduk.
"Ya boleh lah! cuma waktu nya nggak tepat Ma! udah malem ngapain kesini??"
"Terserah Mama lah! nama nya juga Mampir..lagian nggak masalah kan ?? mampir ke Rumah anak nya sendiri??"
__ADS_1
Kemudian Papa Masuk dan duduk di sebelah Mama.
"Iya tau! Lagian jam segini baeu pulang? Memang nya kalian dari mana??" dengan mulut Galang yang mengerucut
"Kencan Lah! emang nya kamu.. kuper di rumah terus!" balas Mama mengejek Galang.
"Mama Ap'an sih! udah tua juga! pake kencan segala..Bikin Galang mual aja!"
"Di bilangin orang tua nggak percaya? Mama bel tua kali! Tua tuh nanti kalau udah kamu kasih cucu! baru boleh kamu bilang Mama tua! tuh! tanya sama Papa mu!"
"Mama ah! Emang dari mana sih Pa??" tanya Galang ke Papa, karena dari tadi Jawaban Mama selalu nggak benar.
"Cari angin..Biar nggak suntuk di rumah!" jawab Papa dengan sepele, sambil menaik turun layar ponsel nya.
"Mama sama Papa nggak ada yang bener kalau di tanyain?"
"Papa sama Papa kan kesepian Lang? punya anak satu, meski bebal tapi aja Sepi! apa lagi udah punya istri.." jelas Papa
"Bener tuh kata Papa! Kapan Rilis nya cucu Mama Lang????" sahut Mama.
"Ya Sabar Dong Ma?? Galang kan juga baru usaha???" balas Galang tak mau kalah.
"Kami nggak impoten Kan Lang???"
"Mamah! apa'an sih! ya enggak lah!" Bantah Galang berapi api.
"Sudah sudah... kalian ini ngomong apa sih! man Mahreen???" timpal Papa.
"Tidur Pa?? aku panggilin bentar.." Galang bangkit dari duduk nya.
"Nggak usah! biarin istirahat..kasihan kalau dibangun kan.. Tuh! Tadi Mama ingat sama kamu..dibeliin makanan kesukaan kamu! kadi nya ngerengek minta mampir kesini..Kalau Papa sih sebener nya males ketemu sama kamu!"
"Papa tega bener sama anak sendiri!"
"Ih Papa! Ya udah nih Lang? " Mama memberikan bungkusan pada Galang, "Makanan kesukaan kamu..Mama mau pulang dulu ya..jangan lupa !buatin cucu yang banyak buat Mama!" pesan Mama sebelum pulang.
"Jangan lupa, jangan sampai Cucu Papa saa yang kayak kamu ya!" pamit Papa.
__ADS_1