
Aku bahkan hampir tidak percaya dengan semua ini, Sedikitpun aku tidak pernah membayangkan jika Harus menikah dalam waktu sesingkat ini dengan Lelaki yang pantas nya menjadi Adiku.
pupus sudah harapanku untuk menikah dengan pria yang lebih dewasa dan bisa mengayomi ku'.
"Galang! kenapa secepat ini!" tanya ku bisik bisik , sambil clingukan. agar tidak di dengar oleh keluarga yang datang di acara lamaran malam ini. Ya! Pak Santosa datang bersama keluarga nya, ku kira hanya datang untuk membicarakan hubangan kami.
ternyata kedatangannya sekaligus untuk melamar ku untuk anak ya yang kolotan itu.
"Mana aku tahu bu! aku juga nggak nyangka..Papa bakalan nikahin kita dalam waktu sesingkat ini!" balas Galang berbisik juga tak percaya.
Entah mengapa Hati ku bisa seNerveous ini. Padahal ini kan hanya pernikahan Sandiwara, Bukan pernikhan impian antara aku dan Galang.
Hanya berjarak lima hari saja dari malam ini, Aku juga bisa melihat gurat keseriusan di wajah Galang.
"Ibu nggak nyangka Heen! kamu dapat jodoh anak orang kaya!" kata Ibu merasa puas..
"Terserah apa kata ibu..Mahreen kan sudah bilang? Jodoh itu sudah di atur Tuhan..akan datang di saat waktu yang tepat.." jelas ku
"Halaaah! coba kalau ibu tidak sering mengolok mu! pasti kamu masih betah menjadi Prawan tua!"
"Ibu!" tega banget sih ibu mengatai ku prawan tua.
"Pokok nya Ibu akan mencarikan dekorasi paling bagus Mahreen! Paling mewah!"
"Bu?? Mahreen pengen yang sedehana saja??" pintaku, karena pernikahan ini hanya bohongan. Aku tidak ingin semua orang tau.
__ADS_1
"Tidak bisa..enak saja, biar mulut para tetangga pada mingkem Reen! biar dia tahu kalau kamu dapat Suami orang kaya!" Bantah ibu dengan kemayu.
"Terserah ibu saja lah!" Aku langsung pergi ke kamar. Berdebat dengan ibu adalah hal yang paling tidak kusukai. Selain berdosa,Pasti ibu juga yang menang,
#Kantor.
"Pasti semalam nggak bisa tidur ya?? karena mau menikah sama Fotocopyan nya Zayn Malik??" Goda Galang menyerah kan laporan.
"Galang!" aku memelototi nya, Sedangkan anak kolotan ini hanya cengengesan saja, entah apa yang ada di dalam kepala nya. Paras nya bisa dikatakan Ganteng, jika harus memberi nilai aku akan memberi nya nilai 95 pas sesuai postur tubuh nya.
Lalu aku memeriksa hasil laporan nya.
"Galang! kamu gimana sih! buat laporan kayak gini aja nggak bisa!" Aku serius memeriksa nya.
"Astagfirulloh! terus apa yang kamu dapat kan selama kulian Galang!" nada ku mulai meninggi.
"Aku nggak ngerti bu! Kalau aku pintar nggak mungkin aku lulus S1 dengan waktu 8tahun.." Jawab Galang tanpa dosa.
"Bebal sekali anak ini!" batin ku.
"Kamu belajar buat laporan disini! jangan pindah ruangan sebelum kamu bisa.."
Lalu aku kembali duduk di kursi ku dan bekerja. Galang terus bertanya, sedikit sedikit bertanya. Jadi benar Galang sama sekali tidak mengerti..bagaimana dia bisa ngotot minta Jabatan pada Papa nya.
"Hari ini saya ada kelas megajar! bagaimana kalau kita ke Perpustakaan dulu untuk mencari buku.." ku hampiri dan kulihat bagaimana Galang membuat Laporan
__ADS_1
"Susah banget ini bu!" Galang masih sibuk belajar membuat laporan
"Maka nya! nanti kita cari buku di perpusatakaan! biar kamu bisa belajar! nanti saya yang akan membimbing"
"Beneran! mau ngajarin saya bu??" Saking senang nya,Galang reflek mendongak dan menarik lengan ku. Pandangan anak ini cukup tajam , sampai membuat ku memalingkan muka.
"Lepas kan tangan mu.. nanti tunggu saja di Parkiran.." aku langsung kembali duduk dan bekerja.
Galang.
Tubuh bu Mahreen memang kecil, tapi IQ nya benar benar di atas Rata rata. tangan nya terampil dalam bekerja. Ku amati terus dari tadi ..Pantes saja Papa lebih percaya pada nya.
Ku akui otak nya sangat top cer. Beberapa masalah sudah ditangani nya..Ada beberapa investor yang memuji kepawaian nya. Tapi ya Gitu Deh! Bu Mahreen hanya menanggapi dengan datar dan sepele. Pantas saja nggak ada Pria Yang mau mendekati nya. Ini saja kalau bukan karena terpaksa Ogah banget berurusan sama bu Mahreen.
Kalau masalah Face, sebenar nya bu Mahreen masuk katagori cantik Lho. Hanya saja kacamata dan kejudesan nya itu yang membuat bu Mahreen kelihatan tua.
"Bu..Capek! aku ijin sebentar ya..Aku mau ketemu Raisha?" pinta ku.
"Sana temui pacarmu..tapu besok kamu kesini cari buku sendiri!" jawab bu Mahreen sepele tapi ngena banget di hati , dia masih sibuk memilih buku.
"Nggak ada satu jam kok Bu?" aku merayu nya kembali.
"Semakin kamu cepat bisa! semakin kamu bisa cepat menemui pacarmu!" Bu Mahreen mulai Judes..
Aku hanya bisa menurut layak nya anak kucing, kalau saja bukan Karena Papa.
__ADS_1