
"Galang! tolong bersikap sopan! ini kampus! lepas kan tangan kamu dari lengan saya!" kata Mahreen sambil mengamati sekeliling nya.
"Mas Galang! panggil Mas Galang! aku ini suami kamu! harus berapa kali lagi aku mengingat kan!" Galang tidak mau kalah.
Mahreen memicing kan mata nya, dan menarik nafas dalam dalam..agar lebih tenang menghadapi Pria yang sedang ngotot ingin berbicara dengan nya,
"Bisa nggak kamu pelan pelan ngomong nya!"
"Aku nggak perduli! bahkan kalau perlu..biar satu kampus ini tahu! Kalau kita sudah menikah!"
"Ssstttttt!!!!!" Mahreen menyuruh nya untuk diam, "Apa apa'an sih Kamu! saat ini bukan waktu yang tepat untuk mengumum kan ,apa yang sebenar nya terjadi di antara kita!" cegah Mahreen dengan Panik.
"Aku nggak perduli! biarin aja semua tahu.. bukan nya itu malah Bagus, biar kamu nggak marah marah terus sama aku!"
"Cukup! ini kampus! tolong..kita harus profesioanl! Jangan bawa masalah dari Rumah ke kampus!" Mahreen memperingat kan Galang dengan serius
"Yang nggak profesional itu kamu!"
Mahreen kembali menghirup udara dalam dalam.. memilih untuk mengalah "Oke! Mas Galang please... nanti kita bicarakan ini semua di rumah.. "
"Ehheeemmm! Maaf menganggu waktu nya sebentar bu Mahreen.." tiba tiba Witan datang menyela.
Mahreen terlihat panik, ia tidak mau sampai orang lain tahu masalah Rumah tangga nya.
"Pak Witan! santai aja.. maaf apa ada perlu ya Pak?" jawab Mahreen sesikit Gugup namun sopan
"Bu Mahreen. Di cari sama Rektor.. ditunggu di ruangan nya.."
"Oke! saya segera kesana Pak..terimakasih ya, sudah memberitahu saya!" Mahreen tersenyum manis..
"Saya pamit dulu Bu.. Mari...!" Pamit nya Pada Mahreen, kemudian mengangguk pada Galang Lalu pergi.
__ADS_1
"Kamu kembali ke kelas..aku menghadap Rektor dulu.." Pamit Mahreen, perasaan nya sudah mulai tidak enak.
"Ada hal penting apa?? gimana kalau aku anter. " tawar Galang.
"Mas..please ini bukan kantor.. ini Kampus..Aku bisa nyelesain ini semua.."
Mahreen segera berjalan meninggal kan Galang untuk menghadap Pak Rektor di ruangan nya.
Dengan Sopan Mahreen mengetuk pintu, kemudian masuk , dan duduk di Sofa setelah Pak Rektor mempersilah kan nya.
"Bu Mahreen..Apa ibu tahu mengapa saya memanggil Anda??"
"Maaf Pak! saya belum tahu.."
"Baik! Saya mendapat kan Laporan dari salah satu Mahasiswi di kampus ini..Apa benar ibu Mahreen menjalin hubungan bahkan tinggal bersama dengan sala seorang Mahasiswa dikampus ini Bu?"
"Saya Pak.." Mahreen seperti orang Linglung sambil menunjuk wajah nya sendiri.
"Tidak Pak! mungkim dugaan tersebut Keliru atau bahkan salah!" Mahreen membela diri.
Kemudian Pak Rektor mengeluarkan beberapa Foto "Lantas ini siapa! kalau bukan bu Mahreen! tindakan bu Mahreen sangat tidak pantas! bahkan memberi citra buruk untuk Kampus ini! Seharus nya Bu Mahreen menjadi panutan!"
"Pak! dengr kan saya dulu.."
"Bahkan di Area kampus saja! ibu sering berduaan dengan Mahasiswa tersebut.. Apa tanggapan khalayak umum..Jika mereka sampe mengetahui nya Bu! Bahkan Bu Mahreen terancam di berhentikan secara tidak Hormat oleh Dinas!" tegur Pak Rektor.
Mahreen bingung, harus memulai menjelas kan dari mana, Lagiam siapa juga sih yang iseng memfoto nya.
"Maaf Pak! saya suami nya!" Galang tiba tiba nyelonong masuk, Membuat Mahreen tak percaya serasa di sambar petir di Siang bolong.
"Apa!" Pak Rektor masih tak percaya.
__ADS_1
kemudian Galang mengeluarkan, isi di dalam dompet nya..yakni Fotocopy buku nikah mereka.
Ternyata tadi Galang mengikuti Mahreen karena penasara dan menguping pembicaraan pak Rektor.
"Jadi kalian sudah menikah????"
"Iya Pak? hanya saja kami belum mengadakan Resepsi.. maklum lah Pak, Istei tercinta saya ini kan super sibuk.." jelas Galang, membuat Mahreen mati kutu.
Sebenar nya, Mahreen belum siap jika harus menjadi bahan Gosip satu kampus ini. Bagaimana tidak? apa kata Mereka, jika Dosen yang terkenal Galak dan berumur menikahi Mahasiswi nya yang super Ganteng.
"Maaf kan saya kalau begitu Bu Mahreen..ternya ini hanya salah paham.."
Mahreen hanya tersenyum tidak enak dan segera berpamitan.
"Mas! kenapa tiba tiba kamu dateng?" tanya Mahreen setelah di Luar
"Sayang...aku memang sengaja menguping" sambil membelai Jilbab Mahreen.
"Turun kan tangan mu! ini kampus!"
"Kenapa??? biarin aja semua ornag tahu..."
"Mas??? aku belum siap jadi bahan Gunjingan orang satu kampus..kamu kan tahu sendiri image aku" kata Mahreen tak bersemangat.
"Kenapa? kamu cantik smart! harus nya kamu bangga!"
"Buka. itu! masalah nya mereka pasti akan beranggapan yang aneh aneh..mengenai jarak usia di antara kita!"
"Buang Mindset kamu yang negative seperti itu! Aku yang bertanggung jawab penuh atas apapun yang terjadi samau kamu! sekarang kamu haris percaya diri!" Kemudian Galang menggenggam tangan Mahreen dan mengajak nya pulang.
Mahreen masih kelihatan malu malu kucing seperti nya belum siap jika orang orang mengetahu setatus baru nya. Menunduk di spanjang jalan.
__ADS_1