Bertemu Jodoh Yang Aneh

Bertemu Jodoh Yang Aneh
Hari Baru


__ADS_3

"Lang! kamu liat kunci mobil ku nggak?" tanya Mahreen sibuk mengubek ubek isi laci mencari kunci mobil nya


"Hmmmmm" jawab Galang masih santai selonjoran di atas sofa sambil menggeser naik turun layar ponsel nya.


"Semalem aku taruh disini Lho Lang!" sambil menunjukan Laci yang dia buka. "Mana sih! kok nggak ketemu ketemu! nanti aku bisa telat.." Omel Mahreen.


"Panggil Aku Mas Galang! baru nanti aku kasih tau?!" Kemudian Galang bangkit dari posisi terwenak nya.


"Apa!" Mahreen seketika menghentikan pencarian nya. menatap tak percaya pada galang. Lalu menarik nafas nya dalam dalam. Ia sangat tahu seperti nya pagi ini akan di lalui dengan drama terlebih dahulu. Entah apa yang di ingin kan anak ini. "Galang! aku sedang terburu buru..ada jam ngajar pagi ini!"


"Ngajar?? bukan nya Weekend?? bilang aja kamu mau ketemu Witan kan??" sambil mengamati penampilan Mahreen. Karena sekarang semakim kesini penampilang Mahreen semakin Modist.


Kemudian Mahreen menaut kan alis nya. "Ini waktu yang nggak tepat buat bermain drama! aku bisa telat! Mana kunci nya!" pinta Mahreen sambil menengadah kan tangan nya.


"Jangan mulai mencari perhatian luar di rumah ya Reen! atau aku laporin kamu ke Papa atau Mama kamu sendiri?" Ancam Galang ,masih duduk dengan melipat tangan nya di atas Dada.


"What! Pagi pagi udah bikin orang emosi aja sih Lang! Ini emang hari sabtu!Yang libur hanya kantor tempat kerja ku! alias perusahaan punya Papa kamu! kalau kampus mah enggak! aku masih ada kelas Ngajar! kamu kan juga pernah kuliah! jadi kamu tahu kan hari libur nya!" Mahreen mendelik kesal.


"Janganendebat ku seeprti itu! ingat surga mu ada di bawah telapak Kaki ku!"


"Astagfirulloh!" Mahreen masih mencoba menahan emosi. "Oke! Aku minta Maaf? ya sudah..mana kunci nya??" Mahreen terpaksa tersenyum sambil menengadah kan tangan nya.


"Panggil aku Mas Galang dulu?".


"Kamu!" Mata Mahreen melotot, entah lah apa maunnya anak ini.


"Ya udah kalau nggak mau!" Galang bangkit dan mulai melangkah.


"Mau kemana! bawa sini dulu kinci nya!" Mahreen sudah terlihat panik, namun tak dihiraukan Galang.

__ADS_1


Galang terus melangkah menuju kamar nya


"Oke! Mas Galang! tunggu! Mana kunci nya??" pinta Mahreen dengan terpaksa.


"Yang Keras dan ikhlas!" jawab Galang tanpa menoleh ataupun berbalik arah melihat Mahreen.


Dan di saat ini justru Hati Mahreen terasa panas dingin,namun ia mencoba menutupi kegugupan nya. "Mas Galang?? mana kunci nya? Aku mau berangkat ngajar.." Pinta Mahreen selembut mungkin.


Galang tersenyum licik, "Tunggu sebentar! aku ganti baju dulu! biar aku antar!"


"Apa! Nggak! Nggak! aku ke kampus sendiri?" tolak Mahreen


"Ya udah! Kalau Gitu..aku nggak ngijinin kamu pergi? kamu tahu kan?? apa hukum nya..Jika istri meninggal kan rumah tanpa seijin suami nya???" kata Galang dengan santai nya, Lagi lagi membuat hati Mahreen kesal.


"Oke!" Jawab Mahreen dengan nada tinggi.


Galang mengenakan celana pendek dan hanya mengenakan kaos model oversize, meski hanya begitu..Tak bisa di pungkiri, Justru Semakin membuat aura ketampanan nya terpancar ditambah kaca mata hitam yang menutupi mata nya. Mahreen hanya bisa memalingkan muka melihat arah jalanan dari jendela mobil,karena ia tak mau Perasaan nya semakin bertumbuh.


mata Mahreen mendelik kesal." Kepedean!"Umpat Mahreen.


"Hahaha bilang aja..kamu malu kan melihat kegantengan ku ini? aku ini fotocopyan nya Zayn Malik.." dengan percaya diri nya.


"Bukan..aku cuma bingung. Gimana coba aku ngejelasin ke orang orang tentang kita??"


"Tinggal bilang aja! kalau kita sudah menikah.."


"Nggak semudah itu Lang!" Mahreen mulai berbalik ke Arah Galang.


"Mas Galang!" tegas Galang lagi memperingati Mahreen.

__ADS_1


"Oke Mas Galang! masalah nya.. Aku Dosen di kampus..Sedangkan kamu Mahasiswa ku?? apa lagi ada jarak umur di antara kita..Pasti mereka akan semakin berpikiran yang tidak tidak tentang ku!" Mahreen mulai tak bersemangat.


"Jangan hiraukan mereka..! karena hanya akan membuat mu tidak berkembang.. Kadang kala kita itu perlu untuk masabodoh".


"Sok Bijak..."


"Memang kenyataan nya seperti itu!"


"Jujur aja Ya Lang..."


"Mas Galang! aku kan udah bilang, biasakan memanggilku dengan sebutan Mas Galang.."


"iya! aku belum terbiasa..!"


belum saja mereka selesai berbicara,Mobil sudah sampai di halaman kampus.


"Jangan lupa cium tangan ku dan berpamitan sebelum turun..." peringat Galang saat Mahreen melepaskan Sealt Bealt nya.


Hati Mahreen kembali berdegup kencang. Mahreen menuruti perkataan Galang, seperti kucing menurut pada tuan nya.


"Sini dulu!"


"Apa'an sih! aku mau turun..bentar lagi kelas di mulai!" Mahreen mendekat dengan kesal.


"Cuuuuppppp!" Galanh mencium kening Mahreen, Mahreen hanya bisa memendam perasaan tak percaya, Pipi nya sudah mulai memerah.


"Galang Buka Pintu!" gedor Raisha dengan tiba tiba. Terus menggedor jendela mobil ,Membuat suasana di dalam mobil menjadi buyar.


Perasaan Mahreen mulai tak menentu,terlebih jika Raisa memergoki diri nya tengah di cium Galang. Bagaimana ia harus menjelas kan

__ADS_1


jujur sebenarnya mahren merasa minder dengan faktor usia di antara mereka. Galang masih terlihat Sangat Muda dengan segala panampilan nya.


Padahal itu hanya perasaan Mahreen saja. Jika mereka jalan ataupun bersanding, Mahreen tak terlihat lbih tua dari Galang. Penampilan nya juga stailysh,Cantik dan Manis. Bahkan tak terlihat seperti perempuan di usia 28th. Hanya saja ia tidak punya kepercayaan diri.


__ADS_2