Bertemu Jodoh Yang Aneh

Bertemu Jodoh Yang Aneh
Kok Bisa


__ADS_3

"Ayoo bangun! katanya ngajakin Jalan?" kata Mahreen saat mendekati Galang , Masih dengan handuk yang melilit di kepala nya untuk membangun kan Galang.


Galang memicing kan mata nya, aroma segar khas orang yang baru selesai mandi memberikan wangi berbeda dan sejuk..


"Hmmmm!" Balas Galang mendongak memperhatikan wajah ayu Mahreen, masih jelas terlihat buliran aliran air segar di wajah nya.


"Jadi Jalan nggak???"


"Jadi! kamu sengaja menggoda ku kan Reen.." kata Galang dengan suara serak serak khas bangun orang tidur.


"Enak aja!" Mahreen membela diri dan memundur kan kaki nya satu langkah, melihat tatap galang yang begitu tajam.


"Ngapain kamu pake celana pendek gitu..kalau nggak mau menggoda ku.."


"Nama nya juga orang habis mandi.. lagian lebih nyaman pake celana pendek buat di rumah!"


"Jam segini baru Mandi???"


"Iya Lah! emang nya kamu? habis sholat subuh terus tidur lagi??" ejek Mahreen.


Bukan nya bangun , justru Galang kembali menarik selimut dan membalikan badan nya.


-"Mas Galang! gimana sih..kok tidur lagi.." Mahreen kembali naik ke atas kasur sambil menggoyang goyang kan badan nya.


Tak mau membuang kesempatan, Galang langsung menarik pinggang Mahreen sehingga membuat nya terjerembab.


Kini Posisi Galang berada di atas berhasil mengunci tubuh Mahreen dengan memegangi kedua pergelangan tangan nya.


"Mas Galang!" ronta Mahreen


"Mau kemana??? aku mau menagih hak Ku semalam.." Goda Galang menyeringai.


"Iya! tapi nggak sekarang! lepasin dong.."

__ADS_1


"Nggak bisa..aku mau nya sekarang..,"


"Tapi aku-"


"Tapi apa????" Galang mulai menyusuri leher jenjang putih Mahreen, sehingga membuat nya menggelinjang.


"Aku sedang Mens????"


"Apa!" Galang menghentikan aktifitas nya. "Bilang aja..kamu bohong kan??" Galang kembali memulai aktivitas nya.


"Niih kalau nggak percaya...coba pegang aja!" Mahreen tak kalah konyol nya.


Galang membuang nafas nya dengan kesal.


"Gagal lagi deh! mau buang setatus perjaka aja susah banget!!" Galang segera melompat dari Ranjang.


Mahreen terkekeh melihat Ekspresi Galang.


Sambil menunggu Galang selesai Mandi, Mahreen segera berdandan untuk bersiap. Seperti biasa tampilan nya tak kalah dengan Gadis Abege degan staylish. Mata Galang tak henti henti nya mengamati penampilan Mahreen yang di Juluki Dosen Prawan tua yang Galak. Dalam hati nya berkata Bahwa Mahreen Perempuan yang sangat cantik.Kalau dandan begini seolah tidak nampak usia yang sebenar nya.


"Mahreen!" panggil Witan,


"Witan!" Mahreen menoleh, kemudian Witan mendekati mereka


"Nonton konser juga???"


"Iya..kamu nonton juga??"


"Ya iyalah! kenapa kamu nggak bilang kalau mau nonton kita kan bisa pergi bareng.."


Mahreen merasa tidak enak karena disebelah nya ada Galang yang terlihat sangat tidak senang akan kehadiran Witan.


"Makasih..tadi nya nggak kepikiran mau nonton konser?? kebetulan aja.."

__ADS_1


"Oh Gitu....? oh iya, kamu belum buka email ya? Nanti sampai rumah..coba langsung kamu buka ya? nanti kita bisa diskusiin bareng bareng..."


"Proposal apa ya Wit??"


"Seminar Reen.. masak sih kamu lupa!"


"Oh iya! aku lupa! aku baru inget sekarang! makasih ya udah ngingetin.."


"Oke! kamu mau diskusi dimana?? kalau di Kampus kayak nya kurang waktu deh Reen? Kita bener bener butuh waktu untuk membahas nya Loh! Gimana kalau kamu yang milih tempat..nanti aku yang jemput kamu! Gimana???"


"Nggak perlu Pak! saya bisa kok nganterin Mahreen..Lagian nggak enak juga di Liat Orang..Pak Witan jalan sama Istri Orang!" tiba tiba Galang menyerang Witan dengn kata kata sarkasme nya.


"Oh Gitu..."Witan masih terlihat sangat santai.


"Gampang, nanti bisa di atur Kok..Aku cek dulu Proposal nya..nanti baru aku kabarin! Ya!" balas Mahreen mencoba menengahi Mereke.


"Oke! Kalau gitu..aku tunggu balasan email nya ya.." Pinta Witan dengan senyum teramah nya, sehingga membuat nya terlihat semakin Ganteng.


"Sudah kan Pak..tidak ada lagi yang ingin di bicarakan, kalau begitu saya dan Mahreen pamit dulu!" Lagi lagi Galang nyelonong duluan, Pamit sekaligus menggelandang tangan Mahreen.


"Mas Pelan pelan.." pinta Mahreen masih smabil terus mengikuti langkah Kaki Galang, karena ia tahu,Galang dalam mode tidak baik.


"Mahreen! kamu bisa nggak sih..nggak sedekat itu sama si Witan"


"Nggak sopan! dia itu Dosen di kampus kamu Lho!"


"Bodo amat!"


"Cieee! bilang aja kamu cemburu kan??? hayo ngaku.." goda Mahreen.


"Pokok nya aku nggak suka kamu dekat dekat sama cowok lain! ingat kamu udah punya suami.."


"Hahahah Labil tau nggak sih! gitu aja cemburu!" ejek Mahreen.

__ADS_1


Galang langsung menyapit leher Mahreen dengan siku nya karena Gemas melihat ulah istri nya yang sangat cantik itu.


__ADS_2