
Mahreen
Kutarik nafas dalam dalam dari hidung, Lalu ku keluar kan lewat mulut. "Tenang Mahreen..Sekarang atau nanti, kau tetap akan menjadi Janda. Jangan menaruh perasaan apa pun pada anak itu..." setelah Yakin aku memberaikan diri ku untuk membuka pintu dan mencoba untuk biasa saja. Seolah tak pernah terjadi apa apa.
#
"Mahreen!" kudekati Mahreen saat membuka pintu.
"Hai.." Sapa Mahreen terus melangkah, aku tahu dia sedang berusaha tersenyum di depan ku.
"Hape kamu lowbat ya? dari semalem kok di luar jangkaun terus.."
"Aku lupa memeriksa!" masuk ke dalam rumah tanpa melihat wajah ku,
"Gimana disana??" terus ku ikuti langkah kaki nya.
"Baik.." jawab Mahreen pasi.
"Kenapa sama mobil kamu?? kenapa pake mobil Pak Witan?? Hanya kalian berdua saja yang ke Bandung ??? Kenapa nggak ngasih info dulu..kalau kamu mau ke Bandung..aku bisa kok nganterin kamu?? harus nya kamu pamit dulu.." Galang terus nerocos mengikuti langkah Kaki Mahreen yang terus mencoba menghindari nya.
Pada Akhir nya Mahreen sudah tidak tahan lagi sampai menghentikan langkah kaki nya dengan kasar. "Apa sing Lang! sebener nya mau kamu??? Aku capek! nggak usah perduli sama aku! Kamu mau aku berjuang untuk hubungan semakin nggak jelas ini???"
"Nggak jekas Gimana?? Kemarinaku tu terpaksa ngangkat telfon dari Raisha? aku risih! terus ditelfon sama dia?? Semalam????Aku nggak tahu tiba tiba dia datang terus meluk aku??"
"Aku nggak perduli! Aku capek!" Suara Mahreen mulai melemah,mata nya mulai berair. "Ya itu lah kamu! nggak pernah bisa nolak apa, apa pun yang menjadi keinginan Raisha!" Emosi Mahreen memuncak kembali.
"Mahreen..aku-?"
__ADS_1
"Apa? Sebenar nya semua ini bisa di sederhanakan..kalau kamu sendiri yakin dan tegas! tapi apa kenyataan nya??? Aku capek! selama ini aku berjuang sendiri untuk membawa Pernikahan ini ke arah yang lebih Jelas! Aku sendiri! Aku sendiri yang berjuang! kamu enggak!" Mahreen mempertegas.
"Capek?? berjuang?? berarti kamu berharap pernikahan ini akan berjalan selayak nya??? tapi kenapa kamu nolak??? kalau kamu berharap..berarti kamu menyimpan rasa sama aku Reen??? jawab yang jujur! katakan..katakan kamu udah jatuh cinta sama aku?" kata Galang sambil menggoyang goyang kan bahu Mahreen.
"Enggak!"
"Iya! "
"Enggak Galang!" kata Mahreen penuh penekanan.
"Iya! bukti nya kamu marah! artinya kamu cemburu!"
"Enggak sama sekali! disaat dimana kamu menyuruh ku untuk tidak menyimpan perasaan apapu pun sama kamu!" Mahreen mencoba pergi dengan menerobos bahu Galang, Tapi Galang berhasil meraih pergelangan tangan Mahreen.
"Apa lagi! lepasin nggak!" berontak Mahreen.
"Enggak! mulai sekarang, aku nggak ngijinin kamu perrgi berdua sama Witan!"
"Mau aku satu..kita jalani Rumah tangga ini dari awal?"
"Hahaha ini omong kosong yang kesian kali nya yang pernah kamu ucapin Lang?? Hallo apa kabar?? dengan 4tahun perjuangan cinta mu??? aku nggak mau jadi korban kekesalan atau pelampiasan kamu!".
"Mahreen! hormati aku sebagai suami mu!" Galang sudah dalam serius.
"ComeOn Baby?? suami yang mana?? suami yang seperti apa?? baru saja kemarin bilang putus..tapi semalam udah peluk pelukan di depan kampuss??" Mahreen mengejek Galang dengan getir. Meski sebenar nya hati nya sangat sakit karena cemburu.
"Masalah Raisa??? Aku-" Galang tak menerus kan kalimat nya.
__ADS_1
"Aku nggak bisa melupakan nya, aku nggak tega karena kami sudah berpacaran lama??? iya begitu???? BASi tau nggak!!!" Sambil menirukan ekspresi Galang
"Mahreen! jangan mengungkit nya lagi! kali ini aku serius! aku sudah putus dari Raisha! aku juga nggak mau, apa lagi berfikiran untuk memperjuangkan dia lagi! Selama ini aku baru sadar.. sebenar nya kamu yang ada buat aku??"
"Haduuuh..Simpan saja Gombalan mu itu! minggir! aku mau istirahat!"
Tanpa berbasa basi ,dan sudah tidak tahan lagi atas sanggahan sanggahan yang diberikan Mahreen..
Galang langsung merengkuh pinggang mungil Mahreen, Kemudian menyerang bibir tebal Mahreen dengan semangat membara.
Mata Mahreen membelalak "HEEEMMPPPTTT"
Sambil mendorong dorong dada Galangencoba melepas kan dari bibir Galang namun tak berhasil, Mahreen gelagapan kurang oksigen, ini kali ke dua Galang menciu.m nya semenjak peristiwa itu.
Galang terus melummaat nya ,sesekali memberi jeda.Lalu menyerang nya kembali.
Setelah puas Galang baru melepas kan bibir nya.
"Galang kamu!" Kata Mahreen berapi api,
"Ini satu langkah awal keseriusan ku padamu!" Lalu meninggal kan Mahreen yang masih mematung.
"ingat! aku tidak akan mengijinkan mu lagi jalan berduaan dengan Witan!" peringat Galang dari balik ruang tamu.
"Sialan! bisa bisa nya masih mengintimidasi ku?" Gerutu Mahreen pada diri nya sendiri .
"Nggak bisa! " balas Galang dari Ruang makan.
__ADS_1
"Harus bisa! ingat? Sekarang surgamu ada di bawah telapak kaki ku!" Teriak Galang lagi.
"Dasar bocah gila!" Gerutu Mahreen sambil berjalan menuju kamar nya.Ia tak mau lagi menanggapi kata kata Galang saat ini, Karena ia tahu dalam hal seperti ini pasti dia yang menang.