
aku nggak tahu kenapa bisa sekesal ini melihat Galang bersama Raisha. Padahal aku sudah berjanji untuk tidak mengharap apa pun pada Pernikahan ini. Aku nggak mU rasa sakit itu datang lagi. Kami sudah mulai meninggali Rumah pemberian Papa. Tapi tetap saja kami merahasiakan ini semua.
Hanya orang kantor saja yang tahu jika kami sudah menikah . Setiap hari Galang mengikutiku seperti anak yang ngintilin emak nya.
Galang merasa sangat terbantu semenjak kehadiran Mahreen, kehidupan nya lebih berwarna dan teratur. Apa pun sekarang, Galang merasa harus ada Mahreen.
Galang masuk ke dalam.ruangan ku.
"Reen..coba deh Ini Bab 2 dari Pak Basuki.. aku nggak ngerti.."
"Besok kita ke perpustakaan, kamu baca lagi secara menyeluruh..detail kongkrit nya ada semua..Untuk bahan tesis nya biar aku yang ngurus.."
"Ya udah kalau Gitu". Pamit Galang.
Sudah ada kemajuan dari Galang baik di kantor maupun di kampus, aku senang melihat nya lebih banyak menghabis kan waktu untuk hal hal yang positiv
"Bu Mahreen.." Pak Witan mendekati Mahreen
"Boleh saya duduk?"
"Silah kan.." Kata Mahreen tersenyum ramah mempersilah kan..
"Saya perlu bicara.."
"Baik.."
"silahkan.."
"Saya minta maaf mengenai Amanda..Jujur saja saya tidak pernah ada niatan untuk mempermain kan atau memberi harapan Palsu pada mu..."
"Sudah lupakan...saya sudah nggak mikirin itu lagi kok Pak??"
"Mahreen..dengerin saya ngomong. Waktu itu kami memutus kan untuk Break, karena hubungan kami sedang bermasalah.. "
"Sudah lah Pak Witan..semua nya baik baik saja"
"Tapi Reen! dengerin saya.." Pak Witan meraih tangan Mahreen " Saya tulus ingin meminta maaf sama kamu..dan mengenai masalah perasaan saya yang sesungguh nya"
"Mahreen! ayo pulang!" Ajak Galang keceplosan hanya memanggil nama saja,
Witan menoleh ke arah sumber suara dan hampir tak percaya..Mahreen segera melepaskan tangan Witan.
"Maaf menganggu.."Kata Galang kemudian membungkuk sebagai tanda penghormatan..
"permisi dulu pak.." Mahreen segera pergi menyusul Galang.
"Ngapain tadi pegangan tangan?" introgasi Galang kelihatan banget muka nya berubah menjadi setengah judes, padahal Mahreen baru saja masuk kedalam mobil.
"Kamu salah Faham.." Jelas Mahreen menata sealtBealt.
"Salah faham Gimana ??? jelas jelas aku ngeliat Pak Witan megangin tangan kamu kok..tahu nggak sih! Kalian ini bukan Muhrim!"
"Iya aku tahu??? cuma nggak gitu cerita nya?"
Galang hanya mendengus lalu menyalakan mobil nya.
__ADS_1
saat ingin melaju,tiba tiba Raisha datang mengetuk kaca mobil
"Galang! buka!" pinta Raisha.
"Raisha!" Galang membuka kaca mobil nya, "Kenapa??"
"Turun dulu aku mau ngomong!" Raisha mulai manja,ngambek kayak anak kecil.
Akhir nya Galang mematikan msain mobil , dan menuruti kemauman Raisha saat itu. Lagi Lagi Mahreen harus mengalah.
"Aku kangen sama kamu!" Raisha langsung memeluk Galang.."Kenapa nggak nemuin aku.." rengek nya.
Hati Mahreen tiba tiba mencelos kepanasan melihat drama ini, nggak tahu kanepa?? perasaan Marah dan kesal bisa datang secara bersamaan.
"Raisha! jangan seperti ini..malu di lihat orang!" Galang melepaskan Pelukan Raisha
"Habis nya kamu nggak pernah nemuin aku! kata nya mau dateng ,ngajak Jalan kalau mobil kamu kembali????" sambil menghentak hentakan kaki nya seperti anak kecil saja.
"Aku masih sibuk Sha.. ini kan demi kita Juga?? Kamu bisa lihat sendiri kan?? Gimaa Aku-" Galang terpelonjak Kaget padahal belum selesai ngomong.Begitupun Raisha .
"Diiin!!! Dinnnn!! Diin!" Mahreen menyalakan Klakson
"Siapa?? Bu Mahreen! kamu ada apa sih sama bu Mahreen!" tanya Raisha dengan sebal.
"Bimbingan Doang! Papa yang nyuruh,Bu Mahree kan orang nya Papa!..biar cepet selesai S2 nya Sha.."
"Kenapa pake mobil kamu???" Raisaha mulai bertanya karena penasaran
"DIIIIINNN! Diinnn! Dinnn!" Mahreen kembali menyalakan klakson. " Baru aja dia bilang bukan Muhrim! tapi dia sendiri seneng di peluk Raisha! dasar!!" gerutu Mahreen semakin kesal.
Wajah Galang sudah mulai khawatir,ia tahu Mahreen sedang dalam mode Badmood saat ini . "Besok ke rumah aja..aku kirim alamt nanti..oke!" Galang terburu buru
"Breeemmmmm!" Mobil mulai bergerak.
"Udah ya Sha! aku pulang dulu..lain kali aku anter kamu pulang!" Lalu berlari mengejar mobil yang dikendarai Mahreen.
"bu Mahreen tunggu! tunggu!" berlarian sambil menggedor kaca mobil
Mahreen tersenyum puas melihat Galang mengejar nya. Lalu Mahreen dengaja me ngeReem mobil secara mendadak "SIIIIIIISSSSSSSSTTTT"
"awwww" pekik Galang ngosngosan "Gila kamu ya!" Maki Galang masih ngos ngosan.
Mahreen tersenyum puass, karena sudah merasa impas. Lalu membuka pintu mobil nya.
"Kamu kenapa sih! sengaja mau ninggalin aku!" Omel Galang masuk ke dalam mobil dengan bibir nya yang cemberut. Mahreen langsung menancap Gas ,menambah laju kecepan nya.
"Mahreen! ini nggak lucu! kurangin kecepatan nya!" perintah Galang, Jantung nya hampir copot. "Ini masih di lingkungan kampus!"
"Jalan Raya! bukan lingkungan kampus!"
"Tetep aja! karena dekat sama kampus!"
Mahreen hanya memicing kan mata nya..
Di Rumah,
__ADS_1
"Galang!" teriak Mahreen dari lantai bawah.
"Apa!" masih dikamar nya dilantai atas.
"Nyalain lampu nya! cepetan!"
"Asli mati listrik!"
"Bilang aja mau ngebales tadi kan??? seriuss cepetan nyalain!" teriak Mahreen
Galang kemudian turun dengan berbalut Selimut menghampiri Mahreen yang berada di depan pintu kamar. "Apaan sih! apa yang mau di nyalain! lihat tuh Listrik tetangga juga mati!" menggunakan Lampu Flash Hape sebagai penerang.
"Ya udah dimana Lilin nya??"
"Lilin apa'an..mana tahu aku???"
"ini kan rumah kamu??"
"Tapi kan juga baru nempati..mana tahu aku! coba aku keluar sebentar cari warung..siapa tahu ada yang jual Lilin!"
"Galang!" Mahreen menarik lengan Galang.
"Apa!"
"Aku..Nggak berani sendiri dirumah!" cicit Mahreen.
"Ya udah kalau gitu.. nunggu sampe nyala" Galang membalikan badan nya ingin kembali ke kamar nya.
Baru saja menaiki beberapa anak tangga, Galang memutar badan nya lagi.. tak tega meninggal kan Mahreen sendiri , karena ia tahu wajah Mahreen terlihat tidak tenang. Lalu menyenteri wajah Mahreen dengan lampu Flash nya.
"Ngapain duduk di situ?? tidur lagi sana.." Galang masih berdiri di anak tangga
"Pengap! nggak bisa tidur..panas! Nggak berani PUUASSS!!" Mahreen mempertegas bahasa nya
"Teruss mau duduk di sofa sampe kapan???"
"Sampe Lampu nyala!"
Galang hanya bisa menggeleng geleng kan kepala, memutuskan untuk menemani Mahreen.
"Ngapain disini????" tanya Mahreen saat Galang meletak kan Panttaat di sebelah nya..
"Sebagai Manusia, Jiwa kemanusiaan ku meronta ronta ngeliat kamu ketakutan Gini hahahah" Ledek Galang, kemudian Mahreen memukul pundak nya.
Kemudian Galang menata bantal untuk tidur, dengan posisi tidurndi belakang Mahreen. Saat ini Galang sudah dalam posisi terwenak nya
Kemudian Galang menarik Mahreen yang sedang duduk dihadapan nya Agar tidur di sebelah nya.
"Galang..."pekik Mahreen dengan perasaan yang tak karuan
"Udah tidur sini??? udah malem!" sambil menyelimuti Mahreen..satu selimut berdua.
Mahreen masih kaku ,tidak terbiasa tidur dengan seorang Pria.. "Udah halal kita! nggak usah takut! aku nggak akan ngapa ngapain kamu Kok!"
Kesempatan ih,Galang menang banyak. Kesempatan mencium rambut Mahreen yang wangi.
__ADS_1
Hati Mahreen semakin berdegup kencang,lagi lagi Aroma cologne Galang mampu membuat nya tenang.Dengan ragu serta gugup Mahreen. tidur di sebalah Galang.
Semalaman ini mereka tidur di sofa, Tanpa mereka sadari..Mereka saling berpelukan semalaman ini ,Galang memeluk nya sepanjang Malam. dan entah mengapa Mahreen merasa sangat nyaman dan tenang sehingga membuat nya tidur pulas.