
Galang menghempas kan tubuh nya dengan kasar diatas sofa. Merutuki diri nya sendiri
Kenapa aku bisa memarahi Mahreen seperti ini. Nggak ada yang salah pada nya, sungguh aku keterlaluan malam ini
Benarkah Mahreen cemburu, aku nggak mau menyakiti hati Mahreen terlalu jauh lagi.
Karena Mahreen banyak berjasa dalam hidup ku..Aku masih mencintai Raisha.. apa Cinta???? aku mulai ragu dengan perasaan ini. Banyak yang berubah dari Raisha
Seharus nya aku tidak sejahat ini pada Mahreen , jelas kata kata ku menyakiti hati nya. Aku merasa sangat bersalah dan menyesal.
Apa selama ini aku terlalu memberi harapan iada Mahren??? sehingga Mahreen menaruh harapan padaku. Aku tidak tahu lagi, Mahreen nyaris sempurna di mata ku, Tapi Raisha?? perempuan yang hampir 3tahun aku pacari.
Kepala ku semakin pusing..kenapa Harus Mahreen dan Raisha???
Aku memilih untuk tidur disofa tepat di depan pintu kamar Mahreen menunggu Mahreen untuk meminta maaf.
Aku terbangun di jam 6pagi, Mahreen sengaja tidak membangun kan ku, tidak seperti biasa nya.
Kulirik arah meja makan, benar sekali Mahreen sedang menyiap kan sarapan. Aku memberanikan diri untuk mendekati nya.
"Mahreen! aku bangun kesiangan..kenapa nggak dibangunin??"
Mahreen masih diam tak bergeming, kulirik lagi..mata nya terlihat sembab lebih besar dari mata normal biasa nya. Aku merasa sangat bersalah. Pasti Mahreen menangis semalaman
"Reen..kamu Marah sama aku?? Maafin aku ya?? aku terbawa emosi.." pintaku dengan penuh penyesalan.
Mahreen masih terdiam membisu, semarah itu kah Mahreen???..sedikitpun tidak mau melihat ku. Aku hanya bisa mendengus dalam penyesalan
Ya sudah lah, lebih baik aku mengalah..untuk tidak mengganggu nya dulu.
Mahreen sudah rapi dan cantik, nggak biasa nya dia pergi di hari libur begini
"Reen..mau kemana??" tanya ku.
"Seminar.." jawab nya singkat, Berjalan tanpa melihat ku.
"Kemana?" aku meningikuti Mahreen
"Bandung!"
"Jauh banget...sama siapa??"
"Witan"
"Witan??? Pak Witan?? nggak boleh kalau cuma sama pak Witan??"
__ADS_1
Mahreen masih diam..menjawab seperlu nya saja, aku masih tetep mengikuti nya.
"Reen! bukan kah tidak baik..lelaki dan perempuan yang tidak punya ikatan pergi bersamaan???"
"Dan kata kata itu lebih pantas untuk kamu sindiri!"
"Aku tahu aku salah Reen! aku minta maaf! tapi nggak harus juga kamu balas dengan cara yang sama??"
"Membalas??? apa ada alasan kenapa aku harus membalas kamu!?? Galang! bukan kah kamu sendiri yang menginginkan agar Aku Profesional dalam menjalani sandiwara ini?? apa kamu lupa? jika semalam baru saja kamu mengingat kan ku?" balas Mahreen sambil menunjuk nunjuk dada ku dengan jari telunjuk nya
"Mahreen!" aku menghalingi nya saat ia membuka pintu mobil
"Minggir..aku mau berangkat.."
"Nggak boleh..Aku tahu kamu sedang BadMood aku khawatir kalau kamu nyetir sendiri!"
Mahrenn menarik nafas nya dalam dalam,dengan berat hati menjelaskan pada Galang "Aku harus berangkat ke Bandung sekarang!" Jelas banget guratan kekecewaan di wajah nya.
"berapa Hari??" tanya ku..nggak tahu kenapa rasa nya khawatir banget.
"Kenapa?? Bukan nya bagus..kalau aku pergi nya lama?? kamu bisa membawa pulang siapa pun kerumah! tanpa ada yang mengganggu!" Mahreen lewat menerobos bahu ku. Dan menorongku agar minggir dari pintu Mobil.
"Aku berangkat dulu!" pamit nya dari dalam mobil,hanya membuka kaca separoh lalu melaju.
Galang menopang kepala nya dengan berat lalu berteriak.
Mahreen sudah janjian dengan Witan untuk bertemu di kampus sambil menyiap kan segala keperluan materi yang akan di gunakan untuk seminar.
"Bawa mobil ku saja Reen" tawar Witan, di luar Jam mengajar, mereka memanggil nama saj agar lebih Akrab.
"Nggak usah Wit? pake mobil ku aja..tapi kamu yang nyetir ya.."
"Oke!" Witan merasa senang karena seperti nyaMahreen sudah tidak menjaga jarak lagi dengan diri nya.
"Reen..kamu kenapa sakit???" tanya Witan membuyarkan lamunan Mahren
"Enggak! cuma capek aja..."
"Pantesan keliatan letih banget..."
"Reen aku bener bener minta maaf..atas kejadian tempo Lalu mengenai Amanda.."
"Sudah..jangan di ingat ingat lagi"
"Boleh Kah aku jujur padamu??"
__ADS_1
"KRIIIIIINGGG" Ponsel Mahreen berdering tertis nama Galang di notif nya.
"Kenapa nggak di angkat.."
"Malas.." Lalu Mahreen mematika. ponsel nya
"Sedekat itu ya? kamu sama dia.."
"Emang kenapa??" Mahreen menata bantal.
"Ya heran aja! ada Mahasiswa sedekat itu dengan dosen nya..sampe di antar segala ke kampus.."
"O ya!"
"Kemarin itu aku ngeliat kamu di lampu merah, naik motor sama dia Mesra banget...aku cemburu tahu??"
"Hahahaha ada ada aja sih Wit??"
"Beneran aku tu cemburu.."
"Gombal!"
percakapan hangat antara dirinya dan witan setidak nya mampu menjadi pelipur Lara.
Aku merasa ada yang hilang, biasa nya rumah ini Ramai dengan kegalakan Mahreen tapi.Kali ini sepi tanpa nya, padahal baru pergi beberapa Jam yang Lalu.
Galang bangun kesiangan lagi, buru buru menyibakan selimut dan melihat jam di dinding ternyata sudah setengah 7, penyakit lama nya kambuh lagi. Gimana enggak kambuh, biasa nya yang cerewet mengatur waktu kan Mahreen..kapan aku harus istirahat, kapan belajar dan kapan harus bangun.
Bahkan aku bingung mencari meja kerja ku sendiri, sudah ku acak acak semua isi Lemari namun juga tak kudapati. Serasa jungkir balik nggak ada Mahreen. Biasa nya dia yang menyiapkan di atas meja dekat pintu kamar ku.
Aku memakai pakaian seadanya, Masih lagi masalah sarapan. Biasa nya Mahreen juga yang menyiapkan..aku tinggal makan saja.
Pagi ini tanpa nya aku harus repot membuat Susu sendiri..padahal sudah hampir jam 7, Pasti kena omel Papa lagi nih karena terlambat.
Dari tadi aku mencari kemeja dan celana kerja yang biasa nya tapi nggak ketemu ketemu..setelah aku rapi memakai baju dan celana yang lain, ternyata pakaian yang ku cari masih tertata rapi dalam bungkus Plastik.
Mahreen sampai seperti ini kah aku tanpa mu. Sungguh menyesal kemarin aku sudah membentak bentak kamu.
Hari ini ada jam kuliah, Seperi biasa sepulang dari kantor aku bergegas untuk berangkat ke kampus.
aku melihat Raisa sedang ngobrol asik dengan Samuel,
Biarin aja lah..berkali kali aku menghibungi Mahreen tapi tetap sama ,Masih di Luar jangkauan.
Selang beberapa saat..Aku melihat Mobil Mahreen masuk di area Kampus menuju Parkiran khusus dosen.
__ADS_1
Bemar saja saat ku ikuti..Pak Witan pun juga ikut turun dari Mobi Mahreen.
Mahreen terlihat lebih baik dari kemarin, terlihat lebih akrab dengan Pak Witan.