Bertemu Jodoh Yang Aneh

Bertemu Jodoh Yang Aneh
Cemburu


__ADS_3

Ku lihat dengan seksama lalu ku amati, Perempuan yang sedang duduk sambil terus mengaduk ngaduk minuman di dalam gelas ternyata Mahreen.


Mahreen mengenakan baju rumahan , kaos panjang dan celana kain denga jilbab berwana abu Muda .


"Mahreen!" sapa ku, sambil mendekati nya.


"Witan!" Mahreen terbelalak tak percaya melihat ku.


"Ngapain disini? Nggak ngampus malah disini" ledek ku


"Oh..Tadi nya aku mau ngampus Wit?? tapi Galang malah sakit... Oh ya? ngapain kamu disini.. duduk aja!" perintah nya menyeruh ku duduk.


"Di tanyain..malah balik nanya?" balas ku sambil menggeser kursi lalu duduk "Kamu sendiri ngapain sendirian disini???"


"Nyari angin!" jawab nya malas.


"Kamu sedang ada masalah sama Mahasiswa itu?"


"Galang nama nya!"


"Ya siapa lah itu nama nya..."


Mahreen hanya mendengus, lalu meminum jus sambil memain kan sedotan.


"Reen..kamu yakin?? kamu mau bertahan sama suami kamu???"


Lalu Mahreen menatap ku "Ya mau gimana lagi Wit?? udah jodoh nya.."


"Aku tahu, tapi kayak nya kamu nggal bahagia..seperti ada hal yang kamu tutupi.."


"Sok tahu kamu.." jawab Mahreen dengan santai, sambil terus memain kan sedotan nya. Aku tahu Mahreen pasti sedang ada masalah.


"Reen.. comeOn! apa sih tujuan kamu berumah tangga? selain untuk beribadah???"


"Oke! Aku memang sedang ada masalah sedikit sama Galang.. tapi aku bisa ngatasin nya kok? santai aja..nanti juga baik kan lagi, biasa lah.. "

__ADS_1


"Aku ngeliat nya nggak gitu Ren!"


"Maksud nya???"


"Please..pikir kan kembali dengan semua keputusan yang telah kamu ambil..jangan sampai berpengaruh pada pekerjaan dan tanggung jawab kamu!"


"Makasih atas perhatian nya.."


"Tujuan menikah selain untuk beribadah adalah untuk saling mengerti dan menerima Mahreen, bukan untuk sling memenang kan atau pun menuntut. .."


Mahreen tersenyum padaku "Witan??? makasih Ya.. kata kata mu bikin adem di hati.."


"Dan aku selalu siap menunggu mu.."


"Hahahaha" Mahreen tertawa, saat mendengar pengakuan ku.


"Aku nggak bercanda Mahreen..Aku serius! tapi kenyataan nya berbeda, Masalah nya sekarang kamu sudah menjadi istri orang, Andai saja waktu itu aku tidak salah Memilih.." tutur ku penuh penyeselan.


Seketika itu Mahreen menghentikan tawa nya, seolah tak percaya dengan apa yang telah ku ucap kan.


"Amanda..." kata nya.


"Witan..semua yang terjadi bukan kesalahan mu, mungkin kita sama sama belum dewasa"


"Benar! dan sampai akhir nya kamu menikah dengan orang lain.."


"Semua sudah terjadi Wit..dan ini yang terbaik untuk kita semua..Aku yakin! kamu pasti akan mendapat kan yang terbaik!"


"Semoga saja! tapi kalau aku boleh Jujur.. alu masih berharap untuk mendapat kan kesempatan.."


Jlebbb Perasaan ku menjadi kacau, seperti tersambar petir. Aku tidak menyangka jika Witan akan mengatakan ini semua.


Bagaimna bisa, padahal aku ini sudah bersuami..semakin kesini omongan Witan semakin membuat ku merasa tidak enak,


"Wit..aku balik dulu ya, udah malem..nggak enak kalau ada yang ngeliat..takut nya jadi Fitnah. Lagian Galang di rumah sendiri.." Pamit ku.

__ADS_1


"Hati hati di jalan..atau aku antar pulang sja gimana??" tawar nya


"Nggak usah..aku pulang dulu ya, Assalamualikum..." Aku langsung berdiri dan melangkah


" Waalaikumsalam..Mahreen tunggu!"


"Ada apa?" ku Balikan badan.


"Kamu bisa menghubungi ku kapan saja..kalau kamu butuh tempat cerita.."


aku hanya bisa tersenyum lalu melanjutnkan langkah ku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rumah.


"Mahreen dari Mana???" padahal aku baru saja membuka pintu, tapi sudah mendapat kan berondongan pertanyaan dari Galang sambil mengikuti ku.


"Sudah pulang kekasih mu??" jawab ku sepele.


"Aku kan sudah bilang! dia bukan kekasih ku Reen!"


"Oh ya..kalau dia nggak kekasih mu Lalu apa??? kenapa masih sebegitu perduli nya sama kamu???"


"Kamu cemuburu???"


"Menurut kamu gimana?????"


"Aku nggak tahu Reen! kalau dia mau kesini??"


"Aku nggak mau berantem sama kamu.. Selesaikan saja dulu s,semua urusan mu sama dia??"


"Mahreen!" Galang menarik lengan ku, "Aku kan sudah bilang! aku udah nggak punya rusan apa apa lagi sama Raisha! "


"Kalau kamu tegas! pasti Raisha akan menerima semua nya!"

__ADS_1


"Aku nggak tegas gimana lagi sih Reen!"


"Tanya sama diri kamu sendiri!"


__ADS_2