
Mahreen mulai mengumpul kan kesadaran nya..masih enggan untuk bangun, menenggelam kan kembali kepala nya dibawah bantal. Lama kelamaan saat kesadaran nya sudah terkempul, Aroma cologne maskulin semakin mengisi aroma di hidung.
Mata nya melotot setelah memeriksa kenyataan nya, Ternyata diri nya sedang berada di bawah ketiak Galang.
"Aaaaahhhh!" Mahren langsung melepaskan diri, "Aduuhhhh!" sampe Mahren terjatuh di lantai kepala nya membentur meja.
"Hmmmm apa'an sih ribut banget!" kata galang masih terpejam sambil mergangkan otot nya.
"Semalem kamu nggak ngapa ngapin aku kan!" tanya Mahreen dengan mendelik,
sambil mengelus elus kepala.
"Kamu yang ngapa ngapain aku semalem! sampe sesak nafasku! kecil kecil tapi berat banget..! Hoam!!" Jawab Galang santai dengan menguap, Lalu duduk dengan mata nya yang masih mengantuk
"Apa!" Sumpah kali ini Mahreen benar benar malu.
"Kalau aku mau?? kamu bisa aku laporin dengan tuduhan Fedofillia!" ledek Galang.
"Enak aja! semalam nggak sengaja!" Mahreen membela diri.
"Nggak sengaja kok semalam suntuk!" Galang tersenyum mengejek.
"Aduh! udah setengah 6 kesiangan sholat subuh!" Mahreen beranjak dengan tergesa gesa
"Sholat sendiri sendiri aja! udah kesianangan!" teriak Mahreen dari dalam kamar nya.
Galang masih duduk santai tertawa mengingat semalam.
"Sarapan seada nya dulu..nanti sarapan di kantir aja!" Mahreen terlihat terburu buru sambil menata Jilbab nya.
"Hmmmm" Galang masih santai mengolesi Roti.
"kunci mobil nya mana? tolong dong!" pinta Mahreen " Cepetan nanti terlambat ..udah setengah 7 nih! ditambah macet lagi!" Omel Mahreen dengan ekspresi pasrah nya.
"Makan dulu!"
"Nanti aja di kampus! udah telat!"
Mahreen memakai jam tangan.
Galang berdiri menghampiri Mahreen "Nih! cepet buka mulut..secuil aja! buat ganjal perut!" menyodor kan ke muLut Mahreen.
Mahreen menatap Galang tak percaya.
"Nggak usah ngelihatin Muka yang ganteng ini! entar naksir!"
Mahreen langsung membuka mulut dan memakan nya.
"Mau lagi??"Galang kembali menyuapi
"Udah..cukup!" Mahreen langsung menyambar gelas Susu.
"Ya udah aku aku berangkat dulu..."Pamit nya sambil mengolak ngalik laci Meja untuk mencari kunci.
"Tunggu!" Galang mengusap Sudut bibir Mahreen dengan ibu jari nya "Masih ada sisa Susu..."
"GLEKK" HatI Mahreen berdesir.. sesaat menatap mata tajam Galang, "Biar aku antar..resiko bawa kendaraan dengan buru buru.." kata Galang lembut.
__ADS_1
Mahreen masih mematung merasakan hati nya.
"Kita bawa motor aja! leboh efisien menyingkat waktu.." Sambil memakai kan Helm di kepala Mahreen.
"terserah deh! yang penting nggak telat!"
"Lang! pelan pelan!" Teriak Mahreen,
"Udah! diem aja! yang penting nggak telat kan??" Menarik tangan Mahreen ,Lalu melingkar kan ke dalam perut nya.
Lagi lagi Mahreen di buat Baper.. "Sante aja! jangan Kaku!" pesan Galang.
Angin sangat kencang apalagi Helm Mahreen. nggak ada kaca nya, Pasti nggak nyaman banget rasa nya. Mahreen mencari tempat ternyaman dengan meletak kan kepala nya di bahu Galang. Entah mengapa ia bisa merasa senyaman ini.
Pak Witan melihat saat Galang mengantarkan Mahreen.
"Semoga sennag hari mu Mahreen!" pesan Galang saat Mahreen membuka Helem.
Mahreen merasa senang mendapat perhatian
Dengan Buru Buru Mahreen masuk kedalam Ruangan nya.
"Bu Mahreen !" panggil pak Witan
"Pak Witan??" Mahreen menghentikan langkah kaki nya.
"Di antar sama Mahasiswa itu??"
"Galang maksud nya???"
"Oh..iya! kebetulan saya bekerja untuk Papa nya di perusahaan.."
"Oh..."jawab Pak Wita mendesah,meski sebenar nya penuh tanda tanya.
"Saya permisi dulu Pak..ada kelas pagi!" Pamit Mahreen.
[Galang? kapan kita ketemu??❤] chat Raisha
[Aku masih sibuk Sha.. maafin aku ya🙏] balas Galang
[ya udah! banyak alasan! aku kangen sama kamu...😡]
[Datang aja nanti ke Rumah.. jalan Safari raya no 29..aku tunggu jam 4 sore😉]
Raisha tersenyum, sangat senang melihat Galang yang sekarang..Impian nya sudah mulai terpenuhi.. Siapa sih wanita yang tidak mengenal Galang, selain Ganteng Galang juga anak satu-satunya dari perusahaan Life &Santosa.
Raisa memang perempuan yang cantik di kampusnya, tampilan nya sederhana namun berkelas. Hanya orang orang berduit saja yang bisa memacari nya.
Awal nya Galang mengira jika Raisha adalah perempuan yang sederhana,itu sebab nya ia jatuh hati pada nya. Segala keinginan nya selalu di penuhi, semua perkataan selalu dituruti.
Galang adalah sososk Pria yang humble dan konyol. Meski begitu dia berpegang teguh untuk tidak melakukan **** bebas, karena pedoman dalam hidupnya sebandel bandelnya dia.. ibadah kepada Tuhan adalah Hal Mutlak.
karena dari kecil Pak Sentosa memang mendidik Galang dengan cukup Religius.
Setelah mengajar Mahreen kembali ke Rumah dengan perasaan yang Riang.
Bawaan nya pengen Ketemu Galang.
__ADS_1
"Reen! please nanti sore kamu keluar ya??"
"Maksud nya gimana sih?"
" Raisa Nanti sore mau main ke sini! pura pura pergi kemana kek??" jelas Galang semangat.
seketika Hati Mahreen berubah serasa di remas. "Ya!" Mahreen langsung kembali ke kamar nya.
"Reen! seriusan ini Ya! atau kalau nggak gitu..pura pura aja! kamu ada bimbingan sama aku! kalau nggak hitu..kamu diem aja di dalam kamar!" teriak Galang dari balik pintu.
sedikitpun mahreen Tidak menggubris ide yang dilontarkan oleh Galang.
Mahreen tersenyum getir duduk di kursi meja Rias. Menatap diri nya dalam melepas "Aku terlalh berlebihan..menganggap lebih semua perhatian Galang.."
sudah jam setengah 3 sore, Mahreen bersiap.Hari ini ia ingin menghibur hati nya dengan berbelanja.
"Cieee udah cantik.. mau kemana nih!" Goda Galang saat Mahreen keluar dari kamar nya.
Mahreen hanya menatap Galang tanpa menghiraukan nya.
"Mahreen!" panggil nya.Namun Mahreen tetap lurus berjalan.
"Mahreen!" Galang mengejar dan meraih lengan Mahreen.
Mahreen hanya mendengus dengan menatap dingin. "Mau kemana?? di tanya kok diem aja sih!"
"Keluar.."
"Marah sama aku??? maaf aku nggak ada maksud untuk ngusir kamu?? cuma aku nggak mau Raisha berfikir yang enggak enggak.. kamu kan tahu..hubungan ku sedang membaik .."
"Ya aku paham!" jawab Mahreen menahan rasa sakit hati nya "Lepas!" kata Mahren
Lalu Galang melepas kan tangan nya. Ada yang aneh sama Mahreen..batin Galang.
Raisha sangat senang, takjub melihat Rumah sederhana tapi mewah dan cukup luas milik Galang dengan disaign Modern minimalis.
"Lang..ini kamar kamu??" Raisha melihat kamar Galang. "Bagus banget!"
Galang tersenyum melihat Raisha senang..
"Kenapa kamu nggak bilang?? kamu punya rumah sebagus ini??"
"Aku kan sudah bilang..Papa menyita semua nya.."Galang membelai Rambut Raisha.
"Syukur lah..kalau semua sudah kembali.."
"Iya! masih butuh waktu..aku harus menyekesaikan Study ku dulu.." Galang membalikan badan nya "Dan giat belajar mengenai perusahaan..jadi aku nggak bisa seringbsering nemuin kamu??"
"Iya..sekarang aku ngerti..kenapa sekarang kamu lebih sering nempel sama Bu Mahreen.." jelas Raisha "Sebenar nya aku cemburu Lang! walau pun dia Prawan tua! tetep aja kalian lawan jenis!"
Seketika Galang teringat pada mahreen.Karena tanpa Mahreen diri nya tidak akan mendapatkan semua ini.
"Kapan mau ngenalin aku ke keluarga kamu Lang??" Raisha langsung memeluk Tubuh tegap Galang dari belakang.Dan meletak kan kepalanya di bahu bidang milik Galang.
Mahreen melihat semua nya dari bawah. Ternyata dia sudah berdiri dari tadi disana. Hatinya bagi di remas,hanya bisa menarik nafas dalam dalam.
Beberapa saat kemudian, Galang baru sadar Jika Mahreen melihat nya. Lalu Buru buru melepaskan tangan Raisha.Entah mengapa, ia merasa tidak nyaman dengan pelukan Raisha..bu
__ADS_1