
"Aku mohon! kali ini aku bersungguh sungguh!" Galang berangsung angsur berjongkok dengan menegadah kan wajah nya sambil menggoyang goyang kan tangan Mahreen, agar ia mengampuni diri nya.
Dengan wajah kecut Mahreen masih memalingkan wajah nya.Lalu Dengan berat hati Mahreen membiar kan Galang untuk menginap malam ini.
Mahreen masih cemberut,baru saja Keluar dari Kamar mandi, Galang sudah mengamati nya dengan seksama. Dilihat lihat Mahreen semakin cantik dan menawan Mirip bocah SMA kalau pake baju rumahan begini batini Galang
"Apa lihat lihat!" peringat Mahreen dengan ketus.
"Ngg..nggak! aku nggak ngeliatin kamu kok.."
"Coba liat..kalau kamu disini..kamu tidur dimana????" ucap Mahreen masih berdiri di depan pintu kamar Mandi sambil bersidekap menatap Ranjang.
"Tidur disinilah!" Balas Galang tak tahu malu..
Bahkan Mahreen dibuat tak percaya dengan jawaban nya. "Galang! ranjang nya cuma satu.."
"Aku tahu?? maka nya aku mau tidur di sebelah kamu.. satu ranjang! nggak mau Aku.. kalau harus tidur dibawah.."
"Kamu bener bener ngeselin ya!"
"Kita ini sudah menjadi pasangan yang Saah! jadi nggak masalah..." lagi lagi Galang membuat Mahreen naik pitam..semakin dia menggombal, Justru Mahreen semakin teringat kata kata nya tadi siang..
"Saah di mata Agama dan hukum saja!" balas Mahreen ketus ,sambil naik ke kasur dengan kasar. "Inget! jangan sampe nyentuh aku! cukup label ku saja nanti yang janda! asal tubuh ku jangan!" peringat Mahreen lalu menutupi tubuh nya dengan selimut seperti kepompong tidur dengan posisi membelakangi Galang.
"Reen..Mahreen??" tanya Galang, saat ini sudah dalam posisi berbaring di atas ranjang dengan tangan nya menjadi tumpuhan.. Ia menatap langit langit kamar dengan perasaan yang berkecamuk.
"Hmmmmmm!"
"Kamu masih marah sama aku?? Maafin aku ya??" Galang masih menatap dan memandangi langit langit Kamar.
"Percuma! kamu juga nggak bakal ngerti gimana persaan ku saat ini!" Jawab Mahreen tanpa merubah posisi nya. Dan jawaban itu terasa menyakit kan bagi Galang
"Demi Tuhan! aku nggak pernah mengolok ngolok kamu?? apa lagi sampai menghina kamu Reen?? Aku Marah bukan karena membela Raisha! tapi Karena Samuel sudah keterlaluan mengolok olok mu...!"
__ADS_1
"Maka nya..lebih baik kita cepat cepat berpisah! agar nggak ada lagi yang mengolok olok umur ku!" Mahreen miring membalikan badan nya. "Walau gimana pun..aku ini Manusia Normal..Aku sakit hati..ketika Samuel ataupun orang lain mengolok olok ku serendah itu!"
"Nggak! aku nggak akan menceraikan mu dalam waktu dekat ini!" Galang tak kalah keras nya, kini mereka saling berhadapan.
"Kamu Egois! hanya mementing kan diri kamu sendiri!" Mahreen memindah kan posisi nya lagi, kini juga ikutan menatap laglngit langit kamar dengan perasaan yang sangat Getir.
"Mahreen! aku memang Marah sama Raisha! Marahku karena semudah itu dia menghianati ku..Bukan karena Samuel telah meniduri nya..selama ini aku menjaga nya tapi ternyata????"
"Aku tidak mau terlibat dalam urusan cinta mu yang ruwet! dan nggak jelas!"
"Aku sudah pRaisha.. mungkin benar kata Papa.." Jelas Galang penuh kecewa.
"Itu bukan urusan ku! Aku hanya tidak mau jadi bahan olok olokan..."
"Aku nggak akan membiarkan siapa pun mengolok mu!"
"Aku nggak butuh Gombalan mu itu! aku bukan Raisha!"
"Mahreen..apa kamu yakin ingin berpisah dna mengakhiri pernikahan ini??"
seketika Hati Mahreen terasa sesak "Ya!" jawab Mahreen karena Gengsi.
"Apa tidak ada kesempatan untuk ku??"
Lagi lagi Mahreen dibuat Galau sama bocah tengil ini.
"Jangan berbelit belit! apa kurang banyak keuntungan yang kau peroleh??"
"Kenapa sih! kamu selalu berfikiran negatif sama aku! kenapa kita nggak nyoba menormal kan pernikahan kita??" jelas Galang.
"Aku nggak mau terus terusan hidup dalam kebohongan..!"
"Maka nya! kita lanjut kan pernikahan ini..kenapa nggak kita mulai dari awal?? siapa tahu kita berjodoh??"
__ADS_1
"Kamu Gila ya?? apa karena kamu putus cinta..lantas membuat mu Depresi Lang??" Mahreen langsung bangkit dan duduk menatap Galang dengan seksama.
"Aku Serius! Aku masih waras! Ngapain..Pria seganteng aku.. Foto Copyan nya Zain Malik harus depresi hanya karena perempuan Murahan seperti Raisha!"jelas Galang dengan percaya diri nya.. ikut bangkit dan duduk. Kini posisi mereka duduk berhadapan di atas ranjang.
Mahreen melongo melihat tingkah labil pria yang seharus nya pantas menjadi adik nya itu.
"Udah deh! mending kamu tidur...ketimbang ngelantur kemana mana.." Mahreen kembali ingin tidur.
"Mahreen!" Galang menyambar pergelangan tangan Mahreen sehingga membuat nya kembali ke posisi semula.
"Apa lagi Lang..hentikan semua omong kosong mu..lebih baik kita Fokus sama tujuan kita..agar semua tujuan kita cepet selasai.."
"Aku serius! aku mau belajar membuka hati untuk kamu..dan sebalik nya.." pinta Galang dengan Serius.
Hati Mahreen mulai meluluh dan hampir percaya dengan ucapan Galang, Namun ia tersadar kembali..ia tidak mau sakit untuk yang kesekian kali nya karena terlalu berharap pada Galang.
"Lang! kamu jangan berfikiran ataupun punya ide yang aneh aneh..!jangan sampai ada yang tersakiti di antara kita.." Peringat Mahreen dengan serius.
"Aku serius Mahreen! apa salah nya kita membuka hati.. aku semakin sadar, hidup ini butuh keseriusan..belum tentu juga setelah kita berpisah..kehidupan kita semakin membaik.."Kali ini fikiran Galang benar benar Dewasa.
Mahreen tercengang sesaat..Lalu menarik Nafas dalam dalam dan menyakinnkan Galang
"Kamu yakin sama ucapan kamu?? aku nggak mau jadi bahan pelarian..karena kamu patah hati Lang? yang ke-2 usia ku lebih tua dari kamu?? aku nggak mau jadi bahan olok olokan!" Mahreen terbawa suasana.
"Aku kan sudah bilang..aku mau memulai nya dari awal?? Aku nggak perduli jarak antara kita..! dan aku nggak pernah Malu! bahkan banyak orang di luar sana berpasangan dengan perempuan yang usia nya jauh lebih Dewasa dari kamu..hanya tiga tahun saja diantara kita..."
"Galang..."
"Mahreen aku serius! berikan aku kesempatan untuk menjadi suami mu.. aku rasa, kamu lah orang yang ada di saat aku butuh!".
"Tapi???" wajah Mahreen sudah mulai merah karena malu.
"Kenapa? kamu masih nggak percaya sama aku? apa aku harus bilang BELAH DADA KU! agar kamu percaya? kenapa kamu keras kepala sekali?? pantas saja nggak ada Pria yang berani mendekati mu!"
__ADS_1
Mahreen langsung memukul kepala Galang dengan bantal, "Idiot!" maki Mahreen dengan wajah nya yang malu malu.