Bertemu Jodoh Yang Aneh

Bertemu Jodoh Yang Aneh
Kemana


__ADS_3

"Witan!" pekik Mahreen keheranan saat membuka pintu Apartement.


Mahreen memilih untuk pergi meninggal kan Rumah,dan kembali lagi ke Apartemen nya yang dulu ia tempati.


"Maaf Reen..sebener nya aku tadi ngikutin kamu..aku khawatir sama kamu..." jelas Witan penuh perhatian.


"Witan..Terimakasih kamu udah perduli sama aku.." Mahreen menunduk


"Boleh aku masuk.."


"Maaf Wit..bukan nya aku nggak ngebolehin kamu masuk, cuma aku nggak mau menimbul kan Fitnah..disisi lain aku masih Saah sebagai istri Galang..." Jelas Mahreen tak bersemangat.


"Jadi???? benar apa kata Mahasiswa itu! benar kalian sudah menikah??!" Witan terlihat tak percaya dan kecewa.


"Ya Wit..aku akan menceritakan semua nya..tapi nggak disini..kita bisa membicarakan ini di luar...". Hati Mahreen mulai melunak.


disisi lain.


Galang merasa sangat bersalah dan Frustasi,mencari di setiap sudut rumah tapi tetap saja tak ada Mahreen di sana. Sampai ia menyadari pintu lemari Mahreen yang terbuka.


Galang lekas memeriksa nya,


"Astaga! kamu benar benar Pergi Reen!" rintih Galang penuh penyesalan, terduduk lemas di ranjang Mahren sambil mengacak acak rambut nya.


Galang langsung menyambar kunci mobil , dan melaju dengan kencang. Tak Lama kemudian ia sampai di rumah orang Tua Mahreen..


"Assalamualaikum...."sapa Galang di depan pintu.


"Assalamualaikum bu... ini Galang!" imbuh nya lagi.


"Waalaikum salam.."Sahut ibu dari dalam. "Galang? ayo Masuk! Mahreen mana?? kok kamu sendirian??" tanya ibu nerocos.


Hati Galang kian bergemuruh, padahal kedatangan nya kemari untuk mencari Mahreen. Belum saja ia menanyakan keberadaan nya, ibu sudah menanyakan Mahreen terlebih dahulu.

__ADS_1


Wajah nya pucat seketika, semakin khawatir karena tidak menemukan Mahreen.. Harus kemana lagi ia mencari..Karena setahu nya Mahreen tidak pernah pergi kemana mana ataupun berteman akrab dengan orang lain..


Harus bagaimana aku menjelas kan ini semua ,jika Ibu dan Ayah mertua ku tahu kalau Mahreen pergi dari rumah. Terlebih kepergian nya di karena kan kesalahpahaman karena ku.


Sekecewa ini kah Reen?? apa aku terlalu jahat padamu..


"Galang! ditanya kok malah diem aja! Mahreen mana???"


"Oh..Mahreen di rumah bu??? Memang aku sengaja mampir kesini..mau nengokin ibu dan Ayah?" kata ku berbohong.


"Kalian tidak sedang dalam masalah kan Lang??" tanya ibu penuh selidik.


"Bu! kenapa nggak di suruh masuk.. " sela ayah dari dalam mendekati kami.


"Oh iya ya Yah! habis nya di suruh masuk..malah mematung di depan pintu! ayo Lang Masuk!" ajak ibu.


Kemudian Galang masuk dan duduk di ruang tamu,dan di ikuti Ayah duduk di depan nya dengan posisi saling berhadapan


"Sana buatin minum.." perintah Ayah pada ibu..


"Jangan di ambil hati..memang seperti itu ibu mertua mu. "jelas Ayah.


"Iya yah..nggak apa apa..."


"Oh Ya! tumben kesini sendiri Lang?? mana Mahreen?"


"Anu yah..Anu.. Galang sengaja Mampir tadi.." Jelas ku Gugup karena aku segan pada Ayah


Ayah menaik kan satu alis nya, seperti nya curiga dengan kedatangan ku tanpa Mahreen.


"Kamu nggak bohong kan?? jelas kan pada Ayah?? apa kalian sedang ada masalah???"


"Nggak Yah! Galang nggak bohong..tadi nya Mahreen mau ikut..cuma tiba tiba ada bimbingan sama Mahasiswi nya .."

__ADS_1


"Seriuss???" Ayah masih tidak percaya.


"Beneran Yah! Galang nggak bohong..justru Mahreen yang nyuruh aku datang sendiri karena Mahreen nggak bisa ikut..dan nitip salam buat Ayah.."


"Syukur lah kalau begitu! Ayah kira kalian sedang ada Masalah..."


"Sabar menghadapi Mahreen! anak ibu itu memang keras kepala! otak nya memang encer..tapi keras nya amit amit! apa lagi kalau sudah tersinggung atau Marah! bisa bisa diem sampai satu tahun!" sahut ibu sambil meletak kan minuman di atas meja. "Ayo Lang di minum.." sambung ibu kemudian duduk di samping Ayah.


"Ibu!" sergah Ayah.


"Emang begitu kan anak kamu??? Pendirian terlalu kuat!" bantah ibu dengan rempong.


"Nama nya juga Marah. tapi kalau nggak keterlaluan Mahreen nggak bakalan begitu! bagimana Mahreen selama jadi istrimu Lang??" tanya Ayah.


"Baik Yah! melakukan tugas nya sebagai istri dengan baik...ya begitu..nggak mudah di patah kan kalau punya pendirian. "kata ku.


"Yang sabar ya menghadapi Mahreen! mungkin karena Mahreen punya pemikiran yang relevan mengenai suatu masalah..sebenar nya Mahreen itu anak yang baik dan penurut.. Ayah titip Mahreen ya Lang? jangan di sakitin anak Ayah..sebab kalau sudah kecewa..susah untuk di ajak baik kan"


"iya Yah! Galang akan berusaha. "


"Apa pun masalah nya, selesaikan dengan kepala dingin ,mengalah serta lebih sabar..Jaga pernikahan kalian sampai maut memisah kan.."


itulah pesan Ayah yang membuat hati ku terasa di remas. Begitu sayang nya Ayah pada Mahreen.


"apa lagi kalian masih muda! Godaan pasti ada Lang! entah itu dari ekonomi atau orang ketiga! cobaan akan datang silih berganti..kalian harus lebih sabardan saling memahami..kalau kalain grusa grusu nurutin emosi ya sudah.. bubar jalan! pernikahan itu sekali se umur hidup!" imbuh ibu dengan cerewet.


"Iya bu..Galang akan berusaha .."


"dulu malah mantan pacar Ayah Lang! datang mencoba mengganggu Rumah tangga ibu.. untung aja ibu tangguh! langsung ibu jambak rambut nya" imbuh ibu menggebu gebu.


Sekai lagi hati ku bagai di hujam pisau,merasa tersindir dengan pengalaman yang ibu ceritakan. Bukan kah ini mirip dengan Raisha?? Aku baru sadar..aku benar benar sudah menyakiti Mahreen .


Tak lama kemudian aku berpamitan dengan mertua ku..ditengah perjalanan, disaat aku mulai Frustasi..aku baru Ingat kalau Mahreen punya Apartemen. Aku yakin pasti Mahreen ada disana

__ADS_1


Aku langsung membanting setir,menuju Arah Apartemen.


__ADS_2