
Mahreen masih menikmati tidur nya, Begitupun Galang masih sangat nyenyak.
Suara Adzan subuh mulai terdengar..mata mulai terbuka, Ada yang aneh dan mengganjal.
"A....aaaaaaaaaaaa" teriak Mahreen dengan sepontanitas mendorong Galang..hingga membuat kepala Galang terbentur Tembok.
"Addduhhhh!!" pekik Galang, sambil mengelus kepala nya yang sakit "Aduh! pagi pagi udah heboh banget sih!"
"Aduuh!" Mahreen medekat,,merasa nyeri sendiri melihat ekspresi Galang, ia merasa menyesal karena telah berbuat kasar, sehingga membuat Galang kesakitan "Maaf Lang! bukan maksud-"
"Sakit tau! lagian jadi perempuan kasar banget! Aku kan juga nggak tahu kalau semalem aku meluk kamu!" Galang bersungut sungut.
Mahreen benar benar merasa terkejut dan Risih sehingga dengan Reflek membuat nya menendang Galang. Bagaimana tidak?? Selama ini Mahreen tidak pernah berhubungan seintens apa lagi sampai bersentuhan seperti ini.
Malam panjang telah mereka lewati dengan nyaman..Semua terjadi seolah kehendak Alam..Galang menenggelam kan kepala nya jauh ke dalam dada Mahreen. Seperti anak minta dikelonnin emak nya.
"Aku kan sudah minta Maaf!" kata Mahreen masih sangat deg degan dan merasa tidak enak.
"Pantas saja..Nggak ada cowok yang berani ngedeketin kamu!" umpat Galang. Kata katanya sungguh mengena di hati Mahreen.
"Eh! Jangan kemana mana dong omongan nya! aku kan udah mintaa Maaf!" Mahreen sedikit tersinggung.
"Emang itu kan kenyataan nya! Lagian kamu segitu nya seolah aku ini Monster! kenapa ????takut dosaa?? justru lebih dosa karena kamu menganiaya suami kamu sendiri!" Galang membela diri berangsur angsur pergi ke Kamar Mandi untuk buang air kecil dan mengambil Wudhu.
Mahreen hanya diam tak ingin berdebat kali ini, percuma saja..Kalau maslaah seperti ini pasti bocah kolotan ini yang menang.
Dasar Labil! umpat Mahreen dalam hati.
Mahreen dan Galang turun bersamaan melewati anak tangga
"Cieeeeeeeeeee kata nya bikin Geli! tapi semalem bikin kalian teriak teriak juga!" goda Mama dengan kemayu saat Galang dan Mahreen menggeser kursi.
Mata mereka saling menatap penuh makna tidak mengerti perihal maksud Mama meledek mereka
"Apa'an sih Ma!" Galang masih bersikap Masa Bodo sambil mengambil Nasi.
__ADS_1
"Gaya mu Lang! awas aja kalau cucu Mama masih belum jadi!"
Serasa ada duri yang nyangkut di tenggorokan, Sehingga Mahreen kesulitan menelan nasi membuat nya terburu buru meminum air.
"Pa..Mah! Mahreen berangkat dulu ya! ada kelas pagi..Mahreen pamit..." langsung berdiri dari kursi dan berjalan terburu buru.
Kemudian di susul Galang.
"Braak! Brak! Brak!" galang menggedor kaca mobil Mahreen saat hendak melaju.
"Ada apa Lang?!" Mahreen membuka separoh kaca mobil tanpa mematikan mesin nya.
"Aku mau ikut!"
"Apa! ikut??? kamu kan nggak ada kelas pagi! lagian kamu harus ke kantor!" Mahreen terlihat bingung.
"Setelah sampai di kampus? nanti aku balik ke kantor!" jelas Galang.
"Tapi??!"
Galang masuk ke dalam mobil dengan cekatan saat mahreen membuka pintu mobil. Dengan Posisi Mahreen sebagai pengemudi.
"Nanti kamu bisa telat.." omel Mahreen
"Nganter istri ke kampus boleh dong!" Celetuk Galang yang tidak pernah serius. Mahreen hanya menanggapi dengan datar.
Kini Galang memposisikan tubuhnya agar menghadap mahreen yang sedang fokus menyetir "Maafin Mama ya Reen..gara gara sandiwara ini ,kamu harus jadi bulan bulanan Mama.. pake acara nuntut minta cucu segala Lagi..."
"Oh... aku takut tau nggak sih! kalau mereka sampai tahu...kalau kita udah nipu mereka...coba bayangin! Gimana kecewa nya mereka sama Kita????"
"Iya! aku tahu ittu! yang jelas untuk saat ini aku belum nemuin solusi...kamu tahu sendiri kan?n selain aku fokus sama pekerjaan..Aku juga sedang fokus memperbaiki hubungan ku dengan Raisha.." jelas Galang Frustasi merasa tidak ada jalan keluar.
" Siiiiiiiiiiiittttttttttttt" Mahreen mengerem mobil nYa secara mendadak..
"Mahreeeeeen!" pakik Galang dengan spontanitas karena kaget "Kamu mau kita celaka!"
__ADS_1
"Udah sampai!"
"Ya udah..tinggalin aja kunci nya nanti Break makan siang aku jemput!" titah Galang setengah kesal.
tanpa berpamitan, mahren segera turun dan membanting pintu mobil dengan keras.
###
"Ngapain Lo disini Lang?? bukan nya Jam belajar Lo nanti malem??" tanya Sam..nyamperin Galang yang sedang menunggu Mahreen ,
"Biasa Lah! Nunggu bu Mahreen!" jawab Galang santai masih berdiri bersender di pintu mobil nya.
"Hhahaha Lo ada Maen ya? Sama bu Dosen Cantik yang kelewatan Jomblo itu?" Ledek Sam.
"Heh! nggak sopan! Dia kan Dosen kita..walau gimana pun harus kita Hormati.." Galang memukul kepala Sam, hal biasa yang sering mereka lakukan tat kala sedang bercanda.
"E laaah..Gaya Lo Lang?? Jangan Naif deh Lo! Gue sering ngeliat Lo jalan bareng.. bilang aja Lo sering nglewatin malam bersama kan?? apa lagi jaman sekarang??? Walau dia perawan tua! Gue yakin..pasti dia juga butuh kenikmatan dan sentuhan hangat dari Pria!"
"Jaga Mulut Lo Sam! Gini gini Gue masih berpegang sama Agama!"Galang sudah terlihat sangat kesal.
" Agama?????? Kenapa Raisha udah bolong saat Gue tidurin! alias udah nggak perawan Lagi! Siapa lagi yang ngebobol Gawang nya kalau buka Lo?n" Sam mempertegas bahasa nya sambil mengangkat ujung bibir nya.
"Samuel! tutup Mulut Lo!" Galang mulai kehilangan kendali..nafas nya sudah naik turun.
"Kenapa? Lo nggak terima? Memang itu kan kenyataan nya!!! jangan jangan bener Lo ada hubungan sama si Dosen prawan tua itu! pantes saja dia Mau ngebimbing Lo? atau jangan jangan Lo jadi penghangat Ranjang nya kan??..agar Lo dapat nilai bagus..! siapa sih yang mau sama perawan tua judes kayak gitu! kalau bukan laki laki bebal kayak Lo!"
Tanpa Aba aba "BUGHT! BUGHT! BUGH!" Galang membogem pipi Samuel ,sudah tidak tahan lagi karena kali ini sampai benar-benar kelewatan.
samuel jatuh tersungkur dan sudut bibirnya mengeluarkan darah..Lalu Saam membersihakn sudut bibir nya dengan ujung ibu jari nya. "Hahaha kenapa Lo marah! Lo nggak terima! atau Lo Impoten!" ejek Samuel.
"Samuel" Gertak Galang Lalu menarik kerah Sam dengan penuh Emosi.
"Hahaha pantes aja! Raisha nggak betah sama Lo! Main Lo sama perawan tua! Hahahah asal Lo tau! Cewek Lo Emang nikmat! meski udah Bolong! Hahahah"
Galang langsung menghantam Samuel tanpa henti-hentinya, emosinya membuncah seketika mendengar Raisa gadis yang selama ini mati matian dijaga nya, ternyata dengan mudah nya tidur dengan pria Lain, yang tak lain teman dekat nya sendiri. Adu Jotos tak terElakan lagi. Galang lebih Jago dari Sam mengenai bela Diri .
__ADS_1
Mata nya terbelalak, saat menoleh ternyata Mahreen sudah berdiri di Lorong dengan mata yang berkaca kaca. Ternyata dari Tadi Mahreen sudah ada disana, mendengar semua nya.