
"Apa!!! jadi benar kecurigaan ku selama ini Reen! jdi benar apa yang di katakan Mahasiswa Clengek'an itu?" tutur Witan sulit menerima kenyataan yang ada
Kemudian Mahreen menyambung dan mencerita kan lagi mengenai diri nya dan Galang.
"Mahreen! Bagi ku ini semua konyol! nggak mungkin! cerita ini nggak bener!" Witan masih menolak kebenaran yang ada..
"Witan! aku nggak bohong...aku memang sudah menikah dan telah menjadi istri Saah dari Galang!"
"Bagaimana mungkin kamu menikah dengan pria seperti itu! Yang notaben nya Mahiswa kamu sendiri! Terus bagaimana nasib atau pun masa depan kamu sebenar nya Reen?? ini nggak bener! kamu nggak boleh kayak gini!" Witan bangun dari duduk nya
"Aku tahu aku salah! aku keliru mengambil keputusan?? entah lah!" Mahreen terlihat sangat Frustasi
"Gini aja..apa langkah selanjut nya yang akan kamu buat??? Stay sama Mahasiswa itu? atau kamu lepas dan mencari kebahagiaan untuk diri kamu sendiri??"
"Aku nggak tahu Harus gimana lagi! masih ada keluarga yang harus aku fikir kan mengenai keputusan selanjut nya Wit?? yang jelas untuk saat ini..aku pengen sendiri..nenangin pikiran sampai aku benar bener bisa berfikir jernih??"
"Apa Kamu menyimpan rasa sama Mahasiswa Clengek'an itu???" tanya Witan
Deegg! seketika raut wajah Mahreen menjadi berubah menatap tajam Pada Witan.
"Jawab Mahreen??" Kini giliran raut wajah Witan yang berubah.
"Aku nggak mau membahas Dia! ..:" kata Mahreen berapi api terlihat jelas rona kekecewaan yang amat dalam di wajah nya.
"Oke! aku yakin..kamu nggak mungkin menyimpan rasa apalagi sampai mencintai Pria seoertinitu..Apa pun yang menjadi keputusan kamu..aku akan selalu mendukung mu Mahreen..".
Sudah beberapa kali Galang mengetuk pintu ,tapi tak ada jawaban. Mencoba menbuka pintu, namun sayang tidak berhasil.
Karena Mahreen sudah mengganti nomer Sandi nya. Dan diri nya memutus kan untuk menunggu Mahreen.
Tak lama kemudian, penantian nya membuah kan hasil. Ia melihat Mahreen berjalan dari sudut lorong, senyum sumringah nya berubah ketika ia melihat Witan berjalan di belakang Mahreen.
"Ngapain dia disini Reen! kalau dia sampai macam macam..biar aku hajar dia!" Kata Witan terlihat sangat tidak senaang akan hadir nya Galang.
Mahreen menarik nafas panjang dan dalam agar lebih tenang menghadapi Galang.
__ADS_1
"Biar aku sendiri yang menyelesaikan masalah ini..terimakasih sudah mengantar ku.."
"Aku senang bisa membantu mu Reen.."
Mahreen bersikap dingin dan cuek. menganggap Galang tak pernah ada. Membuka pintu tanpa melihat Keberadaan Galang.
"Mahreen tunggu!" panggil Galang menerik lengan Mahreen saat menarik gagang pintu.
"Lepas kan tangan mu!" peringat Witan sedikit terpancing emosinya.
"Tolong jangan ikut campur! ini masalah saya dan Istri saya!" Galang tak mau kalah.
"Istri kamu bilang! bagaimana dengan pacar yang selalu kamu antar jemput di kampus??"
"Pak Witan tidak perlu berlebihan begitu.. " sindir Galang.
"Kenapa??? Saah saja kan! jika saya berbicara apa ada nya??? lebih baik kamu pulang..jangan ganggu Mahreen! biar kan Mahreen istirahat..." Witan tersenyum mengejek.
"Tidak usah seperhatian itu Pak sama istri saya???" Galang tak mau kalah.
"Kamu nggak apa apa kan? kalau aku pulang??" Witan balik nanya.
"Nggak apa apa! disini sudah ada saya suami nya!" sela Galang.
Witan hanya menatap tajam ,lalu pergi meninggal kan mereka.
"Mahreen! please!" pinta Galang setelah Witan tak nampak lagi dari pandangan mereka.
"Lepas kan tangan kamu!" jawab Mahreen mengibas kan tangan nya.
"Oke! "Galang melepas kan tangan nya dari lengan Mahreen
"Pulang sana! saya capek! saya mau tidur!"
"Nggak! aku nggak mau pulang!"
__ADS_1
"Apa sih sebenar nya mau kamu!"
"Aku mau masuk ke dalam! terus kita ngobrol..kita bicarakan masalah ini.."
"Masalah apa?? semua nya udah Jelas! Saya memutus kan untuk mengkahiri sandiwara ini!" kata Mahreen meski sebenar nya hati nya sangat sakit ketika mengucap kata perpisahan.
"Apa maksud kamu??"Galang tidak terima.
"Galang! bukan kah kamu hanya ingin menjadi Ahli waris? setelah itu kita berpisah???? dan aku akan mengabul kan nya untuk mu! dalam minggu ini aku pastikan kamu sudah menjadi pewaris dari Life&Sentosa Grop!"
"Enggak! aku masih merasa belum pantas menjadi pemimpin! aku masih butuh bimbingan kamu!"
"Apa sih sebenernya mau kamu Lang! saya sudah cukup merasa terhina! jadi apa lagi yang mau ingin kan!" Mata Mahreen berkaca kaca,menahan Gemuruh emosi di hati nya.
"Apa kamu mau kita berantem disini?? di lihat semua orang Mahreen???"
Kemudian Mahreen membuka pintu dengan kasar, lalu membanting pintu dengan keras.
"Apa lagi ???" teriak Mahreen setelah masuk di dalam apartemen.
"Mahreen..Demi Tuhan?? aku nggak ada niatan menghina atau merendah kan kamu?? itu hanya bualan Samuel Reen... Justru aku marah ketika Samuel mengolok ngolok kamu??"
"Bukan! kamu Marah karena membela Raisha bukan aku!" Mahreen menggebu gebu.
"Harus Gimana lagi sih Reen??? agar kamu percaya sama aku.. Aku nggak pernah ngerendahin, ngolok ngolok apalagi menghina kamu??? Raisha!?? aku udah nggak perduli! benar kata Papa atau pun kata kamu! Raisha bukan perempuan yang patut di perjuang kan!"
Mahreen memijat mijat pangkal hidung nya, "Lebih baik kamu pulang sekarang Lang!"
"Enggak mau! kalau kamu pulang ke rumah..aku juga baru mau pulang kerumah..kalau kamu tinggal disini..aku juga ikut tinggal disini!"
"Galang Kamu-!" Mulut Mahreen terdiam tidak meneruskn kalimat nya
karena Galang dengan tidak tahu malu nya langsung memeluk Mahreen. "Aku nggak perduli! kalau kamu marah! silah kan marah.. kalau kamu minta sandiwara ini berakhir silahkan! aku nggak mau mengakhiri sekarang!"
Mahreen hanya bisa terdiam.membeku..ingin Rasa nya memukul kepala dan mecakar cakar wajah
__ADS_1
bocah kolot dan keras kepala ini