Bertemu Jodoh Yang Aneh

Bertemu Jodoh Yang Aneh
Ada Apa


__ADS_3

"Aduh..geser dikit dong! aku nggak bisa nafas nih..!"


"Dari tadi bawaan nya ngomel terus sih Reen! kamu nggak ikhlass ngerawat suami Sendiri yang lagi sakit??" dengan tidak tahu malu nya, Galang masih menggelendoti tubuh mungil Mahreen seperti anak Koala.


"Bukan gitu..terlalu kenceng kamu meluk nya..aku jadi nggak bisa nafas. "


"Alasan!"


"Manja banget sih kamu Mas!"


"Aku kan lagi sakit.."


"Tapi nggak gini juga kaliii.."


"Pokok nya aku mau ditemenin sama kamu..."


"Ya udah..aku ambil air minum dulu..udah waktu nya kamu minum obat.." Mahreen beranjak..pergi mengambil air minum.


Mahreen Pov.


Hari ini benar benar membuat ku seperti Baby Sister, beda nya yang ku rawat bukan bayi atau balita. Tapi bayi gede.


Aku heran , baru demam gitu aja..Manja nya minta ampun. Pake minta ditemenin Mama lagi, Tahu sendiri kan Mama mertua ku seperti apa.


Dikit dikit Mahreen..Miring dikit Mahreen. Semua serba Mahreen.


"Apa itu Reen??" tanya Galang saat aku datang.


"Air minum!"


"Buat aku??"


"Hmmmmmm" lalu ku sodor kan botol air nya.


"Kamu serius??? aku harus minum sebanyak ini?? kamu sengaja biar aku kembung?"


"Kamu tau nggak hukum nya Suudzon??"


Ku lihat Mata Galang langsung melotot. Aku tahu pasti dia benar benar kesal. Biarin aja! habis nya satu harian ini banyak banget permintaan nya. Tahu begini, mending aku ngajar di Kampus.

__ADS_1


"Banyak minum air putih bagus bagi kesehatan..cocok buat kamu yang sedang Demam Tinggi!"


"Kamu nyindir aku???"


"Cepetan di minum...aku mau buka pintu dulu, kayak nya ada Tamu!"


Setelah Bayi Gede ku selesai minum obat, aku segera turun kebawah untuk membuka pintu.


"Bu Mahreen!"


"Raisha.." Hatiku berdegub kencang, perasaan was was dan kesal bercampur jadi satu, Bisa bisa nya Mahasiswi ku datang kerumah ini.


Tepat nya Rumah Galang, yang kini telah menjadi suami ku.


"Sebenar nya ada hubungan apa sih! antara ibu dan Galang!" Aura kecemburuan Raisha sudah terlihat.


"Ada perlu apa mencari Galang?"


"Saya mau ketemu Galang Bu.. dimana Galang!"


"Sedang istirahat..besok saja kalau mau ketemu".


"Galang sedang sakit..Butuh istirahat"


"Seperhatian itu ya Bu Mahreen sama Galang?"


Andai saja, Raisha bukan Mahasiswi ku..mungkin saja sudah ku jambak Rambut nya.


"Apa Bu Mahreen juga di beri tugas untuK mengatur dan mengawasi Galang? bukan nya Tugas Dosen hanya memberi bimbingan saja?".


"Raisha..kamu tidak perlu Jauh untuk menanyakan hal ini..Mungkin ada pesan biar saya sampai kan?"


"Bu..sebenar nya ada apa sih? Jujur saja sama saya Bu? kenapa ibu ada disini? apa pantas seorang Dosen...berlaku istimewa, menemani mahasiswa nya yang sedang sakit..sendirian berdua di rumah???"


"Raisha! keberadaan saya di sini atas ijin orang tua Galang.."


"Ibu yakin?? bukan alibi ibu saja untuk menutupi sesuatu mungkin?? Saya akan tetap berusaha mendapat kan hati Galang kembali.."


"Siapa sih Reen tamu nya???" terdengar suara Galang menuruni anak Tangga.

__ADS_1


"Reen? Apa Maksud nya!" tiba tiba Raisha nyelonong masuk.


"Tunggu!" cegah Mahreen,namun tak di hiraukan oleh Raisha.


"Galang! jelasin ke aku! apa maksud nya kamu Panggil Reen! Mahreen maksud kamu! Kenapa kamu memanggil Bu Mahreen hanya dengan panggilan nama nya!" Raisha Brutal ,mendekati Galang.


"Raisha!"


"Kamu nggak perlu kaget ngeliat aku! Jelasin ke aku! sebener nya ada apa di antara kalian!"


Galang menatap ke Arah Mahreen, meminta izin untuk menjelas kan semua nya dari sorot mata yang tajam.


Mahreen terlihat Pasrah memejam kan mata nya.


"Itu bukan urusan kamu Sha.. Lagian kita tidak terikat hubungan apa pun!"


"Nggak! Aku nggak bisa tanpa kamu Lang! aku cemburu! Liat aku sedikit saja... Apa kamu nggak kasihan sama aku! perempuan yang sudah menemanimu kurang lebih nya Empat tahun.. aku sudah mengorban kan Harga diriku, untuk datang memohon ampunan sama kamu.." Air mata Raisha mulai menetes deras membasahi wajah cantik nya.


Hening seketika di antara mereka, Perasaab bersalah datang mengisi hati Mahreen.


"Sha..."Galang mendekati nya, memegang ke dua pundak Raisha dengan perasaan iba "Sha..please, ini memang sudah jalan yang kita pilih..memang ini semua pahit.. kita harus berlapang dada Sha.." kata Galang dengan lembut, terlihat dengan jelas jika Galang juga merasakan kepedihan.


"Tapi aku masih sayang dan cinta sama kamu Lang! aku baru sadar...selama ini aku salah! Ternyata cuma kamu yang bisa nerima semua keadaan aku!" Raisha terisak, sambil menciumi tangan Galang. "Ingat masa masa kita dul Lang?" imbuh nya lagi dengan nada bergetar.


Mahreen tak bisa berbuat apa apa ,meski hati nya sakit melihat pemandangan di depan mata nya..di Sisi lain diri nya juga tidak tega melihat Raisha.


Mahreen memilih untuk mengambil tas di kamar nya ,lantai bawah dan menyambar kunci mobil tanpa permisi.


"Mahreen mau kemana!" teriak Galang ,saat melihat Mahreen membuka pintu.


Terpaksa Galang membiar kan nya pergi ,karena tangan nya di tarik oleh Raisha.


"Sedekat itu kah Lang?" tanya Raisha Lirih.


"Sha! ini kan nggak jam di kampus..jadi aku bebas memanggil nama nya.. Please Sha! Aku mohon kamu Move On!" pinta Galang mulai tidak Fokus.


"Oke! aku tahu kamu nggak akan pernah suka apa lagi cinta sama Bu Mahreen! aku yakin kamu masih cinta sama aku! saat ini kamu masih marah kan?? oke! aku ngerti..aku akan nunggu sampai kamu nggak marah lagi sama aku.." kata Raisha sambil mengusap air mata nya.


"Terserah kamu Sha! aku haru segera pergi! ada urusan sama Papa!"

__ADS_1


__ADS_2