
setelah witan menjauh dari pandangannya, Galang tergesa gesa ,segara mendekati Mahreen
"Mahreen!" panggil nya, Ketika Mahreen membuka pintu Mobil
"Ya!" Mahreen menoleh, tidak menyangka jika itu Adalah Galang.
"Kenapa hape kamu nggak bisa di hubungi??"
"Batre habis."
"Mahreen.." belum saja urusan nya selesai dengan Mahreen, Raisha datang dengan tiba tiba menyentuh dan menarik Lengan Galang.
Mahreen hanya bisa melihat lalu masuk kedalam mobil dan segera Pergi.
"Raisha..." Galang sama sekali tidak menyangka jika Raisha akan mendatangi nya.
"Aku minta maaf masalah semalem ya???"
"Nggak apa apa..."Galang tersenyum namun terlihat buru buru.
"Kamu kenapa sih buru buru gitu???"
"Masih ada Bimbingan yang harus ku selesaikan Sha..aku pulang dulu ya?" Galang menyingkir kan tangan Raisha
"Lang! lusa aku ulang tahun.."
Galang hanya bisa diam mendengar Raisha, Kali ini ia tidak sempat memikir kan hari ulang tahun Raisha.
"Kok diem sih??? Jadi kan ngajak aku jalan jalan sama shoping" rengek nya.
"Ya sha.." jawab Galang mengabul kan permintaan Raisha..Agar dia cepat pergi.
setelah Raisa pergi Galang segera menyalakan motornya dan melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi, agar cepat sampai di rumah karena dia ingin meminta maaf pada mahreen.
" mahreen sudah terlihat lebih segar dari sebelumnya, memakai celana pendek dan kaos oblong ala rumahan duduk di kursi meja makan sambil meminum susu.
Setelah itu Mahreen membuka makanan yang di beli nya tadi. meletakan di atas piring
"Mahreen!" Dengan nafas yang masih tersengal Galang mendekati Mahreen.
"Cuci tangan dulu baru makan" Kata Mahreen sedikit pun tidak melihat wajah Galang.
Galang segera mencuci tangan di Bak cuci piring yang tidak jauh dengan meja Makan.
Mahreen mulai mengunyah makanan nya dengan tenang. Sedikit pun tidak melihat ke arah Galang. Santai seolah tak pernah terjadi sesuatu.
Galang sudah duduk dengan tangan kanan nya memegang Sendok dan tangan kirinya memegang Garpu. Memberanikan diri untuk ngomong.
"Gimana kemarin semenar nya..???" lalu memasuk kan makanan ke dalam mulut nya.
"Lancar..Witan sangat membantu.."Jelas Mahren sambil mengangkat pundak nya.
"Apa kau hanya pergi sama Pak Witan??"
"Iya.. "
"Mahreen...aku minta maaf atas apa yang kulakukan kemarin padamu?? seharus nya aku nggak seperti itu?" pinta Galang
"Nggak masalah.."
"Maaf atas kata kata ku yang menyinggung, aku yakin kamu nggak pernah cemburu apa lagi menyimpan rasa padaku..Aku terlalu percaya diri" kata Galang dengan hati hati, takut Mahreen akan tersinggung.
__ADS_1
"Syukurlah jika pemikiran mu seperti itu??"
Masih ada perasaan yang mengganjal di hati Galang.
"Mahreen..aku berharap, setelah kejadian ini..kamu tetap bersikap seperti biasa nya.."
"Seperti apa??" Mahreen mengembalikan pertanyaan. "Apa kamu bisa menjamin semua nya?! akan tetap baik baik saja.. jika aku bersikap seperti biasa nya??" Jujur saja Hati Mahreen masih terasa sakit.
Galang tak bisa menjawab sebuah pertanyaan dari Mahren yang mengandung kebenaran..Bahkan bernafas saja rasa nya tidak bisa. Galang bisa melihat Jelas Raut wajah Mahreen yang sudah berubah tak seeprti biasa nya.
"Kenapa kamu diem Lang?? kita nggak bisa terus terusan begini, selama dua hari ini aku sudah berfikir mengenai hubungan yang salah ini.." Mahreen terlihat sangat emosional. "Aku nggak bisa ngerubah Mindset kamu tentang pernikahan ini"
"Maksud mu???"
"Kamu selalu meyakini pernikahan ini tidak pernah serius! tujuan kita hanyalah perpisahan..Mungkin kamu akan mendapat kan semua nya..dan Label Duda tidak akan menjadi masalah bagi mu? sedang kan Aku..tanpa kupikir resiko nya..Aku akan bergelar Janda dengan segala resiko nya.."
Galang meresapi setiap Ucapan Mahreen, Selera makan nya hilang seketika dan tenggorokan nya serasa tersangkut duri.
"Aku Pastikan..secepat nya kamu akan mendapat kan apa yang kamu mau..semakin cepat semakin baik..Maka belajar lah dengan Giat!" Mahreen tersenyum getir.
Entah mengapa saat Mahreen berkata seperti itu ada perasaan yang tidak rela di hati Galang,
"Reen..Maaf kan aku" kata Galang menundukan kepalanya, ia benar benar sangat menyesal.
Mahreen tidak tega melihat Galang seperti itu.
Ia mendekati galang dang mengangkat dagu nya.." aku memaaf kan mu!"
"Benar kah???"
"Hmmmm"
Galang senang nya bukan main..senyum senyum seperti bocah mendapat mainan dar Emak nya.
Keadaan sudah kembali Normal, hanya Saja Mahreen sedikit menjaga jarak pada Galang.
"Reen mama mau mampir ke Rumah.." Galang menghampiri Mahreen yang sedang duduk di karpet berbulu sambil menonton Laptop.
"Kapan??? Mahreen masih sibuk dengan Laptop nya
"Besok kata nya.." Galang ikut Nimbrung disebalah Mahreen.
Belum saja Mahreen membalas, ponsel Galang sudah berbunyi
"Siapa?? kenapa nggak di angkat.."
"Raisha!"
"Angkat aja?"
"Malas!"
"Gaya mu pake malas segala! kemarin aja jadi Pejuang cinta.. sampe segitu bucin nya.."Ledek Mahreen
"Sekarang udah nggak! Di fikiran Raisha hanya uang uang dan bersenang senang,kadang aku bingung dengan persaan ku sendiri.."
"Kenapa lagi???"
"Raisha banyak menuntut..aku jadi nggak Yakin,.."
"perasaan kamu aja kali???"
__ADS_1
"Serius??? nggak bisa di ajak diskusi sama sekali.. nggak tau lah!"
Mahreen hanya mencebikan Bibir nya
Galang semakin nyaman bersama Mahreen.Ia merasa Mahreen mampu memberi warna dalam kehidupan nya. Tempat nya berbagi semua permasalahan di hidup nya.
"Jalan yok Reen!"
"Kemana???"
"Keluar cari angin..Ayok!"
Mahreen mengikuti kemana Galang mengajak nya,
Baru saja turun dari Mobil Galang sudah dibuat Emosi oleh kelakuan Raisha.
tanpa di sengaja mereka bertemu disalah satu Restoran ternama di kota ini.Tapi Raisha belum ngeh kalau Galang juga sedang berada disini
Raisha pergi bersenang senang dengan teman sosialita nya.
Mata Mahreen membulat hanya bisa memperhatikan dari jarak kejauhan
"Raisha emang keterlaluan!" Kata Galang sangat kesal.
"Jadi makan disini nggak?" tanya Mahreen.
"Pindah tempat aja!"
Galang segera kembali ke dalam Mobil
dan Mahreen mecoba menenang kan anak kolotan ini.
"udah..kamu nggak perlu emosi gitu?" kata Mahreen sambil mengusap usap pundak Galang, seolah baik baik saja meski ada ketidakrelaan di hati nya.
"Raisha memang keterlaluan! mungkin itu alasan nya kenapa dia selalu nuntut agar aku secepat nya minta jabatan dari Papa!" ucap Galang menggebu gebu sambil memukul mukul setir mobil nya.
"Fokus Lang! kamu sedang mengemudi.."
"Andai saja Raisha bisa seperti kamu! mau hidup sederhana! mau mengalah pasti aku nggak bakalan kayak gini!" Galang mulai membanding kan diri nya dengan Raisha.
"Jangan membandingkan ku dengan dia! beda kelas!" Mahreen mulai judes.
Galang merangkul pundak Mahreen yang kecil setelah turun dari mobil.
"Galang! singkirkan tangan mu!"
"Udah halal! tenang aja!"
"kata nya mau ngajak makan?? kenapa mengajaku kesini???"
"Pilih lah perhiasan sesukamu! pilih yang paling bagus!"
Mahreen masih tak percaya
"Kamu waras kan???" Mahreen membolak balik kan telapak tangan nya mengecek Pelipis Galang
"Besok dandan yang cantik..Aku nggak mau ngeliat istri dari CEO life& santosa tampil lusuh!"
"enak aja!" Mahreen memukul pundak Galang.
"Kamu ngajak aku????"
__ADS_1
"Lalu siapa Lagi istriku??????"