
" Mahreen!" teriak Galang dari luar sambil mengetuk pintu kamar mandi.
Seketika Mahreen langsung mematikan Kran air nya " Apa sih Lang!" jawab nya dengan sebal Lalu mengusap wajah nya yang masih penuh dengan air dan menghentikan aktititas nya di dalam kamar mandi.
"Buka pintu nya dong!".
"Eh mau ngapain!" Mahreen semakin sewot.
"Mandi Lah! mau ngapain lagi?"
"Nanti! aku duluan..bentar lagi selesai!"
"Aku mau mandi bareng sama kamu!"
"Apa! Jangan kurang ajar kamu ya!" peringat Mahreen
"Kurang Ajar gimana?? bukan nya ini Sunnah?Ayo lah..aku udah siap nih!"
"Galang!" Hati mahreen serasa ingin lompat dari tempat nya, buru buru menyambar handuk yang manggantung dan memakai nya.
"Galang! kamu jangan aneh aneh! ini sama sekali nggak ada dalam perjanjian kita!"
"Emang ga ada?? tapi setelah kita memutuskan untuk serius...jadi????" Galang sengaja menggoda Mahreen
"Galang!!! nggak lucu tau! aku nggak mau!" Mahreen menggigit bibir bawah nya karena ia takut Jika Galang akan serius dengan omongan nya barusan..duduk di bibir Bak mandi sambil menunggu Galang pergi.
__ADS_1
"Kamu mau dosa?? walaupun umur mu lebih dewasa dari ku? sekarang aku ini suamu mu Mahreen??"
"Aku tahu! jangan bawa bawa umur! walaupun umurku sudah matang! tapi aku nggak kalah cantik nya sama Mantan pacar mu itu!" Mahreen mendelik kesal.
"Hahaha kamu cemburu??"
"Enggak! enggak sama sekali!"
"Iya kamu cemburu!"
"Enggak!"
"Bukti nya kamu terus membawa nama Raisha???"
"Kamu yang mulai! ngapain berdiri di depan pintu! persi sana!"
"Galang! kamu benar benar bikin emosi! Aku nggak mau!! jelas kan bahasa ku! aku nggak mau!"
"Kamu siap nanggung dosa?"
"Astaga! aku belum siap! Puassss!!!!"
"Kapan siap nya?? masak kita mau kucing kucingan terus...setatus kita sudah menikah?? jadi kapan aku bisa melepas Masa perjaka ku Mahree ??"
"Jleeebbb!!!" Hati mahreen semakin tak karuan, bisa bisa nya dalam keadaan seperti ini Galang bisa mengutarakan keinginan nya tanpa ada rasa malu. "Asga!" batin Mahreen.
__ADS_1
"Reen! kamu ngedengerin aku nggak sih!" Imbuh Galang Lagi.
"Denger! kamu apa apa'n sih! malah kemana mana omongan nya..jangan minta yang aneh aneh sama aku!"
"Aneh aneh Gimana?? aku mau minta Hak ku sebagai suami Mahreen!"
"Aku belum siap! aku butuh waktu.. kamu kan Buaya! aku nggak mau setelah kamu berhasil melepas keperjakaan mu..terus kamu Mencerain aku?? cukup gelar janda aja! jangan kau ambil barang berharga ku!".
"Tutup mulut mu! dalam keluarga Sentosa..perceraian adalah Hal yang sangat tabu! kami sangat menghargai pernikahan..kamu kan tahu sendiri betapa Papa menjunjung tinggi Agama??"
Hati Mahreen seketika terenyuh. Namun begitulah Mahreen tidak mudah percaya. "Lantas kenapa? kamu punya ide gila kemarin Hah! atau bilang saja ini akal bulus mu untuk menjebak ku kan??"
" Kemarin aku memang salah! tertipu dengan Cinta Gila! Terserah apa kata mu Mahreen! jadi jangan salah kan aku..kalau benar benar nekat!"
"Iya! iya! aku Percaya...tapi jangan minta sekarang..aku belum siap..biar aku yakin..kalau kamu serius sama aku Lang?? mana mungkin kita melakukan hubungan suami Istri tanpa rasa cinta??"
"Kamu kan sudah cinta sama aku..tinggal aku yang belajar membalas cinta mu.."l Gampang kan.
"Sial! kenapa malah aku? yang di jadikan alasan!" gerutu Mahreen dari dalam hati.
"Mahreen! mau sampe kapan kamu di dalam.kamar mandi?? kamu nggak takut masuk angin??"
"Nggak! udah biasa..nanti aku keluar kalau kamu udah pergi..."
"Awwwwew tolong Reen! kaki Kram nih! gara gara berdiri kelamaan nunggui kamu ni!" Galang meringis kesakitan
__ADS_1
"Galang! kamu kenapa!" Mahreen bergegas keluar karena khawatir pada Galang.