
"Lebih baik diam saja jangan mengucapkan sepatah kalimat lagi." Bisik Amora melerai adu mulut kedua orang di depannya. Daniel mendengus lalu menuruti apa kata Amora.
Sania tidak suka dengan James. Menurutnya James itu laki-laki sok tahu suka ikut campur urusan orang lain. Selama ini iya tidak pernah ingin tahu kehidupan James bagaimana. Semua orang punya kehidupan masing-masing. James selalu ingin tahu hidupnya bagaimana. Bahkan mengumbar aibnya, kenapa iya tahu? James mengatakan ke semua karyawan di kantor ini tentang aibnya lalu mereka mengadu ke dirinya. Menyebalkan bukan, jika tidak ada hukum iya akan membunuh orang seperti James. Tidak perlu hidup di dunia ini kalau kelakuannya begitu.
Pintu lift terbuka lalu mereka keluar bersama. Mereka berjalan ke tempat kerja masing-masing. Langkah Sania dan Amora berpapasan dengan langkah Renata. Renata baru keluar dari ruangan Daniel. Renata melirik ke arahnya sekilas lalu melirik tajam ke arah Sania. Seperti ada dendam di antara mereka berdua. Bahkan Renata seperti tidak sudi bertegur sapa dengan Sania.
"Amora. Jangan terlalu dekat dia. Dia terlalu buruk untuk kamu."
"Hah, em...jangan seperti itu Renata. Sania teman aku juga selama ini dia baik sama aku." Selanya
Renata memutar bola matanya malas.
"Dia hanya pura-pura baik sama kamu. Aku sudah memperingati kamu. Kamu mau tahu yang jelas tanya sama James. Dia tahu siapa Sania sebenarnya. Dia obral Amora, wanita obralan dari banyak pria hidung belakang."
Jleb
Makinya ke Sania begitu sadis. Iya melirik sekilas ke arah Sania yang tetap santai tanpa memperdulikan ucapan Renata.
"Ya udah aku mau sama calon suami dulu. Awas ya kamu goda suami aku lagi, Sania."
Renata kembali masuk ke ruangan Daniel.
Sania menghentakkan kakinya ke lantai berulang kali. "Lihatkan tadi dia begitu kejam sama aku. Aku sama sekali tidak pernah menggoda bos Daniel. Dia itu tukang fitnah! harus sabar aku demi karier." Kesalnya
Aku mengusap punggungnya yang bergetar. Mungkin aku jadi Sania akan menangis. Sudah di maki terus di tuduh tidak-tidak padahal tidak pernah melakukan itu. Berbeda jika dengan aku, aku sudah ada niatan untuk memiliki calon suami Renata.
"Yuk mulai kerja aja jangan pusingkan ucapan Renata. Biarkan dia berkata ini itu sama kamu. Dia tidak tahu tentang kamu." Sania mengangguk
Mereka duduk di kursi masing-masing.
Di lain tempat ada Kenan baru saja sampai di gedung perusahaan miliknya. Masih muda sudah membangun sebuah perusahaan tanpa bantuan orang tuanya.
Kenan tersenyum mengingat saat iya mengantarkan Amora pulang ke apartemennya. Sepertinya iya sudah mulai tertarik sama Amora. Amora baik orangnya dan tidak neko-neko. Sebelum janur kuning melengkung bersama laki-laki lain, iya harus memiliki Amora duluan.
Meminta bantuan Renata saja agar berhasil. Siapa yang akan menolak dirinya. Tampan, kaya, mapan, baik jelas, Pintar juga. Hanya orang bodoh yang menolak dirinya.
"Kenapa?"
Sekertarisnya datang menghampiri bos mereka yang sedari tadi senyum-senyum seperti orang gila.
__ADS_1
"Nanti juga kamu akan tahu." Jawabnya lalu masuk ke ruang meeting diikuti sekertarisnya.
Kembali ke Amora, Amora melihat jarum jam di tangannya. Hari ini iya akan meminta jawaban Daniel. Apakah Daniel akan tetap melawannya atau malah menikahi dirinya. Video itu masih berada ditangannya harus iya jaga dengan baik. Rahasia besar mereka tidak mungkin terungkap saat ini. Daniel tidak mau malu lalu harga dirinya jatuh karena video syur bersamanya.
Licik itu lah Amora Sandra.
"Mau aku buatin kopi sekalian aku mau ke pantry."
"Titip latte satu ya."
Amora ke pantry untuk bertemu bosnya. Sebelumnya Daniel sudah dulu keluar dari ruangannya lalu berjalan ke arah pantry.
Setelah Amora sampai di pantry Daniel langsung memojokkan tubuhnya ke dinding.
"Kamu mengatakan apa ke Renata hah. Renata curiga dengan saya! Renata bilang kalau saya berselingkuh." Renata menduga Daniel berselingkuh
"Aku gak tahu...mungkin saja itu hanya dugaan Renata saja."
"Saya tidak mau Renata tahu rahasia besar kita. Awas saja hubungan saya dan Renata hancur. Orang pertama yang akan saya sakiti adalah kamu."
"Jadi, bagaimana jawaban kemarin saya mau tahu."
"Melawan atau nikahi aku."
James musuh besar yang harus aku singkirkan. Dia membawa pengaruh buruk di hubungan aku nanti bersama Daniel.
"Jangan temui saya sebelum saya bertindak." Daniel pergi meninggalkan dirinya sendirian di pantry.
Renata tahu, Kemala harus tahu dulu dan sengaja menyembunyikan. Bisa jadi James memberitahu Renata tentang keburukannya di kantor ini. Sialan! belum apa-apa rencananya sudah rusak.
Tanpa mereka tahu ada seseorang melihat dan mendengar obrolan mereka dari balok tembok. Siapakah seseorang itu?
***
Amora sudah menunggu kedatangan Daniel di halte. Untung cuaca di sore hari bagus tidak hujan seperti akhir-akhir ini. Sudah memasuki akhir tahu jadi sering turun hujan atau gak mendung.
Sudah 20 menit iya menunggu Daniel yang belum juga datang.
Ckit
__ADS_1
Mobil Daniel berhenti tepat di hadapannya. Kaca terbuka lalu Daniel menyuruhnya masuk ke dalam. Amora segera masuk ke dalam mobil. Mobil dijalankan lagi menuju suatu tempat. Hanya iya yang tahu kemana iya dan Amora akan pergi.
1 jam kemudian mobil berhenti di sebuah gedung tidak terlalu besar atau pun kecil. Mereka berdua keluar dari mobil lalu berjalan masuk ke sebuah KUA. Rencananya berhasil Amora lihat Daniel benar-benar akan menjadikan kamu istri.
"Pernikahan siri hanya berlaku 3 bulan saja kecuali di antara kita mengajukan ke negara."
Mereka berdua duduk berdampingan di sebuah kursi. Masuklah penghulu, ada 3 orang laki-laki berumur sekitaran 45 tahunan akan menjadi saksi pernikahan mereka.
"Bisa kita mulai pernikahan ini." Keduanya mengangguk
Sah
Kata sah keluar dari mulut mereka. Amora sudah menjadi istri Daniel secara agama. Lihat sekarang tampang tengil Amora. Begitu senang apa yang iya mau sudah tercapai. Tinggal membuat hubungan suaminya dan sahabatnya rusak lalu mereka putus. Tujuan iya harus tercapai dengan baik.
Setelah melakukan pernikahan siri mereka sudah sah menjadi suami-istri. Mereka keluar dari gedung KUA lalu kembali masuk ke mobil.
"Setiap 2 minggu sekali saya akan mengirim uang buat kamu. Jangan menelepon saya! saya tidak mau Renata tahu saya sudah menikah kamu."
"Tinggal bersama kamu di apartemen." Daniel terkekeh
"Jangan mimpi tinggal bersama saya. Apartemen saya terlalu suci untuk kamu. Mulai hari ini saya punya pemuas nafsu. Jadilah budak yang baik Amora."
Ada niat terselubung menikahi Amora secara siri. Tidak masalah untuk Amora selagi menguntungkan Amora.
"Ini kartu untuk kamu. Jumlah uangnya ada 3 milyar lebih. Jangan pernah memperlihatkan kartu ini ke Renata."
"Terus saja melarang aku ini itu. Sekarang aku istri kamu bukan lagi perempuan yang menggoda kamu."
Daniel menggeram. "Jangan pernah membantah permintaan saya. Ingat kamu hanya istri saya 3 bulan saja." Gertak Daniel meluapkan emosinya yang tertahan.
Tring
Suara handphone Daniel berbunyi lalu mereka melihat ada nama Renata dan tanda love merah di layar handphone itu.
Tut
"Sayang kamu dimana? kamu janji mau kencan sama aku."
"Hem," suara deheman Amora membuat Renata naik pitam sampai Daniel menatapnya tajam.
__ADS_1
To be continued
Bagaimana kelanjutannya jangan lupa like, vote, dan komen.