
Tidak ada yang tahu Amora sedang membuat rencana baru menghancurkan hidup sahabatnya. Renata memang sudah memutuskan hubungan dengan suaminya tapi masih saja berdekatan bahkan iya mengetahui niat tidak mengenakan Renata. Niatnya memang belum pasti tapi iya yakin itu akan terjadi jika naluri hati Renata mulai goyah atau berubah.
"Kamu mau kemana pagi-pagi udah pergi. Hargai aku bisa, sudah berulang kali kamu acuhkan aku." Pintanya melihat sang suami baru saja keluar dari kamar lalu menenteng tas kerjanya dan membuat pintu apartemen.
Daniel membalikkan tubuhnya lalu iya berhadapan dengan sang istri yang tidak ita harapkan. Masih punya dendam dengan Amora sampai saat ini. Iya masih belum menerima statusnya sebagai suami Amora. Sebelumnya menerima tapi hatinya goyah saat hubungannya dengan Renata selesai karena Amora.
"Jangan mencampuri urusan saya." Daniel tidak punya perasaan langsung saja menoyor kepala Amora untuk kesekian kalinya.
Amora hanya tersenyum kecut.
"Masih berharap memiliki Renata lalu kamu berniat datang ke rumah Renata pagi-pagi seperti ini."
"Itu bukan urusan kamu. Mendingan urusin hidup kamu! pernikahan ini tidak akan lama. Saya tidak menginginkan keberadaan kamu di sisi saya. Hanya Renata yang boleh singgah di hidup saya."
"Aku lebih baik dari Renata!"
"Kamu baik..."
"Baik seperti apa hah tega mengkhianati sahabat sendiri. Gila kamu!! kamu tahu Renata baik banget bahkan rela melakukan apapun demi membantu kamu. Balasan kamu tega mengkhianati Renata dari belakang lalu menjebak saya agar menikahi kamu. Bahkan kamu menawarkan diri menjadi simpanan saya dan istri siri saya."
"DIAM!!! aku lebih unggul dari Renata. Ingat Daniel, posisi aku istri sah kamu bukan lagi simpanan atau istri siri lagi."
"Renata hamil di luar nikah terus kamu mau menikahi dia. Itu tidak akan terjadi! langkahi dulu mayat aku." Sambungnya
Grep
Daniel membawa tubuhnya ke dinding lalu mencengkeram dagunya begitu kuat sampai Amora sulit bergerak. Daniel menatap manik mata Amora yang begitu indah. Cantik wajahnya tapi buruk perilaku dan tingkahnya. Siapa saja pasti tidak akan menyukai karakter Amora yang buruk. Daniel mengakui bahwa Amora lebih cantik dari Renata. Amora lebih unggul itu benar tapi hatinya jahat tega mengkhianati orang terdekatnya.
"Kamu buruk Amora,"
"Aku buruk demi mendapatkan kamu. Aku rela melakukan apapun demi mendapatkan cinta dari kamu. Aku rela mengkhianati Renata untuk memiliki kamu. Dari awal pertemuan kita, aku sudah suka dengan kamu. Aku cemburu melihat kedekatan kamu dan Renata. Kenapa kamu tidak mau belajar mencintai aku. Apa aku orang yang dibuang keluarganya sampai kamu tidak mau menerima aku. Begitu jahatnya diri kamu. Kamu suami aku harusnya kamu semangati aku bukan malah menambah tekanan batin untuk aku."
"Kamu benar aku jahat bahkan tega mengkhianati sahabat sendiri. Aku mengakui itu semua dan kalau perlu aku akan mengakui semua kesalahanku ke Renata. Biar Renata tahu aku orang yang harus di hindari bahkan di jauhkan darinya." Imbuhnya tanpa jeda
Daniel melepas cengkeraman di dagu Amora. Daniel melihat Amora menitikkan air matanya. Amora menangis itu yang iya lihat saat ini.
"Aku ingin dicintai kamu. Aku rela melakukan apapun demi mempertahankan kamu di sisi aku. Aku cemburu melihat kamu berdekatan dengan Renata maupun perempuan lain." Amora memeluk erat Daniel lalu Daniel tanpa sadar membalas pelukan sang istri. Di hatinya merasa bersalah tapi egonya terlalu tinggi.
"I love you very much. Don't leave me for another woman even though she is my best friend." Bisik manis Amora lalu mengecup tengkuk sang
suami.
'Keinginan aku hanya memiliki kamu.'
Pelukan mereka terlepas setelah beberapa menit. "Aku ikut kamu ke kantor." Daniel mengangguk
Daniel menyetujui permintaan istrinya untuk ikut ke kantor. Iya tidak tahu orang kantor curiga dengan membawa Amora. Itu urusan belakangan saja, hari ini iya butuh pelampiasan untuk menuntaskan hasratnya.
Daniel dan Amora pasangan saling memanfaatkan satu sama lain. Biasa di bilang mereka simbolis mutualisme. Paling penting mereka berdua saling menikmati dengan kepuasan di atas ranjang maupun di tempat yang bisa dijadikan untuk menuntaskan hasrat.
***
__ADS_1
Huek
Huek
Huek
Beberapa kali Renata memuntahkan isi perutnya. Baru saja sarapan iya sudah memuntahkan semua makana yang masuk ke dalam perutnya. Renata memegang perutnya lalu memijat pelipisnya. Kapan samua penderitaan ini akan berakhir. Iya capek di posisi ini.
Renata mengambil handphonenya lalu menghubungi Daniel. Tidak di angkat mungkin saja Daniel sibuk, batinnya. Renata tidak tahu Daniel sedang memadu kasih bersama istrinya di kantor.
Sudah bodoh mudah percaya itu lah Renata. Nasibnya benar-benar buruk semenjak mau membantu Amora mencari pekerjaan.
Seharian iya di rumah tanpa melakukan apapun kecuali makan, muntah, rebahan, tidur. Iya sama sekali tidak nafsu ngemil atau makan buah yang biasanya di lakukan wanita hamil muda. Sampai malam hari iya resah ingin keluar tapi malas. Pengin makan sate itu yang iya mau saat ini.
Bimbang sampai akhirnya iya keluar rumah untuk membeli sate.
Renata menelusuri jalanan sepi di malam hari tanpa ada siapapun kecuali dirinya. Malam ini iya ingin memakai date di pinggir jalan depan komplek perumahan yang iya tinggali. Iya tidak bisa menahan keinginannya membeli sate di tengah malah seperti ini. Tanpa di temani siapapun, takutnya ada orang jahat berkeliaran di jalanan yang sepi.
"Kamu tahu aku sebenernya tidak mau kamu hadir di perut aku. Aku belum siap menjadi seorang Mama. Aku tidak punya suami bahkan aku tidak tahu siapa laki-laki yang membuat kamu hadir di perut aku." Gumam Renata sambil mengelus perutnya.
Usia kandungannya sudah memasuki 1 bulan 3 minggu. Satu minggu lagi kandungannya sudah memasuki 2 bulan. Huh belum siapa punya anak pa lagi jadi Mama di saat dirinya belum menikah sama sekali. Bahkan orang tuanya belum tahu tentang kehamilannya.
Renata belum menjawab pertanyaan dari Daniel. Apakah iya menerima ajakan menikah Daniel atau tidak. Di hatinya mau tapi ada hal yang membuatnya resah. Iya takut keluarga Daniel akan memakainya karena memanfaatkan Daniel.
Renata tidak mau di cap buruk oleh keluarga Daniel. Mereka dulu sang menyukainya terus tiba-tiba membencinya itu bisa jadi. Pikirkan baik-baik menjawab itu semua. Masih ada keluarganya yang baik dengannya bahkan peduli dengannya. Walaupun hanya beberapa persen saja mereka peduli dengannya.
Ckit
Seseorang keluar dari mobil lalu menghampiri Renata. Seseorang itu yang pernah hadir di hidup Renata lalu membuat Renata hancur dalam waktu cepat. Renata membulatkan matanya saat melihat laki-laki di hadapannya sekarang. Laki-laki yang sudah membawanya ke sebuah kamar yang menjadi tempat pelecehan itu terjadi. Laki-laki asing baru di kenal lalu berani menodai dirinya.
Plak
Belum mengatakan apapun Renata sudah lebih dulu menampar laki-laki di hadapannya. Emosinya sudah naik pitam bahkan tidak segan-segan mengumpat kasar berulang kali.
"Akhirnya kita bertemu lagi, baby."
"Apa kabar dengan kamu dan calon anak kita." Imbuhnya
"Siapa kamu?! mau apa kamu kembali lagi hah. Kamu yang membuat aku hamil!"
"Saya kembali untuk bertanggung jawab sama kamu. Saya salah sudah membuat kamu hamil di luar nikah."
"Jangan harap untuk menikahi aku. Aku tidak sudi...lebih baik kamu pergi dari sini. Jijik melihat wajah jelek kamu." Laki-laki itu sama sekali tidak tersinggung. Laki-laki itu malah terkekeh lalu mengelus pipi Renata. Renata seketika menepis tangan laki-laki kurang ajar di depannya.
"Apa saya harus mengancam kamu dulu. Mengancam aib kita agar diketahui banyak orang lalu kamu tunduk dengan saya." Renata bungkam
"Saya antarkan kamu membeli sate. Saya tahu calon anak kita menginginkan sate sedari siang. Jangan egois hanya mementingkan diri kamu saja. Ada nyawa di perut kamu dan turuti apa yang saya mau. Saya akan mengantarkan kamu ke penjual sate. Anggap ini salah satu tanggung jawab saya untuk calon anak kita."
Cih, tanggung jawab katanya. Renata sudah mulai muak dengan laki-laki asing ini.
"Siapa nama kamu?" tanya Renata.
__ADS_1
"Ingin tahu saja atau ingin tahu banget."
"Siapa nama kamu?!"
"Nanti juga kamu akan tahu." Jawabnya tanpa mengatakan namanya siapa.
Laki-laki itu memaksa Renata masuk ke dalam mobilnya. Renata tidak memberontak karena terpaksa iya sudah ingin makan sate saat ini juga.
'Sebenarnya aku masih penasaran dengan laki-laki di samping aku ini. Dia siapa? apakah dia tahu tentang aku. Makanya dia jebak aku dan ingin bertanggung jawab sama aku.'
"Dia tampan tapi bajingan. Itu yang tidak aku sukai darinya." Gumam Renata tanpa iya ketahui laki-laki itu mendengar iya bergumam.
Laki-laki itu sudah saling tingkah. Mungkin iya akan belajar jatuh cinta dengan Renata. Renata tidak terlalu buruk dijadikan pendamping hidupnya. Sempurna untuk Renata walaupun bodoh dalam mengambil keputusan apapun. Terlalu mudah percaya sama orang juga.
Laki-laki itu menggenggam tangan Renata. "Jangan suka marah-marah ya." Renata mendelik
"Tidak usah ikut campur. Mau aku marah-marah itu bukan urusan kamu."
"Demi kebaikan kamu Renata."
"Besok aku akan mengugurkan kandungan ini."
Ckit
Brak
Laki-laki itu membanting stir ke kiri lalu menatap tajam ke arahnya.
"Berani melakukan itu! saya akan mengatakan semuanya orang. Mengatakan ke mereka kalau kamu hamil di luar nikah dengan pengusaha sukses seperti saya. Lalu saya mengatakan ke mereka, kamu menjebak saya sampai saya tidak tahan dengan rayuan kamu."
"GUE BENCI SAMA LO BRENGSEK!!"
Laki-laki itu mencekal tangannya begitu kuat sampai Renata meringis menahan sakit.
"Tarik ucapan kamu benci dengan saya."
"Suatu saat kamu akan tahu siapa saya. Hancur sudah hidup kamu dan rasa malu kamu tidak akan kamu lupakan begitu saja. Bukan cuman kamu yang malu tapi keluarga besar terutama orang tua kamu. Mereka malu mengakui kamu sebagai anak jika tahu kamu hamil di luar nikah. Kamu aib untuk orang tua sekaligus keluarga kamu."
Kalimat itu menyakitkan untuk Renata. Kapan iya harus tahu?
Siapa sebenarnya laki-laki di sampingnya? mau apa dia? kenapa dia harus hadir di hidupnya? banyak pertanyaan yang iya mau tanyakan tapi iya tahu takut tidak di jawab seperti tadi.
To be continued
Hai guys makasih udah mampir. Yuk buruan baca, vote, like, simpan pustaka, subscribe author, komen🙏
Mampir ke Instagram Author
@Yulia00203
@ImAnggraeni1826
__ADS_1