BOSSKU CANDUKU

BOSSKU CANDUKU
Salah Paham Daniel


__ADS_3

Renata terperanjat saat membuka kedua matanya. Menelusuri keberadaannya saat ini dimana? Renata baru sadar iya masih di kawasan kebun teh bersama Daniel. Setelah berenang iya istirahat tidur di kamar sambil menunggu sore hari.


Renata memijat pelipisnya yang pusing. Entah kenapa iya merasa aneh dalam dirinya. Renata bangkit dari ranjang lalu berjalan membuka pintu balkon. Setahunya tadi pagi vila sebelah kosong alias sepi kenapa sudah berusia barang-barang. Apa ada yang menyewanya. Mungkin saja, Renata keluar dari kamar mau bertemu Daniel. Setahunya tadi Daniel mau mengerjakan beberapa pekerjaan yang di bawa ke sini. Katanya liburan tapi masih saja bekerja. Mau marah tapi ya sudahlah dirinya tidak akan menuntut kemauan Daniel. Terserah Daniel selagi dirinya tahu saja.


Sementara di tempat lain ada Kenan melihat Amora jatuh ke tanah begitu mengenaskan. Bukannya menolong Amora malah terdiam lalu tertawa melihat raut konyol Amora saat ini.


Amora mendengus tidak suka. Amora bangkit lalu membersihkan celananya yang kotor. " Jahat banget gak mau bantu." Ringis Amora


"Ya Tuhan jahatnya aku tidak menolong kamu jatuh."


"Udah gak usah terlambat."


"Jangan marah dong lagian wajah kamu tadi konyol banget. Padahal aku udah genggam kamu erat tapi kok jatuh."


"Lihat tanahnya licin dan gak tahu makanya jatuh."


Kenan mengelus lutut Amora yang agak sakit. Sebelum jatuh lututnya sudah dulu terkena batu. Nasib Amora tidak ada yang tahu.


"Mau lanjut perjalanan atau pulang ke vila."


"Hem gimana ya? capek si tapi masih mau menelusuri tempat ini."


Kenan menepuk jidatnya. "Masih belum mau pulang itu berarti." Amora mengangguk lalu berlari meninggalkan Kenan.


Lari-larian nanti jatuh lagi kapok. Kenan langsung memukul mulut pedasnya lalu mengejar langkah cepat Amora. Amora berhenti di tengah-tengah kebun teh lalu memetik salah satu puncak teh dan menghirupnya begitu kuat.


"Suka sama tempat ini dan betah."


"Kamu nikah sam aku nanti kita buat rumah di sini." Amora memutar bola matanya. Kenapa tiba-tiba mengajaknya menikah. Dirinya sudah menikah dengan Daniel. Mana mau menikah lagi untuk kedua kalinya.


"Nikah tuh sama pohon beringin." Kenan tidak tersinggung malah tertawa. Menurutnya ucapan yang keluar dari mulut Amora itu lucu, aneh bukan.


Aku... merindukan Daniel, tapi bagaimana caranya iya bertemu dengan Daniel. Bertemu Daniel tanpa diketahui Kenan maupun Renata. Kenan berjalan mengikutinya dari belakang. Masih mengawasi gerak-gerik menggemaskan Amora dari jarak yang cukup jauh. Membiarkan Amora jalan sendirian lalu iya di belakang. Ini momen indah untuk Kenan bersama Amora. Meluangkan waktu bersama di tempat indah. Ajakan Amora tidak main-main buktinya dirinya berlibur dengan Amora ke sini. Pemilihan tempat yang Amora pilih bagus. Mungkin lain waktu iya yang akan mengajak Amora ke sini lagi.


Langkah merela berhenti di sebuah pohon besar. Mereka duduk lesehan sambil mengobrol seperti biasa. Ada kalanya mereka akur ada kalanya mereka seperti tom and Jerry. Andai iya memiliki Kakak kandung seperti Renata. Dirinya anak tunggal, orang tuanya tiada lalu tidak diharapkan keluarga orang tuanya. Miris bukan...kadang iri dengan orang lain yang masih ada orang tua dan di sayang seluk beluk keluarga terdekat. Itu hanya menjadi angan-angan untuknya saja. Beda lagi kalau buat orang lain.


"Memikirkan siapa?"


"Keluarga. Miris banget hidup aku, kak. Keluarga aku tidak mengharapkan kehadiran aku. Bahkan aku di buang sama mereka. Mereka tidak peduli dengan keberadaan aku saat ini." Amora mulai mencurahkan isi hatinya.


"Aku keluarga kamu begitupun Renata dan kedua orang tua Kakak. Jangan merasa sendiri Amora...masih ada orang-orang yang sayang sama kamu terutama aku."


"Aku masih punya mereka tapi mereka tidak mau mengakui aku. Aku di buang loh tega banget ya." Begitu miris kehidupan Amora yang sebenarnya. Hanya Renata dan keluarganya saja yang tahu kehidupan Amora bagaimana.


Daniel tahu? tidak! Daniel sama sekali tidak tahu tentang kehidupan yang sebenarnya. Daniel hanya tahu keburukannya sebagai wanita penggoda. Daniel tidak tahu bagaimana dirinya dulu sampai di titik ini. Begitu berat, dirinya saja tidak mau seperti dulu lagi. Sudah miris terus tidak dianggap sama sekali. Makanya iya memilih hidup sendirian lalu bekerja untuk dirinya.


Kenan berusaha menenangkan Amora yang sedih. Menguatkan Amora lalu membantu Amora agar tidak mengingat yang sudah berlalu. Biarkan Amora melakukan tujuan kehidupan selanjutnya.


Melihat langsung mendung mereka memutuskan pulang ke vila. Di pertengahan jalan mereka bertemu beberapa warga lalu mereka tersenyum dan menyapa. Kesopanan itu paling penting di sebuah desa atau perkampungan. Tidak senyum langsung kena ghibah apa lagi jika tidak menyapa sama sekali.


Mereka sampai di vila lalu masuk ke dalam vila. Baru saja membuka pintu mereka dikejutkan suara seseorang.


"Kenan, Amora." Mereka yang dipanggil seketika menoleh.


Astaga Daniel! belum siap bertemu dua eh dia sudah melihatnya duluan bersama Kenan.


Daniel menatap sengit ke arah Amora.


"Ngapain kalian berdua di sini."


"Liburan."


"Berdua saja lalu tinggal di satu vila." Keduanya mengangguk


Tatapan Daniel untuk Amora semakin tajam. Apa-apaan Amora ini... berlibur bersama Kenan hanya berdua dan tinggal di satu vila tanpa ikatan apapun. Jika mereka khilaf bagaimana? apa urusan Daniel apakah iya cemburu melihat mereka berlibur bersama lalu tinggal di vila yang sama.


Kenan merangkul Amora. "Sebelum married ya honeymoon dulu." Kekehnya


Sialan Kenan membuat Daniel naik pitam.


"Lanjutkan." Lalu Daniel masuk ke dalam villanya.

__ADS_1


"Seperti orang yang cemburu." Amora mengangkat bahunya acuh.


"Aneh gak sih..." ucap Kenan.


"Gak tahu lah." Ketusnya lalu membersihkan kakinya dulu lalu tiduran di kamar.


Kenan menggelengkan kepalanya lalu berjalan ke belakang vila. Indah itu lah pemandangan yang ada di belakang vila. Bisa melihat senja di sore hari.


Sementara di vila Daniel. Daniel mengirimkan chat untuk Amora agar menemuinya di suatu tempat. Amora belum membalas karena belum membuka room chat di handphonenya. Daniel berdecak bahkan khawatir tentang mereka berdua. Bagaimana bisa mereka berlibur berdua lalu tinggal di satu vila tanpa ada hubungan apapun. Orang berpikir mereka kumpul kebo! walaupun benci sama Amora dirinya tetap tidak suka melihat Amora bersama Kenan.


Pluk


"Sayang, aku cari kamu kok gak ada tadi."


"Ak-u tadi ke depan cari udara segar. Hem yah karena dingin aku masuk lagi." Kata Daniel sedikit gugup tiba-tiba Renata datang menanyakan dirinya dimana tadi.


Berbohong lagi untuk menutupi sesuatu yang tidak boleh Renata tahu. Bentar lagi senja datang kamu tahu aku suka banget sama senja.


"Iya aku tahu kamu suka melihat senja." Renata memeluknya tiba-tiba lalu membisikkan i love you berulang kali. Iya balas sekali saja cukup tidak berlebihan seperti Renata.


Mencintai Renata tapi iya juga mulai ada rasa dengan Amora, istri siri atau simpanannya.


"Kamu mendingan mandi dulu nanti kita keluar melihat senja."


"Mandi bareng kamu boleh."


"Renata."


"Hahaha aku hanya bercanda saja." Kekehnya


Renata masuk ke kamar lagi. Daniel mengecek handphonenya lalu ada pesan WhatsApp masuk dari Amora. Amora mau bertemu dengannya tapi nanti setelah isya.


***


Buat apa mengajaknya ketemuan apa iya mau minta jatah. Kenapa baru sekarang ingin bertemu dengannya tidak tadi pagi terus minta izin mau liburan sama si benalu. Amora kembali membaca chat dari suaminya. Yakin banget dia udah bucin saka aku tapi gak mau ngaku karena gengsi. Hidup dia kebanyakan gengsi, ketika aku sama yang lain langsung marah. Aneh banget tuh orang...suami siapa sih dia? suami aku lah.


Senja terlihat indah di langit sana. Daniel memeluk Renata dari belakang sambil menatap ke arah senja. Di samping vila mereka ada Kenan dan Amora. Mereka sedang beradu mulut gara-gara tidak sengaja menginjak tanah lembek lalu mengotori kaki satu sama lain. Hal sepele saja mereka ributkan.


Saling menyalahkan tidak ada yang mau mengalah. Sampai akhirnya mereka diam ketika melihat kedua sejoli di samping vila mereka saling ******* bibir. Oh Tuhan...mereka melakukan lagi di depan Amora. Amora merekam aksi mereka berdua.


Amora membanting alat kipas kecil ke bawah lalu pergi begitu saja tanpa pamit ke Kenan.


"WOY NIKAH DULU BARU IYA IYA." Teriak Kenan lalu berlari cepat ke dalam vila.


Keduanya tersentak lalu menoleh ke sebelah. Tidak ada orang dan siapa yang tadi berteriak menghentikan aksi ******* mereka berdua. Renata menatap ke Daniel lalu Daniel menggeleng tidak tahu.


"Mungkin orang yang menyewa vila sebelah. Tadi aku melihat vila sebelah bersisi barang-barang."


"Mungkin saja..." Daniel menduga itu Kenan yang tadi berteriak. Ada Kenan berarti ada Amora. Lalu dimana Amora? kenapa dirinya tidak melihat Amora.


Kenan menghampiri Amora lagi makan cemilan di ruang tengah. "Aku juga sama seperti kamu loh. Gak suka melihat mereka terlalu vulgar padahal mereka belum menikah. Kadang aku kasihan melihat Renata masih di gantung statusnya. Kapan mereka menikah? aku menunggu pernikahan kedua orang itu. Menurut kamu bagaimana Amora?" tanyanya.


"Gak tahu bukan urusan aku. Terserah mereka mau nikah atau tidak."


"Hem kamu belum damai ya sama Renata."


"Gak tahu."


Iya sangat yakin suaminya salah paham tentang dirinya dan Kenan.


Belum damai berarti persahabatan mereka belum terjalin lagi. Kenapa harus bertengkar seperti itu sih. Kenapa tidak seperti dulu saja damai tidak ada keributan satu sama lain. Apa iya Amora suka sama Daniel.


"Kamu dan Renata salah paham ya."


"Gak tahu."


Di tanya jawabnya pasti gak tahu terus. Sungkan mau tanya-tanya hal ini ke Amora.


Ngapain sih nih orang kepo banget. Risih banget sama kak Kenan padahal dulu biasa saja.


Skip

__ADS_1


Pukul 20.00 malam Daniel dan Amora bertemu. Daniel mencengkeram lengannya lalu membawa Amora ke tempat cukup sepi bahkan sama sekali tidak ada orang kecuali mereka berdua.


"Honeymoon?"


"Maksud kamu apa sih?!" tanya balik Amora.


"Katanya kamu tolak lamaran Kenan terus kenaoa kamu di sini alibi liburan sambil honeymoon."


"Kenan ngarang biar bikin kamu cemburu."


Daniel berdecih beberapa kali.


"Tidak ada kata cemburu dari aku untuk kamu. Jangan sampai Renata curiga sama kita berdua. Kamu menguntit aku ke sini, jujur saja." Tuduhnya ke Amora


"Iya aku menguntit kamu. Puas kamu pergi tiba-tiba tanpa izin aku. Aku ini istri kamu bukan benalu seperti Renata."


Deg


Benalu seperti Renata! benalu disematkan untuk Renata bukan untuknya.


"Besok kamu harus pulang ke Jakarta." Amora jelas tidak setuju jika besok iya pulang ke Jakarta. Lalu Daniel tetap stay di sini bersama Renata. Mereka mau melakukan hubungan intim tanpa gangguan darinya.


"Sakit Daniel kasar banget jadi suami." Pekik Amora ketika lengannya di cengkeram kuat sama Daniel gila.


"Pulang!"


"Gak mau. Kamu pulang aku juga akan pulang. Kamu mau membodohi aku hah! aku pulang terus kamu mau melakukan hubungan suami istri di vila itu bersama Renata."


"Tidak, aku dan Renata di sini berlibur saja tidak ada niatan melakukan itu semua."


Amora terkekeh. "Mana mungkin kamu jujur sama aku. Aku pulang lusa bareng sama kamu. Kamu sudah tahu aku di sini jadi aku tidak akan memberikan kejutan buat kamu. Tadinya aku akan membuat kejutan buat kamu, spesial." Bisiknya


Keras kepala, susah di atur, tidak mau menurut itu lah Amora. Membiarkan Amora di sini tidak mungkin nanti Renata tahu.


"Mau aku transfer uang berapa milyar buat kamu."


"Aku tidak tergiur uang kamu aku maunya kamu." Tolak Amora tetap kekeh tidak mau pulang.


"Sama saja kamu merusak hubungan aku dan Renata. Kamu tahu Renata dari sebelumnya sudah curiga dengan kedekatan kita berdua. Membuat ulah lagi sampai Renata tidak mau lagi minta maaf sama kamu."


"Biarkan aku tidak peduli. Lagi pula yang aku pedulikan itu kamu bukan Renata."


"Aku pesankan tiket pesawat buat kamu pulang besok."


"Silahkan saja lalu aku bongkar hubungan kita ke Renata dan Kenan."


Daniel mengapit kedua pipinya begitu kuat.


"Berani melakukan itu aku bunuh kamu." Ancam balik Daniel


"ADA ORANG DI SANA." Daniel membawa tubuhnya bersembunyi di semak-semak saat melihat suara orang datang.


"Aku pikir ada orang tadi. Eh tapi emang ada yang ngomong tadi, siapa ya? mungkin saja hantu atau jin menjelma jadi manusia." Kekehnya


Kenan berkeliaran sampai di sini mau apa. Mereka saling berpandangan lalu Amora mengambil kesempatan dalam kesempitan.


Amora mengecup bibir suaminya lalu ******* begitu ganas sampai mereka kehabisan nafas. Tautan bibir mereka terlepas lalu Daniel menangkup wajahnya dan kembali mendekatkan bibirnya kembali seperti tadi. Tidak peduli dengan Kenan yang masih mencari suara orang berbicara.


Biarkan Kenan kepo. "Ada Kenan, sayang." Bisik Amora


"Biarkan saja dia seperti orang bodoh." Sahutnya


"Sebaiknya aku pulang saja ke vila. Menakutkan jalan-jalan sendirian di tengah semak-semak. Takutnya ada kuntilanak berkeliaran di sini." Kenan ngacir pergi meninggalkan tempat ini.


Mereka keluar dari semak-semak. Amora masih mengalungkan tangannya ke leher sang suami.


"Aku menginginkan kamu saat ini juga."


"Tidak di sini juga Daniel."


"Terbuka lebih enak Amora." Gila mau melakukan hubungan suami istri di sini.

__ADS_1


Boleh juga selagi tidak ada yang melihat.


To be continued


__ADS_2