BOSSKU CANDUKU

BOSSKU CANDUKU
Selingkuh atau Tidak?


__ADS_3

Amora memencet bel apartemen Daniel berulang kali. Iya datang ke sini untuk membawa sebuah bukti aib mereka berdua lalu mengancam Daniel agar mau menikahinya.


Pintu terbuka bukan Daniel yang membukanya tapi James. Kenapa ada James di apartemen Daniel. Bagaimana ini? bagaimana jika semua rencananya tidak berjalan lancar. Amora tahu James sudah mulai curiga dan tidak percaya kepadanya.


"Selamat malam." Sapa Amora


"Ngapain datang ke sini?" tanyanya to the point.


"Mau ada urusan sama bos Daniel." Jawabnya begitu tenang tanpa memperlihatkan kecurigaan apapun ke James.


"Siapa yang datang ke sini James." Daniel keluar dari ruang kerjanya lalu berjalan menyusul James ke pintu apartemennya.


Daniel melihat ada Amora datang ke sini. Untuk apa Amora datang ke apartemennya malam-malam. Soal pekerjaan bisa dibicarakan besok di kantor.


"Selamat malam bos Daniel. Maaf kehadiran saya mengganggu anda istirahat. Ada sesuatu hal yang harus saya katakan dengan anda." Jelasnya begitu sopan tujuan iya datang ke sini menemuinya.


"Silahkan masuk dulu Amora jangan sungkan." Amora lalu masuk ke dalam bersama mereka berdua.


James melirik tajam ke arah Daniel. Daniel mengangkat bauunya acuh tanda dirinya tidak tahu kenapa Amora ke sini.


"Silahkan duduk dulu." Daniel mempersilahkan Amora duduk di ruang tamunya.


Daniel ikut duduk juga sedangkan James milih berdiri.


"Ada sesuatu apa yang membuat kamu datang ke sini bertemu saya."


"Bisa kita bicara berdua saja. Ini menyangkut karier saya bos. Maaf James, bisa kasih waktu saya berbicara hal penting dengan bos Daniel." James sudah menduga


James menduga mereka akan berbicara berdua tanpa dirinya.


"Iya." James memilih masuk ke ruang kerja Daniel.


Amora senang saat James si benalu sudah pergi meninggalkannya di ruang tamu bersama calon suaminya.


"Mau apa kamu ke sini?!"


"Mau kamu sayang. Ini kamu lihat video kita berdua." Amora mulai memutarkan sebuah rekaman video dirinya bertelanjang bersama Amora di ranjang.


"Ancaman, kamu mengancam saya rupanya."


"Wow akhirnya peka juga ya. Jadi... bagaimana kalau Renata dan semua orang tahu apa yang kamu lakukan ke aku. Kamu membuat aku terlena bersama kamu di ranjang. Bahkan kamu mengambil kesucian aku Daniel. Nikahi aku secara agama dulu baru negara."


Cih, "Jangan pernah bermimpi saya menikahi wanita murahan seperti kamu." Tolaknya


"Lalu menikahi Renata terus Renata tahu yang sebenarnya."


"Ini bukti kuat untuk membongkar kejadian waktu itu. Kamu pikirkan lagi Daniel. Aku yakin... Renata sangat kecewa dengan kamu." Kekehnya


Daniel mulai kelabakan dan marah. Daniel bingung apakah iya akan menuruti apa mau Amora atau tetap melawan Amora. Kenapa harus ada video syur mereka. Wajahnya dan wajah Amora terlihat begitu jelas di video itu.

__ADS_1


"Jawaban besok di kantor bos. Aku mau pulang dulu karena udah malam. Gak baik di sini nanti kamu tergoda lagi sama aku." Amora bangkit lalu pergi meninggalkan apartemen Daniel.


"Sialan berani sekali dia melawan aku." Geramnya lalu mencoba menelepon salah satu temannya di luar negeri untuk membantunya melacak handphone Amora.


Video itu harus musnah jangan sampai diketahui Renata atau keluarganya.


Sementara Amora sudah berada di apartemennya. Melihat Renata baru saja mandi. Malam ini Renata menginap di apartemennya. Katanya Renata sudah merindukan dirinya sudah lama mereka tidak bertemu juga. Mereka sering ketemu tapi jarang mengobrol bersama.


"Udah selesai urusan kamu."


"Iya."


"Urusan apa sih sampai malam-malam kamu keluar sendirian."


"Bayar hutang." Bohongnya


"Hahaha bayar hutang siapa? bukannya orang tua kamu tidak punya hutang."


"Renata gini yah dulu aku jadi pengangguran 5 tahun lebih dan tidak punya penghasilan cukup. Terpaksa aku pinjam uang salah satu teman kecil aku." Kebohongan lagi untuk menutupi sebuah fakta.


"Maaf ya aku pikir hutang apa. Amora aku mau curhat sama kamu boleh."


"Silahkan curhat sepanjang jalan kenangan aku dengarkan."


"Gini loh...aku merasa aneh sama Daniel. Akhir-akhir ini Daniel jarang menghubungi aku kecuali aku hubungi duluan. Kita jarang kencan bersama seperti sebelumnya. Pekerjaan dia tidak terlalu banyak karena di bantu kamu, Sania, dan juga James. Aku takut dia selingkuh atau tergoda dengan perempuan lain." Ungkap Renata


Calon suami kamu tergoda dengan sahabat terbaik mu. Wajar Daniel tergoda dengan aku. Aku begitu lincah di ranjang sementara kamu tidak.


What! Sania...apa iya Daniel tertarik sama Sania. Selama ini mereka menjalin hubungan diam-diam tanpa ada yang tahu. Benarkah itu, berarti dirinya ounya saingan 2 sekaligus.


"Menurut aku ya kamu jangan curiga sama Sania. Mungkin saja Sania menganggap calon suami kamu sebagai teman."


"Mana mungkin berani menawarkan diri. Aku pernah melihat Sania menggoda Daniel di depan mata aku. Bahkan Sania mengedipkan matanya genit ke arah Daniel."


Gila gila Sania nyali kamu bagus bahkan aku kalah.


"Aku pernah di kasih tahu sama James. Sania menjadi simpanan salah satu produser dan pejabat. Bisa dibilang pacar simpanan gitu. Percaya gak percaya aku tetap percaya. Melihat tingkahnya, cara melihat orang kaya dan ganteng, terus dia suka sekali cari perhatian."


James mulai curiga sama aku. Renata curiga Daniel main belakang sama Sania. Ada kekeliruan di sini, tebakan James benar tapi tidak untuk Renata.


"Aku mau tanya sama kamu. Jika suatu hari Daniel selingkuh bagaimana?" tanya Amora begitu serius.


"Aku gampar selingkuhan Daniel terus aku sebar wajah selingkuhannya ke media. Aku bunuh sekalian biar dia gak berkeliaran di dunia ini lagi." Jawabnya begitu menggebu-gebu sampai urat lehernya terlihat.


Owh sadis...aku tidak takut aku akan kembali menghajar kamu Renata. Kamu pikir aku mau mundur begitu saja. Tidak akan pernah! tujuan aku ingin memiliki Daniel seutuhnya. Aku ingin menjadi pendamping Daniel sampai mati, sedangkan kamu mendingan mati saja.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu Amora. Kamu curiga sama gerak-gerik Daniel di kantor." Amora menggeleng


"Aku hanya ingin tahu seberapa cintanya kamu sama Daniel. Kamu tidak akan menyerah seperti wanita lainnya ketika diselingkuhi."

__ADS_1


"Pelakor harus dibasmi! jangan sampai kamu jadi pelakor ya."


Gue bukan pelakor Renata. Kalian belum suami istri, belum ada kata sah terucap dari saksi nikah kalian. Nikah? entah kapan kamu menikah mungkin saja tidak.


"Ya udah kamu tidur aja sana. Makin malam makin ngelantur ngomongnya."


Renata terkekeh. "Sebal aku kalau udah ghibahin orang suka merebut milik orang lain. Siapa yang berjuang eh siapa yang memiliki. Mati aja orang seperti itu." Katanya


"Aku mati aja nyusul orang tua aku." Candaku


"Ih jangan atuh...masa kamu mati sebelum aku basmi. Maksud aku masa kamu mati sebelum kamu melihat aku menikah sama Daniel."


Aneh banget Renata mengatakan seperti itu langsung di ubah juga kalimatnya. Jangan sampai dia tahu sebelum aku menjadi istrinya Daniel. Istri simpanan tidak masalah buat aku yang penting sudah menjadi istrinya. Aku juga tidak akan membiarkan mereka menikah sebelum menikahi aku duluan.


Renata membaringkan tubuhnya di ranjang lalu disusul olehnya. Renata sudah menutup kedua matanya lalu didinya memilik beranjak dari ranjang. Berjalan ke arah pintu balkon lalu membuka pintu balkon. Amora berdiri menatap langit malam lalu iya memikirkan strategi agar Daniel cepat menikahinya.


"Daniel harus menjadi milik aku apapun yang terjadi." Gumamnya


Amora melirik ke arah dalam kamar.


"Kasihan sama dia tapi aku sudah jatuh cinta sama calon suaminya." Kekehnya begitu sinis


***


Sania mendekatinya lalu membisikkan sesuatu untuknya.


"Ada calon istri bos Daniel di sini. Tadi ikut ke kantor sama bos Daniel. Kamu tahu tidak... tatapan dia ke aku begitu tajam. Padahal ya aku tidak menatap tajam ke arahnya aku menatap sopan. Bahkan dia sengaja menabrak bahu aku." Bisik Sania memberitahu dirinya ada Renata ikut Daniel ke kantor.


"Jujur aku tidak suka dengan dia."


"Sahabat baik aku tapi..." ucapannya terpotong saat melihat James masuk ke dalam lift.


"Tapi..."


"Nanti kita bahas lagi jangan di sini ada Cepu." Sindir Amora ke James


"Dia memang Cepu dari dulu Amora. Semua orang tahu siapa dia sebenarnya. Asisten pribadi saja belagu dia bukan bos tapi kelakuan seperti bos."


"Khem, berani juga kalian menyindir saya." James membuka suaranya


"Harus berani sama orang seperti anda." Sahut Sania tidak mau kalah.


"Diam perempuan obral! harusnya kamu tidak berada di tempat yang suci seperti kantor ini."


Obral katanya astaga kasar sekali kata-katanya. Bukan obral barang tapi diri. Amora bergidik ngeri melihat mereka terus beradu mulut. Melempar kata-kata kasar untuk satu sama lain.


Lebih baik aku diam saja agar tidak kena semprot mereka berdua. Menonton mereka saja mau sampai kapan terus beradu mulut.


"Berwibawa tapi mulutnya sadis. Suka nyinyir tidak sadar diri."

__ADS_1


Jleb


To be continued


__ADS_2