
Sudah 2 minggu perubahan sikap Renata terlihat begitu jelas. Bahkan jarang bertemu orang lain kecuali urusan penting. Hubungannya dengan Daniel belum ada kemajuan lagi setelah komunikasi minggu lalu yang kurang baik. Daniel sibuk dengan pekerjaannya sedangkan dirinya mengalami frustasi setelah menjadi korban pemerkosaan itu. Hidupnya begitu berubah, tidak ada niatan bangkit lalu melupakan yang berlalu. Belum bisa melupakan kejadian yang merenggut mahkotanya. Kesucian yang selama ini iya jaga sudah rusak karena jebakan maut itu.
Renata memang bodoh mau saja tertipu lalu terjadilah penjebakan itu. Menyesal juga percuma semuanya sudah terjadi. Mau di ulang kembali Renata tidak akan datang ke tempat itu.
Pada intinya Renata menyesal. "Apa aku harus memutuskan hubungan dengan Daniel saja. Daniel harus tahu aku sudah tidak suci lagi. Daniel tidak pantas bersanding dengan aku. Lebih baik Daniel bersanding dengan perempuan yang masih suci tidak seperti aku." Gumamnya
1 minggu berdiam diri di kamar. Tidak ikut makan bersama keluarganya. Bahkan iya menolak ajakan Amora untuk sekedar quality time. Belum siap bertemu Amora lalu iya menceritakan kejadian yang iya alami.
Ceklek
Mamahnya membuka pintu kamar lalu mendekati sang anak bungsu. "Akhir-akhir ini kamu kenapa dek. Mamah lihat kamu tidak baik-baik saja. Kamu sakit atau ada kesibukan lain." Renata mendongak
"Ma, aku bingung..."
"Bingung kenapa nak? ayok cerita ke Mamah. Anggap Mamah sahabat dekat kamu."
"Mau seandainya aku mengalami musibah seperti diperkosa atau dijebak bagaimana?" tanyanya.
"Itu bukan pertanyaan tapi pernyataan yang keluar dari mulut kamu. Itu terjadi sama kamu," Renata menggeleng.
"Itu seandainya bukan benar-benar terjadi, mah. Menurut Mamah gimana," Mamah mendengus.
"Mamah akan mendatangi laki-laki yang berbuat bejat sama kamu terus minta tanggung jawab. Soal kamu punya tunangan urusan belakangan. Ikhlaskan tunangan kamu bersanding dengan yang lain lalu kamu juga bersanding dengan laki-laki yang sudah menodai kamu. Bukan apa-apa hanya rasa tanggung jawab harus ada. Kamu tahu dek, sekali orang bersalah walaupun melakukan kesalahan ringan harus tetap tanggung jawab. Kamu sudah 25 tahun pasti kamu paham." Jelas Mamah membuatnya ketakutan luar biasa. Iya akan meninggalkan Daniel lalu menikah dengan laki-laki yang menodainya. Ikhlaskan kata Mamah, sulit tapi memang iya harus mengikhlaskan. Belajar menjadi orang yang tegar dan kuat jika mendapatkan musibah dahsyat.
"Makasih ya mah udah mau dengerin curhatan aku."
"Iya dek. Kamu baik-baik saja kan tidak terjadi apa-apa." Renata menggeleng
"Aku takut saja mah mengalami musibah seperti itu. Dari kemarin-kemarin aku memikirkan tentang itu karena baru saja menyelesaikan film yang bercerita tentang perempuan baik hati yang memiliki tunangan tapi akhirnya menikah dengan orang lain kafwna diperkosa. Kasihan banget...aku nontonnya sampai nangis kejer." Curhat bohongnya tidak mengakui kejadian itu terjadi dalam dirinya.
Renata bohong sama Mamah. Maafin Renata ya mah, jujur Renata belum siap mengatakan semua itu sama Mamah. Renata takut mah, Renata takut Mamah kecewa sama Renata. Mamah pasti akan mengatakan kenapa aku tidak menyerang atau memberontak ketika aku akan di nodai. Obat perangsang lah yang membuat aku seperti ini. Ada orang yang membenci aku mah, lalu dia kejebak aku sampai aku datang ke club malam itu. Club malam jauh dari tempat tinggal aku.
__ADS_1
Ingin rasanya Renata meraung-raung ketika mengingat itu lagi. Bahkan setiap hari iya mengingat kejadian tragis itu. Siapa laki-laki yang menodai dirinya? setelah bangun iya langsung pergi begitu saja. Renata takut hamil itu yang iya pikirkan. Orang itu mengeluarkan benih-benihnya ke dalam bukan ke luar.
***
"Aku mau ini itu dan yang lain juga boleh gak."
"Boleh asalkan kamu kasih saya servis nanti malam."
"Setiap malam aku memberikan kamu kepuasan."
"Hem gimana hubungan kamu dengan Renata. Kemarin-kemarin aku mau ketemu Renata tapi Renata gak mau ketemu aku. Renata lagi pengin menyendiri. Kamu tahu aku khawatir sama Renata."
"Saya gak tahu karena saya sibuk memikirkan pekerjaan dan kamu. Saya sudah janji akan meluangkan waktu banyak untuk kamu."
Amora seketika memeluk erat suaminya.
"Makasih ya udah mau menerima aku."
"Takutnya aku hamil anak kamu terus anak aku hak punya Bapak. Walaupun kamu selalu aman ketika melakukan hubungan suami istri sama aku."
"Jangan bahas lagi tentang hubungan suami istri. Bahas itu kalau lagi anu aja. Itu katanya kamu mau beli, saya tunggu di sini ya."
Amora menggeleng tetap menyeret suaminya agar mengikuti dirinya masuk ke salah satu toko benar terkenal. "Takut kamu ninggalin aku sendirian." Daniel terkekeh
Iya nyaman dengan Amora. Amora membuat hidupnya jauh lebih berwarna. Daniel sudah mengajak Amora datang ke rumah orang tuanya. Memperkenalkan Amora sebagai sekertaris sekaligus teman curhatnya. Alhamdulillah keluarga Daniel wellcome ke Amora. Bahkan mereka sudah sangat dekat.
"Manja." Cibir Daniel
"Ih kok gitu...gak salah manja sama kamu."
"Yang, kapan kamu publish hubungan kita. Aku gak mau di cap jadi istri simpanan atau istri siri lagi sama James." Kesal Amora
__ADS_1
Amora sudah tahu jika keduanya menjalin hubungan suami istri. Awalnya James tidak suka tapi perlahan suka karena Amora membawa dampak positif untuk Daniel. Amora mengurus serta melayani Daniel dengan baik. Amora matre tapi wajar karena sudah menjadi istri yang baik.
"Sabarlah...kamu tahu saya masih menjadi tunangan sahabat kamu." Balasnya cuek
"Pengin seperti mereka tuh lihat. Romantis banget ya mereka, laki-laki idaman banget dia." Amora menatap ke arah pasangan yang sedang berbelanja baju bersama. Bahkan mereka terlihat romantis... kemana-mana gandengan seperti mau menyebrang.
"Gak usah itu sama mereka. Beruntung saya menerima kamu sebagai istri. Saya cuek tapi saya perhatian sama kamu."
Amora mengangguk lalu mencubit pipi suaminya.
"Jangan gini nanti ada yang lihat."
Baru di cubit pipinya langsung protes aja. Mesra-mesraan di tempat tertutup sama saja sebagai simpanan. Sekarang dirinya bukan lagi simpanan. Pernikahan mereka sudah sah secara agama dan negara.
Tindakan Amora memang gerak cepat. Bisa menyelesaikan semuanya dengan baik.
Mereka melanjutkan berbelanja bulanan bersama. Daniel memakai masker menutupi wajah tampannya lalu memakai topi. Penampilan seperti idol ketika pergi ke luar tanpa harus diketahui penggemarnya.
"Nanti aku mau beli samyang semua rasa. boleh gak?"
"Terserah kamu mau beli apa. Saya tidak akan melarang kamu ini itu."
Setelah pulang jalan-jalan dan belanja bulanan mereka langsung tidur, capek seharian quality time dadakan ke mall.
Mereka tidur sambil berpelukan mesra.
Semoga seperti ini selamanya, amin. Maafkan kelicikan aku ya Renata.
To be continued
Makasih udah baca novel by Anggraeni.
__ADS_1