BOSSKU CANDUKU

BOSSKU CANDUKU
Masih Menginginkan Renata


__ADS_3

"Ada yang ingin kamu bicarakan sama aku, kak. Kenapa kamu mau bertemu aku hari ini. Jarang-jarang kita bertemu setelah aku menolak kamu."


"Aku mau to the point sama kamu. Apa kamu tahu mengenai keadaan Renata sekarang. Dia berubah drastis bahkan tidak mau bertemu dengan orang banyak. Apa yang Renata sembunyikan pasti kamu tahu. Kalian bersahabat sudah bertahun-tahun dan kamu salah satu orang terdekat Renata. Aku yakin kamu tahu mengenai Renata."


'Aku mana tahu tapi soal keadaan Renata tidak baik-baik saja aku sudah tahu. Perubahan Renata terjadi karena keinginan sendiri bukan karena keinginan orang lain maupun aku.'


"Kamu tanya aku jelas aku tidak tahu. Aku memang sering bertemu Renata tapi Renata tidak pernah menceritakan tentang perubahan dirinya."


"Jangan menyembunyikan sesuatu yang membuat aku marah sama kamu Amora. Aku sudah mulai tidak respect sama kamu semenjak kamu ada pertengkaran dengan Renata. Kamu berubah lebih cuek bahkan tidak peduli dengan Renata yang selalu ada buat kamu."


Amora melotot iya tidak terima. "Kamu menuduh aku yang tidak-tidak. Kalau aku tahu...aku akan menceritakan semuanya ke kamu. Tolong jangan membuat aku benci sama kamu kak. Aku tidak tahu mengenai keadaan Renata sekarang. Perubahan seseorang terjadi karena dieinya sendiri bukan karena orang lain. Tidak semua cerita seseorang harus di ceritakan ke sahabat maupun orang terdekatnya. Mungkin saja membutuhkan privasi. Kamu lebih tua dari aku pasti kamu paham. Stop jangan menuduh aku menyembunyikan fakta tentang perubahan drastis Renata. Aku sama sekali tidak tahu. Kenaoa kamu tidak tanya sama calon suaminya." Sarkas Amora


Amora memang licik tidak disalahkan apapun. Apa yang iya lakukan itu benar tidak salah sama sekali. Kesalahan yang lalu biarlah iya yang akan menanggung ke depannya. Untung saat ini iya tidak mau membuat lah atau masalah dengan siapapun. Iya ingin melihat perubahan Renata, itu fakta tapi dilihat dengan proses bukan langsung instan.


Kenan itu aneh sekali menurut Amora. Okay Kenan khawatir sama adiknya tapi tidak menuduh iya. Jujur Amora tidak suka di tuduh walaupun iya salah. Ada saatnya iya mengakui semuanya. Tidak perlu ada yang tahu atau bertanya ini itu. Toh semua terjadi bukan cuman dieinya saja yang salah. Ada dia yang membantunya bahkan membuat rencananya berjalan lancar. YANG LALU BIARLAH BERLALU. Untuk sekarang iya fokus dengan kebahagiaannya bersama sang suami. Iya sudah mendapatkan apa yang iya mau.


Semua keluarga suaminya sudah mau mendukung dirinya. Mendukung apapun yang iya lakukan demi kebahagiaan, menerima kemarahan mereka urusan belakangan. Paling penting mendapatkan kepercayaan sang suami dan keluarganya.


"Maaf...besok kamu ke rumah aku. Kamu temui Renata lalu kamu ajak mengobrol. Aku mohon kamu tanya ke Renata ya. Kenapa Renata bisa berubah drastis, aku yakin Renata mau jujur semuanya sama kamu."


"Insyaallah aja kak, kalau aku gak sibuk."


Sabar Amora padahal kamu tahu faktanya.


Malas berurusan lagi sama Renata. Inginnya bermanja-manja sama suami bukan malah bertanya ini itu sama Renata. Tapi iya akan tetap datang ke rumahnya besok. Takutnya si Kenan malah tambah curiga dengan dirinya lagi. Amora tahu Kenan sudah mulai curiga bahkan sudah tahu kenapa iya tidak peduli dengan Renata, sahabatnya. Kenan tahu mereka dulu begitu dekat bahkan selalu bertemu dan berujung ghibah. Akhir-akhir ini jarang karena kesibukan mereka berdua dan Amora memang berniat menyelesaikan misinya untuk memisahkan suaminya dan Renata.


Sabar Amora kamu pasti berhasil memisahkan mereka berdua. Walaupun Renata sudah jujur sama Daniel tapi tetap saja mereka akan kembali jika kamu tidak mengawasi mereka berdua. Daniel tidak menerima Renata memutuskan hubungannya begitu saja. Ada dirinya loh, dirinya lebih segalanya dari Renata yang sudah rusak itu.


***


Ting Tong


Ceklek


Pintu terbuka lebar lalu keluarlah salah satu asisten rumah tangga di rumah ini.

__ADS_1


"Eh ada neng Amora." Ucap asisten rumah tangga yang bernama Bi Ijah.


Amora mengangguk lalu tersenyum sopan. Gini-gini iya tahu tata krama sama orang yang lebih tua darinya.


"Renata ada gak, Bi."


"Owalah neng telat atuh. Non Renata udah berangkat kerja lebih pagi." Katanya


Tidak biasanya Renata rajin berangkat kerja pagi-pagi sekali.


"Sendirian atau sama calon suaminya." Basa-basi dulu siapa tahu benar. Tadi suaminya memang berangkat ke kantor lebih pagi.


Bi Ijah mengangguk. "Shut!" umpatnya.


"Sama Daniel berangkatnya."


"Iya non maklum lah lagi pengin di manja sama calon suaminya."


Katanya mau mengikhlaskan Daniel sama orang lain. Katanya tidak mau berurusan sama Daniel, lalu ini apa! masih saja dekat bahkan pergi berdua bareng lagi. Sialan memang Renata! untung iya ke sini jadi tahu semuanya.


Amora langsung pergi tanpa singgah terlebih dahulu. Moodnya pagi ini sudah tidak karuan karena Daniel. Suaminya berani berbohong di belakangnya. Oh mau bermain kucing-kucingan sama mantan tunangannya. Berani menyembunyikan hubungannya, Renata mau jadi simpanan Daniel.


Sementara di lain tempat Daniel baru saja mengantarkan Renata ke kantor agensi. Hari ini Renata akan melakukan pemotretan untuk majalah dewasa. Daniel tadinya tidak memperbolehkannya tapi iya tidak punya hak itu. Renata bukan lagi calon istrinya atau kekasih hatinya. Hubungan mereka sudah usai.


"Makasih udah mau mengantarkan aku. Aku mohon kamu lupakan aku ya, aku tidak enak sama perempuan yang lagi dekat sama kamu."


"Kamu ngomong apa sih! aku tidak dekat sama perempuan lain kecuali kamu."


Renata terkekeh. "Aku tahu kamu gimana. Mana mungkin kamu tahan menjomblo, gak baik loh tidak mengakui perempuan yang dekat sama kamu. Lupakan aku ya, aku udah jadi masa lalu kamu. Lebih baik kamu fokus sama hidup kamu saja." Daniel menggeleng tidak mau dengan usul Renata. Iya masih mencintai Renata sampai mati pun.


"Demi kamu Dan keluarga kamu bahagia. Aku udah rusak jangan berharap untuk menjadikan aku kebahagiaan kamu dan keluarga kamu."


"Aku tidak peduli! kita akan tetap bersama bahkan aku menerima kamu apa adanya."


"Tidak! mendingan kamu cari perempuan masih suci. Aku kerja kamu langsung ke kantor saja." Renata masuk ke kantor agensi sedangkan Daniel menatap nanar ke arah Renata.

__ADS_1


Daniel mengepalkan tangannya kuat-kuat. Ini semua terjadi karena Amora, ini terjadi karena kesalahan Amora. Andai waktu bisa di ulang kembali iya tidak mau bertemu Amora. Naas Amora malah menjadi istrinya. Pernikahan 3 bulan mereka harusnya sudah usai dan lagi-lagi iya tidak tahu Amora mengajukan pernikahan secara negara.


Aku akan mendapatkan hati kamu lagi Renata.


***


Brak


Pintu ruangannya di buka paksa oleh Amora. James tergopoh-gopoh untuk mencegah Amora masuk ke ruangan bosnya. Telat! Amora sudah membuka paksa pintu ruangan bosnya lalu masuk. Amora melempar tasnya ke sofa lalu menunjuk ke arah Daniel. Daniel menghempaskan nafasnya melihat kehadiran sang istri di kantornya. Daniel memberi kode James agar keluar lalu menutup pintunya kembali.


James keluar membiarkan mereka berdua berbicara. Entah apa yang mereka bicarakan seperti privasi.


"Ada apa?"


"Kamu kenapa pergi sama Renata!"


"Kamu udah janji sama aku tidak akan lagi dekat sama Renata."


"Janji...saya tidak pernah janji apapun sama kamu. Hak saya mau pergi dengan Renata atau perempuan seksi." Amora meremas jemarinya lalu maju untuk memukul suaminya. Daniel lebih gesit menyingkirkan tangan istrinya yang akan menamparnya.


Amora memang sudah mulai berani melawan dirinya.


"Jangan dekati Renata lagi! kamu mau aku membongkar rahasia kita sama Renata dan semua orang."


"Ancaman itu lagi, sudah berapa kali saya memperingati kamu agar tidak mengancam saya dengan rahasia itu lagi. Itu kesalahan..."


Kesalahan apa bahkan mereka melakukan hubungan suami istri dengan suka rela tanpa paksaan.


"Kesalahan...? itu bukan kesalahan tapi kenikmatan. Lupakan Renata jangan dekati dia. Ingat kamu sudah punya aku. Aku istri kamu kalau kamu lupa." Tegas Amora


"Cih, istri yang tidak saya inginkan."


Sakit, itu yang Amora rasakan.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2