
Halo guys aku update lagi. Maaf ya kemarin libur belum update bab baru. Happy reading buat kalian semua♥️
"Mau kemana kamu? kamu gak ada niatan menjenguk suami?"
"Gak."
"Amora turunkan ego kamu."
"James stop! jangan paksa aku menuruti kemauan kamu. Aku ingin hidup tenang tanpa masalah apapun. Biarkan mereka bahagia lalu aku mencari kebahagiaan lainnya. Percuma aku datang menjenguk Daniel pada akhirnya di sana ada Renata." Keluhnya iya sudah lelah dengan semua ini. Biarkan mereka bersama lalu bersatu. Iya sudah ikhlaskan suaminya, iya akan menggugat suaminya dalam waktu dekat.
'Lagi pula Daniel tidak tegas milih aku atau Renata. Memilih keduanya jelas itu maruk.'
"PERJUANGAN KAMU SELAMA INI SIA-SIA. LALU UNTUK APA HAH KAMU MENJEBAK RENATA SAMA DIA. KAMU MELAKUKAN ITU DEMI MEMISAHKAN DANIEL DAN RENATA. SADAR AMORA!! MEREKA SEMAKIN DEKAT. HARUSNYA KAMU MENJADI PENGHALANG MEREKA BERDUA." Bentak James
"HAHAHA KENAPA TIDAK KAMU SAJA?! KAMU MENGGEBU-GEBU MENYURUH AKU TETAP BERJUANG. SEDANGKAN KAMU MENIKMATI MOMEN MASALAH YANG TERJADI SAMA AKU DAN MEREKA. ITU YANG KAMU MAU!! STOP MEMBODOHI AKU. APA YANG AKU MAU TIDAK ADA URUSANNYA DENGAN KAMU. MENYESAL AKU BEKERJA SAMA DENGAN KAMU, JAMES. SEMAKIN HARI KAMU SEMAKIN MEMANFAATKAN MASALAH INI UNTUK MENDAPATKAN APA YANG KAMU MAU." Amora membalas bentakan James begitu keras.
"Aku jadi penasaran bagaimana respon Daniel ketika tahu siapa sebenarnya yang memperkeruh keadaan. Kamu orangnya, aku sudah mengalah tapi kamu terus mengintimidasi aku agar tetap membalas perbuatan mereka terutama Renata. Dendam kamu ke Renata membuat kamu gelap mata. Balas dendam jalur diri kamu bukan diri orang lain. Jangan jadi pria pecundang!!! ingat James, kamu tidak sebaik yang orang pikir." Amora sudah mulai mengungkapkan tabiat jelek seorang James.
"Aku bisa saja membongkar jati diri kamu di publik. James pria pendiam memiliki banyak aib. Salah satu aib kamu, kamu pernah menjalin hubungan dengan kekasih sahabat sendiri. 1 tahun kamu dan Renata menjalin hubungan di belakang Daniel. Hubungan kalian kandas lalu kamu membalas dendam kamu ke Renata lewat aku dan Daniel. Bagus sih tapi norak, tidak berusaha membalas sendiri. Malu sama umur!!!" James menggeram lalu menaikkan tangannya ke atas untuk menampar Amora. Zanetti lebih dulu datang bersama Diandra lalu menghentikan kegilaan James.
Krekk
Bughh
"Gila...apa yang lo lakukan hah?!" marah Zanetti.
"Jangan ikut campur!"
"Gue akan melindungi siapa saja yang mendapatkan kekerasan. Daniel tahu, lo bisa di pecat menjadi teman sekaligus asisten pribadinya." Amuk Diandra
James menghembuskan napasnya berulang kali.
"Amora maaf. Harusnya saya bisa mengendalikan diri lagi. Saya terpancing emosi dengan ucapan kamu. Saya memang pecundang tapi belum siap berurusan dengan mereka secara pribadi." Amora membuang wajahnya ke arah lain. Iya sudah muak dengan James. Iya harus lepas dari orang seperti James. Iya yakin, James akan menjadi musuh terbesar setelah Renata.
"Lebih baik kamu pergi dari apartemen ini. Jangan datang lagi atau aku bongkar aib kamu." James memilih pergi dari situ.
__ADS_1
"Kalau ada apa-apa cerita ya sama kita." Usul Diandra
Amora hanya mengangguk tanpa mengatakan apapun.
"Amora, kedatangan kita ke sini mau jemput kamu. Nanti malam ada acara barbeque di rumah sekaligus party kecil semua keluarga. Kehadiran kamu sangat mereka tunggu terutama Daniel. Kamu mau ya, sudah seminggu kamu tidak bertemu Daniel." Lagi iya harus datang ke rumah itu bertemu semua orang. Tidak masalah tapi-- pasti di sana ada si lampir, Renata.
"Ada Renata tapi jangan khawatir ya. Kita ada buat kamu kok. Kuta basmi Renata kalau dia berani ejek atau menyindir kamu." Diandra tahu apa yang sedang Amora pikirkan.
"Aku malu tahu."
"Kenapa harus malu, Amora.
"Aku istri tidak tahu diri. Suakinya sakit bukannya menjaga malah stay di apartemen. Suami aku pulang ke rumah aku juga tidak menjenguk sampai semingguan. Tidak pantas di katakan istri yang baik, bukan."
"Kita tahu sebabnya kamu melakukan itu." Benar sih tapi, ahh sudahlah.
"Jadi mau gak," Amora mengangguk.
Diandra bersorak gembira sudah berhasil mengajak Amora datang ke rumah bersamanya dan juga Zanetti.
Mereka hanya memberikan jempol tangan tanda paham. Sementara Amora masuk ke dalam kamarnya lalu bersih-bersih.
Amora berkaca memegang wajah cabtiknya lalu tersenyum. Malam ini iya harus terlihat cantik. Ini terakhir iya menjadi penggoda lalu setelah itu iya membebaskan suaminya. 15 menit iya baru selesai mandi lalu berpakaian. Iya memilih menggunakan rok jeans pendek, tanktop crop dan di baluti jaket jeans melekat di tubuh rampingnya.
Amora tidak lupa memoleskan make-up ke wajah cantiknya. Tanpa make-up saja sudah cantik apa lagi di tambah make-up. Tidak terlihat begitu menor, iya mengikat rambutnya menjadi satu. Berputar-putar ke cermin saat penampilannya sudah sangat bagus. Hanya malam ini saja kamu menjadi penggoda handal untuk suami kamu. Abaikan keberadaan Renata di tengah-tengah kamu dan Daniel.
Sebelum melepaskan biarkan kamu melakukan tujuan terakhir kamu. "Kamu cantik Amora, lebih cantik dari Renata." Gumamnya
Iya mengambil tas dan memakai snikers kesayangannya yang lalu menemui kedua orang yang sudah berada di ruang tamu sejak tadi. Mereka memang orang-orang baik, tidak pernah membully-nya. Padahal kelakuannya seperti Dajjal! menikung Renata. Masa lalu biarlah berlalu.
"Hai, maaf ya lama." Serunya
Keduanya mendongak lalu tidak berkedip sama sekali melihat tampilan seksi Amora. Zanetti meneguk ludahnya kasar, astaghfirullah... sungguh ciptaan maha kuasa memang indah. Contohnya Amora, dia begitu cantik.
'Andai belum punya suami, sudah aku pacari.'
__ADS_1
"Penampilan aku norak ya." Mereka menggeleng
"Kamu sangat cantik Amora. Aku saja yang cewek iri melihat penampilan memukau kamu malam ini."
"Owalah, ih aku malu tahu." Kenapa iya jadi salah tingkah seperti ini.
"Jalan sekarang ya, sudah mau malam." Keduanya mengangguk
Amora mengunci pintu apartemennya lalu berjalan bersama keduanya menuju lift.
20 menit berlalu mereka sampai di sebuah rumah megah milik kedua orang tua suaminya. Amora baru saja turun dari mobil lalu di sambut hangat oleh Mamah mertuanya.
"Ya Allah cantik banget kamu, nak."
"Mah, aku malu tahu. Aku jelek ya gak cantik. Mamah hilang cantik untuk membuat aku senang saja, sebenarnya aku jelek." Mamah tertawa sambil menggelengkan kepalanya.
"Ih kamu itu yah..."
"Lihat kamu cantik banget tahu. Semua perempuan di rumah ini kalau cantik sama kamu. Kamu seksi sayang, Mamah tidak sabar si keras kepala Daniel akan terpesona sama kamu."
"Spesial ini mah," bisik Amora terkekeh.
"Bagus itu lalu singkirkan hama. Ayok masuk yang lain sudah menunggu. Renata belum datang, jadi kamu tenang."
"Guys siapa yang datang, nih." Heboh Mamah mertua ke yang lainnya. Mereka menoleh ke arah pintu rumah. Mereka bersorak melihat kedatangan Amora. Kedatangan orang yang paling mereka tunggu sedari tadi. Amora tersenyum ramah ke arah mereka.
Daniel menggeram melihat penampilan sang istri hari ini. Oh Tuhan ujian apa lagi ini, Amora terlihat sangat memukau dan seksi.
Skip
"Cantik tapi sayang pakaian kamu itu loh." Ringis Daniel
"Terserah gue lah, cantik begini banyak yang suka." Bangga Amora
Amora mengibaskan rambut panjangnya yang diikat menjadi satu. Menatap goda ke arah suaminya lalu mengedipkan mata beberapa kali. Daniel memanglingkan muka ke arah lain. Pedangnya sudah berdiri tegak melihat keseksian tubuh sang istri. Lihat sekarang, Amora dengan percaya dirinya duduk di pangkuannya. Sungguh membangunkan singa yang lapar. Sudah berhari-hari mereka tidak menjalin hubungan ranjang. Daniel jelas menginginkan momen menggairahkan itu lagi bersama sang istri.
__ADS_1
To be continued