
"Mau apa kamu ingin bertemu aku. Sudah cukup kamu terus aja meminta aku ini itu. Aku capek...kamu tahu, Daniel semakin membenci aku."
"Itu yang saya mau."
"Kamu ingin membuat aku beruntung atau justru malah menderita."
"Harusnya kamu beruntung karena sudah saya bantu. Jika tidak ada saya bagaimana? kamu tidak akan berhasil mendapatkan Daniel. Kamu tidak akan berhasil merebut Daniel dari Renata."
"Ini lihat dan kamu lakukan." Laki-laki yang membantunya memberikan sebuah flashdisk ke Amora. Amora menerimanya lalu melihat gerak-gerik laki-laki di hadapannya.
"Di situ ada rahasia besar Renata. Aib Renata di masa lalu akan kamu ketahui. Jangan sampai flashdisk itu hilang atau diketahui Daniel. Belum saatnya Daniel tahu sedangkan kamu harus tahu." Jelasnya
Rahasia masa lalu Renata memang ingin iya ketahui sejak beberapa hari ini. Amora mulai resah melihat tatapan sengit laki-laki di hadapannya. Kenapa dengannya? kenapa ingin sekali membuat Renata terpuruk apa ada sangkut pautnya dengan hidupnya juga.
"Daniel belum tahu..."
"Belum. Daniel akan tahu setelah keluarganya tahu tentang Renata hamil di luar nikah."
"James..." lirihnya.
Laki-laki di hadapan Amora adalah James teman sekaligus rekan kerjanya dulu di kantor Daniel. James sahabat bahkan asisten pribadi Daniel. James yang selama ini membantu Amora untuk merebut Daniel dari Renata. Yang iya tahu, James mempunyai dendam sedikit ke Renata gara-gara di tipu informasi. James tidak terima lalu berinisiatif menawarkan diri untuk membantu Amora merebut Daniel lalu menyingkirkan Renata dari hidup Daniel. Licik! mereka memang cocok di sandingkan bersama. Sama-sama licik dan punya aura kekejaman tanpa pandang dia orang terdekat atau orang yang pernah baik.
"Dendam biasa atau ada dendam lain untuk Renata."
"Belum saatnya kamu tahu. Suatu saat kamu akan tahu sendiri. Renata tidak sebaik yang orang kira. Menurut saya, Renata itu buruk bahkan lebih buruk dari kamu. Di masa lalu tanpa kamu tahu, Renata punya masalah besar dengan orang penting lalu sengaja menyembunyikan masalah itu agar tidak diketahui orang terdekatnya. Kamu tahu siapa saya, Amora. Kamu tahu saya gemar melecak kehidupan orang nah saya tahu rahasia apa sih yang Renata sembunyikan. Rahasia itu berkaitan dengan kamu, Daniel, dan juga saya. Kenapa saya ikutan kena? itu beda lagi ternyata ada udang di balik batu apa yang dia lakukan selama ini. Rahasia itu akan terungkap suatu saat nanti, bukan sekarang. Tunggu saja waktunya tiba kamu akan mengetahui keburukan Renata. Semua orang akan kecewa dengan Renata terutama kamu. Sabar saja dulu..." semakin penasaran jika belum tahu apa yang sebenarnya Renata sembunyikan.
Selama ini iya cukup dekat bahkan sangat dekat tapi kenapa malah tidak tahu. Menyangkut dirinya juga, apa itu?! astaga kenapa iya ingin sekali tahu tapi belum saatnya iya tahu. Sabar sih sabar tapi sampai kapan. Apa iya harus mencaritahu sendiri. Untuk mencaritahu juga membutuhkan waktu yang lama. Ternyata James tahu banyak tentang Renata dari pada dirinya.
__ADS_1
RENATA dengannya hanya cover orang baik tidak tahu di belakangnya Renata seperti apa. Jika Renata orang yang buruk tidak salah dirinya melakukan kelicikan untuk Renata. Ini bukan salahnya tapi kehendak takdir yang mengharuskan iya melakukan itu semua ke Renata. Apa yang iya lakukan juga di dukung oleh James Tampa imbalan apapun.
"Kamu sebaiknya langsung pulang jangan mampir ke sana kemari. Ada yang mengawasi kamu selain saya. Daniel menyuruh mata-mata untuk mengawasi kamu tanpa kamu tahu. Hati-hati jangan sampai ceroboh. Nyawa kamu dalam bahaya, Amora Sandra." Bisiknya
Setelah bertemu James iya langsung pulang ke apartemennya sendiri. Sudah 4 hari iya tidak tinggal bersama suaminya. Iya memilih menetap di apartemen miliknya sendiri. Ada misi yang harus iya ketahui. Iya juga harus tahu video di dalam flashdisk yang di kasih oleh James.
Renata menemui Daniel di kantornya untuk mengobrol bersama mengenai pernikahan mereka berdua. Mutlak mereka akan segera menikah dalam waktu dekat. Melihat kehamilan Renata semakin terlihat jelas dari tubuhnya. Tanpa memikirkan perasaan Amora mereka tetap akan menikah.
"Sayang kamu benar-benar akan menikahi aku kan. Kamu gak bohong sama janji kamu kan."
"Tentu sayang. Aku akan menikahi kamu. Aku gak peduli aku masih menjadi suami Amora. Aku tidak berharap Amora menjadi istri aku. Kamu tahu aku sangat mencintai kamu melebihi apapun. Kamu yang pantas menjadi istri aku bukan si benalu Amora itu." Terbitlah senyum lebar Renata mendengar ucapan Daniel. Mereka memang sudah menjalin hubungan lagi seperti dulu. Amora jelas tahu, sakit hati sekaligus tidak terima. Setiap hari bertemu Daniel, Daniel selalu menyiksa dirinya. Amora lebih memilih pergi dari apartemen suaminya. Fisiknya jelas lemah setiap hari harus di siksa oleh suaminya.
"Kamu belum cinta sama Amora. Kalian selama ini tinggal bersama."
"Gak. Mana mungkin aku cinta sama benalu, sayang. Hanya kamu yang aku cintai." Bohongnya
"Kok kamu melamun sih." Senggol Renata ke Daniel yang melamun.
"Ah nggak, aku lagi kepikiran kerjaan yang belum aku selesaikan."
"Ada James loh jangan terlalu capek bekerja." Daniel mengangguk
Tok Tok Tok
"Kamu minggir dulu sayang ada James."
"Ih gak mau lah... James itu sahabat kamu ngapain kamu malu dilihat James kita bermesraan seperti ini. James sudah biasa melihat kita bermesraan."
__ADS_1
"Gak enak aja selama ini James itu iri melihat kita bermesraan seperti ini." Kekehnya menetralkan ekspresi dirinya agar terlihat cuek.
"Masuk aja James," suruh Daniel.
Ceklek
Pintu terbuka lalu masuklah James bersama Sania. Sania melirik tajam ke arah Renata. Kedatangan Renata ke kantor ini menggeleparkan semua karyawan di kantor ini.
"Maaf Pak mengganggu, ini ada laporan keuangan yang harus Bapak cek ulang."
Pak, biasanya bos sekarang Pak.
"Panggil Bos seperti biasa jangan Pak. Daya tidak terlalu tua."
"Anda sudah memasuki usia 30 tahun, Pak."
"Jangan membuka kartu tentang umur saya."
"Kenapa?"
"Saya semakin berumur tapi belum menikah." Jelas James terkekeh
Skip
Sania menyenggol lengan James untuk megajaknya keluar dari ruangan ini. Ruangan yang tadinya dingin menjadi sangat panas melihat mereka bermesraan.
'Mereka bukannya putus kenapa malah bermesraan bersama.'
__ADS_1
To be continued