BOSSKU CANDUKU

BOSSKU CANDUKU
Renata Dan Kekejamannya


__ADS_3

"Kamu mabuk berat banget." Gerutu Amora melihat suaminya sangat mabuk bahkan tidak sanggup berdiri terlalu lama.


"Gak mau pergi jauh-jauh dari kamu." Racau sang suami


"Siapa yang bakal menjauhi kamu. Makanya kalau ada masalah diselesaikan jangan malam datang ke club malam terus mabuk." Omelnya


"Kamu jangan marahi aku terus. Aku begini juga karena kamu. Aku bingung tahu...selama ini aku gak sebingung ini. Aku harus memilih antara kamu dan Renata. Aku bingung mau pilih yang mana."


Amora mencubit pinggang suaminya.


"Awshhh..."


"Aku bukan barang yang akan kamu pilih. Sudah benar hidup bahagia sama aku. Eh, kamu malah mengajak balikan Renata terus ada niatan menikahi Renata. Kamu itu maruk tahu, gak cukup sama satu perempuan."


"Dih, ngaca! kamu juga begitu kok. Kamu udah punya suami tapi masih berdekatan sama Javier. Javier sama aku masih tampan aku kemana-mana. Javier tampan hanya 10% saja."


Amora memutar bola matanya. Racauan suaminya semakin tidak jelas. Membahas hal yang tidak penting untuknya. Membahas dirinya dekat sama Javier. Hanya dekat sebagai teman saja dipermasalahkan.


"Kangen kamu sayang, pengin tidur sama kamu."


"Ogah!"


"Kok te-ga."


"Harus tega sama laki-laki pecundang seperti kamu. Tegas harus percaya sama aku bukan percaya sama Renata. Aku istri sah kamu bukan orang lain."


"Sayang kamu--"


"Sayang kamu sayang kamu basi! sayang kamu ada 2 aku dan Renata."


"Fakta hahaha...gini nih laki-laki tampan penuh kharisma. Disukai banyak perempuan cantik seperti kamu contohnya."


James sudah ketawa ngakak sedari tadi mendengar obrolan mereka berdua. James mengaku mereka berdua lebih cocok menjadi pasangan suami istri. Amora lebih baik melayani suaminya begitupun dengan Daniel. Semoga hubungan mereka baik-baik saja.


"Ngantuk, ayang."


'What ayang! apa iya salah dengar atau benar-benar mendengarkan kata ayang yang di ucapkan suaminya.'


"Ayang," rengek Daniel.


Ekhemmm


Suara deheman James membuyarkan lamunan Amora.


"Di panggil tuh sama ayangnya." Kekeh James membuat Amora blushing seketika.


"Ayang, ih...jahat gak jawab."


"Jijik banget astaghfirullah." Lirihnya


"Yang,"


"Iya dengar."


"Aku pikir telinga kamu penuh debu."

__ADS_1


'Budeg dong berarti.'


"I love you in my own way."


"You know, actually I really love you but prestige."


"James knows too but I said the same. He didn't tell anyone. Love you, honey."


"Cie cie ayang"


James sudah meledeknya sampai terpingkal-pingkal.


Daniel menegakkan tubuhnya. "Jomblo diam aja gak di ajak." Sekarang tinggal Amora yang menyemburkan tawanya. Lihat James seketika bungkam tidak ketawa ngakak seperti tadi. Kena skak dari suaminya, makanya jangan asal ketawa terus meledek.


"Nanti saya punya pacar situ iri."


"Udah punya istri cantik ngapain iri sama pacar kamu."


"Oh gitu ya, ya udah Amora buat saya saja."


"Bogeman keras melayang untuk kamu." Kesadarannya sudah mulai normal kembali lalu melirik ke arah istrinya.


"Boleh kalau kamu lagi kambuh."


"Gak ya..."


"Tega, tega kamu selingkuh sama teman suami."


"Masa lalu di ulang kembali."


"Nih, aku kasih bogem spesial buat kamu." Daniel mengepalkan bogeman telapak tangan ke istrinya.


Mobil berhenti tepat di basemant gedung apartemen. Ketiganya langsung keluar lalu berjalan cepat ke arah lift yang sudah terbuka. James membantu Amora memegang lengan Daniel. Kesadarannya memang sudah kembali normal tapi jalannya masih sempoyongan. Daniel merapatkan tubuhnya ke tubuh sang istri lalu mengendus-endus bibirnya ke tengkuk sang istri. Mengabaikan keberadaan si jomblo ngenes, James.


Nasib jomblo gini amat, batin James.


Skip


Setelah berjalan bermenit-menit mereka bertiga sampai di apartemen Amora. Alina membuka pintu apartemen lalu geleng-geleng melihat sepupunya berjalan sempoyongan dan di sangga oleh James dan Amora. Mereka membantu Daniel duduk di sofa. Amora langsung melucuti kemeja serta sepatu milik suaminya. Diandra mengambil air dingin untuk sepupunya. Untung Amora berteman baik dengan sepupu sang suami.


Diandra Mahendra, perempuan cantik berusia 26 tahun yang masih melajang. Belum saatnya menikah, bekerja menjadi salah satu desainer. Diandra baru datang 1 jam yang lalu terus ikut bergabung sama yang lain. Kumpul-kumpul membahas hubungan sepupunya dan Renata, si benalu yang harus disingkirkan.


Amora membuat air lemon untuk suaminya. Beruntung Daniel punya istri cekatan seperti Amora. Walaupun mendapatkan Daniel dengan kelicikan tapi tidak masalah selagi punya sisi kebaikan dan perhatian.


"Minum ini dulu baru tidur." Suruh Amora ke suaminya


"Nanti nunggu haus."


"Nurut gak atau?"


"Iya nurut," sela Daniel langsung menenggak air lemon yang Amora buat tadi.


Prok


Prok

__ADS_1


Prok


Mereka semua bertepuk tangan saat melihat sang Raja sudah tertekuk lutut dengan sang pawang. Raja sudah menemukan pawang yang pas untuk hidupnya.


Di sini ada James, Javier, Zanetti, Atarik, Diandra, dan juga Alina. Mereka sepupu Daniel kecuali James.


Ting Tong


"Biar aku saja yang buka." Ucap Zanetti


Zanetti itu laki-laki bukan perempuan. Namanya memang perempuan tapi aslinya laki-laki. Sungguh unik orang tuanya memberikan nama untuk laki-laki tampan seperti Zanetti.


Ceklek


"Sayang, gimana keadaan kamu. Aku khawatir saat tahu kamu mabuk." Seru Renata masuk ke dalam apartemen tanpa minta izin atau di ajak sama Zanetti.


"WTF!" umpat Renata melihat Daniel tiduran di pa*a musuhnya.


"Haiiiii,"


"KAMU MASIH DEKAT SAMA CALON SUAMI AKU. DANIEL AKAN MENJADI MILIK AKU SEBENTAR LAGI. SADAR AMORA! KAMU ITU BENALU." Marah Renata


"Lo kali yang benalu." Sindir Diandra


"Kak, aku di sini korbannya bukan tersangka. Aku yang kena tipu Amora bukan pembuat masalah." Terus saja membela dirinya agar tidak disalahkan.


"Memang...lalu gue bakal di pihak lo! gak akan pernah."


"Mendingan lo keluar dari sini." Usir Zanetti


"Heh, Janet! gak usah ikut campur."


Semua orang menahan tawa. Janet katanya...


"Nama gue Zanetti bukan Janet."


"Nama kamu memang memalukan."


Zanetti sudah mengangkat tangannya tapi di tahan Amora.


"Jangan..."


"Jangan main fisik dia lagi hamil."


"Peduli apa kamu sama aku? selama ini kamu mencoba menyingkirkan aku dari hidup Daniel. Kamu mengambil Daniel dadi kau dengan tampang murahan kamu. Tingkah kamu salah satunya juga sampai memikat Daniel. Begitu murahannya kamu, Amora. Calon suami sahabat baik kamu malah kamu rebut. Penggoda handal memang! sungguh memalukan."


"Lalu apa kabar dengan diri kamu. Masih ingat kejadian dulu saat kita masih di bangku SMA terus kuliah. Ingat perbuatan kamu di belakang aku dan Daniel. Lebih memalukan kamu...kamu tega melenyapkan orang yang berharga di hidup aku. Kebaikan kamu untuk menutupi aib kamu selama ini."


"Gak usah fitnah!"


"Itu fakta. Di antara mereka ada yang tahu selain aku. Aku baru tahu loh, tega banget. Aku sakit hati, kecewa, marah campur menjadi satu karena kamu. Setega itu kamu melakukan itu untuk menutupi aib yang kamu buat sendiri."


"Sahabat baik ya? sahabat baik tega merusak kebahagiaan sahabatnya. Menghancurkan sebuah hubungan orang tua sahabatnya lalu melenyapkan. Kalian di sini akan paham apa yang aku katakan tentang masa lalu Renata. Ini nyata tidak bohongan. Kenan tahu, Kakak kamu tahu tentang aib kamu tapi sengaja menyembunyikan aib kamu itu. Sungguh tega banget kamu, Renata Pandu." Sambungnya


"Aku lebih baik dari kamu."

__ADS_1


To be continued


Makin seru guys, yuk komen like dan vote.


__ADS_2