
Amora menutup mulutnya saat ini dirinya sedang menonton sebuah video masa lalu milik Renata. Jadi selama ini kematian orang tuanya tidak real kecelakaan tapi Renata yang sudah merencanakan kecelakaan itu terjadi. Kenapa iya tidak tahu? Amora masih tidak percaya Renata berani melakukan itu karena takut aibnya di masa lalu dengan Papahnya terbongkar. Papahnya dan Renata pernah menjalin hubungan sampai 2 tahun. Papahnya punya simpanan yaitu Renata, sahabatnya dulu. Tanpa iya tahu kecuali Mamahnya.
'Kenapa ini semua terjadi sama kehidupan aku. Kebaikan Renata selama ini hanya penyesalan dan merasa bersalah dengan aku.'
Amora meremas jemarinya begitu kuat.
"Tadinya aku mau minta maaf sama kamu Renata. Setelah melihat semua ini, aku tidak akan minta maaf sama kamu. Kamu lebih jahat sama aku. Kamu menjadi simpanan Papah aku dulu sampai 2 tahun di saat keluarga aku masih harmonis. Kamu menghancurkan segalanya sampai kamu membunuh kedua orang tua aku. Siapa yang paling jahat antara aku dan kamu. Di sini kamu yang paling jahat dari pada aku. Kenapa? kenapa kamu tega, aku baru tahu Papah aku dulu klien Daniel. Semua keuntungan pekerjaan asa pada Papah aku lalu kamu hancurkan begitu saja." Amora mengusap air matanya yang berderai. Renata begitu kejinya merusak rumah tangga orang tuanya lalu membunuh kedua orang tuanya dengan alibi kecelakaan.
Amora mematikan video itu lalu menyimpan flashdisk milik James ke brankas. Amora duduk termenung di apartemennya, tidak mau melakukan apapun kecuali bersedih. Mengingat dulu Renata begitu dekat dengan orang tuanya lalu Papahnya juga memanjakan Renata.
"Tidak salah aku menjebak kamu Renata."
"Menjadi simpanan tanpa melakukan hubungan intim tapi memanfaatkan harta Papah aku. Sama saja bukan, Renata kamu tega. Kamu lebih tega melakukan itu di belakang aku." Lirihnya
Ting Tong
Iya mendengar buntu bel apartemen. Iya beranjak lalu membuka pintu apartemen. Terlihat suaminya berdiri di depan pintu bersama Renata. Renata tersenyum manis lalu menyodorkan sebuah undangan untuk Amora. Amora menerima undangan itu dengan baik. Daniel melihat mata istrinya sembab, sebelum datang berarti Amora sudah menangis. Amora menangis karena apa tidak biasanya menangis.
Daniel ingin bertanya tapi gengsi dan tidak mau membuat Renata curiga.
"Kamu tidak menyuruh kita masuk ke dalam."
"Apartemen aku terlalu suci untuk kalian."
"Kok kamu jahat banget, Amora. Kamu tidak terima Daniel bakal nikahi aku terus aku jadi istri keduanya lalu Daniel menceraikan kamu." Amora malah terkekeh bahkan bersedekap.
"Lebih jahat dari kamu di masa lalu. Merasa bersalah ya sama aku gara-gara kecelakaan orang tua aku. Kematian orang tua aku karena siapa ya? aku sudah tahu itu bahkan aku tahu simpanan Papah aku dulu siapa."
Jleb
Renata seketika bungkam lalu bergetar mengingat aib masa lalunya sudah di ketahui Amora.
"Kenapa di saja takut ya."
"Haha nggak lah, buat apa ta-kut. Aku gak bersalah kok."
"Iya kamu tidak bersalah tapi bukti masih ada."
Daniel tidak tahu mereka membahas apa. Inrinya asa aib masa lalu Renata begitu yang iya dengar dari mereka berdua.
__ADS_1
"Sayang, ayok kita pulang aja. Setelah ini kita ke butik mau melihat gaun yang aku pakai." Bisiknya ke Daniel
"Silahkan adakan pernikahan mewah kalian berdua. Aku akan memberikan kejutan untuk kalian berdua. Anggap saja hadiah pernikahan dari aku untuk kalian berdua."
Mereka berdua tanpa pamit langsung pergi meninggalkan apartemen Amora. Renata terus menarik lengan Daniel agar pergi dari apartemen Amora. Jujur iya sudah tidak bisa mengendalikan dirinya lagi. Amora sudah tahu aibnya yang dulu lalu apakah Amora akan balas dendam lebih kejam lagi. Iya sudah mendapatkan karma berat jangan sampai mendapatkan balas dendam keji dari Amora lagi. Sifat aslinya memang jelek dari dulu iya sudah berusaha untuk berubah.
"Kamu jangan bertanya apa-apa dulu ya. Suatu hari aku akan katakan sama kamu." Ucapnya ke Daniel calon suaminya. Mereka akan menikah 5 hari lalu. Keluarga mereka sudah setuju semua kecuali sepupu Daniel yang sudah tahu Renata hamil. Ada yang tahu karena melihat Renata cek kandungan di rumah sakit terus mereka tidak sengaja melihat dan terkejut melihat Renata hamil dan mereka tidak akan pernah setuju Renata menjadi istri Daniel, sepupu mereka.
"Ya udah kita ke rumah aku aja ya. Banyak sepupu aku di sana." Renata mengangguk
***
Alina sepupu Daniel paling tidak suka dengan Renata. Alina tahu Renata hamil di luar nikah bahkan memanfaatkan Daniel untuk me jadi suaminya agar anakanya tidak di cap anak haram. Begitu liciknya Renata itu yang Alina pikirkan selama ini.
Di situ juga ada laki-laki yang menghamili Renata. Laki-laki itu membawa Sania sekertaris Daniel. Ternyata mereka bersahabat sudah lama lalu mereka sering pergi bareng seperti pasangan. Semua orang tahu mereka dekat kecuali Renata karena dirinya tidak pernah melihat laki-laki brengsek itu.
"Hai Renata," sapa salah satu keluarga Daniel.
Renata tersenyum lalu bersalaman dengan salah satu keluarga Daniel.
"Hai juga," balas Renata.
"Yok masuk ke dalam udah ada banyak sepupu Daniel datang ke sini." Renata mengangguk lalu mengikuti langkah perempuan cantik di hadapannya.
Renata terkejut melihat ada Amora ada James juga.
"Aku tidak tahu ada mereka juga. Mungkin saja Mamah aku yang mengundang mereka." Lirih Daniel memberitahu Renata.
Renata geram saat tahu calon Mamah mertuanya sudah tahu siapa Amora. Siapa tahu? maksudnya ya sudah berkenalan dengan Amora. Lihat mereka begitu dekat seperti Amora menantunya. Memang Amora menantunya tapi belum di publikasikan.
"Calon manten baru datang nih." Celetuk salah satu sepupu jail Daniel.
"Wah cantik ya Renata tapi agak aneh. Renata tambah berisi ya sekarang."
"Eh iya, lihat deh perutnya agak membuncit jangan-jangan..."
"Jangan begitu dek, mungkin Renata lagi tahap makan banyak jadi perutnya membuncit."
Yang lainnya hanya tertawa mendengar lelucon sepupunya. Itu bukan lelucon tapi pembelaan agar tidak menyinggung Renata.
__ADS_1
Mamah Daniel mengajak Renata bergabung bersama yang lainnya di ruang tengah. Daniel sudah berjalan ke arah dapur diikuti Amora dari belakang. Amora tadinya tidak mau ke sini tapi iya malah di undang ke sini oleh mertuanya. Katanya harus kumpul semua, iya sudah di anggap anaknya.
Grep
Daniel melihat Amora ke dapur lalu memeluk Amora dari belakang sambil matanya melihat ke arah pintu. Jangan sampai ada yang melihat mereka seperti ini.
Amora tersentak lalu menoleh ke arah suaminya.
"Senang ya mau nikah lagi."
"Gak tahu..."
"Gak tahu, jelas-jelas tadi aku dapat undangan pernikahan dari kamu sama Renata."
"Ada yang aneh dalam diri saya. Saya mencintai Renata lalu ingin menikahi Renata tapi saya tidak tega sama kamu. Saya berani menduakan kamu sama saja saya menyakiti Mamah saya."
"Syukurlah kalau sadar,"
"Kamu di sini sama siapa?" tanya Daniel.
"Javier jemput aku ke apartemen tadi. Aku gak mau tapi Mamah kamu tetap gigih agar aku datang." Jawabnya begitu jelas tanpa kebohongan. Daniel mengangguk lalu mendusel-dusel hidungnya ke leher Amora. Mereka menikmati pelukan tidak peduli dengan yang di ruang tengah sedang apa.
"Nanti masuk ke kamar tamu di lantai 2 ya."
"Mau ngapain?!"
"Kasih energi buat saya."
"Ogah..."
"Harus mau lah saya suami kamu. Kamu harus nurut sama saya."
"Minta energi sana sama calon istri kedua kamu." Ketusnya
"Kamu cemburu sama Renata." Amora mengangguk
"Gak ada istri yang gak cemburu melihat suaminya dekat-dekat sama cewek lain apa lagi mantannya."
"Maaf ya."
__ADS_1
'Hanya kecewa sama kamu, Daniel.'
To be continued