
Amora menarik tangan Javier untuk ikut dengannya ke stand makanan lain. Mengindari Renata saja iya belum mau berbicara apapun dengan Renata. Apa lagi melihat keromantisan Renata bersama suaminya. Ternyata sampai sekarang hubungan mereka masih baik-baik saja. Iya pikir hubungan mereka sudah mulai merenggang.
"Apa aku boleh menanyakan sesuatu sama kamu."
"Silahkan."
"Sebenarnya kenapa kamu tidak aku memaafkan Renata?" tanya Javier.
"Entah. Sulit memaafkan ucapan Renata untuk aku. Cukup tersinggung dengan tuduhan Renata. Perubahan aku membuat Renata berasumsi aku menjadi simpanan calon suaminya. Bagi aku udah berlalu tapi jika diingat masih menyakitkan. Belum ikhlas juga, mungkin kamu akan merasakan apa yang aku rasakan saat ada orang terdekat kamu menuduh kamu yang tidak-tidak." Jawab Amora sambil menggigit bibirnya pelan.
"Maaf ya sudah membuat kamu mengingat kejadian itu." Amora menggeleng
Kejadian itu memang fakta tapi aku belum siap mengaku. Masih ada misi yang harus aku lakukan dengan impian. Impian aku memiliki Daniel sudah tercapai tapi belum sepenuhnya. Masih ada Renata menjadi benalu di hubungan aku dan Daniel. Renata lebih mengenal Daniel dari pada aku tapi aku duluan yang dinikahi Daniel. Berusaha memisahkan mereka berdua jangan sampai mereka menikah.
"Kamu tahu...dulu aku pernah dekat dengan perempuan cantik. Dia cantik, lemah lembut tapi sayang dia simpanan orang. Awalnya aku biasa saja karena belum percaya dengan fakta itu. Setelah semmuanya terbukti aku cukup kaget dan akhirnya aku memilih mundur. Dia lebih memilih simpanannya dari pada aku." Curhat Javier mengingat masa lalunya 3 tahun lalu.
Apakah Renata akan bernasib sama dengan Javier. "Semoga kisah cinta aku tidak terulang di kehidupan orang lain." Sambungnya
Naasnya kisah cinta kamu akan terulang kembali.
"Kesan yuk, katanya ada minuman baru rilis." Ajaknya
Amora membuka pintu apartemen suaminya. Melihat ke sekitar apartemen tidak ada orang sama sekali. Berarti suaminya belum juga pulang. Apa suaminya menginap bersama Renata ke hotel atau ke rumah Renata. Kecolongan jika mereka benar-benar tidur bersama dan melakukan kekhilafan. Iya tidak akan diam saja! bertindak memisahkan mereka berdua dengan segara mungkin. Tidak perlu menunda untuk memisahkan mereka berdua. Jujur iya sudah muak dengan Renata. Sudah tahu tapi masih saja berharap. Oh iya lupa... Renata belum tahu durinya sudah dinikahi oleh calon suaminya. Gimana kalau iya menyebar luaskan status rahasianya bersama Daniel. Namanya disamarkan hanya ada kecurigaan semata saja.
Ide yang baik untuk kamu Amora. Semangat menghancurkan hubungan mereka berdua. Kamu pasti bisa, Renata bukan lawan kamu. Ingat tujuan kamu dari awal. Misi kamu yang ini berhasil kamu perlu jaga baik-baik harga diri kamu jangan direndahkan begitu saja.
Masih ada Daniel yang akan menjaga kamu. Iya tahu Daniel sudah mulai suka dengannya tapi tidak mau mengakui karena gengsi. Kenyamanan setiap hari bersama dirinya. Dirinya melayani Daniel dengan baik bahkan Daniel tidak sungkan lagi.
Sebelumnya Daniel risih bahan ilfeel dengannya. Berbeda untuk sekarang-sekarang ini. Daniel sudah mau terbuka untuknya. Akan iya buat Daniel bucin dengannya lalu memutuskan hubungan dengan Renata. Yang harus iya lakukan sekarang adalah mendekatkan diri dengan keluarga sang suami. Hem itu bagus untuk misi keberhasilannya.
My only goal is to separate the two of them. Don't blame him for doing all that. The main goal must be successful not to fail. I don't care about friendship anymore. Most of all destroy Daniel and Renata relationship. You are indeed a smart girl Amora, he thought.
Amora mengibaskan rambutnya ke belakang.
"Menunggu kamu pulang, sayang." Amora menelepon suaminya untuk segera pulang. Ada sesuatu yang harus iya bahas malam ini.
Di rumah Renata, keduanya masih duduk saling bersandar.
"Sedih tahu."
"Kenapa?"
"Amora kecewa sama aku. Amora tidak mau memaafkan aku. Amora tidak pernah begitu sama aku kecuali aku sudah melakukan kesalahan fatal. Aku akan berulang kali meminta maaf sama Amora." Jawabnya dengan tatapan sendunya.
"Jangan! maksud aku gini loh, sayang. Jangan menghancurkan harga diri kamu demi meminta maaf sama Amora. Amora memang bersalah tapi ya harusnya dia menolak waktu aku memberi tampungan tinggal sementara di apartemen milikku. Harus ada penolakan bukan langsung mengiyakan. Mendingan kamu bersikap biasa saja. Sopan saja, ada Amora ya kamu senyum atau sapa saja walaupun tidak ada balasan darinya. Ingat jaga nama baik kamu dengan baik. Amora butuh kamu pasti dia akan datang sama kamu."
"Aku ragu apakah Amora akan datang sama aku. Amora punya teman baru. Teman barunya sepupu kamu, sayang. Mereka sudah dekat bahkan sering bertemu lalu mengobrol bersama. Aku iri melihat kedekatan mereka. Baru kenal tapi sudah berteman baik." Daniel mengingat tadi saat ke bazar bersama Renata melihat Javier bersama Amora. Mereka terlihat dekat bahkan tidak sungkan memamerkan kedekatannya. Ada rasa tidak suka melihat kedekatan mereka. Astaga sadar Daniel! buat apa cemburu sama wanita penggoda seperti Amora. Renata jauh lebih baik dari Amora.
"Lalu kamu mau apa?" tanyanya lagi.
"Di maafin sama Amora." Jawabnya
"Kamu mau kan bantu aku di maafin sama Amora. Hanya Amora yang mengerti aku selama ini. Amora sahabat baik aku yang selalu membuat aku tertawa setelah kamu." Daniel mulai ragu mau membantu Renata atau tidak. Membantu Renata nanti iya malah kena jebakan istrinya. Tidak membantu malah Renata semakin curiga kepadanya. Jebakan Amora tidak main-main, berbicara pedas langsung di sembur sama Amora.
Tring
Tepat sasaran handphonenya berbunyi lalu iya angkat dan berjalan Ake teras.
__ADS_1
"Sayang," panggil Amora di telepon.
"Kenapa." Ketus sang suami
"Kapan pulang aku ada kejutan buat kamu. Menunggu kamu 15 menit jika tidak datang aku mau kirim video syur kita ke Renata." Daniel seketika melotot
Ancaman lagi dari Amora. "Gemar sekali kamu mengancam saya." Amora terkekeh
"Makanya kamu harus menuruti kemauan aku. Malam ini aku ingin membahas sesuatu sama kamu. Aku sudah memberikan waktu 15 menit untuk kamu sampai di apartemen. Ingat ancaman itu masih berlaku sampai aku bisa memiliki kamu seutuhnya." Telepon terputus
Daniel menggeram sekarang hidupnya dikendalikan oleh istri simpanannya. Tidak bebas seperti dulu sebelum bertemu dengan Amora. Andai waktu bisa di ulang kembali iya tidak akan menerima Amora menjadi sekertarisnya. Sekedar perkenalan saja tanpa memperkerjakan Amora.
Daniel kembali ke ruang tamu ruang Renata.
"Sayang, aku pulang ya tadi Mamah ngabarin ada sepupu ke rumah."
"Aku masih kangen sama kamu."
"Besok aku janji jemput kamu terus kita ke luar kota liburan. Mau atau tidak," Renata berbinar lalu mengangguk. Sebelum pergi mereka saling ******* satu sama lain lalu Daniel keluar dari rumahnya.
Daniel setia aku yakin. "Maafin aku Amora aku udah fitnah kamu sebagai simpanan Daniel." Lirihnya
Kembali ke Amora yang masih menunggu kedatangan suaminya. Amora membuat makan malam untuknya dan sang suami.
Amora mendengar pintu terbuka lalu masuklah suaminya.
"Gimana udah mesra-mesraan sama benalu seperti Renata."
"Cukup! Amora bukan kamu. Ada hal penting apa yang akan kamu bahas."
"Mengenai hubungan kita kedepannya bagaimana. Aku tidak mau berpisah sama kamu. Hubungan kita terjalin sampai maut memisahkan kita berdua. Aku tidak rela juga kamu masih berhubungan dengan Renata. Aku mau kamu memutuskan Renata dalam waktu dekat. Kalau perlu buat jebakan untuk Renata. Seolah-olah Renata ternodai sama orang lain dan mengharuskan Renata menikah dengan orang yang menodainya. Sebagai istri yang baik aku tidak rela berbagi tubuh kamu sama perempuan lain.
Amora ingin menyahut tapi sudah di sambar oleh suaminya.
"Ancaman lagi? silahkan kamu mengancam saya dengan video itu. Kamu tidak tahu siapa saya? jangankan video, diri kamu saja bisa saya hilangkan dari dunia ini. Stop Amora! sebelum mengenal saya kamu adalah perempuan bermartabat. Saya tahu dari Renata...kenapa kamu berubah setelah bertemu dan berkenalan dengan saya. Begitu gilanya kamu mengagumi saya sampai mengkhianati sahabat sendiri. Ingat baik-baik kalimat ini Amora. 'Rwnata perempuan baik hati yang sangat berjasa untuk kamu. Selalu di sisi kamu saat kamu berada di titik terendah. Selalu menjadi pendengar untuk kamu di kalau kamu sedih. Renata dengan baik hatinya menganggap kamu sadari sekaligus keluarga.' Jangan lupakan kodrat kamu sebagai manusia yang sudah di baikin. Jangan ngelunjak Amora, jadilah orang yang baik."
Kalimat Daniel membuat hatinya berdenyut sakit. Telinganya langsung panas seketika. Iya di ceramahi karena kelakuan minus sekaligus tidak pernah sadar diri.
"Lalu aku harus merelakan kamu." Tangisnya pecah
"Iya."
"Nggak! kamu itu milik aku. Kamu suami aku...mana rela aku membiarkan suami aku terus bermesraan dengan benalu. Renata tidak berhak memiliki kamu. Jika aku tidak bisa memiliki kamu maka Renata juga tidak bisa memiliki kamu. Adil bukan! mendingan kamu suka sesama jenis saja." Amora langsung masuk ke dalam kamar.
Suka sesama jenis oh Tuhan apa yang Amora katakan. Frustasi boleh tapi jangan menyuruhnya suka sesama jenis. Iya masih normal masuk suka dengan lubang.
Skip
Amora membawa surat pengunduran dirinya ke kantor. Penampilannya sukses membuat pasang mata mengarah ke arahnya. Amora hanya memakai baju oversize dan celana pendek lalu menggelung rambut panjangnya. Amora mengabaikan tatapan mereka semua.
'Kenapa Amora berpakaian seperti ini.
'Aku yakin ada sesuatu hal yang membuatnya berubah drastis.
'Tadi kalian lihat kan... Amora jutek banget.
'Eh iya biasanya Amora menyapa kita-kita loh.
__ADS_1
'Feeling aku Amora akan mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai sekertaris kedua direktur.
Seperti itu lah celetukan dari mereka semua yang mengenal Amora.
Amora masuk ke dalam lift eh baru sadar ada James juga. James menelisik penampilan Amora saat ini dari atas sampai bawah. Aneh, mau kerja pakai pakaian begini. Seperti orang rebahan di rumah. Amora mengabaikan tatapan aneh dari James.
Bunyi lift terbuka mereka keluar dari lift. Amora berjalan tergesa-gesa sampai di depan ruangan bosnya.
"Amora kenapa kamu berpenampilan seperti ini."
"Aku sudah memutuskan mau resign." Sania melebarkan matanya
"Yang benar? jangan gitu dong nanti aku gak punya teman gosip." Kaget Sania saat tahu Amora benar-benar mau mengundurkan diri atau resign.
"Keputusan aku resign udah bulat. Bos udah berangkat," Sania menggeleng.
"Kamu gak tahu bos Daniel ambil cuti 2 hari. Katanya mau ke luar kota saam Renata, liburan dadakan."
Jleb
Oh pantesan subuh sudah tidak ada di apartemen. Setelah bertengkar mereka memang tidur di kamar terpisah. Rupanya mereka sudah ada plan ke luar kota. Mau liburan bersama tanpa dirinya tahu sama sekali. Amora merasa di bohongi oleh suaminya. Amora langsung pergi begitu saja dan mengabaikan panggilan dari Sania atau pun James.
Amora mulai melacak GPS milik suaminya. Untung saja iya pintar sudah dulu mengaktifkan GPS di handphone suaminya yang terikat ke GPS ponselnya.
Bandung, mefeka ke Bandung bersama untuk berlibur. Lalu Amora membual akun fake miliknya untuk melihat akun Instagram milik Renata. Mengaqasi kehidupan Renata tanpa dirinya.
****! lihat mereka menyewa vila di dekat kebun teh bahkan mereka satu vila. Kecolongan lagi?! Amora menelepon suamibya beberapa kali. Sudah kepalang emosi Amora menghubungi Kenan dan mengajaknya ke vila itu. Memanfaatkan Kenan untuk memantau mereka dari jauh. Langsung ada balasan dari Kenan lalu 1 jam kemudian mereka otw ke Bandung.
Menurut pengamatan Amora, Renata adalah selingkuhan Daniel semenjak iya menjadi istrinya. Bukan iya yang menjadi selingkuhan Daniel tapi Renata. Sudah selingkuhan terus benalu lagi. Amora membereskan barang-barang yang iya bawa untuk ke Bandung. Memesan vila yang jaraknya dekat dengan vila mereka. Menggagalkan acara liburan mereka berdua.
1 jam kemudian Kenan datang lalu mereka berangkat bersama menggunakan mobil. Membutuhkan waktu beberapa jam untuk sampai ke tempat itu. Tempat indah di pinggiran ada kebun teh dan beberapa kampung terpencil. Jauh dari kita tapi tempatnya bagus. Tidak terlalu buruk untuk liburan dadakan selama 2 hari lalu setelah itu memberikan kejutan untuk suaminya.
Pukul 13.00 siang mereka baru saja sampai. Kenan membantu Amora membawa barang-barang mereka lalu masuk ke vila yang sudah Amora pesan. Kenan juga tidak tahu sang adik sedang berada di tempat ini. Hanya Amora yang tahu tapi pura-pura tidak tahu.
Amora melihat kedua sejoli sedang berenang bersama di sebuah kolam renang tidak terlalu besar. Lihat mereka begitu romantis berenang berdua. Kolam renang di vila memang dijadikan satu untuk pengunjung yang aku berenang.
Gila! itu lah Amora berani ke sini hanya ingin melihat mereka berdua agar tidak khilaf membuat anak. Pikiran negatifnya muncul ketika mereka berdua liburan tanpa ada yang tahu.
Kenan mengajaknya jalan-jalan ke kebun teh mumpung cuaca tidak panas. Amora mau saja lagian belum saatnya membuat mereka tahu iya berada di vila ini. Vila yang sama dengan mereka berdua.
"Kamu tahu Amora... walaupun kamu menolak aku sebagai calon suami kamu. Aku tetap beruntung bisa sedekat ini sama kamu."
Lamarannya untuk Amora di tolak. Mana mungkin Amora menerima lamaran Kenan di saat iya sudah bersuami.
"Maaf ya kak."
"It's okay Amora. Aku beruntung masih bisa dekat seperti sama kamu." Mereka terus berjalan berdampingan sambil menikmati semilir angin.
"Kamu akan mendapatkan perempuan lebih baik dari akun, kak. Kamu tahu aku perempuan tidak selevel dengan kamu."
Tiba-tiba Kenan menggenggam tangannya. "Apa arti sebuah level untuk aku. Apapun levelnya aku tetap mau kok." Katanya
Tapi aku yang tidak mau. Maunya sama Denial bukan kamu kak.
Dug
"Astaghfirullah Amora kamu tidak apa-apa." Kaget Kenan melihat Amora terjatuh.
__ADS_1
Sialan malah jatuh, batin Amora.
To be continued