BOSSKU CANDUKU

BOSSKU CANDUKU
Renata Diperkosa


__ADS_3

Amora bergegas keluar dari apartemen. Dia sudah menunggu kedatangannya untuk melakukan misi malam ini juga. Kata dia korban sudah berada di tempat yang sudah mereka diskusikan. Ini momen paling ekstrim untuk keduanya. Merencanakan sesuatu yang bakal merenggut masa depan orang lain. Bahkan mereka sudah siap menerima konsekuensi besar yang terjadi di masa mendatang. Pada intinya mereka sudah siap jika mendapatkan hukuman dari kesalahan yang mereka berdua berbuat sekarang.


Jalan satu-satunya membuat korban kehilangan masa depannya dengan cara ini. Untung saja Daniel sudah tidur. Daniel tidak akan tahu jika iya keluar untuk melakukan aksi mencelakai tunangannya.


Korban Amora dalam misi ini adalah Renata. Siapa lagi jika bukan Renata? mana mungkin iya menjebak dirinya sendiri. Melawak kah? tidak...iya menelepon dia untuk bertemu di luar saja jangan di dalam. Bahkan sekarang penampilan Amora berubah. Menyamar menjadi orang lain agar tidak diketahui. Misi kali ini sudah di susun apik olehnya dan dia.


Membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai di tempat itu. Amora sudah melihat keberadaan dia lalu mendekat. Amora mengeluarkan sebuah serabut obat dan memberikan ke dia.


"Kamu masuk ke dalam ruangan sana. Kita akan memantau Renata dari sana. Renata sudah datang sejak tadi jangan sampai Renata curiga karena sudah menunggu terlalu lama."


"Bagaimana dengan yang satunya?"


"Itu urusan aku Amora. Kita harus gerak cepat malam ini. Kita hanya membutuhkan waktu 30 menit saja di sini setelah itu kita pulang ke rumah masing-masing. Kamu paham maksud aku kan." Amora mengangguk


Amora berjalan ke arah ruangan yang dia tunjuk tadi.


Mungkin banyak dari kalian ingin tahu siapa dia. Dia yang membantu Amora itu siapa. Kalian akan tahu nanti setelah semuanya berhasil. Semuanya akan kalian ketahui, lihat saja misi ini.


Dia masuk ke dalam sebuah ruangan luas yang gelap dan juga remang-remang. Dia melihat Renata duduk sendirian dengan gelisah. Sepertinya Renata punya feeling tidak enak dalam dirinya. Tapi mau saja datang ke sini padahal tidak tahu siapa orang yang menghubungi dirinya. Benar kata Amora jika Renata perempuan yang begitu bodoh. Punya feeling akan terkena musibah malah tetap di lawan. Eh lupa Renata memang bodoh, otaknya tidak berfungsi untuk berpikir matang agar tidak melakukan apapun walaupun asa yang menyuruhnya datang.


Dia menghentikan langkah seorang pelayan lalu mengambil salah satu minuman beralkohol lalu memasukkan serbuk obat perangsang yang tadi di berikan oleh Amora. Setelah itu iya berjalan ke arah pojokan. Kalian tahu, dia memakai topeng di wajahnya agar wajahnya tidak diketahui oleh Renata. Gawat kalau Renata tahu dan bakal menuduhnya langsung.


Pelayan itu menyerahkan minuman yang tadi diberi obat perangsang ke Renata. Belum di minum dan menunggu beberapa menit baru Renata meminum minuman itu. Belum ada tanda-tanda Renata merasakan gerah atau panas.


Dia menyuruh laki-laki di sebelahnya maju untuk mendekati Renata.


"Jaminannya apa saya melakukan itu."


"Semua yang kamu inginkan akan menjadi milik kamu."


Laki-laki itu setuju lalu mendekati Renata sekarang juga.

__ADS_1


"Malam cantik," Renata mendongak.


"Siapa kamu?"


"Seseorang yang akan menemani kamu malam ini. Maksud saya...saya ke sini tidak bersama teman. Melihat kamu sendirian makanya saya dekati. Lihat semua orang datang ke sini membawa pasangan atau teman hanya kita yang datang ke sini sendiri." Cerocosnya


"Saya tidak sendirian..."


"Hahaha lalu mana pasangan kamu atau pacar kamu." Kekehnya


"Saya menunggu kedatangan seseorang sedari tadi. Seseorang itu katanya penggemar saya." Tawa laki-laki di hadapannya meledak mendengar jawaban aneh dari Renata.


Tidak ada penggemar yang datang hanya iya yang datang ke sini untuk menjalankan perintah dari bosnya.


Gelagat Renata sudah mulai aneh. Renata tiba-tiba membuka cardigannya lalu mengipasi tubuhnya.


"Ada apa dengan kamu. Gerah," Renata diam saja.


Renata merasa gatal di area intimnya. Sangat gatal seperti ingin di garukin.


Renata meronta-ronta berusaha agar terlepas dari gendongan laki-laki sialan yang dari tadi mengganggunya. Belum lagi iya merasakan panas di sekujur tubuhnya.


Dia memerintahkan laki-laki itu masuk ke sebuah kamar yang sudah dia persiapkan. Laki-laki itu segera menjalankan aksinya membuka semua pakaian milik Renata. Renata sudah telanjang bulat bahkan tubuhnya terus saja menggeliat.


Pemerkosaan terjadi begitu cepat tanpa aba-aba. Laki-laki itu memerkosa Renata dalam keadaan histeris. Renata histeris saat tubuhnya di sentuh orang asing yang baru saja iya temui tadi. Bahkan orang asing ini mengambil kesuciannya yang akan iya berikan untuk Daniel, calon suaminya.


Renata memukul tubuh laki-laki itu agar menghentikan aksinya. Ini gila! tidak ada tanggapan sama sekali. Laki-laki itu memukul tengkuknya sampai Renata pingsan.


Dia dan Amora menyaksikan pemerkosaan Renata. Mereka juga mengambil rekaman video kedua orang itu dan menyimpannya dengan baik jika sewaktu-waktu diperlukan. Setelah itu mereka pulang dalam keadaan bahagia. Rencana yang mereka susun sudah berhasil mereka lakukan.


Amora orang paling bahagia sekarang. Bahkan ita berubah menjadi tokoh antagonis hanya untuk mempertahankan kepemilikannya. Daniel hanya milik Amora bukan milik Renata. Mana mau Daniel menerima barang bekas seperti Renata.

__ADS_1


"Dia sangat bodoh untuk kita bohongi."


"Memang dia sangat bodoh. Kamu tahu...dia udah tahu perselingkuhan Daniel tapi masih saja percaya dengan penjelasan aku yang bohong. Daniel saja sampai mengatai aku ratu drama." Kekehnya mengingat kembali saat Renata berulang kali meminta maaf karena sudah menuduhnya.


"Akting kamu bagus kenapa tidak menjadi aktris."


"Tidak mau karena dunia etis begitu kejam. Lebih kejam dari apapun. Artis itu tidak enak menurut aku karena kehidupannya selalu di sorot banyak orang." Jelasnya


Obrolan mereka ketika tadi sebelum sampai ke rumah masing-masing. Mereka akan bertemu lagi jika sempat. Setelah malam ini mereka memilih tidak bertemu kecuali jika ada kesempatan bertemu atau tidak sengaja bertemu.


"Ini rahasia kita berempat. Aku, kamu, laki-laki itu, dan juga Tuhan."


Skip


Sinar matahari membangunkan kedua sejoli di ranjang. Mereka tidur berpelukan tanpa sehelai benangpun melekat di tubuh mereka. Renata menggeliat lalu melihat tangan seseorang memeluk pinggangnya cukup erat. Renata kembali mengingat kejadian tadi malam lalu mengecek tubuhnya.


Damn! Renata tidak memakai apapun bahkan malam itu benar-benar terjadi. Mengingat semalam iya histeris saat laki-laki di sampingnya memperkosa Renata. Pergerakan Renata membangunkan laki-laki di sebelahnya. Laki-laki itu langsung membUka mata lalu tersenyum manis ke arah Amora.


"Good morning, baby." Bisiknya


Brengsek! Renata menghempaskan tangan laki-laki itu lalu bangkit. Renata berjalan tertatih-tatih ke dalam kamar mandi. Sementara laki-laki itu memakai baju dan celananya lalu keluar dari kamar ini. Sudah selesai tugasnya untuk merenggut paksa kesucian Renata.


Renata keluar dari kamar mandi melihat ke sekitar kamar tidak ada orang sama sekali kecuali dirinya. Laki-laki itu sudah pergi lalu iya terduduk di lantai. Renata menangis histeris bahkan menyalahkan dirinya. Renata baru sadar ini di jebak sama orang lalu berakhir di sini.


"Apa yang harus aku lakukan hiks. Siapa yang berani melukai aku bahkan menjebak aku di sini. Apa salah aku sampai mengalami musibah seperti ini. Ini musibah hiks aku sudah punya feeling! aku bodoh, harusnya aku tidak menuruti kemauan orang yang mengirimkan aku chat untuk datang ke sini." Renata merutuki kebodohannya


"Bagaimana jika Daniel atau keluarga aku tahu. Mereka bakal sedih, apa Daniel masih mau bersama aku. Kesucian aku sudah bilang. Aku bukan lagi seorang gadis tapi aku sudah menjadi wanita." Tangisnya pecah


Masih tidak percaya iya harus merasakan kepahitan hidup seperti ini.


Apa yang akan terjadi nantinya?

__ADS_1


To be continued


Hai guys makasih sudah mampir di novel baru aku, semoga kalian suka ceritanya.


__ADS_2