BOSSKU CANDUKU

BOSSKU CANDUKU
Perlawanan Amora CS


__ADS_3

Amora mendengus kesal saat James malah mengajaknya ke rumah Javier. Mau apa di sini...mau ketemu Javier atau hanya singgah untuk mencaritahu Javier ada di rumah atau tidak.


"Buat apa sih ajak aku ke sini."


"Diam aja kamu jangan protes terus. 2 hari saya pusing mikirin masalah kamu yang belum ada jalan keluarnya."


"Aku udah menyerah tapi kamu paksa aku berjuang lagi mempertahankan hubungan aku sama Daniel. Aku ikhlas tapi kamu paksa aku gak boleh ikhlas begitu saja." Gerutunya mencurahkan isi hatinya.


"Kita sudah membuat rencana itu berhasil bahkan sampai ke tahap berbahaya terus kamu menyerah ganya karena tidak mendapatkan cinta Daniel. Basi! minta bantuan makanya sama saya jangan diam saja seperti orang bego." Semburnya memarahi Amora berulang kali agar tidak ceroboh. Belum apa-apa sudah menyerah dan mengikhlaskan pujaan hatinya ke Renata lagi.


"Lalu..."


"Lalu mati! sabar jangan gegabah duluan."


"Renata makin menjadi sama aku. Kemarin kamu lihat Renata mengirimkan teror buat aku lewat jalur paket. Harusnya aku yang teror Renata bukan malah aku yang di teror Renata."


Mengingat kejadian kemarin membuatnya ketakutan. Iya langsung menelepon James lalu meminta bantuan James agar memberi pelajaran untuk Renata. Kurang ajar sekali sudah berani bermain-main dengannya. Renata tidak sebaik yang orang kira, itu hal yang harus orang-orang tahu. Agar tidak salah persepsi bahwa iya yang jahat dan tega. Iya melakukan itu semua juga ada sebab.


Mobil berhenti di garasi rumah mewah milik Javier. Javier keluar dari rumah lalu menghampiri mereka berdua. Keduanya sudah turun dari mobil lalu James dan Javier berjabat tangan seperti sahabat karib. Yang iya tahu James sahabat dekat suaminya bukan sahabat dekat Javier tapi mereka berdua seperti sahabat dekat. James malah jarang bersama suaminya kecuali di kantor atau melakukan pekerjaan saja.


"Hai cantik apa kabar?"


"Alhamdulillah baik." Jawabnya sedikit cuek


"Mau ngobrol di dalam apa di gazebo sana." James meminta pendapat Amora dari pada Amora merasa risih jika iya yang memberikan pendapat.


"Terserah aja aku ngikut kamu."


'Cewek memang begitu ya selalu mengucapkan terserah jika si beri pendapat atau pertanyaan.'


"Gazebo sana aja."


"Itu bukan pendapat tapi ajakan lalu bertanya." Bisik Amora lirih ke James. James hanya terkekeh lalu mengikuti langkah panjang sang pemilik halaman yang iya injak ini.


Mereka sudah berada di gazebo lalu memulai obrolan sambil menunggu seseorang yang akan datang sebentar lagi.


"Permisi, maaf mengganggu ini saya siapkan minuman dan cemilan untuk kalian." Ucap salah satu pelayan di rumah Javier. Obrolan mereka berhenti lalu mempersilahkan pelayan itu meletakkan nampan yang dipegangnya ke gazebo setelah itu pamit ke belakang.


"Ada apa, kalian ke sini mau meminta bantuan atau sekedar basa-basi."


"Minta bantuan kamu untuk meyakinkan Daniel agar memutuskan hubungan sama Renata. Tuh laki-laki plin plan dengan pilihannya. Udah punya istri malah berniat nikah lagi sama Renata yang lagi hamil anak sepupunya. Gila, semuanya rumit seketika gara-gara ulah Amora duluan. Tidak mau ada yang mengalah di antara Renata atau Amora. Amora udah mengalah tapi aku marahin karena sia-sia selama ini merencanakan sesuatu berbahaya. Aku yang selama ini membantu Amora untuk memisahkan mereka berdua lalu menjebak Renata di malam kelam itu sampai hamil. Kamu bakal satu pendapat dengan aku. Harus tetap mempertahankan apa yang di miliki dari pada menyerah trus ujung-ujungnya hangus perjuangannya selama ini." Jelasnya


Javier manggut-manggut. "Daniel keras kepala dan cinta banget sama Renata. Mau buat mereka pisah dengan cara apa lagi kecuali menikahkan Renata sama sepupu saya." Amora tidak tahu apa itu berhasil atau tidak.


"Semua keluarga sudah tahu mereka akan menikah dan mereka sudah tahu Renata hamil sama laki-laki lain terus nikah sama Daniel. Cukup mengerikan, ada yang menerima keputusan Daniel dan ada yang menolak. Jujur...sebagian keluarga besar menolak keputusan Daniel. Kembali lagi itu hidup Daniel. Sangat di sayangkan Daniel merusak rumah tangganya bersama kamu lalu menikahi Renata. Kecuali, Renata mau menikah dengan sepupu aku yang satu lagi lalu melupakan Daniel."


"Huh gini ya--"


"Aku bingung harus apa lagi aku buntu. Pengorbanan aku selama ini sia-sia. Aku kecewa sama Renata dan juga suami aku. Keputusan ada sama mereka, mereka yang akan nikah. Lalu aku harus apa?! marah atau ngamuk tidak akan membuat mereka terpisah. Apa aku bunuh Renata biar mereka tidak menikah."


"Belum saatnya mereka tahu tapi mereka sudah tahu duluan. Renata punya rencana kuat untuk menindas kamu." Amora setuju dengan pernyataan Javier yang ini. Amora yakin Renata ingin menindas dirinya di depan keluarga besar suaminya.


"Ada satu cara agar Daniel melepaskan Renata cuma-cuma." Celetuk seseorang yang baru datang lalu duduk di hadapan mereka bertiga.


"Kamu..." laki-laki itu tersenyum lalu mengangguk.


"Kamu hamil anak Daniel maka Daniel akan memutuskan hubungannya dengan Renata. Daniel akan memilih anak kandung dari pada anak orang lain."


"Kita bahas nanti malam di apartemen aku." Mereka setuju mereka akan datang ke apartemen Amora nanti malam sekalian mengajak Alina dan beberapa sepupu Daniel agar mau di ajak kerja sama dengan mereka.


"Gila,"


"Aku belum siap punya anak." Lanjutnya

__ADS_1


'Keras kepala banget nih wanita.'


Skip


Renata menyenderkan kepalanya ke bahu calon suaminya. Mereka akan menikah lusa besok. Iya tidak sabar menjadi istri Daniel Mahendra laki-laki penuh kekuasaan. laki-laki tampan bak dewa Yunani. Pencapaian selama ini harus berhasil. Iya tidak mau kalah dari Amora, perempuan tengik itu tidak boleh mendapatkan cintanya.


"Makasih buat semuanya ya, aku sayang banget sama kamu dan cinta."


"Hem." Renata mendongak


"Kamu gak senang kita mau menikah." Renata mulai mengeluarkan ucapan tidak mengenakan.


"Gak. Biasa saja, lusa momen indah buat saya dan kamu."


"Saya. Sejak kapan panggilan kamu untuk aku menjadi saya." Protes Renata


"Sejak kamu berubah menjadi perempuan sadis."


"Kamu ini kenapa?! bukan aku yang berubah tapi kamu. Selama ini aku sabar menghadapi kamu. Kamu berkhianat aku juga sabar terus kamu tidak rela mengikhlaskan istri simpanan kamu."


Brak


Daniel marah lalu menendang meja kaca di apartemennya.


"Cukup! saya berulang kali bilang sama kamu jika Amora bukan istri simpanan saya. Amora istri sah saya! hormati Amora selagi masih bisa menghormati."


"Aku kecewa sama kamu. Kamu udah janji sama aku tak bahas dia kalau lagi berdua."


"Kamu yang bahas duluan bukan saya. Jangan protes apapun lagi, Renata. Saya capek dipermainkan sana sini. Saya ingin hidup damai seperti dulu. Gara-gara permasalahan ini pekerjaan saya terbengkalai."


"Bagus kamu menyalahkan aku. Kamu salahkan Amora bukan menyalahkan aku terus. Semua kejadian terjadi karena Amora bukan aku! aku korban bukan tersangka. Amora membuat hubungan kita berantakan sampai aku hamil. Aku yakin Amora yang menjebak aku selama ini terus dia berusaha menjauhkan aku sati kamu. Andai waktu bisa di ulang aku gak mau bersahabat atau dekat sama Amora. Dia BENALU!!! ingat jika istri yang kamu belain itu benalu buat kita berdua dari pertama kamu ketemu Amora sampai hari ini. Kamu menyentuhnya bahkan menikmati momen ketika di ranjang atau hanya berdua tanpa ada aku. Kamu menolak tapi ujung-ujungnya mau juga."


"Kamu tahu...kamu laki-laki paling naif dan munafik. Bukan aku saja yang bodoh, kamu juga. Kita berdua bodoh karena Amora!! siapa yang membantu Amora selama ini?! aku tahu siapa orang itu. Aku diam karena aku gak mau membuat orang itu mengganggu hidup aku. Sudah cukup aku hancur karena Amora! jangan lagi aku hancur lebur. Aku mau hidup tenang seperti dulu lagi, Daniel. Aku mohon kamu ngertiin aku. Aku gak mau apa-apa dari kamu."


"Hargai saya selalu saja jangan egois untuk memikirkan kamu sendiri. Saya begini karena kamu juga. Bukan salah Amora saja, kamu juga salah." Imbuhnya


"Kamu menyalahkan aku."


Daniel menjambak rambutnya lalu meninju dinding berulang kali. Air matanya menetes, iya tidak kuat menghadapi permasalahan ini. Masalah antara kedua wanita yang hadir di hidupnya dan punya peran penting untuk hatinya. Istri atau kekasih hati dari dulu.


"Pulang Renata."


"Kamu jahat banget sama aku."


"Lebih baik kamu pulang saja."


"Aku gak mau."


"Pulang! tinggalkan apartemen saya sekarang juga."


"Lalu hubungan kita tetap begini sampai kita menikah."


"PULANG!" bentak Daniel.


"Saya menyuruh kamu pulang bukan membahas hubungan kita mau bagaimana kedepannya." Renata mengusap air matanya lalu mengabi tasnya dan keluar dari apartemen Daniel.


***


"Menikah dengan saya tidak akan memperkeruh keadaan."


"Gak mau. Aku cinta Daniel bukan kamu, brengsek."


"Sampai kapan berjuang mendapatkan hati Daniel lagi. Hati Daniel sudah untuk Amora saja. Cinta Daniel untuk kamu ada tapi perlahan hilang digantikan Amora."

__ADS_1


"Tahu apa kamu tentang hati Daniel."


Laki-laki di sebelahnya terkekeh lalu mengusap perut buncit Renata yang tidak terlihat karena memakai kaos oversize.


"Saya akan membahagiakan kamu, Renata. Saya janji," laki-laki itu ingin menikahi Renata. Renata terus menolak berulang kali. Maunya nikah sama suami orang.


"LEBIH BAIK KAMU PERGI DARI HIDUP AKU."


"Okay setelah saya berhasil mendapatkan kamu. Saya nikahi kamu lalu saya bawa kamu pergi dari negara ini. Bagaimana saran saya?"


"Gak akan terjadi bodoh."


Laki-laki itu menabok mulutnya.


"Saya tidak mau calon Mamah anak saya mengumpat kasar. Lagi hamil jangan suka mengumpat gak baik." Tegurnya


"Ya." Ketus Renata


Tadinya mau pulang lalu iya melihat penjual rujak di pinggir jalan. Alhasil iya memberhentikan mobilnya lalu turun dan membeli rujak eh ada laki-laki yang membuatnya mual seketika.


"Dek, kalau Mamah jahat bilang sama Papah." Renata mencubit lengan laki-laki itu cukup kuat.


"Anak aku belum lahir."


"Iya Mamah cantikmya Papah." Kekehnya


"Geli jangan panggil Papah atau Mamah."


"Okay. Mau di panggil ayang, sayang, sweetie, honey, baby, atau beb."


"Panggil nama saja cukup kok."


"Khusus buat kamu panggil Mamah saja."


Mereka bernegosiasi dengan panggilan untuk satu sama lain.


"Mamah Renata cantik seperti princess di negeri dongeng."


"Basi gak usah gombal."


"Love you too."


Renata bergidik ngeri lalu masuk kembali ke mobil mau lanjut makan rujak buah segar di siang hari.


"Mamahnya sensitif banget ya." Lirihnya lalu masuk ke mobil calon istrinya. Iya mengklaim Renata sebagai calon istrinya.


Malam harinya...


Daniel memutuskan datang ke club malam bersama James.


"Silahkan bersenang-senang kawan. Momen yang jarang kamu lakukan."


"Kamu benar akhir-akhir ini saya terus mengahadap kedua wanita yang membuat saya frustasi."


Daniel meminum beberapa bir lalu iya menelepon sang istri agar datang menjemput dirinya.


Amora sedang berkumpul bersama yang lain di apartemennya lalu mendapatkan telepon dari sang suami untuk menjemput suaminya di club malam. Iya tahu siaminya di sana. James memberitahunya lalu iya pamit ke yang lain lalu menyusul suaminya ke club malam.


Lihat suaminya sudah mabuk berat lalu suaminya mengajak dirinya berjoget di dance floor.


"Malam ini kita bersenang-senang bersama tanpa ada benalu." Bisiknya


To be continued

__ADS_1


Wah gimana sama permasalahan cinta segitiga mereka bertiga. Antara Renata dan Amora siapa yang akan mengalah lalu Daniel akan tetap menikahi Renata atau tidak. Guys komen, vote, like dan jangan bosan ya baiklah ada kejutan di bab selanjutnya.


__ADS_2