BOSSKU CANDUKU

BOSSKU CANDUKU
Menghilang tiba-tiba


__ADS_3

Amora menemui Renata dirumahnya. Iya akan menjelaskan kenapa iya berada di apartemen Daniel tadi malam. Renata ogah-ogahan turun ke lantai bawah untuk menemui sang pengkhianat seperti Amora.


"Makasih ya udah mau menemui aku."


"Mau apa lagi kamu menemui aku hah! belum puas melihat aku menderita karena ulah kamu." Sarkas Renata dengan tampang datarnya.


Amora menggeleng. "Kamu salah paham Renata. Tadi malam aku berada di apartemen Daniel karena baru saja di bantu Daniel. Daniel bos aku dan calon suami kamu. Mana berani aku berkhianat di belakang kamu lalu merebut calon suami kamu. Aku masih punya harga diri. Aku mohon kali ini kamu percaya sama aku. Jujur aku sedih saat kamu memutuskan persahabatan dengan aku. Hanya kamu yang aku punya...bahkan keluarga aku tidak mengharapkan aku sama sekali." Jelas Amora


Renata memanglingkan wajahnya ke arah lain. Renata tidak tega melihat wajah sedih Amora saat ini. Begitu sebatang kara Amora, tidak ada yang mau berteman dengan Amora selain dirinya dan Kakaknya. Mengingat kejadian tadi malam membuatnya tega membiarkan Amora tersakiti bahkan dirinya menjauhi Amora.


"Kamu tahu apa yang aku rasakan selepas pulang kerja. Ada orang lain mengikuti aku sampai aku pulang ke apartemen. Aku tidak tahu siapa orang itu. Aku ketakutan, sebelumnya aku udah telepon kamu tapi tidak ada jawaban dari kamu. Aku buntu...aku bingung mau minta bantuan sama siapa lagi kecuali kamu. Kemarin aku tidak ada pikiran minta bantuan sama kak Kenan. Akhirnya aku meminta bantuan calon suami kamu. Laki-laki yang kamu sebut berselingkuh mau membantu aku pergi dari apartemen aku. Bahkan calon suami kamu baik mau menampung aku sementara sampai aku pindah ke apartemen baru. Aku rela menepis rasa malu aku Renata. Aku tidak berhong ini fakta...kamu tidak percaya tidak masalah seenggaknya kamu menghargai penjelasan aku. Maaf aku sudah membuat kamu kecewa karena tingkah tidak malu aku. Makasih sudah baik selama ini sama aku. Maafin aku ya, mungkin kalau aku pergi dari kehidupan kalian kamu bakal lega. Aku tidak lagi menyusahkan kamu bahkan meminta ini itu sama kamu." Amora pura-pura mengusap air matanya. Semoga sama Renata percaya dengan cerita ini. Sudah buntu mau cerita apa lagi, Renata sudah benar-benar kecewa. Belum tahu aib sebenarnya tapi sudah menduga dikhianati olehnya.


Renata tersentak lalu menatap ke arahnya. Matanya berkaca-kaca ingin sekali memeluk Amora lalu meminta maaf. Jadi dirinya salah paham alias salah menduga tentang Amora. Betapa salahnya iya ke Amora. Tadi malam iya sudah mengusir Amora bahkan menuduh Amora perempuan murahan tidak tahu diri. Faktanya Amora mengalami musibah! kejam itu yang iya lakukan ke Amora.


"Ya udah aku pamit ya. See you Renata," Amora langsung keluar dari rumah ini sambil menentang tasnya.


'Rasanya begitu sakit itu lah yang Renata rasakan saat ini. Sebelumnya iya tidak pernah bertengkar selama ini dengan sahabatnya.'


Jangan pergi aku mohon, Amora. Hanya kamu orang terdekat aku sesudah keluarga. Kamu yang mengerti aku selama ini. Kenapa lidah ini kelu untuk memanggil Amora agar tidak pergi. Tanpa sadar air matanya menetes melihat kepergian Amora.


Kepergian Amora menjadi tanda tanya banyak orang terutama Sania. Sania bahkan tidak melihat Amora di kantor apa lagi tempat kerja mereka berdampingan. Sudah 4 hari Amora tidak berangkat ke kantor. Bukan cuman Sania yang merasa aneh dengan Amora. Ada juga Daniel, merasa tidak tenang saat iya tidak bertemu Amora. Amora masih menjadi istrinya sampai 1 bulan 2 minggu ke depan. Hampa itu yang Daniel rasakan saat ini.


Dimana Amora sekarang? Renata mengabarinya 3 hari yang lalu Amora baru saja datang ke rumahnya lalu menjelaskan apa yang terjadi saat Amora berada di apartemennya. Daniel tahu Amora membuat cerita palsu agar Renata percaya. Setelah hari itu Amora menghilang bak di telan bumi. Tidak ada kabar apapun dari Amora bahkan Amora tidak mengirimkan chat untuknya sama sekali. Apa Amora menyesal dan mau bertaubat. Aneh saja jika tiba-tiba Amora bertaubat.


Apa Amora bisa bertahan hidup, batinnya.


Tok Tok Tok


"Masuk."


James masuk membawa laporan yang harus Daniel tandatangani. James duduk di kursi depan Daniel. Daniel mendatangani laporan yang diberikan James tadi.


"Amora menghilang tiba-tiba ya? ada yang tidak beres sama dia." Celetuk James


"Saya tidak tahu. Saya sudah menghubungi dia tapi tidak ada kabar dari dia. Pekerjaan dia banyak eh dia tiba-tiba tidak ada kabar."

__ADS_1


"Apa iya dia mengundurkan diri dengan cara kabur tanpa memberikan surat pengunduran diri sama kamu."


"Aneh aja..." lanjutnya.


"Mungkin dia sedang ada masalah jadi ya pekerjaannya disepelekan."


"Jangan ber-opini seperti itu tidak baik. Btw bagaimana hubungan kamu dan Renata. Kalian kapan nikah? aku udah gak sabar makan gratis di pernikahan kalian berdua."


"Nunggu kamu nikah duluan sama Sania." Jawab asalnya


Seketika James mendelik. "Ya kali aku jadikan Sania istri. Gak mungkin! dia terlalu buruk untuk aku." Tolaknya mentah-mentah


"Menurut kamu kalau aku lamar Amira gimana ya."


Deg


Ada rasa tidak suka saat mendengar kalimat itu. Mau melamar Amora? bukannya selama ini James tidak suka dengan kehadiran Amora. Bahkan dirinya beberapa kali melihat James sering bersikap jutek ke Amora. Lalu James ingin melamarnya, gila ini mah! dirinya rela tapi aneh saja. Amora-nya mau tidak sama James. Amora itu sudah tergila-gila mencintai dirinya.


"Nabung dulu baru mikirin nikah."


'Kamu pikir aku bego apa gimana. Aku tahu kamu sudah mulai ada rasa sama Amora tapi gengsi mengakuinya.'


***


Di sisi lain ada Amora. Amora memilih menenangkan dirinya di sebuah vila, daerah puncak. Sudah 4 hari tidak menghubungi suaminya. Belum siap bertemu dengan Daniel setelah dirinya di ujar Renata terus Daniel diam saja tidak mau membelanya. Buat apa aku mengharapkan Daniel membelanya. Yang ada, Daniel puas melihat penderitaannya.


Amora memilih tempat ini untuk dijadikan refreshing sementara sebelum iya kembali bekerja. Sampai hari ini belum ada surat pemecatan dari suaminya. Masih ada peluang untuk berjuang demi keinginan. Tetap semangat untuk menghancurkan sebuah lawan yang tidak sepadan dengan Amora. Renata bukan lawan Amora, Renata hanya sampah yang harus iya singkirkan.


Amora mengambil jus mangga miliknya lalu menyeruput sambil menikmati keindahan sawah di lagi hari ini. Cuacanya cukup mendukung...iya mau jalan-jalan ke tempat wisata sendirian. Kapan lagi iya begini? uangnya masih banyak dan harus di manfaatkan sebaik mungkin.


Menghabiskan sarapan pagi lalu bersih-bersih dan berangkat jalan-jalan. Banyak tempat indah yang harus iya singgahi. Lain kali iya akan ke sini bersama Daniel. Mengajak suaminya berlibur hanya berdua saja.


Di lain tempat ada Renata baru saja sampai di studio pemotretan. Melihat-lihat dress yang harus iya pakai saat pemotretan nanti. Ada pilihan dress untuknya, memilih salah satu untuk pemotretan. Menjadi brand ambassador kosmetik mengharuskan iya profesional.


"Halo Renata cantik akhirnya kembali sibuk setelah cuti 2 hari."

__ADS_1


"Harus dong demi sebuah mimpi."


Mimpinya sudah terwujud menjadi model terkenal. Belum cukup karena namanya belum dikenal sampai internasional. Semua orang mengidolakan seorang Renata. Renata adalah model yang baik, pintar, cerdas, ramah, suka menolong dan tidak sombong itu paling utama. Renata mudah berbaur dengan siapa saja tanpa melihat orang dari kata rendah atau tinggi. Sesama manusia harus saling menghargai itu lah prinsip Renata selama hidup di duni ini. Jangan membuat ulah kecuali ada orang yang menyenggol kehidupan atau percintaannya.


Siapa yang tidak mau menjadi Renata. Bahkan mereka iri dengan Renata. Punya calon suami kaya raya seperti Daniel Mahendra. Banyak yang tahu hubungan mereka berdua. Mereka pasangan romantis dan selevel itu paling penting.


"Kenapa aku jarang melihat Amora." Gumamnya lalu iya mengecek akun sosial media Amora. Tidak ada postingan satu sama sekali. Renata tahu setiap hari Amora bakal memposting foto atau video unggahannya di media sosial. Sudah 4 hari tidak ada postingan dari akun sosial media Amora. Benar kata James jika Amora tidak ada kabar. Apa Amora tersinggung dengan perlakuannya. Jika Amora kembali iya harus meminta maaf. Persahabatan mereka akan tetap berlanjut sampai maut memisahkan mereka.


Renata semakin merasa bersalah ketika iya belum mendapatkan maaf dari Amora. Malah kebalikannya Amora yang meminta maaf dengan dirinya. Sudah menuduh terus salah paham lagi. Sungguh kesalahan fatal Renata untuk Amora. Dulu mereka jarang bertengkar kecuali berdebat karena perbedaan pendapat lalu mereka kembali akur seperti biasa.


"Jangan melamun cantik ayok mulai pemotretan. Tim sudah siap semua tinggal menunggu kedatangan kamu saja." Renata mengangguk


Renata berjalan ke tempat pemotretan lalu mengambil salah satu kosmetik yang harus iya promosikan. Senyumnya dan posenya yang menjadi bagian paling di gemari semua tim di sini. Model profesional seperti Renata memang perlu di acungi jempol. Kepiawaian dalam berpose membuat semua orang takjub terutama rekan kerjanya.


2 jam berlalu Renata baru saja mengganti dress menggunakan baju biasa. Setelah pemotretan iya pulang ke rumah. Tubuhnya sebenarnya tidak fit tapi iya paksa demi keprofesionalan.


"Menunggu kamu kabar kamu baik-baik saja Amora. Maaf ya, aku janji bakal ketemu sama kamu dan minta maaf sama kamu." Pulang saja dirinya masih memikirkan tentang Amora.


Tidak tenang jika belum tahu kabar Amora.


Skip


Seminggu kemudian Amora baru pulang dari puncak. Sudah mulai tenang dan siap bertemu mereka semua. Setelah mengambil libur seminggu iya kembali bekerja. Kedatangannya ke kantor di sambut heboh oleh Sania dan Ayu salah satu karyawan magang di kantor. Ternyata Ayu salah satu adik kelasnya dulu saat SMA. Ranata juga tahu tapi kurang paham siapa Ayu.


"Kamu kemana aja kenala gak ada kabar? kamu tahu semua orang membicarakan kamu yang hilang tiba-tiba? bos sampai marah-marah karena kamu tidak bekerja?" sebuah pertanyaan bejibun dari Sania untuk Amora.


"Astaghfirullah banyak banget pertanyaannya. Gini ya aku habis menyelesaikan urusan terus aku memilih menonaktifkan sosial media karena tidak aku di ganggu. Gitu loh maaf sudah membuat kamu khawatir."


"Lain kali kalau ada apa-apa kabari aku. Aku khawatir sama kamu Amora. Kamu itu teman sekaligus keluarga kedua buat aku." Amora terharu langsung memeluk sayang Sania.


"Ehem." Suara deheman seseorang membuat pelukan mereka terlepas.


"Sudah bebas seminggu melupakan pekerjaan." Sindirnya ke Amora


To be continued

__ADS_1


__ADS_2